Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Pura-pura SAKIT.


__ADS_3

"Biar saya aja Bu yak kompresin Kay" kata Albizar.


Lagi-lagi tingkah Al membuat semua orang heran. penjaga UKS pun di buat heran. Karena Dia juga kenal betul Albizar Yusuf. Siswa berprestasi SMA Pelita Insani yang terkenal dingin dan tegas tidak perduli sama urusan orang terutama siswi wanita. kini seorang Albizar menawarkan diri untuk membantu mengompres seorang Kayla.


"Kamu yakin?" tanya ibu penjaga .


"Iya. Boleh?" kata Albizar.


ibu itu pun memberikan mangkok yang sudah berisi air hangat dan juga kain untuk mengompres. sementara Syahnaz dan Kintan masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


"Ibu permisi dulu. ibu tunggu di sana. Kalau perlu apa-apa panggil aja." kata ibu itu.


Albizar membawa mangkok itu kedekat ranjang dan meletakannya di atas lemari kecil yang ada disamping ranjang. Albizar memeras kain tersebut lalu meletakkannya didahi Kayla. Sementara Kayla masih tidak sadarkan diri. dan kening Kayla masih terasa panas. Setelah mengompres Albizar duduk disamping Kayla.


Syahnaz dan Kintan masih tetap setia menunggu Kayla.


"Boleh gue tanya sesuatu sama Loe?" tanya Kintan.


Albizar diam.


"Kenapa Loe masih stay disini. Dan kenapa Loe perduli sama Kayla?" kata Syahnaz.


Kintan menyenggol Syahnaz.


"Kenapa Loe nanya gitu sih?" kata Kintan berbisik.


"Biarin. emang kenapa sih?" kata Syahnaz berbisik.


Albizar memperhatikan sikap mereka yang berbisik didepannya.


Tetttt... teeetttt...


Bel istirahat berbunyi.


"Loe berdua nggak ke kantin?" tanya Albizar.


"Maksudnya?" tanya Kintan.


"Loe berdua nggak istirahat?" tanya Albizar.


Kintan dan Syahnaz bingung. Sebenarnya mereka lapar. Tapi mereka nggak bisa ninggalin Kayla saat Kayla masih pingsan.


"Tenang Kayla Gue yang jagain. Loe berdua istirahat aja. Sekalian minta tolong beliin air sama makanan juga buat Kintan." kata Albizar.


Mereka ragu buat ninggalin Kayla berduaan dengan Albizar.


"Kalau kalian disini aja nanti keburu Bel masuk. " kata Albizar menyadarkan mereka.


"Yaudah. tapi Loe janji bakal jagain Kayla kan?!" kata Kintan.


"Awas loe. Berani macem-macemin Kayla. Gue laporin Loe kepihak sekolah sama keluarganya." ancam Syahnaz.


"Gue lebih sayang sama masa depan Gue." kata Albizar.


Dengan perasaan ragu Syahnaz dan Kintan pun meninggalkan Kayla diruang UKS.


Albizar terus memperhatikan wajah Kayla. tanpa sadar Albizar tersenyum.


"Dasar keras kepala. udah tau sakit tapi tetep maksain buat ikut ambil nilai." kata Albizar berbicara pada Kayla yang masih pingsan.


Albizar berjalan mendekati Kayla. Tanpa sadar Albizar tersenyum saat terus menatap Kayla yang masih tidak sadarkan diri. Albizar menyelipkan helaian rambut yang menutupi wajah Kayla kebelakang telinga Kayla.


"Cantik." Albizar bergumam dan hampir tidak terdengar.


"ekheemm.."


Suara deheman memecah lamunan Albizar yang terus memperhatikan Kayla. Albizar segera memasang tampang dinginnya. Albizar berbalik badan dan melihat kedua sahabatnya datang.

__ADS_1


"Loe berdua?" kata Albizar.


"Nih. kita bawain Loe makanan, roti sama air. Kita tau loe laper dan masih nunggu Kayla. nih makan." Kata Bastian.


Albizar mengambil bungkus makanan yang dibawa Bastian.


"Gimana Kayla belom sadar?" tanya Iqbal.


Albizar menggelengkan kepala. Albizar membuka bungkus makanan itu.


"Loe pada udah makan?" tanya Albizar.


"Belom" kata Iqbal.


"Yaudah kita makan bareng." kata Albizar.


Mereka pun mulai membuka makanan tersebut. Saat akan makan, Syahnaz dan Kintan datang dengan membawa beberapa makanan.


"Loh kalian ngapain disini?" tanya Kintan


"Ya kiay mau kasih makanan lah ke Al. Emang Loe berdua aja yang perduli sama sahabat Loe. kita juga sama. Kita tau Al belom makan makanya Kita bawain makanan buat Dia" kata Bastian.


"Ohh.. " Kata Kintan.


Syahnaz dna Kintan pun meletakan roti, air dan obat untuk Kayla di atas meja yang ada disamping ranjang Kayla.


"Loe berdua udah makan?" tanya Iqbal.


Syahnaz dan Kintan mengeglengkan kepala.


"Yaudah sini gabung. Kita juga beli banyak makanan. kita tau Loe berdua juga pasti nggak mikirin makanan buat Loe berdua. karena Loe berdua terlalu khawatir sama Kayla. udah sini." kata Iqbal.


Syahnaz dan Kintan pun bergabung dengan Bastian, Iqbal dan Albizar.


"Al, Loe suka ya sama Kayla.?" kata Bastian.


"Pelan-pelan atuh. Nggak usah pake salting segala " kata Iqbal.


Syahnaz dan Kintan mengulum senyum. ternyata dugaan mereka sama.


"Udah kalau suka bilang aja. Gengsi amat mas" kata Bastian.


"Ngaco Loe. Jangan ngada-ngada Loe." kata Albizar


"Kita tau kok. Lagian keliatan juga kali. Ya kan Naz, Tan. Kalian juga pasti mikir hal yang sama kan?" kata Bastian.


Syahnaz dan Kintan mengangguk.


" Iya lagian kalau Loe nggak suka sama Kayla nggak mungkin Loe mau gendong Kayla waktu Dia pingsan. Apa lagi sampe mau nungguin Dia." kata Iqbal.


"iya Kita juga heran. seorang Albizar yang terkenal dingin mau nunggu cewek yang sakit di UKS." kata Kintan.


teeetttt... teeetttt....


bel masuk berbunyi.


ibu petugan pun menghampii mereka.


"Bel masuk udah bunyi. kalian masuk kekelas kalian masing-masing." kata ibu itu


"Tapi Bu Kayla gimana?. boleh ya kita tungguin Kayla." kata Syahnaz.


"udah kalian ke kelas aja. Nanti Kayla biar ibu yang nungguin." kata ibu itu.


"Gimana dong?. Mana abis ini Kita ada ulangan Kimia lagi. Tapi masa kita tinggalin Kayla. terus dia ulangan susulan sendirian." kata Syahnaz.


"Ya terus gimana?" tanya Kintan.

__ADS_1


"Udah kalian masuk kekelas kalian. Dari pada kalian telas masuk kelas dan kena hukum sama guru kalian. Udah tunggu apa lagi?. Apa kalian nunggu sampe di hukum?" kata ibu penjaga UKS itu.


"Ya udah Bu. Kita ke kelas dulu kalau gitu. Makasih Bu. assalamualaikum" Albizar, Bastian dan Iqbal memutuskan kembali ke kelas mereka.


Kemudian Syahnaz dan Kintan pun terpaksa menyusul.


"Ya udah Bu kita ke kelas ya. tapi kita titip Kayla ya Bu." kata Syahnaz. sebelum kembali kelasnya Syahnaz menitipkan Kayla pada ibu penjaga UKS.


...****************...


"Aduhh.." kata Albizar sambil memegangi perutnya


"Loe kenapa Al?" Tanya Iqbal.


"Ssshhh.... perut Gue sakit banget ini." kata Albizar sambil meringis kesakitan.


"Sakit gimana? perasaan tadi Loe nggak kenapa-kenapa. Kok tiba-tiba sakit." kata Iqbal.


"Nggak tau Gue juga " Albizar terus meringis kesakitan sambil memegang perutnya.


"Loe seriusan? Apa tadi jangan jangan Siomaynya kepedesan? makanya perut Loe jadi sakit" kata Iqbal.


"Loe berdua berisik. Kenapa sih?" kata Bastia berbisik dari kursinya.


"Perut Al kesakitan tuh." kata Iqbal.


"Serius. Kok bisa?" tanya Bastian heran.


"Kayaknya gara-gara tadi salah makan siomay. harusnya siomay Gue yang pedes itu buat Gue.. Tapi malah ketuker. Pantes aja Gue ngerasa siomay Gue nggak pedes." kata Iqbal.


"Ya elah. Ada-ada aja sih. Mana Kita mau ulangan kimia lagi. Loe kuat nggak Al?" kata Bastian khawatir liat Albizar yang meringis kesakitan.


"Ada apa Al, Bastian, Iqbal. kenapa kalian ribut?" kata Bu Yeyet.


"Gini Bu. Al sakit. Perut Dia sakit. Dari tadi Dia meringis kesakitan pegangin perutnya." kata Iqbal.


"Kamu kenapa Al?" kata Bu Yeyet.


"Perut Saya sakit banget Bu. Saya benar-benar nggak kuat Bu. Rasanya sakit banget." kata Albizar. meringis kesakitan.


Bu Yeyet dan para siswa kelas XI-IPA2 panik. Untuk pertama kalianya Albizar meringis kesakitan seperti sekarang.


"Yaudah. Bastian, Iqbal. Kalian anterin Al ke UKS. Kamu istirahat di UKS aja Al. Minum obat. Kalian berdua setelah antar Al, kalian berdua balik lagi. kita ada ulangan hari ini." kata Bu Yeyet.


"Terus ulangan Saya gimana Bu?" tanya Albizar.


"Kamu ulangan susulan aja. Lagian Kamu juga nggak bisa kan ikut ulangan kalau kondisi kamu kesakitan kayak gini?" kata Bu Yeyet.


Albizar mengangguk. Bastian dan Iqbal pun mengantarkan Albizar ke UKS.


"Loe beneran nggak apa-apa kita tinggal?" tanya Bastian memastikan.


"Iya nggak apa-apa. Thanks ya. Lagian tadi Gue udah minum obat yang dikasih ibu Eni. oh ya good luck ya ulangannya" kata Albizar.


"Ya udah kita kekelas ya. Loe istirahat aja." kata Iqbal.


"Oke. thank ya." kata Albizar.


Albizar berbaring diranjang UKS. Ranjang tempat Albizar bersebelahan dengan Kayla dan hanya dibatasi tirai penutup saja. Albizar pun membuka tirai pembatas tersebut dan melihat Kayla masih belum sadarkan diri. Albizar turun dari ranjangnya. dan memeriksa kembali kening Kayla. Panasnya sudah mulai turun. Tapi cairan infusnya masih setengah.


"Loe pingsannya lama banget sih." kata Albizar ngomong sendiri. sambil terus menatap Kayla.


"Gara-gara Loe gue harus pura-pura sakit cuman buat bisa mastiin keadaan Loe dan nemenin Loe disini." kata Albizar ngomong pada Kayla yang masih pingsan.


Albizar tersenyum sendiri.


"Al.. Al.. Bisa-bisanya Loe pura-pura sakit cuman buat nemenin Dia disini dan karena nggak mau liat Dia ulangan susulan kimia sendirian. Udah konslet kayaknya otak Loe" kata Albizar. sendiri menertawakan tingkahnya yang konyol.

__ADS_1


__ADS_2