
"Maaf Kay".Kata Albizar.
Kayla masih tidak mengatakan apapun. Albizar pun mendekat. dan saat sudah dekat Albizar melihat Kayla yang sudah memejamkan matanya. terliht jika Kayla sudah terlelap. Dengan perasaan kecewa bercampur rasa bersalah. Albizar memutuskan tidak mengganggu Kayla. Albizar pun memutuskan untuk pergi kekamar mandi membersihkan tubuhnya.
Setelah mendengar suara pintu Kayla membuka kembali matanya. Ya Kayla masih belum tidur. Dia bisa mendengar apa yang dikatakan Albizar tadi. Dia sendiri tidak mengerti kenapa saat ini sulit sekali baginya memaafkan Albizar. dan satu hal yang ingin Dia lakukan saat ini adalah menjauh dari Albizar. namun sayang, itu semua tidak mungkin. dan terpaksa yang bisa Dia lakukan sekarang adalah menghindar.
...****************...
"Kita berangkat sekarang Om?" tanya Kintan.
Saat ini Syahnaz dan Kintan sengaja datang awal karena mereka sudah berniat untuk ikut mengantar orang tua Kayla. karena itu mereka sudah datang sejak pagi. Bahkan mereka akan menginap hingga besok untuk menemani Kayla. kini mereka sedang menunggu Orang tua Kayla yang sedang bersiap.
Sedari tadi Papa Hans dan Mama Via terlihat bingung. Sejak pagi mereka tidak melihat Albizar. bahkan sekarang saat mereka akan pergi Albizar masih belum juga menemui mereka. Terlebih saat ini ada Syahnaz dan juga Kintan. rasanya tidak memungkinkan jika Albizar ikut bergabung bersama. Lalu bagaimana cara mereka akan berpamitan dengan Albizar. Padahal Albizar semalam berjanji akan ikut mengantar mereka ke bandara. tapi jika seperti ini keadaannya tidak memungkinkan jika Albizar ikut mengantar mereka. itu akan membuat Syahnaz dan Kintan curiga bahkan rahasia mereka akan terbongkar.
Papa Hans dan Mama Via saling bertatap-tatapan seakan mereka sedang berbicara dalam pandangan mereka.
"Iya kita berangkat sekarang. keburu kita ketinggalan pesawat nanti." kata Papa Hans.
Mereka pun terpaksa pergi tanpa menemui Albizar terlebih dahulu.
...----------------...
Sesampainya di Bandara mereka semua pun turun. suasana hati Kayla sudah sedih sejak pagi tadi. tapi Kayla sebisa mungkin untuk tidak menunjukannya pada orangtuanya. Kayla pun memeluk Mama Via dengan erat. meskipun berat rasanya meninggalkan sang putri kesayangan tapi mereka tidak ada pilihan lagi.
"Jaga diri baik-baik. Ingat jangan nakal-nakal. kalau ada apa-apa hubungi Mommy. dan harus ingat semua pesen dan nasihat Mommy ya?!.." kata Mama Via.
"Iya Mom. Mommy sama Daddy juga jaga diri kalian baik-baik disana. jaga kesehatan kalian. jangan terlalu diporsir. terus kabarin Kayla ya" kata Kayla.
Kayla pun melepas pelukan sang Mama dan beralih memeluk sang Papa.
__ADS_1
"jangan nangis. nanti ingusnya nempel dibahu Papa." kata Papa Hans sambil meledek Kayla.
"iiihhh.. Daddy mah.." kata Kayla sambil cemberut.
"Hahaha... sini sini" kata Papa Hans sambil menarik Kayla kedalam pelukannya.
Kayla pun memeluk sang Papa dengan erat. berat rasanya harus terpisah dengan kedua orang tua yang selalu memanjakannya. Papa Hans pun memeluk erat sang putri kesayangan. meskipun berat Papa Hans meyakinkan dirinya bahwa Semua akan baik-baik saja. setidaknya Dia sudah menitipkan putri kesayangannya pada laki-laki bertanggung jawab seperti Albizar.
"jaga diri baik-baik ya. ingat patuhi Dia. sekarang kamu adalah kewajiban nya. Papa yakin Dia bakal jagain kamu." kata Papa Hans dengan suara yang pelan yang hanya bisa didengar Kayla.
seketika perasaan Kayla berubah menjadi kesal. sang Papa dan Mama begitu mempercayai Albizar. ingin rasana Kayla mengatakan apa yang terjadi sebenarnya kepada mereka. tapi Kayla ragu. Dia takut keua orang tuanya akan cemas. dan Kayla hanya tersenyum untuk menutupi semuanya.
"Daddy jaga diri baik-baik disana. inget tiap hari Daddy sama Mommy harus telpon Kay. minimal 1 kali sehari. " kata Kayla.
"Siap tuan putri. " kata Papa Hans.
"Iya om pasti. Om sama Tante baik-baik disana jaga kesehatan disana. kalau Om sama Tante sakit pasti Kayla juga bakal sedih." kata Syahnaz.
"Makasih a sayang. kalian udah mau temenin Kayla." kata Mama Via.
"Setelah ini kalian mau langsung pulang atau mau kemana dulu.?" kata Papa Hans.
"Kita mau nonton dulu Pah. ada film baru. abis itu kita pulang deh." kata Kayla.
"Yaudah kalian hati-hati. sekarang Daddy sama Mommy kedalam sekarang ya. sebentar lagi pesawatnya akan berangkat. kalian hati-hati." kata Papa Hans.
Papa Hans dan Mama Via pun masuk kedalam.
"Pah, Mah.."
__ADS_1
Tiba-tiba ada suara Albizar yang memanggil mereka. dan mereka pun berbalik badan. terlihat Albizar sednag berjalan kearah mereka.
"Pah, Mah. Maafin Al ya baru sekarang Al menemui Mama dan Papa. Al lihat Syahnaz dan Kintan dirumah pagi tadi. makanya Al tidak berani menemui Mama dan papa dirumah tadi sebelum berangkat " kata e.
"Iya tidak apa-apa. Papa ngerti kok. Papa nggak nyangka diam-diam kamu juga jaga dan nganterin kami meskipun 77u777dari jauh." kata Papa Hans.
"Iya Pah Mahu. kalian juga kan udah jadi orang tua Aku. jadi udah sepantasnya aku luangin waktu buat anterin kalian." kata Albizar.
Papa Hans dan Mama Via tersenyum.
""Al, papah sama Mama titip Kay ya. jaga dia. jangan biarin ada hal buruk menimpa dia. jaga juga hatinya. papa yakin kamu laki-laki bertanggung jawab dan akan selalu menjaga Kayla " Kata Papa Hans.
Albizar merasa bersalah pada kedua orang tua Kayla. karena tanpa disengaja Dia sudah menyakiti hati Kayla di hari pertama pernikahan Kayla dan Albizar. Walau Albizar tidka berniat melakukannya tapi nyatanya ia tetap menyakiti Kayla.
kini Albizar hanya bisa mengangguk.
"Insyaallah Pah, Mah Albizar akan berusaha jagain Kayla sebaik mungkin" hanya itu yang bisa Albizar janjikan.
"Iya. Papa percaya sama Kamu. Titip Princess Papa. ya..." kata Papa Hans.
Albizar mengangguk.
"Yaudah Papa sama Mama masuk ya. pesawat nya bentar lagi berangkat. assalamualaikum " kata Papa Hans.
Papa Hans dan Mama Via pun masuk kedalam. dan berjalan ketempat pemeriksaan tiket. Albizar pun keluar. ternyata Kayla dan teman-temannya sudah pergi.
"yah dia udah pergi. Yaudah deh. mending sekarang gue ketempat latiha..kebutu couch marah." kata Albizar.
Albizar pun pergi meninggalkan kawasan bandara dan pergi ketempat kerjanya.
__ADS_1