Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Apa boleh menjenguknya?


__ADS_3

"Istirahat yuk." ajak Bastian.


"Duluan aja. Nanti gue nyusul. Gue ke perpus dulu balikin nih buku." kata Albizar.


"sip."


Bastian dan Iqbal pun pergi lebih dulu ke kantin. Albizar berjalan ke arah perpustakaan sekolah.


"Naz.. Kay belum sekolah juga. Udah seminggu Kay ngurung diri dikamar. Kasian Gue sama Kay. Gimana ya caranya biar Kay mau keluar kamar. Kalau gini terus bisa-bisa dia ketinggalan pelajaran." Kata Kintan.


"Kayla masih trauma. Dia sampe nggak ketemu sama orang lain selain keluarganya. kita berdua aja yang Sahabatnya kalau datang dia tetep nggak mau ngomong sama kita." kata Syahnaz


Albizar yang berjalan dibelakang mereka pun ikut mendengar pembicaraan mereka.


"Apa kondisi dia separah itu?" Albizar bertanya-tanya.


Albizar pun melanjutkan perjalanannya ke perpustakaan. Setelah itu Dia kekantin menyusul teman-temannya.


"Lama banget si Loe. tuh bakso Loe keburu dingin." kata Bastian.


"Thanks " Albizar pun duduk dan kemudian mulai memakan basonya yang sudah dipesankan lebih dulu oleh temannya.


"Al.. Loe tau nggak si Kayla sampe sekarang belom masuk sekolah tau?. kata temen sekelasnya sih dia lagi dirumah neneknya yang lagi sakit. Tapi ya Gue denger dari Syahnaz sama Kintan kalau dia itu ada dirumahnya. Dia ngurung diri dikamarnya. kayaknya keluarganya nutupin kejadian kemaren deh dari pihak sekolah." kata Bastian.


"Sumpah Gue jadi kepikiran deh sama si Kayla." kata Iqbal.


"Kepikiran kenapa Loe? sejak kapan Loe mikirin Kayla?. jangan bilang Loe naksir si Kayla ya?. Loe suka ya sama Dia?" kata Bastian.


"Yey siapa yang nggak suka sama cewek cantik bening kayak Kayla. Tapi gue bukan orang yang suka nikung temen dari belakang kali. lagian suka gua yan cuma sekedar aja bukan yang gimana. " kata Iqbal sambil memberikan kode untuk menyindir Albizar.


Albizar yang merasa sedang disindir diam saja.


" Yey dikira gitu.... Bagus deh kalau Loe tau diri. oh ya tapi jujur gue juga kepikiran sama Kayla Apa kondisinya seburuk itu ya sampe nggak mau keluar kamar " kata Bastian.


"Ya pantes sih kalau Dia sampe murung diri. pasti ia trauma banget. secara disekep tarus hampir aja dia di........" kata Iqbal. belum sempat melanjutkan perkataannya mulutnya sudah lebih dulu dibekap Bastian.


"Jangan berisik. Jangan ngomongin itu. Nanti kalau ada yang denger gimana. Bisa jadi gosip entar. Sadar nggak sih keluarganya aja nutupin ini dari pihak sekolah biar nggak ada gosip. kasian kan dia " kata Bastian.


"Iya sorry" kata Iqbal setelah berhasil melepaskan tangan Bastian dari mulutnya.

__ADS_1


Bastian dan Iqbal saling melirik melihat Albizar yang masih tidak berkomentar apapun. mereka geleng-geleng kepala melihat sikap temannya itu yang terbilang sangat cuek dan acuh dengan pembahasan mereka tentang Kayla.


"Al. Loe Kok diem aja sih. ngomong kek" kata Bastian kesal.


"Terus Gue harus ngomong apa?. itu bukan urusan Gue. Tugas gue cuma sebatas nolong Dia dan setelahnya biar keluarganya yang bantu dia buat ngatasi traumanya Dia. udah cukup Gue ikut campur urusan Dia. Gue mau fokus sama masa depan gue dan Adek-adek Gue. terlebih Loe pada tau Gue juga harus fokus sama kerjaan Gue." kata Albizar membela diri.


Bastian dan Iqbal pun diam. Apa yang dikatakan Albizar benar juga. biar bagaimanapun juga tugas Albizar udah selesai. kini tinggal bagian keluaranya Yanga harus berjuang membantu Kayla mengatasi traumanya.


...****************...


kringg....


Seluruh siswa Pelita Insani berhambur dari ruang kelasnya. mereka sangat senang karena bel pulang sekolah sudah berbunyi. Albizar, Bastian dan juga Iqbal pun keluar bersama dari kelasnya. saat melewati ruang kepala sekolah mereka berpapasan dengan Pak Hans yang baru saja keluar dari ruang kepala sekolah.


"Al, Bastian, Iqbal." sapa Pak Hans.


"Selamat siang Pak." Sapa mereka bertiga.


Albizar yang terbiasa mencium tangan orang yang lebih tua saat bertemu pun . Mengulurkan tanganya untuk mencium tangan Pak Hans. Pak Hans pun kagum dengan sikap dna tata Krama Albizar ini.


"Sepulang sekolah ini kalian ada waktu? ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian" kata Pak Hans.


"Bisa Pak. tapi hanya sebentar. jam 5 nanti saya harus kerja." kata Albizar


"Iya nggak apa-apa. Terimakasih sudah meluangkan waktu. Kita bicara di taman sekolah." kata Pak Hans.


Mereka pun mengangguk. Albizar dan teman-temannya mengikuti pak Hans dari belakang. sesampainya di taman halaman belakang sekolah Pak Hans duduk di bangku panjang yang ada disana.


"Duduk lah." kata Pak Hans.


Karena dirasa bangku itu tidak akan cukup diduduki oleh mereka akhirnya mereka memilih duduk dibawah.


"Kenapa duduk dibawah?" tanya pak Hans.


"Nggak apa-apa Pak kia duduk dibawah aja." kata Iqbal.


"Baiklah" kata Pak Hans.


Pak Hans terlihat lemas. Seperti banyak masalah yang sedang mengganggu pikirannya. Pak Hans terlihat melamun. Albizar dan teman-temannya masih menunggu apa yang akan di bicarakan Pak Hans.

__ADS_1


"Pak Hans nggak apa-apa? sepertinya bapak kurang sehat. dari tadi bapak melamun." kata Iqbal.


"Saya nggak apa-apa Bal. Saya hanya kecapean dan lagi banyak pikiran terlebih apa yang baru saja menimpa Kayla." kata Pak Hans.


"Oh ya Om. Gimana keadaan Kayla? Dia nggak masuk seminggu. Temen sekelasnya bilang Kay lagi pergi kerumah neneknya. Tapi kita sempet dengar dari Syahnaz dan Kintan yang ngobrol berdua kalau Kayla ngurung diri dikamar." tanya Bastian.


"Yang kalian denger dari Syahnaz dan Kintan itu bener. Hanya aja om sengaja tidak memberitahu hal yang menimpa Kayla pada pihak sekolah. Om tidak ingin nantinya ini akan jadi bahan gosip. Semenjak pulang Kayla berubah. Dia jadi pendiam, pemurung dan juga nggak mau keluar kamar. Bahkan saya sama Mamanya Kay sering denger diam-diam Kay sering nangis dan ketakutan. Tapi saat kita samperin Kay selalu bersikap seakan dia baik-baik aja." kata Pak Hans.


jadi karena itu Kayla belum masuk sekolah.?" tanya Iqbal.


"Iya. Kayla nggak mau keluar. Bahkan saat diajak keluar atau sekedar ngobrol Kayla tidak menggubris kita. Tatapannya penuh dengan ketakutan. Seakan dia ngerasa ada yang mengawasi. Ya mungkin karena kejadian itu buat dia trauma. Saya sendiri sudah mengajaknya berkonsultasi dengan psikiater. tapi tidak ada perubahan." kata Pak Hans.


Albizar dan teman-temannya terus mendengarkan cerita pak Hans. Mereka tidak menyangka jika Kayla akan seperti ini.


"Setiap malam kami selalu berjaga karena Kayla akan selalu teriak ketakutan. Bahkan saat keadaan sulit dikendalikan Kesya terpaksa menyuntik bius Kayla dengan obat penenang. Sakit rasanya melihat Kayla yang ceria dan selalu tertawa kini jadi murung dan sering histeris." kata Pak Hans terlihat putus asa.


Bastian dan Iqbal kehabisan kata-kata mereka ikut prihatin atas apa yang menimpa Kayla.


"Apa Saya boleh menjenguknya Pak?" Tiba-tiba Albizar meminta izin untuk menjenguk Kayla.


Mendengar permintaan Albizar. Bastian dan Iqbal tidkay menyangka. Albizar yang cuek dan terkenal padat jadwalnya ingin meluangkan waktunya menjenguk Kayla. Yang notabennya wania yang paling dihindari Al. Bahkan Albizar sendiri sudah menegaskan tidak ingin ikut campur dengan urusan Kayla dan keluarganya. itu sebabnya mendengar permintaan Albizar itu membuat mereka heran.


Mendengar permintaan Albizar membuat Pak Hans senang. Sebetulnya alasan dia ingin berbicara dengan mereka karena dia ingin meminta Albizar untuk datang kerumahnya melihat kondisinya. berharap dengan kehadiran Albizar bisa membuat Kayla lebih baik lagi. Terlebih Dia mendapatkan saran dari psikiater yang menangani Kayla untuk mempertemukan Albizar dengan Kayla. karena Kayla sering menyebut nama Albizar saat sedang konsultasi.


"Kamu serius ingin menjenguk Kayla?" tanya pak Hans memastikan.


"Iya. Itupun jika di izinkan oleh Bapak dan keluarga." kata Albizar.


"Tentu. Tentu boleh. Terimakasih banyak." kata Pak Hans langsung mengiyakan.


"Sama-sama." kata Albizar.


"Kapan kamu mau menjenguk Kayla?" tanya pak Hans.


"Sekarang. Selagi ada waktu. Sebelum saya kerja." kata Albizar.


"Baiklah. Ayo kita kerumah saya sekarang." kata Pak Hans.


Sementara itu Bastian dan Iqbal masih tidak menyangka dengan keputusan Albizar. Kenapa tiba-tiba Albizar ingin melihat keadaan Kayla?. sedangkan sedari siang Albizar terlihat tidak perduli saat mereka membicarakan tentang Kayla. Kini justru Albizar yang meminta izin untuk menjenguk Kayla. Meskipun begitu mereka senang setidaknya mereka merasa jika Albizar bukan orang kejam. dia masih punya rasa empati pada orang lain. Merekapun pergi kerumah keluarga Pak Hans.

__ADS_1


__ADS_2