
"Oke Guys.. saat nya kita sambut Juari pertama kita. Albizar Yusuf." terdengar sang MC memanggil Juari turnamen motor GP.
Akhirnya usaha dan kerja keras Albizar dibantu oleh tim Bang Rendi, Bastian dan juga Iqbal membuahkan hasil. Albizar berhasil memenangkan kejuaraan lomba motor GP. Kini Albizar sedang naik di atas podium untuk penyerahan Piala, mendali juga simbolis uang tunai senilai 500juta rupiah. Bastian Iqbal terlihat sibuk mengambil foto di momen terpenting ini. Sedangkan Bang Rendi sibuk berbicara dengan para Sponsor dan juga pengusaha yang ingin menjalin kerjasama dengannya dan juga Albizar. Bang Rendi kini bertindak sebagai manager yang mengurus semua kegiatan Albizar.
Setelah selesai penyerahan hadiah. Kini Albizar Bastian, Iqbal dan Bang Rendi sedang duduk bersama para pengusaha yang nantinya akan berkerja sama dengan Albizar. Kini mereka sedang melakukan beberapa kesepakatan dan siap menandatangani kontrak kerja. Albizar sendiri tidak menyangka dia akan mendapatkan kesempatan seperti ini. Yang artinya dia tidak perlu khawatir tentang finansial keluarganya.
...****************...
"Alhamdulillah akhirnya sampe juga." Kata Iqbal.
Bastian,Iqbal dan Juga Albizar akhirnya sampai juga
dibengkel Bang Rendi. Setelah semua urusan mereka disana selesai. Tak lama Bang Rendi datang menggunakan motor balap yang tadi digunakan Albizar untuk balapan. Mereka pun menghabiskan waktu untuk meeting membahas mengenai pembagian Hadiah. dan juga mengenai pekerjaan Albizar kedepannya.
"Jadi mulai sekarang Loe nggak perlu lagi kerja di bengkel Al. Jadi setiap habis pulang sekolah Loe mulai fokus sama latihan buat persiapan lomba di KL nanti. inget Perusahaan mereka berani bayar mahal Loe buat bikin perusahaan mereka tambah maju. dan terlebih Loe juga bakal mulai sibuk buat jadi pembalap andalan perusahaan mereka" kata Bang Rendi.
"Jujur Bang. Gue nggak yakin. dan kayknya Gue belom siap deh terkenal apa lagi perusahaan mereka perusahaan besar." kata Albizar.
"Loe gimana sih. ini itu kesempatan bagus buat masa depan Loe." kata Bastian heran.
"Emang kenapa sih? Bukannya enak ya bisa terkenal. nanti setiap kemana-mana orang pada kenal sama Loe. dan bisa-bisa seluruh anak Pelita Insani makin tergila-gila deh sama Loe." kata Iqbal.
"Justru itu. Gue nggak mau kalau sampe terkenal. Loe pada juga tau kan gue yang bukan siapa-siapa aja udah dibikin ribet sama cewek-cewek pelita insani yang terus ngejar-ngejar gue. Gimana nanti kalau sampe Gue terkenal. Bisa makin pusing Gue. Bisa nggak ya bang. Kalau identitas gue sebagai BA sekaligus pembalap andalan perusahaan itu di tutupin. Gue cuman pengen tenang aja dan bisa hidup normal aja. Gue takut nantinya gue nggak bisa profesional kalau sampe identitas Gue sebagai Pembalap terkuak." kata Albizar.
Bang Rendi pun terlihat berfikir.
"Oke nanti Coba Gue omongin dulu sama mereka. dan untuk hadiah ini. Loe ambil 250juta. dan sisanya gue potong buat pendaftaran kemaren, dan juga gue bakal beliin loe motor GP baru buat loe. Motor matic buat adek Loe dirumah biar kalau ada apa-apa nggak perlu jalan kaki. Gue beliin juga Hp buat Loe dan Adek-adek Loe biar gampang buat komunikasi. dan juga buat beli perlengkapan dan safety buat Loe dan beberpaa kebutuhan Loe dirumah." kata Bang Rendi.
"Iya Bang. Tapi ini nggak kegedean bang buat gue segini. Terus bagian buat Loe, Bastian dan Iqbal gimana?. Gini aja gue 100 JT aja. " kata Albizar.
__ADS_1
"Nggak kok. Kan loe yang balapan. Loe yang berjuang kita di sini cuman bantu menfasilitasi Loe. Jadi itu hak Loe. Lagian Gue sama Iqbal udah dapet 35jt. itu udah lebih dari cukup. Lagian kalau kurang kita mah gampang tinggal minta nyokap bokap kita aja. ya nggak Bal?" kata Bastian.
"Yoi. Udah itu emang hak loe. Gue bisa liat Loe berhasil kayak gini aja udah seneng. Seenggaknya Gue nggak terus kepikiran sama Loe dan Adek-adek Loe yang takut kelaperan. " kata Iqbal.
"Iya Al. Tenang aja. Gue juga udah ambil bagian Gue. ini duit loe. kita cuman bantu Loe buat ngolahnya dan bantu biar Loe nggak kesusahan lagi cari duit buat hidup sama sekolahin Adek-adek Loe." kata Bang Rendi.
"Thanks ya. Gue nggak tau harus bales jasa kalian gimana. Kalau nggak ada kalian nggak tau deh apa bisa Gue ada diposisi sekarang." kata Albizar.
Albizar bersyukur. Meskipun dia susah. Tapi Dia dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan tulus padanya.
Disaat mereka masih membahas tentang kegiatan mereka kedepannya. tiba-tiba sebuah mobil sedan berwarna Hitam berhenti di garasi bengkel.
"Loh itukan mobil Pak Hans?" kata Iqbal.
"Iya bener mau apa ya. Apa mau servis mobil kali" kata Bastian.
Turunlah Ken dan juga Pak Hans dari dalam mobil. Ken yang terlihat kesal saat melihat Albizar pun segera menghampiri Albizar. Ken yang terlihat sangat emosi langsung menarik kerah baju Albizar.
"Ken. Tahan emosi kamu!" Kata Pak Hans.
"Maksud Loe apa?. Gue nggak tau lah. kan loe yang keluarganya kenapa cari Kayla ke Gue?" kata Albizar.
"Alah. nggak usah Bohong Loe!. Bre****k.!!" Kenzo pun melayangkan pukulan diwajah Albizar.
Albizar yang tidak siap pun langsung tersungkur. Bastian dna Iqbal pun langsungembantu Albizar bangun dan memisahkan mereka.
"Maksud kalian apa datang ke bengkel saya membuat keributan seperti ini?" kata Bang Rendi.
"Ken tahan emosi kamu. saya minta maaf atas perbuatan anak saya Kenzo. kami kesini ingin mencari Kayla." kata Pak Hans menjelaskan.
__ADS_1
"Mencari kayla Om? . lah emangnya Kayla kemana?" tanya Bastian.
"Kayla nggak pulang dari kemaren. Om udah coba cari kemana-mana tapi nggak ke temu. terakhir kali om dapet info. Kayla makan di Caffe Me Nd U sama Bimo. Tapi Bimo bilang Kayla ilang waktu dia mau ke toilet buat ganti baju seragam. Om udah berusaha cari kemana-mana tapi nggak ketemu. Om khawatir." kata Pak Hans.
Albizar Bastian, Iqbal juga Bang Rendi kaget. mereka juga nggak tau hal ini.
"sekarang sudah hampir malem tapi Kayla belum juga di temuin. Om sudah buat laporan ke polisi. Tapi polisi baru bertindak setelah Kayla dinyatakan hilang lebih dari 2x24 jam. Om takut karena Kayla sempet bilang dia merasa diikuti oleh orang nggak dikenal. Om fikir Kayla ikut bersama Kamu Al. Karena waktu itu juga Kayla pulang dengan kamu tengah malam." kata Pak Hans.
Kenzo yang masih berpikir jika Al lah yang membawa Kayla kabur pun terus berusaha untuk menghajar Albizar. Kenzo kembali berhasil mencengkeram kerah baju Albizar.
"Mending loe ngaku aja. Dimana Loe umpetin Adek Gue?." Kenzo sudah bersiap untuk meninju kembali wajah Albizar.
Namun kali ini Albizar tidak ingin diam saja. Dia pun memegang tangan Kenzo yang hampir memukulnya. kali ini kilat mata Albizar pun memancarkan amarah.
"Cukup. Udah cukup loe nuduh Gue tanpa punya bukti. Kalau kemarin Gue diam. Karena gue. Ngaku salah karena nggak langsung anterin kayla pulang tapi ini gue nggak salah. Gue nggak tau dimana adek Loe. Dan Gue nggak terima Loe tuduh gue tanpa alasan." Albizar pun memelintir tangan Kenzo dan mengunci pergerakannya.
Kenzo berusaha berontak. namun tenagan Albizar cukup kuat sehingga Kenzo tidak bisa berkutik.
"Denger ya. kalau loe kayak gini. Gue bisa aja laporin lie ke polisi atas tuduhan penganiayaan dan juga pencemaran nama baik terhadap Al. dan itu bisa bikin loe ngedekam dipenjara. jadi berhenti sebelum kesabaran Gue sama Al habis." kata Bang Rendi.
Kenzo pun mulai tenang. namun sorot matanya masih menaruh dendam terhadap Albizar. Albizar punelepaskan Kenzo. dan Kenzo pun berjalan mendekat pada Pak Hans.
"Maafkan sikap Ken ya Al. Rasa khawatir Kenzo terhadap Kayla membuatnya sulit mengendalikan emosinya. Jujur sebenarnya bukan hanya Kenzo yang khawatir Saya pun merasa sangat amat takut jika hal buruk terjadi pada Kayla." kata Pak Hans.
"Saya tau Bapak dan Keluarga pasti saat ini sangat khawatir sama Kayla. Tapi berulang kali pun kalian menanyakan keberadaan Kayla sama Saya jawaban saya tetap sama. Saya tidak tau. Sedari pulang sekolah kemarin saya dan mereka langsung pergi ke Sentul untuk ikut lomba. dan semenjak putra Bapak Kenzo memukul saya malam itu saya sudah putuskan saya tidak ingin terlibat urusan apapun dengan putri Bapak dan juga sekeluarga. jadi rasanya percuma bapak dan Ken terus mendesak saya." kata Albizar.
Mendengar jawaban Albizar yang tegas tanpa rasa takut dan ragu membuat Pak Hanz dan Kenzo merasa lemas dan putus asa.
"Ya sudah sekali lagi saya dan Kenzo minta maaf karena kami sudah mengganggu waktu kamu dan membuat kamu tidak nyaman. dan nanti jika kamu mendapat kabar tentang Kayla tolong hubungi saya. Saya permisi" kata Pak Hans.
__ADS_1
Pak Hans dan Kenzo pun pergi meninggalkan bengkel.