Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Bisa berteman


__ADS_3

" Maaf" kata Kayla


"Buat?" tanya Albizar


"karena permintaan Daddy bikin hidup Loe ribet." kata Kayla


Albizar diam.


"Tapi kenapa? kenapa Loe terima pernikahan ini? saat Loe sendiri nggak suka sam Gue. dan Loe sendiri ngerasa hidup Loe jadi ribet. jujur sampe sekarang Gue masih bingung" kata Kayla.


Kayla menengok kearah Albizar. Albizar juga menengok ke arah Kayla. kini keduanya saling bertatap-tatapan. mendalami dan menyelami perasaan mereka. setelah beberapa saat bertatap-tatapan Kayla pun menunduk. Albizar masih terus menatap Kayla.


"Kenapa Kay?" tanya Albizar.


Kayla menggelengkan kepalanya. Albizar tersenyum ke arah Kayla sambil terus menatapnya.


"Gue ngerasa bersalah. gara-gara Gue, Loe sampe harus terlibat sama semua ini. buat ngejagain Gue dari orang-orang jahat Loe harus terikat pernikahan yang nggak pernah Loe harapin. hidup Loe jadi nggak tenang, dan yang terparah Gue jadi penghambat Loe." kata Kayla.


terlihat jelas Dimata Kayla perasaan bersalah itu.


"Nggak perlu ngerasa bersalah. Kay. Sebelum ambil keputusan ini Gue udah pikirin matang-matang Kok." kata Albizar.


"Iya tapi apa alasannya? bahkan sampe sekarang Gue masih nggak tau alasan Loe setuju nikah itu apa? Loe tau, baik Loe, Mommy, Daddy dan yang lain nggak ada satupun yang kasih alasannya. kalian sadar nggak sih kalian itu nyiksa Gue. sepanjang waktu Gue terus bertanya-tanya dan diliputi rasa bersalah." kata Kayla.


"Kay. alasan gue terima pernikahan ini, itu karena Loe. Loe itu temen Gue. didepan mata Gue Loe berkali-kali ada dalam bahaya. gimana bisa Gue diem aja. Loe bener Gue emang orang yang nggak punya rasa empati sama ornag lain. emang bener gue orang yang cuek banget dan cenderung kejam." kata Albizar.


Kayla mengangkat kepalanya. dan kembali menatap Albizar.


"Gue udah berusaha buat acuh sama Loe, berusaha keras buat nggak perduli sama Loe. Loe bener hidup Gue jadi ribet, dan nggak tenang sejak gue berurusan sama Loe. Tapi Loe tau, setiap kali gue coba buat nggak perduli sama Loe tapi justru itu bikin hidup gue nggak tenang. dan setiap kali gue liat Loe dalam masalah dan bahaya. seakan ada yang mendorong Gue buat bantuin Loe." kata Albizar.


"Perasaan gue jauh lebih nggak tenang saat gue tau nyawa loe dalam bahaya. ada ornag yang berusaha nyulik Loe. dan itu bikin hidup gue tambah nggak tenang. karena itu menurut Gue menikahi Loe jauh lebih baik buat ketenangan hidup Gue. dan gue ngelakuin ini dengan sadar." kata Albizar.


mendengar jawaban dari Albizar membuat perasaan Kayla membaik. dia tidak lagi diliputi perasaan bersalah. meskipun ada banyak hal yang membuat dirinya tidak mengerti.


"Sekarang kita harus gimana dengan pernikahan ini?" kata Kayla.

__ADS_1


"entahlah. kenapa nggak kita coba" kata Albizar


"Maksudnya?" tanya Kayla.


"Kita jalanin aja dulu pernikahan ini. kalau emang kita nggak berhasil Yaudah kita lepaskan." kata Albizar


Kayla menatap Albizar. Mencari kebenaran dari setiap ucapan Albizar.


"Kita jalanin senyamannya kita. jangan bebanin diri loe dengan pernikahan ini. jangan lakuin hal-hal yang buat Loe nggak nyaman. gimana menurut Loe?" kata Albizar.


"Gue nggak tau. Gue bingung. dan gue juga nggak yakin apa bisa?" kata Kayla.


"kita nggak tau kalau kita nggak memulainya" kata Albizar.


kayala pun mempertimbangkan perkataan Albizar.


"Gimana kita mulainy dari pertemanan?" kata Albizar.


"maksudnya?" tanya Kayla.


Kayla terlihat masih bingung.


"oh ya Kay, Loe, Syahnaz dan Kintan emang Deket banget ya? mereka keliatan banget perduli dan sayang sama Loe. kalian udah temenan dari lama?" kata Albizar.


"Iya. dari SMP. kita Deket banget kita bisa ngerasain perasaan tem N kita satu sama lain. kita tau kalau salah satu dari kita dalam masalah. dan kita akan tau jika salah satu dari kita yang lagi bohong atau lagi nyembunyii. sesuatu dari kita. makanya kita nggak pernah berhasil buat perta kejutan ulatah. karena kita akan tau." kata Kayla.


"keren juga persahabatan kalian. jarang loh ada sahabat yang kayak gitu." kata Albizar.


.


"Iya gue bersyukur bnagt punya sahabat kayak mereka. dan jujur sekarang gue semakin merasa bersalah. karena nyembunyiin hal besar ini dari mereka. entah apa yang bakal terjadi nanti kalau mereka tau Gue udah nikah sama Loe dan nggak kasih tau mereka." kata Kayla.


Albizar bisa melihat wajah Kayla yang merasa bersalah pada sahabatnya. Albizar menggenggam tanga Kayla. dan Kayla pun langsung menatap Albizar.


"Jangan khawatir semua akan baik-baik saja. ada Gue. gue bakal bantu jelasin sama mereka nanti. tapi ini bukan saat yang tepat buat kasih tau mereka." kata Albizar.

__ADS_1


"Tapi gimana kalau mereka tau. mereka selalu tau kalau ada hal yang lagi Gue tutupin dari mereka. Gue takut mereka marah." kata Kayla ketakutan.


"Gue tau kita nggak akan bisa tutupin hal sebesar ini selamanya dari mereka. tapi ini bukan saatnya. setidaknya kita tunggu sampe kita lulus kuliah. dan untuk itu kita harus bersikap seperti biasanya didepan mereka semua didepan temen-temen Loe. didepan temen-temen Gue, anak sekolah dan guru. buat seakan nggak terjadi apapun sama kita. jangan ngalakuin hal yang membuat mereka curiga dengan hubungan kita" kata Albizar.


"Gue nggak yakin bisa ngelakuin itu" kata Kayla.


"Bisa. pasti bisa. Kita harus bisa. Bukan cuman Loe, Gue juga sama. kita harus berusaha bersikap seakan semuanya kayak biasa." kata Albizar.


Kayla mengangguk.


"Oh ya gue boleh tau hal apa aja yang nggak Loe suka? biar setidkanya Gue berusaha nggak ngelakuin itu. gue nggak pengen Loe nggak nyaman." kata Albizar.


"Gue nggak suka anjing, Gue nggak suka barang-barang Gue diberantakin. Gue nggak suka dibohongin. dan Gue nggak suka dikepoin" kata Kayla.


"Selain itu? makan, mungkin?" kata Albizar.


"Gue alergi udang. dan jujur gue nggak nyaman kalau lagi mandi ada...." kata Kayla bingung mengatakannya.


"Iya gue tau. Loe nggak suka kalau gue ada dikamar saat Loe mau kekamar mandi. itu privasi loe. tenang aja. setelah Papa, Mama pergi, kita bakal pisah kamar. Gue nggak mau bikin Loe nggak nyaman dan berdagang tiap malem karena ada Gue dikamar Loe. lagian Gue juga nggak mau nantinya temen-temen Loe curiga karena ada barang-barang Gue dikamar Loe. mereka sering nginepkan dikamar Loe. Gue bakal pindahin barang-barang Gue kekamar sebelah. jadi nanti kalau temen-temen Loe maen mereka nggak akan curiga" kata Albizar.


"Iya. makasih." kaya Kayla.


"makasih? buat apa?" kata Albizar.


"Loe udah sering nolongin Gue, nolongin keluarga Gue. dan makasih sikap Loe ke Gue sekarang lebih ramah dan nggak sejutek dulu." kata Kayla.


Albizar tersenyum.


"Sama-sama. oh ya.. kita kan udah nikah. ya walau Gue tau kita nggak bisa jadi layaknya suami-istri pada umumnya. setidaknya kita bisa berteman. kayak Loe ke temen-temen Loe. kita temenan. gimana Loe mau jadi temen Gue?" kata Albizar


Kayla melihat keseriusan diwajah dan mata Albizar.


"Iya Gue mau" kata Kayla sambil tersenyum mengangguk.


"Oke. Kita temenan sekarang." kata Albizar sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

__ADS_1


Kayla melihat kearah tangannya Albizar. dan Kayla pun menjabat tangannya Albizar sambil tersenyum. kini mereka saling bertatap-tatapan sambil berjabat tangan.


__ADS_2