Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
apakah Amarah mengalahkan nurani?


__ADS_3

Albizar tidak menghiraukan kata-kata Kayla. justru Albizar nekat duduk disisi Kayla. hal ini membuat Kayla semakin memeluk erat kedua lututnya. Albizar terus menatap kearah Kayla. tatapan teduh Albizar tidak mbuat Kayla merasa terbuai. justru membuat Kayla merasa waspada.


"Loe ngapain duduk disini. keluar Al" kata Kayla berusaha menyembunyikan rasa gugupnya. .


Albizar Diam. Albizar semakin mendekat.


"stop Al. diam disitu! . inget ya kita udah sepakat. jangan pernah mikir buat macem-macem. keluar Al" kata Kayla yang berusa sekuat mungkin menutupi kekhawatirannya.


Sebetulnya sakit rasanya saat wanita yang kita cintai bahkan menolak kehadiran kita. tapi Albizar berusaha menutupinya dibalik sikapnya yang dingin.


"Diem Kay! " kata Albizar dengan tatapan dingin menghunus kedalam hati.


bak terhipnotis. Kayla langsung diam dan tidak lagi mengoceh.


"Gue bakal pergi. tapi.." kata Albizar.


"Tapi apa?" tanya Kayla.


"Gue bakal pergi setelah Gue pastiin kalau Loe bener-bener nggak demam dan keadaan Loe emang baik." kata Albizar


Tanpa permisi Albizar meletakkan punggung tangannya didahi Kayla. seakan tersetrum. ada desiran aneh menyelusup kedalam perasaan Kayla. Kayla berusaha menyembunyikan rasa gugup yang menyerangnya dan berusaha menepisnya. Kayla memalingkan wajahnya. melihat ini Albizar berfikir jika Kayla benar-benar membencinya sehingga enggan menatap wajahnya.


setelah memastikan keadaan kayla baik. Albizar langsung bangun.


"Loe bener. Loe sehat. maaf Gue ganggu Loe. Gue cuma mau mastiin aja. Gue keluar." kata Albizar.


Albizar pun memutuskan keluar dari kamar Kayla. dengan perasaan berkecamuk. Albizar memilih untuk keluar dan tidak mengusik Kayla lagi. sementara Kayla terus menatap kepergian Albizar.


(Fisik Gue emang sehat. tapi hati dan perasaan gue hancur lebur. sampe Gue sendiri nggak yakin bisa nyembuhin perasaan Gue ini apa nggak? ) batin Kayla.


setelah hampir setengah jam semenjak Albizar keluar dari kamarnya Kayla. terdengar ketukan pintu. Kayla tidak menyahut karena dia berfikir jika itu adalah Albizar.


" Kay, kamu udah tidur?. ini Kakak. Kak Kesya. boleh Kakak masuk?" mendenar suarateriakan dari balik


Saat mendengar suara Keta yang berada dibalik pintu seketika perasaan Kayla menjadi senang. akhirnya sang kakak kembali. Kayla pun segera bangkit dan membuka pintu kamarnya.


"Kakak.." kayla teriak kegirangan sambil memeluk sang kakak.


Kesya pun membalas pelukan hangat


" Kakak pulang? kenapa kakak nggak bilang sih kalau kakak mau pulang?" kata Kayla sambil cemberut.


"sebenarnya Kakak cuman 3 hari disini untuk operasi besar pasien yang kakak tangani. setelah itu kakak bakal kembali lagi untuk tugas kesana." kata Kesya.


"Kenapa nggak bilang?. kan Kay bisa jemput Kakak dibandara." kata Kayla.

__ADS_1


"Kakak sebenernya pulang dari pagi. cuman kakak langsung ke rumah sakit karena ada rapat besar bersama para dokter." jelas Kayla.


"Yaudah . Mumpung Kakak lagi disini. Kakak harus tidur dikamar Aku " kata Kayla. sambil menarik Kesya untuk masuk kedalam.


"Tidur sama Kamu? Terus Al gimana?" tanya Kesya memancing Kayla.


Kayla diam. Dia berusaha untuk mencari Alasan.


"Biar Al tidur diluar dulu. lagian kan kakak disini cuman tiga hari. Kay kangen banget pengen ngobrol-ngobrol. kangen curhat-curhat bareng Kakak. mau ya.. please..." kata Kayla terus membujuk sang kakak.


"Emmm... Yaudah deh.. tapi kamu ya yang ngomong sama Al. kalau Al setuju baru deh kakak tidur bareng kamu" kata Kesya ingin menge tes Kayla.


Kayla pun panik. Dia tidak mungkin izin sama Al. sementara mereka baru saja berdebat. melihat sang adik yang tidak bergeming Kesya tau jika sang adik berat untuk melakukan itu.


"Gimana mau nggak?" tanya Kesya.


Kayla tetap diam.


Melihat sang adik yang tidak kunjung memberikan jawaban Kesya pun berdiri.


"Kakak mau kemana?" tanya Kayla.


"Mau ambil minum dulu " kata Kesya.


"Tapi kesini lagi kan?" tanya Kayla.


Malam ini Kesya pun memenuhi permintaan sang adik untuk tidur bersamanya. Mereka menghabiskan waktu malam untuk saling bercerita. dan Kesya berusaha mengorek informasi dari sang adik. dan Kayla seperti menyembunyikan hal dari sang kakak. Kayla tidak ingin sang kakak mengetahui permasalahannya dengan Albizar.


...****************...


Langkah kaki Kayla melambat saat sudah memasuki meja makan untuk sarapan. terlihat Albizar sudah duduk disalah satu kursi makan. dan juga terlihat simbok sedang menyiapkan sarapan.


"Pagi Non Kay. pagi Non Kesya." sapa simbok


"Pagi Mbok." jawab Kayla dan Kesya kompak.


"silahkan sarapan Non" kata simbok


"Makasih Mbok"


Simbok pun pergi kebelakang. Seketika suasana dimeja makan terasa hening. tidak ada obrolan ringan seperti biasanya. Kesya diam-diam melirik kearah Kayla dan juga Albizar. keduanya nampak canggung. Kesya sedih melihat hal ini.


"gimana Kaki sama Bahu Kamu Al?" tanya Kesya memecah keheningan sambil mulai mengoles roti tawarnya.


"sudah lebih baik Kak. butuh waktu untuk bisa normal." Kata Albizar

__ADS_1


"Kamu yakin mau berangkat sekolah? apa kaki kamu sudah benar-benar kuat?" kata Kesya memastikan.


"Iya Kak."


" Kakak denger dari Dokter Ryan retak kaki kamu cukup parah dan cidera bahu kamu juga lumayan. butuh waktu lama dan kamu harus rutin terapi. bener gitu?" kata Kesya.


Kesya sengaja memancing pembicaraan mengenai kesehatan Albizar agar sang adik peka dan tau mengenai kondisi suaminya. Kayla sempat melihat kearah Albizar setelah mendengar kata-kata dari Kesya. Kayla menjadi khawatir. Dia tidak tau kalau kondisi Albizar separah itu. ingin Kayla bertanya namun gengsi mengalahkan segalanya.


Melihat Kayla yang tak kunjung memberi tanggapan membuat Kesya gemas pada sang adik. apa seburuk itu kah masalah mereka.


"Hari ini kamu ada jadwal terapi?" tanya Kesya.


Albizar mengangguk.


"Oh.. sayangnya Kakak hari ini sibuk banget sama pasien-pasien kakak. tapi kalau kamu sendirian terapi nggak ada yang nemenin kasian kamu juga ya" kata Kesya sekana memberikan kode


"Nggak apa kak. cuman terapi biasa aja kok. Al bisa sendiri" kata Albizar.


"Tetep aja Al. harusnya kamu ditemenin sama seseorang" kata Kesya sambil melirik ke arah Kayla


Kayla masih enggan berbicara. membuat Kesya gemas sekali.


"Dek. pulang sekolah kamu ada acara nggak?" kata Kesya.


"belum tau Kak. kenapa" kata Kayla.


"Kamu bisa kan Temenin Al buat terapi sepulang sekolah nanti?" kata Kesya.


Sengaja Kesya meminta Kayla untuk menemani Albizar. mengingat sang adik yang tidak peka dan tidak berinisiatif sama sekali untuk menemani Albizar. terpaksa Kesya meminta Kayla untuk menemani Albizar.


Mendengar perintah sang kakak. Kayla menjadi bingung. Dia sendiri khawatir dengan kondisi Albizar. tapi mengingat perlakuan Albizar rasa kecewanya masih sangat besar. melihat Kayla yang tak kunjung menjawab. membuat Albizar yakin jika Kayla sebenarnya keberatan. tidak ingin menekan dan membuat Kayla tidak nyaman terpaksa Albizar harus memberikan alasan pada Kesya.


"nggak apa Kak. Al sendiri juga bisa. mungkin Kayla ada urusan. jadi Kakak jangan memaksa Kay ya." kata Albizar.


"Enggak Al. semalam Kakak liat kamu meringis kesakitan di kaki kamu. dan ternyata siang tadi kamu sempet mengaduh kesakitan kan dirumah kamu. kakak tau dari Zahra. dia cerita kalau luka kamu basah lagi gara-gara kamu maksain pergi kesekolah dan dilanjut terapi. kamu terlalu maksain diri kamu. yang ada bukan semakin sembuh malah semakin memperparah keadaan kamu. sebenernya kakak pengen ngelarang kamu buat berangkat sekolah. tapi kamu tetap bersikeras ingin sekolah. dan kakak nggak bisa cegah kamu. tapi jujur kakak bener-bener nggak tenang. kondisi kaki kamu belum pulih. kamu mau maksain sekolah. dan setelah itu pergi terapi tanpa diantar." kata Kesya.


"Makasih Kak udah perduli. tapi Al yakin kalau Al bisa." kata Albizar


"Oke. kalau kamu maksain tapi kamu kesekolah bareng Kayla . dan Kayla harus temenin kamu terapi. gimana Kay kamu bisa kan?" kata Kesya.


Kayla bingung.


"kenapa Kay? kamu nggak mau?. kamu beneran nggak mau bantuin laki-laki yang sekarang statusnya sebagai suami kamu?. kamu nggak mau nolongin laki-laki yang selama ini perduli sama kamu. laki-laki yang selalu ada but nolongin Kamu. apa rasa kecewamu mengalahkan nurani kamu?" kata Kesya geram pada Sang adik.


Melihat dan mendengar Kesya memojokan Kayla membuat hati Albizar panas. walau dia sedih karena Kayla ternyata tidak perduli padanya. tapi dia juga tidak bisa melihat Kayla yang seperti ini.

__ADS_1


"Nggak apa-apa kak. Al sendiri aja. jangan nyalahin Kay apa lagi maksa Kay. biarin Kay lakuin sesuai kemauan dia senyaman dia." kata Al.


mendengar lagi-lagi Albizar terus membela Kayla membuat Kesya semakin yakin jika Albizar sungguh-sungguh menyayangi Kayla. namun dia bingung Kayla bukan orang yang tidak tau terima kasih. tapi kenapa sekarang terlihat dia tidak perduli pada orang yang berulang kali sudah menyelamatkannya. separah itu kah hubungan mereka hancur. Apakah Amarahnya mengalahkan nuraninya?


__ADS_2