
Seluruh sisawa dan Guru pun terlihat sibuk mencari Kayla. Hari pun sudah semakin sore. tapi belum ada satu pun daribmereka yang menemukan petunjuk keberadaan Kayla. Albizar yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka mulai merasa perasaan yang tidak benar. Apa mungkin jika mereka tega ngeprank semua orang. atau Jangan-jangan Kayla bener ilang. Albizar terus bertanya-tanya.
"Kenapa tiba-tiba perasaan Gue nggak enak ya. Apa bener terjadi hal buruk sama Anak manja itu. Gue harus bantu cari dia. Apa lagi hari makin gelap." kaa Albizar.
Albizarpun mengambil jaket dan syalnya. dia juga membawa senter. Albizar pun ikut mebantu mencari Kayla.
Semua orang berpencar mencari Kayla. Albizar teru menyusuri jalan. berbekal informasi dari Dimas saat terakhir kali mereka berpencar Albizar pun menyusuri hutan. Albizar berjalan mengikuti instingnya. tidak lupa Albizar memberikan tanda di pohon untuk jalan nya pulang.
Albizar berjalan semakin jauh dari jalur yang sudah ditentukan. dia mulai memasuki kedalam hutan. Hari pun sudah sangat gelap. tapi Albizar belum menemukan tanda-tanda keberadaan Kayla.
"Kayla dimana Lor?" teriak Albizar.
"Kayla.."
Albizar terus berjalan sambil meneriaki nama Kayla. semakin malam Albizar berjalan semakin kedalam hutan. jam ditangannya menunjukan pukul 10 malam. udara pun semakin dingin. Namun entah kenapa Albizar tidak berniat berhenti mencari Kayla.
"udah makin malem tapi belum ada tanda-tanda keberadaan Kayla. semoga Cewek manja itu nggak kenapa-kenapa." kata Albizar.
Tanpa sadar Albizar berjalan menyusuri jurang. Namun saat dia melihat kondisi jurang dia melihat ada jejak kaki yang menunjukan ada seseorang yang jatuh kebawah. Albizar pun mengarahkan senter itu ke bawah dia melihat sesuatu dibawah.
"Astaga jangan-jangan itu Cewek manja." kata Albizar.
Albizar pun dengan hati-hati berusaha turun kedasar jurang. dengan Medan yang sangat sulit Albizar sedikit kesulitan untuk bisa sampai didasar jurang. tsetelah samapai Albizar melihat Kayla tergeletak ditanah dengan kondisi tidak sadarkan diri dan ada beberapa lecet ditubuhnya.
"Kayla bangun. Bangun Kay." kata Albizar.
Albizar mencoba mengecek kondisi Kayla. mencari denyut nadinya apa masih ada atau tidak.
"Alhamdulillah dia masih hidup. tapi denyutnya lemah banget" kata Albizar.
Albizar pun berusaha memberikan pertolongan pertama dengan menekan dadanya untuk membut Jalan Nafas Kayla berjalan lancar. karena tidak ada reaksi apapun. Albizar pun tidak punya jalan pilihan lagi selain memberikan nafas buatan atau PCR. dengan berat hati Albizar pun membukan mulut Kayla. dan mulai memberikan nafas buatan. Setelah 3 kali mencoba melakukan Nafas buatan akhirnya Kayla pun terbatuk.
"Akhirnya Loe sadar juga. Loe nggak Apa-apa?" kata Albizar.
"eh.. Loe ngapain? Loe mau macem-macem ya sama Gue. Awas ya kalau Loe berani macem-macem sama Gue. Gue laporin ke Bokap Gue.dan Loe tadi ngapain. Loe nyium Gue ya?. kurang Ajar banget Loe ya. cari kesempatan dalam kesempita.!" kata Kayla mengomel.
"Cewek manja. denger ya kalaupun Loe nawarin diri secara cuma-cuma ke Gue. Gue bakal nolak !. Dasar cewek manja nggak tau terima kasih. udah syukur Gue berhasil temuin Loe yang tergeletak nggak sadar disini. Kalau nggak Bisa-bisa Loe tinggal nama. dimakan sama binatang buas disini" kata Albizar kesal karena dituduh sembarangan.
Kayla sedikit tersinggung maksud perkataan Albizar apa?. kenapa dia berkata seakan Kayla tidak Manarik sama sekali buat Albizar. Namun Kayla bingung kenapa dia ada disini bersama Albizar ditengah hutan ini. Kayla berusaha mengingat apa yang terjadi sama dia. dan akhinya dia ingat kalau dia terpeleset kejurang saat ia ingin kembali ke tenda. Kayla pun berusaha untuk duduk namun seluruh tubuhnya terasa sakit.
"Aw.. ssstttt.. " kata Kayla meringis.
__ADS_1
Albizar sengaja tidak membantu. membiarkan Kayla berusaha sendiri. namun lagi-lagi usaha Kayla gagal. karena tidak tega akhirnya Albizar pun menawarkan diri membantu Kayla.
"Hati-hati. sini biar Gua bantu." kata Albizar.
Kayla diam saja. merasa tidak ada penolakan dari Kayla, Albizar pun membantu mendudukkan Kayla. Entah kenapa berada sedekat ini dengan Albizar, Kayla merasa deg-degan.
"Ternyata Manusia Kulkas ini baik juga. dia perduli dan amaih Meu nolongin Gue. padahal sikap Gue udah keterlaluan sama dia kemaren." kata Kayla.
"Loe ngomong apa?" tanya Albizar.
"Nggak. Gue nggak ngomong apa-apa. kuping Loe bermasalah kali" kata Kayla.
Karena malas berdebat Albizar pun mengalihkan perhatiannya. dia melihat kondisi disekitar. Keadaan sudah semakin gelap. Bahaya jika mereka berdua masih ada didalam hutan. takut ada binatang buas yang tiba-tiba datang dan menyerang.
"Loe udah nggak apa-apa kan?. ini udah malem bahaya kalau kita masih ada disini. kita harus kembali ke tenda." kata Albizar.
Albizar bangkit dan berusaha mencari apapun yang bisa membantu mereka naik keatas. Albira berjalan mencari kayu yang bisa menjadi peonompang mereka. dan meninggalkan Kayla sendiri.
"Lor mau kemana? jangan tinggalin Gue" kata Kayla berteriak.
Albizar tidak menghiraukan Kayla dia terus mencari apapun yang bisa digunakan mereka naik ke atas. merasa diabaikan. dan rasa takut didiri Kayla pun menangis. tak lama Albizar kembali dengan memabwa dua tongkat. Melihat Kayla yang menangis Albizar bingung.
"Loe kenapa nangis?" tanya Albizar berdiri dihadapan Kayla.
"Gue nggak bakal tinggalin Loe. Gue cuma mau cari ini. buat bantuin kita bisa sampe ke atas. Udah jangan nangis. kita keatas sekarang. hari semakin malem" kata Albizar.
kata-kata Albizar ini membuat Kayla sedikit tenang. dia merasa hangat dengan perkataan Albizar. dan untuk pertama kalinya dia melihat tatapan penuh kehangatan dari kedua mata Albizar.
Albizar membantu Kayla berdiri. walau merasa sakit Kayla berusaa untuk berdiri. sambil dibantu Albizar dan dengan tongkat Kayla berusaha berjalan.
"Aww. sakit." kata Kayla meringis kesakitan.
"Loe kenapa?. kuat nggak buat jalan?" tanya Albizar.
"Kaki gua sakit banget. kayaknya terkilir deh. tapi gue bisa ko buat jalan. kita jalannya pelan-pelan ya" kata Kayla.
"iya Jalannya pelan-pelan aja. kita nggak bisa naikbkeatas dengan kondisi kaki loe yang kayak gini. kita sari jalan lain aja" kata Albizar.
Kayla mengangguk. mereka berjalan pelan-pelan. mencari jalan agar bisa kembali ke tenda. namun saat diperjalanan pulang senter yang di bawa Albizar mati kehabisan daya.
"Ahh. si*l kenapa harus mati sekarang sih ini senter." kata Albizar.
__ADS_1
"Al Gelap banget. Gue takut. jangan jauh-jauh dari Gue ya." kata Kayla yang ketakutan. Kaylabterung menggandeng tangan Albizar. dia tidak ingin Albizar jauh
Albizar sendiri sebenarnya merasa risih saat Kayla menggandeng tangannya. namun mengingat Kayla yang panik ketakutan Albizar tidak tega. dia membiarkan Kayla menggandeng tangannya.
"kayaknya kita nggak bisa ngelanjutin perjalanan kita deh. keadaan makin gelap. kita nggak ada senter buat lihat jalan. Kaki loe juga masih sakit. kita lanjutin perjalanan besok pagi setelah matahari terbit dan kita bisa lihat jalan." kata Albizar.
"Tapi Gue takut disini. Nanti kalau ada binatang buas yang tiba-tiba nyerang kita gimana?" kata Kayla.
"Loe tenang aja Gue bakal jagain kita dari apapun. lagian mau maksain pulang juga percuma. kita bahakan nggak bisa liat jalan. mending kita istirahat dibawah pohon besar itu." kata Albizar.
Perkataan Albizar ada benarnya. Kayla pun menurut. Mereka memutuskan istirahat. Albizar pun berusaha membersihkan tempat untuk Kayla istirahat dibawah pohon besar. alalu dia pun berusaha membuat api unggun dari ranting kayu. Setelah api unggun jadi Albizar duduk berhadapan dengan Kayla. Albizar bisa liat kekhawatiran diraut wajah Kayla. dia mengerti mengingat siapa Kayla pasti ia tidak pernah mengalamai hal seperti ini.
Albizar melihat Kayla kedinginan. Dia memeluk lututnya. Albizar pun berjalan mendekati Kayla. dia melepas syalnya dan diapakaikan pada Kayla. dia juga melepaskan jaketnya.
"Pakai ini. Loe menggigil." kata Albizar sambil memakaikan jaketnya pada Kayla.
Kayla melihat'ke arah Albizar. hatinya tersentuh. tidak menyangka cowok sedingin dia begitu perhatian. sikapnya yang dingin kinibmenjadi lebih hangat dan bersahabat.
"Makasih." kata Kayla.
"Sama-sama. sini tangan loe. Lakuin gini biar bisa bikin tangan Lo hangat" kata Albizar
Albizar pun menyentuh tangan Kayla setelah dia meletakkan tangannya dekat api dan terasa hangat, agar bisa menyalurkan rasa hangat pada Kayla. sungguh Kayla merasa sedikit terkesima dengan sikap Albizar yang bertolak belakang. dari yang dingin dan cuek menjadi hangat dan sangat perhatian.
Namun sepertinya udara sangat tidak bersahabat. udara menjadi semakin dingin dan Kayla pun tetap menggigil. Suhu tubuhnya pun snagat dingin. sepertinya Kayla terkena hipotermia. Albizar bingung harus melakukan apa untuk menolong Kayla. sementara wajah Kayla semakin pucat. dan tubuhnya menjadi sanagt dingin. Albizar tidak punya pilihan lagi. dia melepaskan kaos tebal yang dia kenakan. dan kini dia hanya memakai kaos singlet.
"lepas dulu jaketnya. paket ini. terus dipake lagi jaketnya. biar tubuh Loe lebih hangat." kata Albizar.
Kayla pun memakainya.
Kayala masih tetap merasa kedinginan. Albizar semakin kebingungan. sejujurnya dia juga merasa sangat dingin tapi dia masih bisa menahannya. tapi mengingat kondisi Kayla yang terus melemas. wajahnya yang semakin pucat dan tubuhnya yang semakin dingin.
" Sebenarnya ada satu cara. tapi Gue nggak mungkin ngelakuin itu sama Dia. bisa habis Gue sama keluarganya. tapi kondisi Kayla makin parah" kata Albizar.
"Kay. maaf ya bukan maksud Gua kurang ajar sama loe. tapi ini satu-satunya cara buat nyelametin Loe." kata Albizar meminta izin.
Albizar pun mendekati Kayla. di pun langsung Memeluk Kayla. dia menarik Kayla kedalam pelukannya. Albizar memeluk Kayla dengan sangat erat sambil mengelus punggung Kayla. karena merasa posisinya kurang efektif Albizar pun merubah duduknya. Albizar pun duduk bersandar dipohon.
"Sorry bukan maksud kurang ajar. tapi Loe coba duduk diatas badan gua sambil meluk Gue. Nanti gue peluk. Tenang aja gue nggak akan kurang ajar sama loe. Nanti Loe aja yang meluk Gue. Gue nggak akan berani apa-apain Loe. Kalaupun nanti loe mau gue tanggung jawab karena berani meluk loe. Gue bakal tanggung jawab. asal loe bisa selamat." kata Albizar.
Kayla yang merasa tidak sanggup menahan dingin. dia pun tidka membantah dan langsung melakukan perintah Albizar. Albizar pun memeluk Kayla dengan erat. bukan hanya Kayla yang mulai merasa hangat tapi juga Albizar.
__ADS_1
"Kenapa. ada dipelukan Manusia Kulkas ini rasanya bikin Gue hangat dan nyaman. dan kenapa tiba-tiba jantung Gue deg-degan gini sih. gawat kalau dia bisa rasain jantung Gue yang deg-degan saat dipeluk dia." kata Kayla dalam hati.
Merasa kehangatan mulai menyelimuti mereka. tanpa terasa kesadaran mereka pun mulai hilang berubah menjadi rasa kantuk. dan mereka pun terlelap dalam keadaan saling berpelukan.