
tok.. tok.. tok
"Siapa?" kata Kesya.
Kesya sedang serius membaca rekap medis salah satu pasiennya yang akan menjalani tindak operasi besar.
"Ini Kay, Kak. boleh Kay masuk?" terdengar suara Kayla di depan pintu kamar Kesya.
"Masuk Kay, nggak dikunci kok pintunya." Kesya menyahuti dari dalam kamar.
Kayla masuk kedalam kamar Kesya. Terlihat Kesya sedang serius membaca beberapa berkas diatas ranjangnya. Kayla menghampiri sang Kakak. terlihat Sang kakak yang sedang serius membaca berbagai laporan. Kayla sedikit ragu untuk mengajak Sang Kakak mengobrol. niat hati Kayla mau kembali ke dalam kamarnya karena tidak ingin mengganggu pekerjaan sang kakak. tapi sepertinya Kesya mengerti ada hal yang ingin dibicarakan oleh Kayla padanya.
"Duduk Kay. kamu nggak capek berdiri terus." kata Kesya sambil terus membaca.
Kayla pun duduk di tempat tidur Kesya. melihat Kesya sedang serius membaca membuat Kayla penasaran apa yang sedang dibaca sang Kakak. Kayla ikut membuka sebuah map. dan mulai membaca berkas tersebut.
"ini rekap medis pasien Kakak?" tanya Kayla.
"Iya dek. ini itu operasi besar yang sangat beresiko. ini itu bayi umur 6 bulan. mereka kembar Siam dengan satu organ jantung." jelas Kesya.
"Ya Allah kasian banget Kak" kata Kayla ikut prihatin.
"Iya Bayi ini adalah anak yang sudah ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri selama 12 tahun pernikahan Mereka. Kamu bisa bayangin kan gimana perasaan Mereka. Bukan hanya kasian sama kedua bayi kembar itu tapi juga kedua pasangan suami isteri itu. Setelah menunggu 12tahun perjuangan mereka . dan saat doa mereka dikabulkan. Allah uji mereka lagi dengan kondisi anak mereka. Kakak sendiri nggak bisa bayangin gimana perasaan mereka." kata Kesya.
Kayla sendiri merasa perihatin. sambil terus memandangi foto kedua bayi itu.
"Mama cerita Kamu pingsan disekolah Dek?" tanya Kesya sbil terus membaca laporan itu
"Iya Kak. disekolah itu ada pengambilan nilai olahraga." kata Kayla
"Dan seperti biasa kamu keras kepala. Kamu ngerasa yakin bisa ikut padahal Kamu tau kondisi kamu yang lemah. Sampe akhirnya Kamu pingsan gitu karena kecapean" kata Kesya.
"Iya kak. Sebenernya Syahnaz sama Kintan juga udah minta Aku buat nggak ikut. tapi Aku nggak mau ngambil nilai sendirian makanya Aku maksain ikut deh." kata Kayla.
"Dan Kamu pingsan. Dan nyatanya kamu tetep harus ambil nilai susulan kan. untungnya Al nolongin kamu bawa ke UKS. lain kali jangan diulang lagi kayak gitu ya ?" Kata Kesya.
__ADS_1
"Iya Kak." kata kayla.
"Oh ya ngomong-ngomong Kakak baru Tau kalau Al itu temen sekolah kamu. Dia anak SMA pelita insani juga." kata Kesya.sambil serius membaca.
"Loh emang Kakak nggak tau?" tanya Kayla.
"Nggak. Kakak justru ngira kalau Dia itu anak kuliah atau paling nggak karyawan. Soalnya kan waktu pertama kali ditolongin Al. waktu Dia dijalan mau ke tempat kerja. ya jadi Kakak mikirnya Dia itu karyawan bukan pelajar." kata Kesya.
"Oh.." kata Kayla .
Terdengar jangal saat Kayla hanya merespon dengan kata sesingkat itu.
"Anyway. Kamu pernah cerita dulu kamu pernah sebel sama laki-laki dingin nyebelin dan sok cool. jangan bilang itu Al." kata Kesya.
"Ya." kata Kayla.
"Apa sampe sekarang masih?" tanya Kesya
Kayla diam. Dia sendiri bingung. Apa benar penilaiannya masih tetap sama pada Al. Kenapa sulit sekali Dia mengatakan ya.
"Kakak sendiri gimana? menurut Kakak, Al itu orangnya kayak gimana?" tanya Kayla balik
"Al itu kayak ruang labirin. Saat kita mencoba masuk kedalamnya. Akan banyak hal tak terduga kita dapati. Entah itu jalan buntu, atau jebakan dan mungkin juga jalan keluar. dan jujur sampe sekarang Kakak sendiri masih belum bisa membaca sepenuhnya tentang kepribadian Al. Kamu belum jawab pertanyaan Kakak. apa penilaian kamu terhadap Al masih sama seperti dulu?" kata Kesya.
"Al itu Dingin. irit bicara. tapi dia juga baik. Kay juga bingung kenapa sikap Dia gitu. ya walaupun Dia udah sering nolongin Aku. tapi sikap nyebelin dan dingin dia itu nggak pernah berubah. dan masih suka bikin aku kesel." kata Kayla.
Kesya menangkap makna lain dari cara Kayla menjawab dan dari jawaban Kayla.
"Kay suka ya sama Al?" tanya Kesya
Kayla diam.
"Kenapa Kakak nanya gitu? sekarang kalau Aku tanya balik ke Kakak. Apa kakak suka sama Al? apa jawaban Kakak?" kata Kayla
Kesya tersenyum. sepertinya dugaan Kesya benar. Namun sepertinya Kayla salah menangkap arti senyuman Kesya. Kayla sedih melihat reaksi Kesya yang hanya tersenyum seakan mengatakan iya atas pertanyaannya tadi.
__ADS_1
"Kak. Waktu kemarin, Kakak bilang kalau Kakak ditolong sama orang saat Niko Dateng gangguin Kakak. Apa orang itu Al ?." tanya kayla.
Kesya menagngguk.
Kayla diam. Ternyata benar. Itu artinya Kemarin Kakaknya juga jalan sama Al. Meskipun secara tidak sengaja. tapi nyatanya Al memperlakukan Kesya sangat baik dan manis. tidak seperti saat bersamanya. Entah kenapa terasa sedih saat mengetahui fakta ini. Sampai kemarin Kayla melihat jika Kak Kesya menyukai dan mengagumi Al. dan jika dilihat perbandingan perlakuan Al pada Kesya dan padanya, Kayla merasa Jika Al menyukai Kesya dari pada dirinya. dan Kayla merasa jika Al dan Kesya saling mencintai.
( tentu jelas Dia lebih suka Kak Kesya. liat Kak Kesya Dokter. baik, ramah, sangat cantik dan juga menyenangkan. siapa Kamu Kay jika dibandingkan Kak Kesya. Kamu bahkan tidak sebanding dengannya. Sangat jauh bagai berlian dengan batu kerikil. ) Kayla merasa insicure. Jujur hatinya sedih saat hatinya sendiri meyakini jika Kesya lah yang disukai Al bukan dirinya.
Kayla diam. Dia tidak tau harus mengatakan apa lagi. Banyak hal yang kini terus berputar dibenaknya yang justru membuatnya merasa semakin kecil dan tidak bisa apa-apa.
...****************...
Didepan kamar Kesya. Pak Hans dan Mama Via sedang menguping obrolan kedua anak gadis mereka. Pintu kamar yang tidak dikunci . Membuat mereka bisa lihat raut wajah kedua putri mereka. Terutama Kayla. Pak Hans dan Mama Via saling berpandangan. Mereka pergi dari sana dan masuk kedalam kamar mereka.
Pak Hans pergi ke balkon kamarnya. Memandang lurus kedepan. Seakan menerawang masa. Nafasnya berat. Seakan menggambarkan banyak beban yang dipikulnya yang membuatnya sulit bergerak. Mama Via menyentuh pundak pak Hans. Pak Hans menoleh. dan Mama Via berdiri disisinya.
"Pah." kata Mama Via.
Mama Via tau apa yang sedang mengganggu pikiran sang suami saat ini. Masalah diperusahaan, dan juga ditambah masalah lainnya lagi.
"Apa yang harus kita lakukan Mah? Papah bingung ." kata Pak Hans.
"Mama juga bingung Pah." kata Mama Via.
"Kedua putri kita jatuh cinta pada orang yang sama. siapa yang harus kita pilih Mah?. Papa nggak mungkin memilih salah satu dari mereka. Keduanya sama-sama permata berharga Kita. Gimana bisa orang tua memilih kebahagian salah satu putrinya dan mengorbankan kebahagiaan putrinya yang lain." terlihat jelas betapa beratnya Pak Hans memilih.
"Pah. Belum tentu yang kita dengar itu benar. Kita aja belum tanya kan ke mereka bagaimana perasaan Mereka. lagian juga kita nggak tau apa Albi juga mencintai putri Kita." kata Mama Via.
"Al mencintai putri kita atau tidak. Tetap akan memberikan luka mah. Jika Al tidak mencintai putri Kita. Mereka berdua akan terluka. Jika Al mencintai salah satunya. Maka hati putri kita yang lainnya pun terluka. Dan jika Al mencintai kedua putri kita makan kedua-dua nya akan sama-sama terluka." pak Hans terlihat frustasi.
"Pah.." Mama Via sendiri kehabisan Kata-kata.
Hati orang tua mana yang tidak terluka jika dia disuruh memilih salah satu dari kedua putri yang sama-sama mereka saya. Jika bisa mereka tidak akan memilih salah satu dari keduanya. karena tidak da orang tua yang bisa dan rela mengorbankan kebahagiaan salah satu putrinya demi kebahagiaan putrinya yang lain.
"Kenapa harus Al?. kenapa mereka harus mencintai orang yang sama?" kata Pak Hans terdengar frustasi
__ADS_1