Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Dia kenapa?


__ADS_3

"Pagi Kay" sapa Syahnaz dan Kintan saat mereka bertemu di lorong kelas.


"Pagi" kata Kayla tidak bersemangat.


"Are you Okey Kay?" tanya Kintan.


"Loe masih sakit Kay?" tanya Syahnaz


"emang iya Kay?. kok Loe sekolah sih kalau masih sakit?" tanya Kintan.


"Enggak Kok. udah yuk ke kelas." kata Kayla berusaha bersikap seperti biasanya.


Kayla tidak ingin kedua temannya berfikiran aneh dna teus bertanya. sedangkan dia sendiri tidak tau jawabannya.


Kayla, Syahnaz dan juga kintan pergi ke kelasnya. Didepan kelas Mereka berpapasan dengan Albizar. Saat mereka berpapasan Kayla langsung memutuskan kontak mata. Sementara Albizar memasang tampang dingin seperti biasanya. Mereka seperti dua orang yang tidak saling mengenal.


Sejak semalam Kayla bertekad akan berusaha untuk tidak berurusan dengan Albizar. Sebisa mungkin Dia akan menjauh dari Albizar.


Walau Dia sendiri bingung kenapa Dia memilih melakukan hal ini. Satu hal yang pasti Dia tidak ingin melukai Kakaknya Kesya. Karena menurutnya semakin mereka sering terlibat urusan dan membuat keduanya dekat, akan membuat perasaan Kayla semakin nyaman didekat Albizar. Tapi Dia sadar, itu tidak boleh terjadi. Karena menurutnya yang dicinta Albizar adalah Kakaknya Kesya, bukan dirinya. Dia harus mundur sebelum hatinya akan terluka nanti.


......................


Teeettt Ttteeeetttt..


Bel istirahat berbunyi. Albizar diminta Bu Yeyet ke perpustakaan untuk ikut ulangan susulan matapelajaran kimia. Dia pun pergi ke perpustakaan.


"Assalamualaikum." ucap salam


"Waalaikumsalam salam. Silahkan duduk Al" kata Bu Yeyet.


Kayla kaget saat ternyata Albizar juga datang. Susah payah Dia berusaha menghindar dari Albizar. Tapi kenapa kini mereka berada di ruangan yang sama. Sebisa mungkin Kayla berusaha untuk tidak terpengaruh dengan kehadiran Albizar.


Albizar duduk disamping Kayla berhadapan-hadapan dengan Bu Yeyet. Albizar melirik kesamping. Namun Kayla terlihat tidak menghiraukan Kehadirannya.


"Karena kalian kemarin sama-sama sakit dan belum ikut ulangan. Sekarang kalian kerjakan ulangan susulan. Kerjakan soal dengan teliti. ya. " kata Bu Yeyet sambil membagikan soal ulangan kepada Albizar dan juga Kayla.


Kayla pun langsung mengerjakan soal-soal ulangan itu. Kayla berusaha untuk bisa mengerjakan soal-soal ulangan itu dengan teliti, benar dan juga cepat selesai. Agar dia tidak perlu berlama-lama duduk disebelah Albizar.

__ADS_1


Albizar mulai mengerjakan soal-soal tersebut. soal-soal yang menurut Albizar tidak terlalu sulit. Albizar mengerjakan soal-soal tersebut dengan santai agar Dia tidak selesai lebih dulu dari Kayla. berbeda dengan Kayla yang Berusaha keras agar bisa cepat selesai mengerjakan soal-soal tersebut.


Albizar diam-diam melirik kearah Kayla. hanya untuk memastikan jika Kayla tidak mengalami kesulitan saat mengerjakan soal-soal itu. tapi terlihat Kayla biasa saja. dan seolah-olah hanya dia yang sedang mengerjakan soal. Kayla tidak menganggap ada Albizar juga yang ikut ulangan susulan.


"Sudah selesai Bu." kata Kayla.


Kayla memberikan lembar jawabannya. pada Bu Yeyet. Albizar melihat kearah Kayla. tapi lagi-lagi Kayla tidak melihat kearah Albizar.


Bu Yeyet memeriksa sebentar lembar jawaban Kayla . beliau tersenyum puas dengan hasil jawaban Kayla.


"Kamu sudah selesai Al?" tanya Bu Yeyet


Albizar memberikan lembar jawabannya.


"Bu. saya boleh izin Keluar?" tanya Kayla.


"Iya silahkan. kamu juga Al silahkan jika ingin keluar." kata Bu Yeyet.


""Makasih Bu. assalamualaikum." Kayla langsung pamit Keluar tanpa menengok kearah Albizar.


Tidak Lama Albizar pun menyusul keluar. Albizar hanya diam memandangi Kayla dengan tatapan yang sulit dimengerti


......................


Kayla membasuh mukanya. sambil terus menatap wajahnya ke cermin. ingin rasanya Dia melepaskan perasaan yang mengganjal hatinya. Kenapa rasanya sesak sekali saat ada didekat Albizar. ada apa dengannya. Kenapa sulit sekali bersikap seakan dia tidak ada?.


"Kay, Loe kenapa sih?. inget Dia bukan siapa-siapa Loe. anggep aja dia nggak ada. Inget Loe harus bisa kayak dulu lagi. cuek. itu lebih baik. Ayo Kay LOE bisa. inget dia nggak penting" kata Kayla berbicara pada cermin . Seakan Dia sedang mengajak bicara pada dirinya sendiri.


"Ayo Kay. Loe bisa !!" kata Kayala untuk menyemangati dirinya sendiri.


Kayla keluar dari toilet. Tiba-tiba tangannya ditarik oleh laki-laki dan dibawa ke taman belakang. Kayla terus berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman laki-laki itu.


"Lepas !!... lepasin Gue !!. " Kayla terus berontak.


namun laki-laki itu terus menarik tangan Kayla menuju halaman belakang.


Laki-laki itu melepaskan tangan Kayla saat mereka sudah sampai di halaman belakang dekat pohon besar. Kayla masih terus menatap laki-laki itu dengan tatapan penuh kebencian. Terlebih laki-laki yang ada dihadapannya ini adalah laki-laki yang sudah berhasil membuatnya trauma. dan hal itu tidak pernah bisa Dia lupakan dalam hidupnya. Laki-laki itu adalah Bimo.

__ADS_1


Sontak saja Tangan Kayla melayangkan tamparan keras ke pipi Bimo. Dengan tatapan menghunus penuh kebencian ingin rasanya bukan hanya tamparan yang Dia berikan tapi hal yang lebih menyakitkan lagi. karena setiap kali melihat Bimo. bayang-bayang kejadian mengerikan itu kembali hadir didepan matanya.


"Gue benci LOE. pergi jauh dari hidup Gue. JANGAN PERNAH GANGGU GUE LAGI !!!" KATA Kayla penuh penekanan.


Tamparan keras Kayla, melukai ego Bimo. Lelaki itu kembali mencengkam erat tangan Kayla. dan membaut tangan Kayla terasa sakit.


"Gue nggak pernah mau kasar sama loe. Gue cuman pengen bisa Deket sama Loe dan Nebus kesalahan kemarin. Tapi tingkah LOE bikin Gue muak." kata Bimo penuh emosi.


Kilat amarah terlihat jelas dikedua mata Bimo. Bimo semakin mendekat pada Kayla. dan perlahan Kayla mundur. Semakin mundur. Sejujurnya Kayla merasa gemetar. tapi sebisa mungkin Kayla tidak memperlihatkan ketakutannya didepan laki-laki yang paling Dia benci.


Tiba-tiba ada seseorang yang menarik kerah baju belakang Bimo. membuat Bimo terpental kebelakang. Bimo kaget karena lagi-lagi Albizar datang ikut campur. Bukan hanya Bimo yang kaget, Kayla juga kaget. Karena untuk kesekian kalinya Albizar datang untuk menolongnya.


"Berulang kali GUE ingetin ke Loe. berhenti Gangguin Kayla." kata Albizar masih berusaha bersikap tenang.


Bimo kesal karena lagi-lagi Albizar ikut campur.


"Berulang Kali Gue bilang jangan pernah ikut campur urusan Gue!!. kayaknya Loe suka ya ikut campur urusan Gue." kata Bimo sambil berdiri.


"LOE tau selama ini Gue nggak tertarik ikut campur urusan Loe. tapi sikap Loe kali ini keterlaluan. Loe udah kurang ajar sama perempuan. dan terlebih Loe kurang ajar sama Kayla. Inget selama Loe masih gangguin Kayla. itu artinya Loe berurusan sama Gue." kata Albizar.


"Loe siapa Hah? kenapa Loe berlagak seperti pahlawan buat Kayla?. Loe suka sama Kayla?" kata Bimo.


Hal yang sama yang ingin Kayla dengar alasannya. kenapa Albizar selalu menolongnya. dan kenapa Albizar bersikap seakan kalau Kayla itu penting buat Dia. karena Kayla sendiri bingung dengan sikap Albizar. terkadang Albizar bersikap jika Kayla adalah orang yang penting buat Dia. Tapi dimenit selanjutnya Dia bersikap acuh.


"Nggak penting siapa Kay buat Gue. dan ada hubungan atau nggak Diantara Gue sama Kay. yang jelas Gue benci sama cowok yang suka maenin cewek kayak Loe. Loe boleh maenin cewek manapun. anak kelas berapa pun tapi Loe nggak boleh ngelakuin hal itu ke Kayla. Mending Loe pergi. sebelum guru-guru sama murid-murid liat kelakuan seorang Bimo ketua OSIS Pelita insani " kata Albizar.


Bimo pun bangun. dia terus memandang Albizar dengan tatapan penuh dendam. dan kemudian beralih pada Kayla dengan tatapan penuh ambisi. kemudian mundur dan pergi dari sana.


Kecewa.?!.


Satu kata yang dirasakan Kayla. meskipun lagi-lagi Albizar datang menyelamatkannya. tapi jawaban Albizar barusan cukup membuat Kayla sadar bahwa sudah seharusnya Dia membuang perasaan yang belum sempat tumbuh dihatinya. sebelum nantinya dia terluka. karena rasa itu harus dikuburnya saat rasa itu tumbuh semakin besar.


"Makasih"


Singkat. Kayla pergi begitu saja setelah mengucapkan kata makasih pada Albizar tanpa melihat kearahnya.


Albizar diam. Dia terpaku saat melihat balasan sikap dingin Kayla kepadanya. Albizar bingung. sungguh seharian ini sikap Kayla sangat berbeda. banyak pertanyaan yang mengganjal dibenaknya.

__ADS_1


"Dia Kenapa ya? Sikapnya kenapa Aneh? Dari pagi sikapnya jadi lebih pendiam. apa Dia masih sakit?." Albizar bertanya-tanya dalan benaknya.


Namun seorang Albizar akan selalu kembali kemode dingin. meski banyak hal yang ada dipikirkan Albizar. seorang Albizar akan sangat pandai menyimpan semuanya dengan rapih tanpa ada orang lain yang tau apa yang ada dibenaknya.


__ADS_2