Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Tidak sebanding luka yang kau toreh.


__ADS_3

"Assalamualaikum." ucap salam Albizar yang baru tiba.


Albizar terlihat sangat lemas. tidak bersemangat. entah kenapa perasaannya tidak enak. saat sedang latihan tadi tiba-tiba dia kepikiran Kayla. Albizar berusaha berfikir positif dan berharap semuanya baik-baik saja. ingin rasanya Dia menelpon Kayla untuk memastikan keadaannya. tapi Dia juga ragu. mengingat sejak kemarin Kayla tidak mengatakan apapun padanya.


setelah berfikir akhirnya Albizar memutuskan untuk menelpon Kayla. Dia akan berusaha menekan rasa gengsi nya agar Dia bisa merasa tenang. suara telponnya terhubung namun masih belum ada jawaban hingga panggilannya terputus. Albizar mencoba lagi. setelah beberapa kali nada berdering tiba-tiba panggilan di tolak.


Albizar hanya bisa menghembuskan nafasnya. Dia sudah menduga jika Kayla mungkin akan menolak panggilan telponnya. Albizar pun memutuskan untuk menyimpan kembali handphonenya. Albizar masuk kedalam dapur. terlihat Emak Ranti dan beberapa juru masak dna pelayan ada disana. tiba-tiba Zahra datang menghampiri Albizar.


"Kakak dari mana sih? bukannya hari ini Papa Hans akan berangkat ke bandara? apa Kakak nggak antar kebandara?" kata Zahra.


"Antar kok. terus setelah itu kakak langsung pergi ke tempat latihan. kenapa emang" Kata Albizar.


"Berarti Kakak tadi kesananya sama Kak Kalya? terus kenapa kak Kayla terluka?" kata Zahra.


"Maksuk Kamu terluka?"


"Kak. Kaka gimana sih? kakak nggak jagain Kak Kayla emang? Kak Kayla tadi hampir ketabrak loh?" kata Zahra


"Apa? Kayla hampir ketabrak?" kat Albizar kaget.


"Jangan bercanda Kamu dek. kamu tau dari mana? dan kenapa Kayla nggak ngabarin Kakak kalau dia hampir ketabrak. dan barusan kakak coba telpon Kayla juga nggak di angkat" kata Albizar.


"barusan Kaka telpon nggak diangkat?" Zahra heran.


"apa jangan-jangan Kak buat salah sama Kak Kayla?. kalian lagi marahan?" tanya Zahra.


"nggak. Kita nggak marahan. lebih tepatnya sih Kaka nggak marah sama dia. tapi nggak tau kalau Kayla."kata Albizar.


"Kakak ada salah sama Kak Kayla?" tanya Zahra.


Albizar bingung gimana cara jawabnya. karena dia sendiri nggak tau apa Kayla marah sama dia atau nggak. sejak kemarin mereka tidak ngomong. mungkin ya Kayla marah sama Dia. memang ada hal yang perlu mereka bicarakan. tapi Albizar merasa jika Zahra tidak perlu ikut campur masalah ini.


"untuk itu kakak nggak tau. sekarang jawab kakak. gimana kamu bisa tau kalau Kayla hampir ketabrak?" kata Albizar.

__ADS_1


"aku tau dari Kak Kayla kak. kak Kayla kan ada disini" kata Zahra.


"Kayla disini?" Tanya Albizar


"iya. kayala lagi didepan. kak Kayla lagi sama dua temen ceweknya . mereka lagi nunggu pesenan makanan. dan kayaknya kak Kayla nggak tau kalau Aku kerja disini. tadi aja dia kaget saat aku yang jadi pelayannya. Aku liat sikut kak Kayla berdarah. tadi juga Aku udah mau obatin lukanya tapi kak Kayla menolaknya." kata Zahra.


Mendengar Kayla ada di Caffe ini. rasanya Albizar ingin segera menemuinya dan memeriksa keadaannya. Dia sangat khawatir akan keadaannya. dia tau Gimana keras kepalany Kayla. karena itu Dia semakin mengkhawatirkan keadaannya.


"Nanti kita bahas lagi ya. Kakak mau liat dulu keadaannya." Albizar langsung melihat keluar.


Dari sela tembok Albizar mengintip keadaan Kayla. Kayla terlihat sedang mengobrol dengan Syahnaz dan Kintan. sambil sesekali Dia melihat kearah sikutnya yang memang berdarah. ingin rasanya Albizar menghampiri Kayla dan mengobati lukanya. tapi melihat situasinya tidak lah memungkinkan. Kini Albizar dihantui rasa bersalah dan khawatir disaat yang bersamaan. tapi Dia bingung.


Terlihat Kayla bangun. lalu Dia jalan kearah belakang sepertinya dia ingin ke toilet. Albizar segera berbalik badan agar Kayla tidak melihatnya. Setelah Kayla melewatinya tanpa mengetahui keberadaannya Albizar segera berjalan kedepan pintu toilet. Albizar sengaja menunggu Kayla didepan pintu toilet.


Setelah beberapa menit Kayla keluar. dan saat Kayla membuka pintu Dia terkejut saat melihat Albizar sudah berada didepan pintu toilet. Kayla heran bagaimana bisa Ada Albizar disini. Kayla memutuskan kontak mata itu dan berniat melewati Albizar begitu saja. Tapi Albizar menahan tangan Kayla.


"Lepas." kata Kayla sambil terus meronta.


"Gue mau ngomong sama Loe." kata Albizar.


"Ada. banyak. tadi gu telpon LOE. kenapa Loe reject telpon Gue?


"Lepas gak. Gue nggak mau ngomong sama Loe" kata Kayla.


"Jawab Kay. kenapa Loe sengaja matiin telpon Gue?. Loe marah sama Gue?" kata Albizar.


"Nggak penting juga Gue angkat telpon Loe." kata Kayla ketus


Albizar berusaha menahan dirinya. dia harus bisa tenang menghadapi sikap Kayla kali ini.


"Tapi Gue perlu tau keadaan Loe. kalau ada apa-apa sama Loe apa yang harus Gue jawab nanti ke keluarga Loe. mereka nitipin Loe ke Gue. karena itu Gue harus tau dimana Loe dan gimana keadaan Loe." kata Albizar.


Nyesss.....

__ADS_1


entah kenapa perasaan Kayla menjadi sakit dan sesak. ternyata semua yang di lakuin Albizar semata-mata karena amanah dari keluarganya. walau Kayla sudah tau hal ini entah kenapa rasanya masih sakit sama dia tau hal ini.


"Gue bisa jaga diri Gue sendiri dan maaf karena amanah dari keluarga Gue buat hidup Loe susah dan terbebani. Loe tenang aja setelah ini Loe nggak perlu ngelakuin itu. Loe bebas sama hidup loe" kata Kayla


Albizar menatap mata Kayla. dari sorot mata Kayla terpendam kekecewaan padanya. Albizar tau Dia sudah menyakiti Kayla. tapi Dia tidak tau kesalahan apa yang Dia perbuat hingga menyakiti perasaan Kayla.


"Lepas Al. gue mau kembali ke sana. dan ya satu lagi nggak perlu urusin hidup Gue. " kata Kayla masih terus berusaha melepaskan genggaman tangan Albizar.


"Ikut Gue." kata Albizar.


Albizar menarik tangan Kayla dan membawanya ke sebuah ruangan. Kayla bingung kenapa Albizar membawanya keruangan ini. Albizar pun meminta Kayla untuk duduk di sofa. Di depannya sudah ada kotak obat. Albizar langsung memeriksa sikutnya. kayla terus memperhatikan sikap Albizar terhadapnya. kayla bingung kenapa sikap Albizar sering berubah-ubah. kadang dia cuek,kadang dingin tapi terkadang pula dia begitu perduli. sungguh dia tidak pernah bisa benar-benar mengenal laki-laki ini.


Albizar mulai membuka kotak obat. dia pun mulai meneteskan alkohol ke sebuah kapas dan berniat membersihkan lukanya.


"Nggak perlu Gue bisa obatin luka gue dirumah." kata Kayla mencegah Albizar yang berniat mengobatinya.


Albizar menatap Mata Kayla. dan kemudian tetap melanjutkan tujuannya mengobati kayla. dan lagi-lagi Kayla kembali mencegahnya.


"Gue bilang stop. nggak usah sok perduli. Gue bisa urus dan jaga diri Gue sendiri." kata Kayla kesal.


"Diem. Loe isteri Gue. udah kewajiaban Gue sebagai suami buat lindungi Loe dan jagain Loe. dan gue minta Loe nggak usah bantah perintah Gue.!" kata Albizar menekan kata-katanya.


"Suami??. suami loe bilang? suami diatas kertas maksud Loe?." kata Kayla sambil tertawa sinis.


Albizar diam. entah kenapa Dia merasa tidak suka saat Kayla mengakatan hubungan mereka sebatas suami diatas kertas.


"stop bersikap seakan Loe perduli sama Gue. inget hubungan kita nggak lebih dari hubungan diatas kertas aja. toh Loe nggak pernah suka kan sama Gue. dan Loe juga sebenernya terpaksa menikah sama Gue. sikap Loe kemarin udah nunjukin semuanya. jadi kita perjelas sekarang. Loe sama Gue nggak ada hubungan apapun selain hubungan diatas kertas. Loe nggak perlu ikut campur urusan Gue. dan Gue pun nggak akan ikut campur urusan loe. kita hidup masing-masing anggap aja kita nggak saling kenal. dan dirumah juga Loe nggak perlu berpura-pura bersikap baik ke Gue. nanti biar gue sendiri yang jelasin sama orang rumah." kaa Kayla.


Kayla bangun. namun kembali tangannya ditahan Albizar. dan Albizar menarik Kayla untuk kembali duduk


"Terserah Loe mau ngomong apa. yang jelas Loe nggak bisa larang Gue buat ngobatin luka loe." kata Albizar dengan tatapan dinginnya.


Kayla pun diam saat Albizar menatapnya dengan tatapan dinginnya. dan Albizar pun mulai mengobati lukanya Kayla. tanpa berbicara apapun Albizar begitu telaten mengobati luka Kayla. dan Kayla tidak berniat melihat Albizar. Kayla memalingkan wajahnya. setelah beberapa menit Albizar selesai mengobati Kayla.

__ADS_1


"Luka ini nggak sebanding sama luka yang loe torehin di hati Gue. dan Loe sendiri bahkan nggak akan bisa nyembuhin luka yang udah Loe torehin. Gue benci sama Loe." kata Kayla


Kayla pergi meninggalkan Albizar. sementara Albizar hanya menatap kepergian kayla.


__ADS_2