Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Bukan Urusan Gue !!!


__ADS_3

"Kantin Yuk Al. laper nih. lagian lie juga kan harus cukup asupan gizi biar konsentrasi tarnamen besok" ajak Iqbal .


""Yapss. betul banget. Ayo lah.. keburu Bel nanti." kata Bastian.


Albizar pun menurut. Mereka bertiga pun keluar dari kelas. saat keluar dari kelas. mereka disuguhkan pemandangan yang membuat mata menjadi sepet.


"Ahh.. Elah.. ngapain sih si Bimo sama Kayla and Friends katawa-ketiwi depan kelas. bikin mood tambah ancur aja" kata Bastian mengeluh.


Albizar enggan menanggapi ocehan sang sahabat. walau dia sendiri malas melihat wajah Kayla. Tapi Albizar berusaha tidak menghiraukan keberadaan mereka. Albizar sengaja berjalan lurus tanpa melihat sama sekali kearah mereka. melihat respon Albizar membuat Bastian dan juga Iqbal mengenai mood Albizar.


Kayla sendiri diam-diam memperhatikan Albizar. Meskipun Albizar tidka meliahtnya dan tetap bersikap dingin namun Kayla sendiri masih merasa bersalah karena perlakuan Kakaknya pada Albizar. melihat sikap Albizar bahkan lebih dingin dari sebelumnya Kayla tidak bisa melakukan apapun.


...**************...


"Al.. sini sebentar" Pak Arya memanggil Albizar.


terlihat Pak Arya sednag berbicara dengan Kayla Syahnaz dan Juga Kintan. karena dipanggil oleh Guru olahraga Albizar pun menghampiri Pak Arya. Albizar pun mencium angan Pak Arya.


"Iya pak." kata Albizar masih enggan melihat Kayla.


"Begini Al. Bapak mau minta tolong sama Kamu buat gantiin Surya yang cidera. besok kita ada turnamen basket. karena bapak nggak ada kandidat lain yang lebih baik dari kamu. kamu mu kan?" kata Pak Arya.


mendengar permintaan Pak Arya. Albizar langsung menengok ke kedua temannya Bastian dan Iqbal. Iqbal mengangkat bahunya, sednagkan Bastian menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


"Maaf Pak. saya tidak bisa. saya sudah ada acara lain yang tidak bisa saya batalkan. ada baiknya bapak meminta anak kelas sepuluh namanya Rendi. dia juga saya liat mainnya bagus. sekali lagi saya minta maaf pak" kata Albizar dengan terpaksa menolak permintaan Pak Arya.


"yah sangat disayangkan. kalau boleh tau kamu ada acara apa ya?" tanya Pak Arya.


"Gini Pak. kita lagi ada acara diluar kota pak. Biasa pak anak Motor. ya Kan Al. Bas" kata Iqbal langsung menjawab.


"Oh ya udah kalau gitu. inget pesen bapak kalian hati-hati. jangan sampai ngabisi waktu untuk hal yang nggak ada manfaatnya." kata Pak Arya.


"Pasti Pak." jawab Bastian.


"Kalau begitu Saya sama temen-temen saya permisi pak." kata Albizar.


Lagi dan lagi Albizar tidak menghiraukan keberadaannya. Kayla hanya bisa menatapnya nanar.


Ya sejak kejadian dirinya dipukul oleh Kenzo. Albizar memutuskan untuk menjauhi Kayla. Sebisa mungkin dia tidak ingin terlibat hal apapun dengannya. Bahkan kalaupun dengan terpaksa mereka berpapasan. Albizar akan bersikap seakan dia tidak melihat keberadaan Kayla.


...**********...


...Albizar berjalan ke taman belakang sekolah. Dia yang merasa sedang gugup menghadapi turnamen besok memilih menenangkan diri sendiri ditaman sekolah. Suasana taman sekolah yang sepi menjadi tempat yang untuknya menenangkan pikiran. Albizar bisa sejenak merehatkan pikirannya dari segala macam problema yang sedang dia hadapi. ...


dirasa cukup untuk ia menenangkan Diri Albizar berniat kembali kelasnya. namun lagi-lagi Albizar mendengar suara yang sangat menjijikkan.


"Ahhh... Kak Bimo.. Ahhhhhh.. aaahhhhh. terus Kak.. Nikmat. milikku serasa penuh... Ahhhh... terus kak.. nikkk maatttt.." suara itu membuat darah Albizar seakan mendidih.

__ADS_1


"Yah.. Sayang terus desah.. sebut Nama Aku. ******* Kamu' bikin Aku tambah Nafsu pengen terus ngen***in Kamu tiap waktu. Gila milikku serasa di sedot sama punyamu." ucap suara laki-laki itu. Albizar kenal betul siapa kedua orang yang sedang berbuat mesum itu.


Albizar mengepalkan tangannya. ingin sekali rasanya dia mendobrak pintu itu dan menghantam orang itu dengan Bogeman telak sehingga membuat orang berfikir dua kali untuk melakukan perbuatan tidak senonoh seperti itu. Albizar tau Persih


"Baji***n. Bren***k. bisa-bisanya pelita insani punya Ketos cabul modelan dia." kata Albizar yang merasa sangat marah.


Beberapa saat lalu dia baru sajaengucapkan kata-kata yang sanagtanis pada Kayla. dan Bodohnya Kayla terlihat bahagia dirayu oleh kadal buntung itu. Mendengar langsung ******* menjijikan milik kadal buntung itu membuat Albizar merasa kesal. Kenapa dia merasa kasihan pada Kayla. secara dia sudah memutuskan untuk tidak lagi perduli pada Kayla. apapun yang terjadi padanya dia tidak akan pernah mau ikut campur urusan Kayla.


"Come on Al. Inget Bukan Urusan Gue !!. Loe harus fokus sama tujuan dan masa depan Loe.!!!" kata Albizar mengingatkan dirinya sendiri.


kring... kring ...


Bel masuk sekolah sudah berbunyi. terlihat Bimo keluar dari ruangan terkutuk itu. Tak lama keluar Stevani yang tak lain teman sekelas Kayla. Dia terlihat sedikit merapihkan seragamnya yang acak-acakan akibat pergumulan panasnya dengan Bimo.


Albizar berjalan kesamping Stevani.


"Ekhemm.." Albizar batuk.


Stevani menengok. Dia kaget saatendapati Albizar yang berada disamping. seketika dia merasa takut. dia berfikir apa Albizar dengar suara desahannya bersama Bimo tadi. dia pun dilanda panik dan takut jika perbuatan mesumnya diketahui orang lain.


"Ehh. Al.. Loe disini? ngapain?" tanya Stevani kikuk.


Albizar tau Stevani merasa ketakutan dan canggung.

__ADS_1


"Loe Bodoh. Mau dimanfaatin sama Kadal buntung modelan Bimo. Mending berenti . Sebelum Loe nyesel. Asal Lor tau Loe cuman dijadiin Bonekaannya dia. " kata Albizar pedas. Lalu pergi ninggalin Stevani yang masih terpaku ditempatnya.


__ADS_2