
"Oke Sayang. Kamu baik-baik di sekolah ya. Udah dong jangan cemberut terus." kata Pak Hans.
Mobil Pak Hans tepat berhenti dihalaman parkir sekolah Pelita insani. setelah Dua Minggu akhirnya Kayla memberanikan diri untuk kembali kesekolah. hal ini disambut baik oleh kedua orang tuanya. namun mengingat kejadian buruk yang menimpa Kayla. membuat Pak Hans menjadi protektif. Pak Hans memerintahkan Dua bodyguard untuk menjaga Kayla.
"Apa ini nggak terlalu berlebihan Dad?. Kalau nanti Temen-temen Kay pada ngomongin Kay Gimana?." kata Kayla.
"Nggak akan sayang. Daddy cuma ingin kamu baik-baik aja. Daddy nggak mau kejadian kemaren terulang lagi. dan inget pesen Daddy jauhin yang namanya Bimo." kata Pak Hans
"Oke Dad. Tapi tolong Daddy bilang sama mereka jaga aku dari jauh aja. Aku risih kalau mereka jaga aku dari dekat." kata Kayla
"Oke Princess. Sesuai keinginan tuan putri." kata Pak Hans.
Kayla tersenyum. Biar bagaimanapun juga apa yang dilakukan Papahnya dilakukan demi kebaikannya. Kayla pun mencium tangan Papanya dan keluar dari mobil. bertepatan saat Kayla Keluar dari mobilnya Syahnaz dan Kintan juga baru sampai disekolah.
"Aaaaa... Kayla.." Syahnaz dan Kintan teriak histeris saat melihat Kayla datang kesekolah.
Syahnaz dan Kintan pun segera berlari kearah Kayla dan langsung memeluk sahabatnya itu.
"Ya ampun Kay.. akhirnya Loe masuk juga. Kangen tau." kata Kintan.
Kayla tersenyum. Kayla juga kangen sama kedua sahabatnya ini. Kangen main disekolah bersama mereka. Syahnaz dan Kintan memeluk Kayla dengan sangat erat. hingga Kayla merasa sesak.
"aduhh.. sesek.. sesek. lepas.. lepas.." kata Kayla mengeluh.
Syahnaz dan Kintan pun melepaskan pelukannya.
"Aduh kangen sih kangen. Tapi Loe pada mau bikin Gue mati emang. sesek Gue nggak bisa nafas." kata Kayla mengeluh.
__ADS_1
"Hehehe.... sorry. udah yuk kita masuk. bentar lagi upacara. " kata Syahnaz.
Saat mereka ingin kedalam. Albizar pun datang bersama Bastian dengan sepedah motor mereka masing-masing. Kayla yang baru tau jika Albizar sudah punya motor pun sedikit heran. Kayla terus meliht kearah Albizar. ingin rasanya dia jalan kearah Albizar namun dia urungkan niatnya. dan Kayla pun hanya bisa menatap Albizar dari tempatnya.
Albizar pun turun dari sepedah motornya. kedatangan Albizar pun menarik perhatian para siswi Pelita insani. Bastian terlihat membisikan sesuatu pada Albizar. lalu Albizar menatap lurus pada Kayla. Kayla tersenyum saat Albizar melihat kearahnya. Namun sayangnya Albizar terilihat dingin dan langsung memutuskan kontak mata. Kayla sedih ternyata Albizar tidak membalas senyumannya.
Kayla melihat Vania yang berjalan menghampiri Albizar dan Bastian. wajahnya terlihat senang sekali. ditemani oleh kedua temannya. Kayla melihat Vania ngomong sama Albizar sambil terus menggandeng tangan Albizar. Kayla bertanya-tanya apa Albizar dengan Vania memiliki hubungan. terlihat bagaimana sikap Vania terhadap Albizar.
"Apa merek apinya hubungan?." Kayla bertanya-tanya dalam hati.
Dua minggu dia tidak masuk sekolah. apakah banyak hal yang terjadi disekolah yang tidak dia tau. mengingat bagaimana dengan beraninya Vania menggandeng tangan Albizar. Walau Albizar terlihat risih dan segera melepaskan tangan Vania. Namun terus mengandeng tangan Albizar. dan mengajak Albizar masuk kedalam sambil terusenggandeng tangan Albizar.
Albizar berjalan melewati Kayla tanpa melihat sedikit pun kearahnya. dengan wajah dinginnya Albizar berjalan begitu saja.. jangankan menyapa melihat kearah Kayla pun tidak. tiba-tiba Kayla merasa sesak dadanya saat ternyata kehadirannya tidak dianggap. Kayla tidak menyangka jika Albizar akan bersikap seperti ini padanya. mengingat bagaimana sikap Albizar saat Albizar datang menjenguknya. jangankan Kayla , Syahnaz dan Kintan pun merasa heran dengan sikap Albiypada Kayla saat ini. sangat berbeda jauh dibanding saat Albizar menjenguk Kayla.
Kinta dan Syahnaz melihat perubahan diraut wajah Kayla pun mengerti. Mereka berdua juga kesal dengan sikap Albizar.
"Ia. Al kenapa sih? pas dirumah Loe baik banget tapi giliran disini jangankan nyapa liat Loe aja nggak. padahal mah ya Dia Kalau sikapnya kayak waktu jenguk Loe Kay. Sumpah pasti deh gue udah jatuh hati sama dia" kata Kintan.
"Yey itu sih Loe. Lagian heran Gue. Kok bisa Loe suka sama manusia kulkas modelan dia. Nggak ada ekspresi sama sekali. Datar. . Udah lah Kay jangan dipikirin orang kayak dia" kata Syahnaz kesal.
Kayla hanya diam saja. Kayla bingung kenapa lagi dan lagi Albizar bersikap seperti ini padanya. Dulu pun sama. Kayla menatap kepergianya dengan perasaan kecewa. Kayla fikir Albizar akan senang dan bahagia saat melihatnya berhasil melawan traumanya dan kembali ke sekolah. tapi nyatanya tidak. Tidak ingin larut dalam rasa kecewanya. dan tak ingin moodnya rusak dipagi ini Kayla pun berusaha untuk tidak memikirkan sikap Albizar padanya tadi. Kayla Syahnaz dan Kintan pun memilih untuk pergi kekelas mereka.
...****************...
kriiiinnggg....
Bel istirahat berbunyi. Albizar Bastian dan Iqbal pun keluar kelas. Mereka berjalan kearah kantin sekolah. saat akan melewati Kelas XI-IPA 3 tidak sengaja Albizar melihat Kayla, Syahnaz dan Kintan yang sedang ngobrol bersama Bima. Terlihat Bima yang terus memohon sambil memegang tangan Kayla.
__ADS_1
Entah kenapa perasaan Albizar menjadi kesal. Namun sadar tidak ada alasan yang bisa bikin dia marah pun Albizar berusaha cuek. Namun hal ini berhasil membuat moodnya berantakan.
"Nih makanannya mas Al" kata bapak tukang baso.
"Makasih Pak."
Albizar yang moodnya sedang kesal pun. menuangkan 10 Sendok sambal kedalam mangkok basonya. Bastian dan Iqbal yang melihat nya pun heran. Entah apa lagi yang membuat mood sahabatnya hancur.
Saat Albizar asik makan basok ya yang super pedas itu. datang Vania yang langsung duduk disebelah Albizar. dan dengan PD nya Vania terus bersikap manja pada Albizar. Bastian dan Iqbal saling melirik. mengetahui mood sahabatnya yang sedang ancur mereka yakin sebentar lagi Vania akan kena marah.
"Bisa lepas nggak Tangan Loe?!!" kata Albizar dengan nada bicara penuh penekanan.
Bastian dan Iqbal tersenyum miring. benar saja dugaan mereka.
Mendengar Nada Bicara Albizar yang sudah lain Vania pun melepaskan tangannya. Albizar yang sudah terlanjut kesal pun langsung melotot pada Vania.
"Udah berapa Kali gue ingetin ke Loe. bersikap layaknya teman. Loe nggak ngerti bahasa Gue?. Apa Loe yang terlalu oon?. inget ya, Kalau Loe nggak bisa nempatin diri Loe buat bersikap layaknya temen ke Gue. mending Loe jauh-jauh dari Gue. Gue nggak suka diribetin. Paham LOE?!" kata Albizar.
Vania Diam. Hampir saja air matanya menetes. Dia tidak menyangka jika Albizar akan sekasar ini padanya. Vania fikir setelah Albizar memintanya menjadi teman. Vania akan lebih mudah mendapatkan hati dan perhatian Albizar. tapi nyatanya tidak semuda yang dia pikirkan.
Bastian dan Iqbal geleng-geleng kepala.
"Vania.. Vania.. Loe pikir dengan Al izinin Loe jadi temannya sikap Loe bisa seenaknya gitu ke Dia?" kata Iqbal.
"Udah diperingatin jangan bertingkah aneh-aneh kalau masih mau bisa Deket sama dia. tapi apa?!. Loe tau, Loe udah bikin mood Dia tambah ancur tau.. Gue minta jangan deketin Al dulu untuk beberapa waktu sampe mood dia bener-bener bagus." kata Bastian.
Vania pun pasrah. jalan satu-satunya adalah Dia tidak mengganggu Al dulu sampai dirasa mood Al baikan. Seelah itu Dia baru minta maaf sama Al. biar bagaimanapun juga dia tidak ingin sampe Al menjauhinya.
__ADS_1
Dijalan menuju kantin sekolah Kayla berpapasan dengan Albizar yang sepertinya baru habis kantin. Kayla melihat Albizar yang terlihat sedang menahan marah. Dan lagi-lagi Albizar tidak melihat kearahnya. Kayla bertanya-tanya dalam benaknya. Sebenarnya apa yang terjadi pada Albizar kenapa Albizar terlihat sedang marah. Namun karena sikap Albizar yang acuh padanya Kayla pun berfikir tidak ada gunanya dia mikirin Albizar. Kayla, Syahnaz dan Kintan terus melanjutkan tujuan mereka pergi ke kantin.