
"Kamu ini apa-apaan Ken? Kenapa kamu pukulin Al?" kata Pak Hans marah.
Setelah kepergian Albizar. Pak Hans membawa Kenzo masuk kedalam rumah. Saat ini Kesya sedang mengobati luka diseluruh tubuh Kenzo akibat perkelahian tadi.
"Aku nggak terima Pah. Dia nolak Menikahi Kay tanpa kasih penjelasan apapun. emang Dia pikir, Dia siapa. ya walau pun Aku juga nggak setuju Kay nikah sama Dia. Setidaknya kalau dyia manu nolak dikasih alasannya. cara Dia itu nunjuki. kalau Kay itu nggak berharga. emang dyia pikir Dia siapa?" kata Kenzo .
Kenzo masih merasa tindakannya itu adalah benar. Dia marah karena Kayla adiknya yang cantik pintar ditolak oleh laki-laki miskin dan sombong. Kenzo merasa harga diri Kayla telah terinjak-injak. Kenzo berfikir pukulan tadi tidak sebanding dengan penghinaan itu.
"tapi nggak seharusnya kamu pukulin Dia. biar gimanapun Dia berhak buat terima ataupun tolak permintaan Papa. Lagian Kamu nggak liat ekspresi Al tadi gimana waktu papa minta Dia nikah sama Kay?" kata Kesya kesal dengan tingkah sang adik.
Kesya sengaja menekan luka Kenzo dengan alkohol dengan ditekan.
"Auuu.. sakit kak. " kata Kenzo mengeduh kesakitan.
"Siapa suruh langsung pake otot aja. lagian nih ya kita aja anak Papa kaget denger permintaan Papa apalagi Al yang orang lain." kata Kesya.
"Udah deh Kak nggak usah belain dia terus." kata Kenzo.
"Kalian bisa berenti debat nggak?" kata Kayla dengan aura dingin.
Seketika baik Kesya maupun Kenzo diam. Kesya melihat betul perubahan diraut wajah Kayla.
"Dad, kalau Daddy sama Mommy mau pergi Ke LA. kalian pergi aja jangan khawatirin kay. Disini Kay nggak apa-apa kok. ada simbok yang temenin. dan nggak perlu nyuruh orang buat nikahin Kay cuman buat jagain Kay. Kay udah gede. Kay bisa jaga diri Kay sendiri." kata Kayla.
Kayla pun pergi ke dalam Kamarnya. Kayla langsung mengunci diri didalam kamar. Air mata yang sedari tadi Kayla tahan kini tumpah begitu saja. Sesak rasanya. Kepergian Albizar begitu saja tanpa memberikan alasan menyisakan luka dihatinya.
"Ayo lah Kay. jangan nangis. Loe nggak boleh lemah. Loe nggak cinta sama Dia. Jadi Loe nggak perlu nangisin Dia." kata Kayla berusaha mengendalikan perasaannya.
Kayla berusaha keras untuk menekan rasa sakitnya. Namun entah kenapa rasanya sulit. benarkah jika dia sudah mencintai Al? sehingga rasanya sakit sekali saat Al menolaknya tanpa memberikan alasan. Kayla kembali teringat kembali momen pertemuannya dengan Albizar.
__ADS_1
Sedari Awal pertemuan mereka tidak baik. Dan udah diisi dengan pertengkaran. awalnya juga Kayla benci sama Al. Terus gimana bisa Dia berharap hubungan mereka akan berakhir baik.
"Cukup Kay. Nggak seharusnya loeo terus nangisin semua ini. dulu sebelum Loe kenal dia hidup Loe tenang damai. tapi semenjak ketemu sama Dia hidup lie berantakan. udah Kay emang nggak seharusnya Loe berurusan lagi sama Dia." kata Kayla bermonolog
Kayla berfikir sejenak.
"Ya Kak. udah saatnya Loe kembali ke sikap Loe yang dulu. anggap aja Loe nggak pernah kenal sama dia. kayak waktu Loe belum berurusan sama Dia. ya. itu lebih baik. mulai sekarang Loe akan bersikap kayak dulu. nggak perduli sama orang sekitar. terutama orang bernama Albizar." kata Kayla.
...****************...
Sedangkan ditempat lain Albizar yang baru sampe rumah. berpapasan dengan Zahra yang ingin keluar rumah. melihat keadaan Kakaknya yang kacau dengan wajah babak belur membuat Zahra khawatir. Zahra ingin bertanya pada sang kakak. Namun Dia melihat sang Kakak terlihat sedang marah. Zahra pun mengurungkan niatnya untuk bertanya. Zahra pun masuk kedalam mengambil baskom, sapu tangan dan kotak P3K.
tok..tok..tok...
"Kak boleh Zahra masuk." kata Zahra didepan pintu kamar Albizar.
Albizar membukakan pintu kamarnya. Terlihat Zahra sudah membawa baskom berisi air dan juga kotak P3K. Albizar membuka pintu kamarnya lebar dan membiarkan Zahra masuk kedalam kamarnya. Albizar duduk disisi tempat tidurnya dan Zahra duduk didepan sang kakak mengahadapnya.
"Maaf udah bikin Kamu khawatir." kata Albizar.
"Nggak apa-apa kak. cuman kakak perlu tau, kami hidup karena kakak. Entah apa yang akan terjadi sama kami jika terjadi hal buruk sama Kakak." kata Zahra.
"Bukan kakak yang mulai. Kakak cuma mempertahankan harga diri kakak. Kakak nggak suka jika ada yang menghina kakak. apa lagi berusaha mengendalikan hidup kakak. ini kehidupan Kakak nggak ada yang berhak mengatur nya selain kakak." kata Albizar.
"Apapun yang kakak lakuin Inget kak. Disini ada kami yang bergantung pada kakak. Udah selesai. Kakak istirahat." kata Zahra.
Zahra keluar dari kamar sang kakak. Dia sadar Dia tidak bisa menasihati sang kakak. itu sebabnya Dia tidak ingin bertanya lebih jauh atas apa yang terjadi. Zahra yakin sang kakak tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya seperti dulu.
Albizar diam didalam kamarnya. Perkataan Pak Hans terus tengiang ditelinganya. dan bayang-bayang wajah Kayala tidak mau pergi dari hadapannya. Entah kenapa perasannya menjadi gelisah dan tidak enak memikirkan perasaan Kayla. tiba-tiba perasaan bersalah menyelinap kedalam hatinya.
__ADS_1
"Ada kalanya diam bukan berarti lemah. mempertahankan harga tiri kita emang perlu. tapi kekerasan bukan satu-satunya cara menunjukan harga diri kita." kata Zahra.
...****************...
"Al.."
Suara keras Bastian menggema di lorong sekolah. Albizar. Albizar berhenti. dan menengok ke belakang terlihat Bastian dan Iqbal dari berlari kecil mengejarnya. saat udah ada didepan Albizar. Bastian dan Iqbal kaget karena melihat wajah Albizar yang lebam-lebam.
"Muka Loe Kenapa lagi itu?" kata Iqbal.
"Loe abis berantem sama siapa? siapa yang udah bikin muka Loe jadi babak belur gitu?" tanya Bastian.
"Udah nggak usah dibahas. Cuman luka kecil doang" kata Albizar enggan memberi tahu pada kedua sahabatnya prihal perkelahiannya sama Kenzo.
"Tapi Al nggak bisa gitu dong. Loe sebenarnya punya masalah sama siapa lagi sih. Perasaan Gue sering banget Gue liat Loe babak belur." kata Iqbal.
Disaat yang bersamaan Kayla, Syahnaz dan Kintan lewat. Kayla sempat melihat jika ada Albizar disana hanya saja Kayla langsung memalingkan wajahnya.
"Kay tunggu." tiba-tiba Bastian memanggil Kayla.
Kayla diam tapi tidka berbalik. Bastian berjalan mendekati Kayla. Sambil menarik Albizar. Albizar pun ikut mendekat. Terlihat Albizar canggung berada diposisi seperti ini.
Kayla masih enggan untuk menoleh kesamping ke arah Bastian dan kedua temannya. lyebih tepatnya enggan melihat wajah Albizar.
"Kay. pulang sekolah mau ikut nggak. kita mau nonton konser di Pluit. kalau mau nanti biar kita jemput. Loe berua juga ikut ya. biar seru." kata Iqbal.
"Gue nggak bisa." kata Kayla.
Kayla langsung pergi gitu aja tanpa ngasih alasannya. Mereka semua heran dengan sikap Kayla. Albizar hanya diam saja. Melihat tingkah Kayla, Albizar paham. Kayla ingin membalas perbuatannya. atau mungkin Kayla marah atas sikapnya semalam. makanya Kayla tidak melihat wajahnya sama sekali.
__ADS_1
Sementara Kayla terus jalan kelasnya. Kayla tau sikapnya keterlaluan. Tapi bila melihat wajah Albizar rasa kecewa itu kembali hadir. Tapi dia rasa ini keputusan yang benar. bersikap seakan tidak kenal seperi dulu jauh lebih baik dibandingkan harus sakit untuk kesekian kalinya.