Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Aura Dingin


__ADS_3

"Ya udah. tolong kamu urus dulu semua urusan disana. saya usahakan buat datang kesana." kata Pak Hans.


Pak Hans terlihat mengela nafasnya berat. ada masalah yang terjadi denagn perusahaannya.


"Kenapa Pah?. kok kayak lagi mikirin sesuatu. ada apa?" kata Mama Via.


"anak buah Papa yang di LA ngabarin ada masalah disana yang bikin saham perusahaan kita anjlok. Papa udah minta mereka buat atasin masalah ini semampu mereka. tapi mereka minta Papa untuk datang langsung kesana buat beresin masalah disana." kata Pak Hans.


"Apa separah itu Pah? sampe mereka minta Papah datang kesana." kata Mama Via.


"Iya Mah. Beberapa investor menarik saham mereka. Dan beberapa klien juga memutuskan kontrak kerja sama secara sepihak. masalah kali ini sih lebih serius dari yang kita kira Mah." kata Pak Hans.


"Tarus gimana? apa Papa bakal kesana?" tanya Mama Via.


"Papa memang harus kesana. atau perusahaan kita yang sudah kita bangun 7 tahun akan gulung tikar. dan mungkin Papa akan disana untuk waktu yang cukup lama. bisa 3 bulan atau bahkan setahun. tergantung kondisi disana sudah stabil dan bisa ditinggalkan atau belum." kata Pak Hans.


"wah Pah kalau selama itu berarti Mama harus ikut dong Pah?" tanya mama Via.


"Iya. Tapi Papa bingung Mah. Papa nggak bisa ninggalin anak-anak. terutamanya Kayla. Mama tau kan Kayla masih dalam tahapan untuk bangkit dari traumanya atas kejadian kemarin yang menimpanya. Apa lagi Kenzo juga bakal mulai KKN Dia ke Jogja untuk waktu yang lumayan lama. Papa nggak tenang ninggalin Kayla dan Kesya dirumah hanya ditemani beberapa pembantu dan satpam." kata Pak Hans.


"Iya Pah. Mamah juga khawatir. Terus gimana Pah. Ngajak Kayla ikut kita juga kan nggak mungkin. terlebih Kesya juga pasti sibuk sama kerjaannya di rumah sakit." kata Mama Via.


"Entah lah. Papa pikirin dulu gimana baiknya."


Saat kedua orang tua Kayla sedang berdiskusi mereka mendengar suara motor dari depan rumah. mereka pun keluar rumah. Melihat tidak percaya saat melihat Kayla, Syahnaz dan Kintan turun dari motor. Mama Via dan Pak Hans tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Para pengendara motor nya pun melepaskan helm mereka masing-masing. dan lagi mereka terkejut ternyata yang mengantar Kayla dan kedua sahabatnya pulang adalah Albizar dan kedua sahabatnya. tapi kemana sopir yang mereka suruh untuk menjemput Kayla. sehingga Kayla pulang dengan motor. Pak Hans dan Mama Via berjalan menghampiri Mereka. dan Albizar, Bastian dan Iqbal pun turun dari motor mereka.


"Selamat siang Pak, Bu" kata mereka. lalu mereka mencium tangan kedua orang tua Kayla.


"Siang." kata kedua orang tua Kayla.

__ADS_1


"Loh, Sayang kok naik motor pulangnya ?. Pak Min kan sudah jalan dari tadi buat jemput Kamu?" tanya Mama Via.


" Iya Kenapa jadi kalian bertiga yang mengantar Kayla, Syahnaz dan Kintan kesini?" tanya Pak Hans.


"Gini Mom, Dad. Dijalan ada kecelakan beruntun. yang bikin jalan jadi macet total. dan Pak min kejebak macet. makanya Al sama temen-temennya nawarin buat anterin kita pulang." kata Kayla.


"Iya Tante. tadi disekolah Kayla pingsan dan kondisinya juga masih lemah makanya kita kasihan sama Kayla Tante. Yaudah kita nawarin buat anter Kayla Syahnaz dan Kintan pulang. " kata Bastian.


"Ya ampun sayang. kan Mama bilang juga apa. kamu jangan sekolah. tapi kamu tetep ngeyel. kan jadi pingsan. terus gimana kondisi Kamu" kata Mama Via khawatir.


"Nggak apa-apa Mom." kata Kayla.


"Om Tante. kita bertiga pamit ya. soalnya kita Mau anterin Albizar ke rumah sakit. soalnya perutnya sakit." kata Iqbal.


"Ya ampun Al. perut kamu sakit kenapa? gini aja kakaknya Kayla lagi dijalan bentar lagi sampe. kakaknya Kayla itu dokter. Jadi biar nanti kamu diperiksa sama kakaknya Kayla." kata Mama Via.


"nggak usha Bu. sebenernya cuma sakit dikit aja. mereka nya aja yang berlebihan. nanti juga sembuh kalau minum obat dan istirahat." kata Albizar menolak.


"Maksud kamu gimana sayang." tanya pak Hans.


"Syahnaz sama Kintan cerita. waktu Kay pingsan Albizar yang nolong Kayla Dad. Dia gotong Kayla sama nungguin Kayla di ruang UKS." kata Kayla.


"Benar itu Al?" tanya pak Hans.


Albizar menunduk.


"Iya bener om " kata Bastian.


"Bukan cuman itu Om, Al juga yang nolongin Kay waktu Kay diganggu Bimo yang terus mohon minta maaf sama Kay. Padahal berulang kali Kay minta Bimo pergi. Al sampe berantem sama Bimo. perutnya juga kena tendang Om sama Bimo." jelas Kintan.


"Loe ditendang Bimo?. kok Loe nggak cerita. wah bener-bener tuh orang. harus kita buat perhitungan sama Dia." kata Bastian emosi.

__ADS_1


"Udah. jangan. buat apa? cuman bikin masah jadi runyam." kata Albizar.


"Tapi Al. Nggak bisa gitu dong." kata Iqbal


"Iya pukul bales pukul. Tangan balas tangan


perut balas perut. itu baru setimpal." kata Bastian


"CUKUP !!. jangan diperpanjang. itu keputusannya.!! " kata Albizar dengan nada dingin penuh penekanan.


Aura ketegasa terpancar jelas membuat Bastian dan Iqbal pun tidak bisa membantahnya lagi. Aura dingin yang mencengkam yang jarang ditunjukan Albizar pada mereka. Bukan hanya Bastian dan Iqbal yang diam dan kaget melihat aura dingin yang keluar dari Albizar. tapi juga Pak Hans, Mama Via, Kayla dan juga kedua sahabatnya. Untuk Kayla dan kedua sahabatnya sering mendengar dan sering mendapati sikap dinginnya Albizar pun masih terkejut saat aura itu tiba-tiba keluar. Apa lagi pak Hans dan Mama Via.


Pak Hans tidak mengira jika Albizar yang dia kenal sopan ramah kini mengeluarkan aura dingin penuh ketegasan. Aura kepemimpinan yang jarang dimiliki orang lain. Siapapun yang mendengar dan melihatnya pasti akan diam dan tunduk. Demikian dengan Mama Via. sosok Albizar yang dia kenal sopan, ramah dan hangat kini menampilkan sosok lain yang dingin dan penuh dengan aura dominan.


Melihat sisi lain dari sosok seorang Albizar membuat Mama Via dan juga Pak Hans memikirkan sesuatu. Baik pak Hans dan juga Mama Via saling melirik dan mengangguk seoalah mereka sedang berbicara dalam bahasa isyarat yang hanya dimengerti oleh mereka berdua. Sepertinya mereka memikirkan hal yang sama.


"ekhmmm.." Pak Hans berdehem. memecah suasana yang tegang.


Albizar tersadar. Dia merasa tidak enak pada Pak Hans dan Mama Via.


"Maaf Pak , Bu." kata Albizar merasa bersalah.


Pak Hans dan Mama Via tersenyum.


"Nggak perlu minta maaf Al. Ya udah sekarang kita masuk kedalam. Karena kamu udah nolongin anak saya kini giliran kami yang nolongin Kamu." kata Pak Hans.


"Tapi pak." kata Albizar. belum sempat Albizar melanjutkan omongannya sudah dipotong oleh pak Hans.


"Al, ini perintah. dan saya tidak terima penolakan." kata Pak Hans memancarkan aura ketegasan.


"Baik pak." kata Albizar menunduk patuh.

__ADS_1


Pak Hans dan Mama Via tersenyum samar. sepertinya ada yang direncanakan oleh mereka berdua. mengingat mereka melihat sisi lain dari seorang Albizar yang mereka kenal. kini sepertinya mereka menemukan jalan keluar dari permasalahan yang mereka hadapi.


__ADS_2