
"Pagi Semua. " kata Kayla lemas.
Dengan tidak semangat Kayla menyapa seluruh anggota keluarganya. Kayla Merasa tidak enak badan. Ingin rasanya Dia istirahat dirumah dan tidak pergi kesekolah. Tapi mengingat Dia sudah absen cukup lama karena kejadian kemarin. Terlebih lagi hari ini ada ulangan Harian mata pelajaran Kimia. Jadi dia tidak bisa absen lagi. Sebisa mungkin Dia harus kuat setidaknya untuk mengikuti ulangan harian pelajaran Kimia.
"Princess, are you Okey?" tanya Kenzo yang memperhatikan sang adik terlihat sedikit pucat.
Kayla hanya menganggukkan kepalanya. Namun pak Hans langsung memeriksa dahi Kayla.
"Badan kamu panas. Kamu demam sayang. Hari ini jangan sekolah dulu ya?. Biar Daddy izinin ke guru sekolah Kamu Okey" kata Pak Hans.
Lalu mama Via dan Kesya pun langsung memeriksa kondisi Kayla.
"Ya ampun Dek kamu demam. Ayo istirahat dikamar. biar Kakak periksa." kata Kesya cemas.
"Iya sayang. Kamu hari ini nggak usah sekolah dulu ya. Kamu demam sayang" kata Mama Via tidak kalah cemasnya.
"Kay nggak kenapa-kenapa Mom. Nanti Kay minum obat aja. Tapi Kay harus tetep sekolah. Hari ini ada ulangan kimia. Kay nggak mau nyusul ulangannya. Nanti kalau disekolah Kay nggak kuat abis ulangan Kay istirahat aja di UKS. Atau nanti Kay telpon Mommy buat minta jemput." kata Kayla
"Ulangan ini Kay. Kan bisa nyusul. Dari pada Kamu kenapa-kenapa nanti disekolah." kata Kenzo tidak setuju.
"Kak. kemarin Kay udah absen lama. Masa Kay harus absen lagi. Lagian ini itu ulangan Kimia kak. Kay nggak mau ulangan sendirian. Beneran Kay kuat kok. lagian kan ada Syahnaz sama Kintan nanti Kay bisa minta tolong sama mereka buat anterin Kay ke UKS kalau emang Kay nggak kuat." kata Kayle bersikeras.
"Yaudah. Biar Kakak periksa dulu Kamu nya." Kata Kesya.
Kesya pun pergi kekamarnya mengambil perlengkapan alat medisnya. Kayla pun diperiksa oleh Kesya. Kesya pun memberikan obat pada Kayla. Mama Via dengan telaten menyuapi Kayla makan sebelum minum obatnya.
...****************...
"Ayo Dek. Kakak bantu." kata Kenzo.
Setelah sampai disekolah. Kenzo keluar dan membukakan pintu mobil untuk Kayla. dengan telaten Kenzo memapah Kayla masuk kesekolah. tak Lama Syahnaz dan Kintan datang langsung mengahampiri Kayla yang sedang dipapah oleh Kenzo.
"Kay. Loe kenapa?" tanya Syahnaz
"Ya ampun Kay. muka loe pucet banget. Loe sakit?" tanya Kintan cemas.
"Iya Kay. Loe pucet . Kalau sakit kenapa sekolah sih?, kan Loe bisa izin." kata Syahnaz ikut cemas.
"Nggak lah. Kan hari ini ada ulangan kimia. Sama pengambilan nilai olah raga. Gue udah banyak ketinggalan nilai." kata Kayla.
"ya ampun ulangan kan bisa nyusul. Kan kalau Loe sakit percuma juga Loe nggak bisa kerjain soal ulangan." kata Kintan.
"Tenang aja gue kuat kok. Lagian tadi Gue udah diperiksa sama Ka Kesya dan udah minum obat juga." kata Kayla.
__ADS_1
"Yaudah. Tapi nanti kalau Loe nggak kuat Kita ke UKS aja ya." kata Syahnaz.
"Iya Thanks ya. Yaudah Ka Ken sampe sini aja. Kay kelasnya sama Syahnaz dan Kintan aja. Kakak ke kampus aja. Kakak ada jadwal pagi kan?" kata Kayla.
"Beneran nggak apa-apa ini?" kata Kenzo memastikan.
"iya Kak." Kata Kayla mengangguk.
Kenzo pun menitipkan Kayla pada kedua sahabatnya untuk dijaga dan meminta mereka untuk segera menghubungi Kenzo jika terjadi apa-apa dengan Kayla. Kayla pun pergi kelasnya di anti oleh Syahnaz dan juga Kintan. dengan perlahan Syahnaz dan Kintan berjalan sambil menuntun Kayla.
...----------------...
"Al.. " sapa Vania yang sudah berada di belakang motor Albizar.
Albizar yang baru sampe sekolah dikejutakan oleh suara Vania yang tiba-tiba sudah ada dibelakangnya. Albizar turun dari motornya. Vania dengan semangat langsung menggandeng tangan Albizar. hal ini membuat Albizar risih. sungguh cewek ini berhasil membuat moodnya jelek sepagi ini.
"Kita kekelas bareng yuk." kata Vania sambil menggandeng tangan Albizar.
"Lepas!!. Gue bilang lepas." kata Albizar yang berusaha untuk menahan diri.
Dengan wajah cemberut akhirnya terpaksa melepaskan tangan Albizar.
"Berapa Kali Gue bilang jaga batasan Loe. dan lagian kita nggak satu kelas. kelas Loe dibawah. dan kelas Gue ada diatas. Gue kekelas sendiri." kata Albizar. langsung pergi meninggalkan Vania.
Albizar bingung harus gimana lagi ngadepin sikap Vania. Rasanya Dia menyesal pernah minta Vania jadi temannya. Ternyata hal itu membuat Vania semakin agresif. Tidak ingin moodnya semakin berantakan hari ini Albizar pun bersikap acuh. Albizar berjalan ke arah tanga sekolah.
"Dia Kenapa?" tanya Albizar dalam hati.
Albizar pun berjalan perlahan agar tetap berada dibelakang mereka.
"Kay Loe yakin mau masuk ke kelas aja.apa kita ke UKS aja dulu biar Loe bisa istirahat aja." kata Kintan.
"Nggak Tan. Gue mau ke kelas aja. lagian Badan Gue udah nggak terlalu lemes juga. cuman agak pening aja dikit. tar juga mendingan." kata Kayla.
"Loe yakin." tanya Syahnaz memastikan.
"Iya. ini juga udah mendingan. kan tadi juga udah minum obat." kata Kayla.
Dari belakang Albizar bisa mendengar obrolan mereka.
(" Ternyata benar Kayla sakit. tapi kenapa dia sekolah kalau sakit." Albizar bertanya-tanya.)
Kayla, Syahnaz dan Kintan masuk ke kelas mereka. Kayla langsung meletakan kepalanya diatas meja. dan memejamkan matanya.
__ADS_1
Albizar yang berjalan menuju kelasnya harus melewati Kelas Kayla. Dia melihat Kayla sedang memejamkan matanya dengan kepala diletakan diatas meja. Dia liat memang wajah Kayla sedikit pucat. Terlihat Syahnaz dan Kintan terus memperhatikan Kayla yang sedang memejamkan matanya. Tanpa sadar Albizar mulai khawatir. dia terus melihat Kayla dari jendela.
"Al.." tiba-tiba Bastian dan Iqbal datangengegetkan Albizar.
Albizar kaget. dia menahan nafas .
Kesal ?.
Tentu.
tapi seperti itu lah kebiasaan kedua sahabatnya.
"Loe ngapain bengong disini?" tanya Bastian.
"Nggak". kata Albizar singkat.
"Bohong" kata Bastian.
Bastian celinga celinguk mencari sebenarnya apa yang sedang di lihat Albizar.
"Kayla kenapa ya? kok dia kayak lemes gitu?" kata Iqbal
"Sakit" kata Albizar.
Bastian dan Iqbal tersenyum dan menaikan alis mereka. Kini mereka tau apa yang sedang dilihat Albizar.
"Kok Loe tau? jadi loe dari tadi liatin dia?" kata Bastia bertanya dengan tampang jahil.
"Gue nggak sengaja denger mereka ngobrol ditangga tadi. dan Gua nggak lagi liatin Dia." kata Albizar mengelak.
Hal ini tentu tidak membuat Bastian dan Iqbal percaya begitu saja. mereka kenal betul Albizar. dia emang dingin dan tertutup. tapi dia itu nggak bisa bohong.
"Oke.. oke.. terserah Loe mau ngomong apa. yang jelas kita berdua nggak percaya." kata Iqbal
"Kalau Loe khawatir sama Dia. samperin aja. tanya langsung sama Dia. jangan cuman liat dari jauh aja. nggak gentleman Loe." kata Bastian.
"Ngarang Loe Pada. siapa juga yang khawatir sama Dia. lagian Gue bukan siapa-siapa Dia." kata Albizar.
Kayla bangun. Dia melihat kearah jendela. terlihat Albizar dan kedua temannya sedang ada di depan ruangan kelasnya. terlihat Albizar sedang berbicara dengan Bastian dan Iqbal. Sedangkan Albizar yang Tidak ingin menanggapi omongan kedua teman-teman nya. Albizar langsung pergi gitu aja meninggalkan kedua temannya.
"Dasar. makan tuh gengsi.!" kata Bastian.
"Al.. Al.. Gue tau Loe udah suka sama Dia. tapi Loe sendiri gengsi buat ngakuin perasaan Loe" kata Iqbal.
__ADS_1
"Tau tuh orang. nanti ditikung orang baru tau rasa." kata Iqbal.
Bastian dan Iqbal pun lanjut jalan menuju kelasnya.