Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Pingsan


__ADS_3

"Loe yakin Kay mau ikut pengambilan nilai olahraga?" tanya Syahnaz khawatir.


Kayla mengangguk.


"Mending nggak usah ya. biar kita berdua yang izinin. nanti Loe nyusul aja pengambilan nilainya. kita janji deh bakal nemenin Loe." kata Kintan menyarankan.


"Enggak Tan. gue kuat kok. Kepala gua juga udah nggak terlalu pening. Badan Gue udah agak Segeran kok. Beneran deh. Udah Loe berdua nggak usah Khawatir gitu. Udah yuk kita ganti baju nanti keburu telat." kata Kayla.


Kayla yang meras sudah lebih baik badannya. memaksa untuk ikut pelajar olahraga mesikipun Syahnaz dan Kinta berulang kali membujuk Kayla untuk tidak ikut pelajaran. Tapi Kayla tetap bersikeras. Kini mereka sedang berada Ditoilet untuk mengganti pakaian olahraga.


Seluruh siswa siswi kelas XI-IPA1 berkumpul dilapangan. bukan saja kelas Kayla namun juga kelas Albizar pun ikut kumpul dilapangan. hal ini membuat Kayla heran.


"Loh kok kelas XI-IPA2 juga ikut gabung sih?" tanya Kayla Heran.


"Iya, katanya Pak Arya ada urusan setelah ngajar kia dia mau pergi. makanya pengambilan nilainya di barengi deh kelas kita sama kelas sebelah." kata Kintan.


"Oh.."


Albizar, Bastian dan juga Iqbal memilih berdiri dibelakang. mendengarkan arahan dari Pak Arya tentang pengambilan nilainya. Albizar diam-diam, mencari Kayla. Dia lega saat tau Kayla tidak ikut pelajaran ini. mengingat kondisi Kayla pagi tadi yang lemah, Albizar sedikit khawatir jika Kayla memaksakan diri untuk ikut pengambilan nilai dengan kondisi badan yang kurang sehat.


"Oke.. anak-anak kalian sudah paham kan. sekarang kalian minggir ke sisi lapangan. nanti bapak akan panggil nama-nama siswa yang dapat giliran buat lari." kata Pak Arya memberikan arahan.


Para siswa pun kepinggir lapangan. Pak Arya mulai memanggil 10 siswa secara bergiliran di mulai dari para siswa cowok. kemudian siswi cewek. pada saat giliran Albizar, Bastian dan Iqbal pengambilan nilai. para siswi berteriak meneriaki nama Albizar. Namun Albizar terlihat tidak perduli. pengambilan nilai pun berlangsung. Albizar pun melakukan tugasnya dengan baik. dia berhasil memecahkan rekor. dan berhasil lari dengan waktu tercepat. hal ini semakin membuat para siswi cewek histeris.


"Sekarang grup terakhir untuk cewek. Sintia, Rika, Anisa, Fatma, Yuni, sari,Dinda , Syahnaz ,Kintan dan yang terakhi Kayla. Silahkan kalian ambil posisi. aba-aba dari Bapak." kata Pak Arya.


Albizar langsung menengok saat mendengar nama Kayla dipanggil. Albizar terus melihat kearah Posisi Kayla. Kayla terlihat masih lemas.


"Kenapa sih dia maksain buat ikut ambil nilai " kata Albizar bertanya-tanya.


Tiba-tiba timbul rasa khawatir didalam diri Albizar. Tapi Albizar sendiri bingung kenapa Dia harus khawatir. Albizar pun memilih untuk tidak memperdulikan keadaan Kayla. Albizar berjalan kepinggir lapangan namun tiba-tiba Pak Arya Memanggilnya, Bastian, juga Iqbal. Albizar pun mengahampiri Pak Arya.


"Iya pak." kata Albizar.


"Tolong bantu bapak buat catat hasil waktu mereka. bapak mau terima telpon dulu. Nanti Kamu dibantu Bastian sama Iqbal." kata Pak Arya.

__ADS_1


Pak Arya pun memberikan hasil catatan waktu dan juga stopwatch pada Albizar.


"Oke untuk kalian. Nanti di ambil alih sama Al. ya. nanti ikutin aba-aba yang dikasih Al. Bapak tinggal dulu sebentar" kata Pak Arya.


Albizar pun memperhatiakan satu persatu peserta termasuk Kayla. Kayla terlihat lemas namun entah kenapa Dia keras kepala ingin ikut pengambilan nilai ini. Albizar cemas jika sampai Kayla maksa tetap ikut pengambilan nilai.


"Yang ngerasa lagi nggak enak badan, atau lagi sakit dan nggak sanggup buat lari silahkan misahin diri" kata Albizar berbicara pada ke 10 siswi yang siap untuk mengambil nilai.


Tidak ada yang merespon. Bastian dan Iqbal tau sebenernya Albizar sedang menyinggung Kayla. Tapi sepertinya Kayla tidak merasa.


"Sekali lagi saya tanya apa ada yang sakit. kalau ada yang ngerasa nggak sanggup buat lari silahkan misahin diri sekarang. dari pada kalian pingsan pada saat lari. bikin repot" kata Albizar.


Lagi-lagi Kayla diam. Dan tidak ada satu pun yang memisahkan diri termasuk Kayla. Albizar menghela nafasnya kasar. Tidak habis pikir kenapa Kayla bersikeras ingin ikut lari padahal kondisinya kurang sehat. Iqbal pun berjalan mengahampiri Albizar.


"Udah lah Al. Gue rasa Dia yakin kalau Dia bisa ikut lari. Udah jangan terlalu khawatir . Kita mulai aja. Nanti keburu mataharinya makin tinggi. Makin panas nanti kasian Dia " kata Iqbal berbisik


"oke kalau kalian udah siap. satu.. dua.. tiga . prritittttt..." Bastian pun mulai meniup priwitan.


Kayal mulai Berlari. Sekuat tenaga Kayla berusaha menyelesaikan larinya. Keringat bercucuran didahinya. Badanya mula gemetar. Rasanya tubuh Dia tidak sanggup untuk bisa lari sampe finish. Pandangannya mulai memburam. Sekuat tenaga Kayla terus berlari untuk bisa menyelesaikan tugasnya. Tinggal beberapa Meter lagi Kayla bisa sampai garis finis.


Akhirnya setelah sekuat tenaga akhirnya Kayla berhasil sampai digaris finish. Walau Kayla berada diposisi terakhir. Tapi melihat kondisi Kayla yang memang kurang sehat Kayla bisa sampai digaris finish patut diacungi jempol.


Tubuh Kay limbung. Kayla berusaha berpegangan pada bahu Dinda. Namun ternyata tubuh Kayla terlanjur jatuh. Kayla Pingsan.


"Kayla.." Syahnaz dan Kintan berteriak.


Semua orang panik. Albizar langsung menghampiri Kayla yang tergeletak ditanah tidak sadarkan diri. dan Albizar berjongkok.


"Kayla.. bangun Kay.." kata Albizar sambil menepuk-nepuk pipi.


Para siswi melongo saat melihat Albizar terlihat khawatir pada Kayla. Albizar yang terkenal dingin bahkan tidak akan perduli sama cewek manapun walau cewek itu pingsan dihadapannya. kini justru mereka melihat bagaimana khawatirnya Albizar saat Kayla jauh pingsan. mereka berfikir jika diantara Albizar dan Kayla mereka ada hubungannya Ngan spesii.


Tiba-tiba Pak Arya datang saat melihat para siswa sedang berkerumun.


"Ada apa ini?" tanya Pak Arya.

__ADS_1


"Ya ampun Kayla. Kenapa Kayla bisa pingsan.?" tanya Pak Arya panik.


"Kayla pingsan setelah selesai lari pak " kata salah satu siswa.


"Pak. Saya izin bawa Kayla ke UKS." kata Albizar.


Mendengar perkataan Albizar membuat Semua orang melongo tidak percaya.


"Ya udah. Al tolong kamu bantu gotong Kayla ke UKS." kata Pak Arya.


Albizar pun langsung mengangkat tubuh Kayla seorang diri. Dan segera membawa Kayla keruang UKS. dan Lagi-lagi hal ini membuat semua orang heran termasuk Pak Arya.


"Pak. Saya izin keruang UKS ya. Mau bantu Kayla." kata Syahnaz izin pada Pak Arya.


"Saya juga ya Pak" kata Kintan.


"Iya kalian bantu temani Kayla ya. Dan yang lain kalian Kita lanjut pengambilan nilai lainnya." kata Pak Arya.


Syahnaz dan Kintan pun segera menyusul Kayla ke ruang UKS. sesampainya diruang UKS. Mereka melihat Kayla langsung ditangani oleh petugas UKS. dan Albizar masih tetap menemani Kayla. Terlihat jelas jika Albizar begitu khawatir. Lagi-lagi Syahnaz dan Kintan di buat heran. Kenapa Albizar khawatir banget sama Kayla. Apa Albizar suka sama Kayla. secara Albizar yang dingin tiba-tiba khawatir saat liat Kayla pingsan.


"Gimana Bu kondisi Kay" tanya Albizar pada petugas yang memeriksa Kayla.


"Kondisinya lemah. Badannya juga demam." kata petugas itu.


"Sebenarnya Kayla emang lagi sakit Bu. kita tadi udah minta Kayla untuk nggak ikut lari tapi Kayla ngeyel maksa mau tetep ikut. Jadinya ya gini Bu" kata Kintan.


"ya ampun Kayla. udah kalian tenang aja. Kayla udah ibu infus. nanti kalau Kayla sadar. kalian kasih dia minum sama makanan ya biar bisa minum obat. nanti ibu ambil obatnya sekalian ambil kompres buat Kayla biar panasnya turun." kata Petugas itu.


"kalau obat Kayla bawa Bu itasnya. nanti saya ambilin obat sama makannya." kata Syahnaz.


"yaudah. kalau gitu ibu ambil kompres buat Kayla aja." kata ibu itu.


"iya Bu." kata Kintan.


Albizar masih diam ditempat. Syahnaz dan Kintan heran tapi mereka tidak ingin mengatakan apapun pada Albizar. mereka membiarkan Albizar tetap disana dan melakukan sesuai keinginannya.

__ADS_1


__ADS_2