Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Hampir Ketabrak ?!


__ADS_3

"Gila Film nya. bener-bener bagus banget." kata Kintan.


"Iya bener-bener ngures emosi. ada tegangnya,komedinya dan romantisnya. bener amazing." kata Syahnaz.


"Iya. apa lagi pas dibagian yang si cowoknya perjuangin siceweknya itu loh. bikin itu banget." kata Kayla.


"Iya bener banget Kay. kira-kira kapan ya Gue punya coeok yang kayak gitu. dan kira-kira ada nggak ya nanti cowok yang bakal merjuangin Gue kayak gitu." kata Kintan.


"kayaknya nggak deh." kata Syahnaz.


"Loh kenapa emang?" tanya Kintan heran.


"karna Loe bukan cewek difilem itu. dan lagian itu cuman film. bukan nyata." kata Syahnaz.


"Ya elah Naz. bisa nggak sih Loe itu bohong dikit buat nyenengin perasaan temen Loe. tau nggak kejujuran Loe itu menyakitkan." kata Kintan.


"Kintanku yang cantik baik hati,dan suka mengkhayal. inget kita hidup didunia nyata bukan dunia khayalan. walaupun pahit kejujuran lebih baik dari pada manisnya kebohongan." kata Syahnaz.


"Bisa nggak pilihannya diganti jadi manisnya kejujuran yang menyenangkan. nanti gue pilih itu." kata Kintan.


"Yey itu sih maunya Loe." kata Syahnaz.


"Udah. udah. terus sekarang kita mau kemana?" kata Kayla. mererai perdebatan kedua sahabatnya.


"Kita ke Caffe ND resto AnZ family's yuk." kata Syahnaz.


"Setuju. Gue juga penasaran sama tempat itu. soalnya banyak yang bilang tempatnya nyaman dan rasa makanannya enakk banget." kata Kintan.


"Masa sih gue baru tau. kok kalian nggak cerita?" kata Kayla.


"Gue tau dari anak-anak aja. terus kata Mbak Sisil juga disana makanannya recommended banget deh." kata Syahnaz.


"Yaudah nunggu apa lagi? kita kesono aja. Gue udah laper" kata Kayla


"Yaudah Ayo" kata Syahnaz dan Kintan.


Mereka bertiga pun berjalan ke lobby mall. Kayla langsung menelpon Pak Min untuk menjemput mereka dilobby mall. namun sayang nya tempat parkir yang ramai membuat Pak Min tersendat.


"Kita nunggu didepan aja yuk. Soalnya parkian lagi rame. butuh beberapa waktu buat keluar. mending kita kesana. ada pedagang Es Doger tuh. kayaknya seger makan es Doger." kata Kayla.


"Yaudah yuk." kata Syahnaz dan Kintan.


Kintan, Syahnaz dan Kayla pun berjalan kearah penjual es Doger yang mangkal di pinggir jalan. Kintan yang begitu antusias berjalan terburu-buru karena melihat banyak pembeli yang mengantri. karena takut kehabisan Kayla berjalan setengah berlari. Syahnaz dan Kintan sudah tidak heran dengan tingkah Kayla sehingga mereka hanya menggelengkan kepala.


Kayla pun ikut mengantri dengan pembeli lain. tapi tidak jauh Kayla liat ada seekor kucing yang berada ditengah jalan. Kayla yang memang penyuka binatang pun menghampiri kucing itu. selain itu karena Dia juga takut kucing itu tertabrak. Kayla mengambil kucing itu dan menggendongnya. saking gemasnya dengan kucing itu Kayla tidak sadar dia sedang berada di jalan. hingga saat terdengar bunyi klakson Kayla baru sadar namun tidak jauh sebuah mobil sedah hampir dekat.


"Kayla ." Syahnaz dan Kintan berteriak.


Sontak saja orang-orang disekitarnya pun melihat kearah Kayla. Syahnaz dan Kintan segera menghampiri Kayla yang sudah terjatuh dipinggir jalan sambil memeluk sang kucing. tidak jauh ada seorang laki-laki juga yang jatuh dengan posisi tanahnya tertindih Kayla.


Ya Kayla selamat. ia diselamatkan oleh seorang pemuda tampan. Syahnaz dan Kintan membantu Kayla untuk bangun. Menahan rasa sakit disikut nya Kayla berusaha bangun sambil terus menggendong kucing yang dia selamatkan tadi.


"Ya amupun Kay. Loe nggak apa-apa? ada yang luka nggak?" tanya Kintan khawatir.


"sikut Loe berdarah. kita ke dokter yuk. biar luka Loe diperiksa. Takutnya ada benturan di tubuh Loe. sekalian obatin luka Loe." kata Syahnaz.


"Nggak usah. beneran gue nggak apa-apa. cuman luka kecil juga." kat Kayla.


"Tapi tetep harus diobatin Kay." kata Kintan.


"Iya nanti diobatin dirumah aja" kata Kayla.


"Beneran?" tanya Syahnaz memastikan.


"Iya Naz." kat Kayla yakin


laki-laki yang menolong Kayla pun bangun. Kayla pun segera menengok kearahnya.


"Makasih Ya udah nolongin. gimana keadaan Kamu?. ada yang luka nggak?" kata Kayla.


"Sama-sama. tapi lain kali hati-hati ya. nyelametin hewan boleh. tapi harus langsung kepinggir. jangan ditengah jalan aja. nanti yang ada kalian berdua celaka." kata laki-laki itu.


"iya. maaf. dan sekali lagi makasih banget. Kamu sendiri gimana keadaannya. Kamu tadi jatoh karena nolongin aku " kata Kayla. sambil mencoba memeriksa keadaan laki-laki itu.

__ADS_1


laki-laki itu tersenyum.


"Gue nggak apa-apa." kata laki-laki itu.


"nggak. tapi itu tangan nya juga berdarah. tadi ke gores aspal juga kan. biar kita bawa kedokter ya buat diperiksa." kata Kayla terlihat khawatir


laki-laki itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. baginya lucu. Laki-laki itu berfikir Bagaimana bisa wanita ini mengkhawatirkan keadaannya sedangkan dirinya sendiri tidak Dia perduliakan perduli dengan kondisinya. Laki-laki itu tersenyum, tertawa sambil terus memandangi Kayla. sejujurnya laki-laki itu terpesona akan paras cantiknya Kayla. terlebih saat Kayla begitu mengkhawatirkan keadaannya.


"Loe lucu ya" kata laki-laki itu


Seketika Kayla bingung. demikian juga Syahnaz dan Kintan.


"Bukan cuman lucu tapi juga cantik dan manis" kata Laki-laki itu.


Seketika wajah Kayla merona.


"Ya Elah mas. cari kesempatan dalam kesempitan. bisa-bisanya ngegodain cewek dipinggir jalan pula. udah gitu receh banget lagi." kata Kintan nyeletuk.


Syahnaz pun menginjak kaki Kintan. Syahnaz merasa tidak enak pada laki-laki ini karena ucapan Kintan yang terkesan nyeletuk.


"Gue nggak lagi ngegombal, apalagi ngegoda temen kamu. dan Gue tidak berniat godain dia. . saya cuman ngomong sesuai fakta. kalau nggak percaya bisa tanya aja ke orang-orang yang lain. pasti mereka juga setuju sama Gue." kata laki-laki itu


"Udah-udah kok malah jadi debat. ini masnya beneran nggak apa-apa? beneran mendingan kita bawa periksa aja. saya nggak enak karena nolongin saya mas jadi luka gitu" kata Kayla.


"Gue laki-laki. luka kecil gini mah biasa. lagian. kamu ini lucu. kamiu sendirian juga luka dan kamu juga nggak aku di bawa ke dokter buat periksa. kenapa kamu harus khawatirin luka orang lain sedangkan kamu sendiri juga sama terluka." kata Laki-laki itu


"Iya bener banget" kata Syahnaz.


"Tau tuh Kay. khawatirin orang lain tapi diri sendiri nggak dikhawatirin." kata Kintan juga.


"udah deh kok kalian malah ikut-ikutan." kata Kayla


...----------------...


Tinn Tinn..


tiba-tiba mobil Kayla sudah ada di sisi jalan dekat mereka. tak lama Pak Min keluar Menghampiri Kayla.


"Maaf Non. nunggu lama" kata Pak Min.


Kayla pun kembali melihat kearah laki-laki itu.


"Kamu beneran nggak mau dibawa ke dokter?" kata Kayla memastikan lagi.


"Ya beneran." kata laki-laki itu.


"Naz, es Dogernya udah dapet belom?" kata Kayla pada Syahnaz.


"Oh ya lupa. gara-gara Loe sih. bentar gue ambil dulu." kata Syahnaz.


Syahnaz pun kembali ke penjual es Doger untuk mengambil pesanannya.


"sekali lagi makasih ya. kalau gitu aku duluan" kata Kayla.


"iya sama-sama." kata laki-laki itu.


Kayla dan Kinta pun bersiap masuk kedalam mobil.


"tunggu." kata laki-laki itu


"iya kenapa?." kata Kayla berbalik badan.


"Boleh kenalan?. dari tadi kita belom kenalan. Aku Azka. kalau kamu dan Kemen kamu siapa?" kata laki-laki itu yang ternyat bernama Azka. sambil mengulurkan tangannya.


Kayla tersenyum. dan kemudian menjabat tangan laki-laki itu.


"Aku Kayla. ini Kintan dan yang tadi Syahnaz. mereka Sahabat Aku." kata Kayla.


Azka pun ikut berkenalan dengan Kintan.


"Seneng bisa berkenalan sama kalian. Kay, boleh minta no handphone kamua nggak?" kata Azka.


Kayla bingung. Dia tidak bisa memberikan no handphonenya pada orang yang baru Dia kenal. tapi Dia tidak enak jika Menolaknya.

__ADS_1


"Hah? apa?" kata Kayla pura-pura tidak paham.


"iya. boleh nggak aku minta no handphone kamu. siapa tau setelah ini kita bisa kontekan atau mungkin jalan bareng." kata Azka.


aduh Kayla semakin bingung. bagaimana ini?


"Kay. ayo. udah dapet nih Es Dogernya. Kita pulang sekarang." kata Syahnaz yang tiba-tiba datang dengan membawa es Doger.


"Oh iay. yuk pulang. aku pulang duluan ya. sekali lagi makasih" kata Kayla.


Kayla, Syahnaz dan juga kinta pun masuk kedalam mobil. Kayla sempat tersenyum pada Azka untu berpamit.


"Jalan pak. kita ke Kaffe A Nd z family's ya. " kata Kayla


mobil pun berjalan. Kayla terlihat lega.


"untung Loe Dateng tepat waktu Naz" kata Kintan.


"Iya dong. tadi Gue liat muka Kayla yang bingung. dan gue nggak sengaja denger Azka minta no Kayla. ya makanya Gue minta buru-buru ke si Abang es Doger. biar bisa cepet ajakin Kayla pulang." kata Syahnaz.


"Owh.. Thanks my best friends. Loe penyelamat Gue" Kata Kayla.


beruntungnya dia memeiliki teman-teman yang peka akan kondisinya. dan sigap menolongnya. .


...****************...


saat sudah tiba di Caffe tujuan mereka. merak pun turun dari mobil dan masuk kedalam Caffe itu. Caffe nya tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman suasananya pas untuk kalangan milenia dan juga untuk keluarga. mereka pun duduk disebuah meja yang view-nya ke luar.


tak berselang lama seorang pelayan wanita menghampiri mereka. tapi pelayan itu terlihat sangat kaget.


"Kak Kayla." kata pelayan itu.


"Zahra?" Kayla pun kaget.


"Loe Kenal Kay?" tanya Kintan.


" Dia ini Zahra adek nya Albizar." kata Kayla.


"Albizar temen sekolah kita?. kok lor tau dia adeknya Albizar?" tanya Syahnaz heran.


"Iya dulu sempet ketemu dan ditilongin juga sama Zahra." kata Kayla mebuat alibi.


Zahra pun mengangguk membantu memberikan alasan pada kedua Sahabat kakak iparnya ini agar mereka tidak curiga. dna mereka berdua pun percaya.


"Kamu kerja disini? sejal kapan?" tanya Kayla.


"Iya Kak. baru beberapa minggu. oh ya Kakak' sama temen kakak mau pesen apa?" tanya Zahra.


Kayla dan kedua temennya pun segera memesan makanan yang mereka inginkan. dan Zahra pun mencatat semua pesanan mereka. dan saat Zahra akan kembali tidak sengaja Zahra menyenggol sikut Kayla yang terluka. hingga Kayla meringis kesakitan.


"Eh kak. maaf kak. Zahra nggak sengaja. tapi kok sikut kakak berdarah? Kaka kenapa?" tanya Zahra terlihat khawatir saat melihat sang kakak ipar terluka.


melihat Zahra yang terlihat khawatir membuat Syahnaz dan Kintan heran.


"Nggak apa-apa kok cuma ada insiden kecil tadi" kata Kayla


"Insiden kecil apa kak? kok sampe berdarah. dan kenapa nggak diobati kak. kalau nanti infeksi gimana?" kata Zahra.


"Nggak apa-apa Ra. tenang aja. nanti dirumah juga diobati Sama kakak nya kakak." kata Kayla.


"Iya tapi tetep aja kak. gimana kalau infeksi. lagian insiden kecil gimana? kok bisa sampe luka?" tanya Zahra.


Syahnaz dan Kintan semakin penasaran. tapi mereka tidak bisa menanyakannya secara langsung.


"Tadi Kayla hampir ketabrak. tapi untung ada yang selametin. cuman ada luka kecil tadi juga kita udah ngajakin dia buat bertobat tapi dia nggak mau" kata Syahnaz.


"Kok gitu sih kak. Yaudah biar aku obatin dulu ya." kata Zahra.


"Nggak usah. emm. Ra, mending kamu bawain makanan aja ya. soalnya kakak udah laper banget " kata Kayla.


Kayla sengaja mengalihkan perhatian Zahra. dan Zahra pun akhirnya mengalah dan pergi kebelakang untuk memberikan menu pesanan Kayla dan teman-temannya pada juru masak. tak berselang lama Albizar datang lewat pintu belakang. dan Zahra langsung menghampiri sang kakak.


"Kak. Kaka gimana sih? kakak nggak jagain Kak Kayla emang? Kak Kayla tadi hampir ketabrak loh?" kata Zahra

__ADS_1


"Apa? Kayla hampir ketabrak?


__ADS_2