
"Ada apa Mom?" tanya Kayla.
"Mama mau tanya kamu kenapa pulang sama Syahnaz?" kata Mama Via
"Tadi Kay dapet kabar katanya Pak Min lagi anterin Daddy. Yaudah Makanya Kayla ikut sama Syahnaz. ada apa emang Mom?" kata kata Kayla.
"nggak apa-apa. Mommy mau tanya apa kamu Berantem sama Al?" tanya Mama Via
Kayla bingung kenapa sang mama bisa berfikir seperti itu.
"Enggak mom. kenapa sih? kok Mommy tanya kayak gitu?" kata Kayla
"Beneran Sayang? Kamu yakin?" tanya Mama Via tidak yakin
dahi Kayla mengkerut.
"Iya Mom. kenapa sih. kok Mommy tanya kayak gitu?" kata Kayla penasaran.
"Syukur lah kalau kalian nggak apa-apa." kata Mama Via.
"Iya mom. tapi kenapa sih. dari tadi pertanyaan mommy buat Kay bingung deh" kata Kayla.
dalam hati Kayla merasa bersalah pada sang Mommy walau tidak sepenuhnya dia berbohong.
"Nggak apa-apa sayang. Mommy cuman mau mastiin aja. Oh ya Mommy sama Daddy Besok berangkat. Mommy cuman mau pesan kamu baik-baik ya disini. nurut apa kata suami. dan inget kalau mau pergi kemanapun harus izin dulu sama suami" kata Mama Via.
Kayla sedih karena besok kedua orang tua nya akan pergi. tapi biar bagaimanapun juga dia herus bisa mengerti situasi keluarganya.
"Iya Mom. Mommy nggak usah khawatir. Mommy sama Daddy fokus aja sama kerjaan disana. nanti liburan sekolah. Kay mau kesana buat liburan sama mau kangen-kangenan sama Mommy and daddy. boleh kan Mom kalau liburan nanti Kay main kesana?" kata Kayla.
"Tentu dong sayang. tapi dengan satu syarat." kata Mama Via
"Syarat?. syarat apaan sih Mom. kok pake syarat segala sih anaknya mau jenguk Mama sama Papa nya aja pake syarat." kata Kayla cemberut.
"iya dong. syaratnya Kamu kesananya harus sama AL. sama suami kamu. Mommy and Daddy nggak izinin kamu pergi sendiri. kita nggak bakal tenang kalau kamu pergi sendiri." kata Mama Via.
"Oke. Oke." kata Kayla pasrah.
Mama Via pun menarik kayla kedalam pelukannya. Berat rasanya meninggalkan putri bungsunya. terlebih saat ini sang putri sudah menikah. Kini tanggung jawabnya berpindah pada laki-laki yang sudah mengikat janji suci pernikahan dengan putri nya. Rasanya Dia sendiri tidak percaya akan hal ini. tapi setidaknya Dia lega karena laki-laki yang dipercaya adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab dan pasti akan menjaga Kayla dengan baik.
"Inget nak. Apapun yang terjadi lakukan dengan kepala dingin. jangan ambil keputusan sendiri dan disaat kita sedang emosi. Mommy yakin Al adalah laki-laki yang tepat jadi imam kamu" kata Mama Via.
Kayla tersenyum miris. sebegitu percayanya keluarganya pada laki-laki yang kini telah sah menjadi suaminya. padahal kenataanna hari ini sudah menunjukan bahwa dia sangat tidak pantas. ingin rasana Kayla memberi tahu semuanya pada mereka. tapi Kayla tidak ingin hal ini akan memperkeruh keadaan.
"Sudah kamu kembali ke kamar. kasian temen-temen kamu udah pada nunggu pasti. Mommy mau packing barang-barang dulu." kata Mama Via.
Nggak masalah Mom. mereka pasti lagi nongton.sekarang Kay mau bantu Mommy packing dulu." kata Kayla.
__ADS_1
Kayla pun membantu Mama Via packing barang-barang yang akan dibawa.
****************
"Oke Kay. Kita balik dulu ya. Sampe ketemu besok ya disekolah." kata Syahnaz.
"Oke. oh ya jangan lupa bawa tugas kimia ya.* kata Kayla.
"Sip. beres itu mah." kata Kintan.
"oke. bye.." kata Syahnaz dan Kintan.
Syahnaz dan Kintan pun masuk kedalam mobil. dan mobil mereka pun meninggalkan halaman rumah Kayla. tak berselang lama. Albizar datang. Kayla yang melihat kedatangan Albizar langsung berbalik badan dan masuk kedalam rumah.
"Kay tunggu." kata Albizar.
Kayla terus jalan kedalam rumah. melihat Kayla yang terus berjalan Albizar pun akhirnya hanya diam. Albizar pun memilih masuk kedalam rumah. sat sudah sampe dalam terlihat Mama Via dan Papa Hans sedang asik menonton TV.
Assalamualaikum Pah Mah." kata Albizar
Albizar menghampiri mereka dan mencium tangan mereka.
"Waalaikumsalam. duduk Nak." kata Papa Hans.
Albizar pun duduk.
"Pekerjaannya seperti biasa Pah. cuman tadi Al mampir dulu ke toko bantu-bantu emak sama Zahra. sekalian Al pulang kerumah ambil beberapa perlengkapan sekolah Al yang masih tertinggal" kata Albizar.
"Oh... Loh emang hari ini jualan? Mama kira kalian libur." kata Mama Via.
"Jualan mah. cuman porsinya dikurangi. makanna cepet abis." kata Albizar.
"Papa bangga sama kamu. sama Adek-adek kamu juga. Kalian masih muda tapi kalian sangat pekerja keras. Sangat sedikit anak muda seperti kalian" kata Papa Hans.
"Nggak Pah. masa muda bukanlah masa untuk bersenang-senang atau berfoya-foya. justru masa muda adalah langkah dan pijakan awal kita dalam menyongsong kerasnya kehidupan. jika kita terbuai dengan kesenangan semata kita tidak punya persiapan untuk menghadapi keras dan kejamnya di dunia." kata Albizar.
mendengar jawaban Albizar membuat kagum Mama Via dan juga Papa Hans.
"Iya nak papa setuju. tapi nak, hal ini yang justru membuat Papa khawatir. Papa khawatir kamu nggak bisa bagi waktu kamu." kata Papa Hans.
"Iya Nak. Mama juga sama." kata Mama Via.
Iya Pah, Mah. Papah sama Mama jangan khawatir. insyaallah Al bisa atur waktu Al. Al bakal atur waktu buat sekolah, kerja,bantu adek dan juga jagain Kay. Papa sama Mama jangan khawatir jika Al akan lalai dalam menjada Kayla karena kesibukan Al. lagian Al udah berani ambil amanat dari Papa dan Mama. Al nggak akan ingkar dan menyepelekan amanat dari kalian." kata Albizar.
Mama Via dan Papa Hans saling bertatapan. tidak menyangka jika Albizar tau apa yang membuat mereka khawatir.
"Papa dan Mama berangkat besok. Papa minta tolong jaga putri bungsu Papa ya. jaga dia untuk kami. jaga dia sepenuh hati kamu." kata Papa Hans.
__ADS_1
"Tentu Pah. Papa Sama Mama jangan khawatir Al akan jaga Kay sebaik mungkin dengan cara Al. Al tidak akan biarin Kay dalam bahaya." kat Albizar serius.
"Nak. selain jaga Kay. Mama minta, tolong kamu perhatikan Kay ya. Kay itu terbiasa di manja sama kami keluarganya. karena itu Kay sangat manja dan sikapnya kadang kekanakan. tapi ketahuilah. Kay tau bagaimana cara menjadi dewasa sesuai keadaannya dan terlebih dai orang yang sangat baik. Mama Minta. Jaga dan sayangi Kay. Mama tau pernikahan kalian bukan karena keinginan kalian. dan mungkin kalian terpaksa. tapi Mama yakin kamu laki-laki bertanggung jawab dan tidak akan menyakiti Kayla baik fisik maupun hatinya." kata Mama Via.
melihat betapa besar harapan kedua orang tua Kayla padanya untuk menjaga Kayla. Tiba-tiba Albizar teringat kejadian siang tadi di sekolah. Albizar merasa bersalah padaereka terutama pada Kayla. bahkan terakhir kali sikap Kayla padanya menunjukan jika saat ini Kayla sedang marah padanya. sepertinya dia harus segera menemui Kayla dan meminta maaf padanya.
"Iya Mah Pah Pasti. Al janji sebisa mungkin, Al tidak akan menyakiti perasaan Kayla. Al akan jaga Kayla baik hati maupun fisiknya. Al akan berusaha sebaik mungkin" kata Albizar.
"Makasih Al. Papa Sama Mama lega sekarang." kata Papa Hans sambil tersenyum lebar.
"Nggak perlu makasih Pah. sudah kewajiban Al sebagai suami. oh ya Papa sama Mama besok bernagkat jam berapa?" kata Albizar.
"Pesawatnya bernagkat jam 9 Al." kata Papa Hans.
"Yaudah nanti Al anter Mama sama Papa dulu sebelum ke tempat kerja." kata Albizar.
"Papa seneng kalau kamu sama Kay mau anterin kita ke bandara. tapi tadi Syahnaz dan Kintan bilang mereka mau nemenin Kayla ke bandara. takut tiba-tiba Kayla nanti nangis saat sudah sampe diibandara. makanya Kayla maksa mereka buat nemenin Kayla ke Bandara" kata Mama Via.
"Iya nggak apa-apa Mah. Nanti Al ngikutin dari belakang aja. biar Syahnaz sama Kintan nggak tau. lgian Al pengen mastiin Kayla an sample rumah." kata Albizar.
"ya udah kalau itu mau kamu." kata Papa Hans.
"Pah, Mah. Al ke kamar dulu ya. mau bersih-bersih badan." kata Albizar
"Iya. kamu masuk kamar gih. istirahat. kamu juga pasti capek banget kan. sekolah langsung kerja." kata Papa Hans.
"Iya Mah Pah. Mama SMA Papa juga istirahat ya. Al izin istirahat duluan. malam Pah,mah."
Albizar pun pergi ke kamar. didepan kamar Albizar mengetuk pintu.
"Kay, boleh Gue masuk" kata Albizar sambil mengetuk pintu.
tidak terdengar jawaban apapun. Albizar berfikir jika Kayla sudah tidur. Albizar memutuskan untuk mmebuka pintunya. beruntungnya pintu tidak dikunci dari dalam. Albizar masuk kedalam.
terlihat Kayla yang sednag menggunakan krim perawatan kulit nya. dari kaca Kayla melihat Albizar yang sednag berjalan kearahnya. saat melihat Albizar berjalan semakin dekat kearahnya. Kayla berdiri dan berjalan ketempat tidur. Albizar hanya menatap Kayla.
"Kay. Gue mau ngomong" kata Albizar.
Kayla tidak merespon apapun. Kayla memilih merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memunggungi Albizar. dan pura-pura tidur.
Albizar diam. hanya bisa melihat semua tingkah Kayla. Albizar tau Kayla sangat marah padanya. Albizar berjalan mendekat kearah Kayla. Kayla bisa merasakan Jika kini Albizar mendekatinya.
"Kay. Gue minta Maaf" kata Albizar
Kayla diam.
"Maaf Kay." kata Albizar.
__ADS_1