
Albizar baru saja selesai merapihkan buku-bukunya. dan saat akan merebahkan tubuhnya yang sudah merasa sangat lelah karena aktifitas nya yang cukup menguras tenaga mengingat kondisinya yang belum pulih. saat akan tidur Albizar melihat kearah handphonenya yang terdapat notif.
terdapat sebuah pesan yang dikirim dari seseorang. dan Albizar pun membacanya.
[assalamualaikum Al. maaf ganggu bisakah kamu ke rumah sekarang. Kay sakit. dia demam. pansnya tinggi. dan dia terus mengiggau panggil-panggil nama kamu terus]
Setelah membaca pesan itu perasaan Albizar menjadi tidak karuan. Pesan yang dikirim Kesya itu membuat Albizar khawatir. Albizar tau Kesya adalah dokter dia pasti sudah merawat Kayla. tapi kenapa Kesya justru memintanya datang. apa kondisi Kayla separah itu? tak ingin berfikir lama lagi. Albizar langsung menyambar jaketnya. dia segera memesan taksi online melalui ponselnya. Albizar pun keluar dari kamarnya.
"Kakak mau kemana?. ini udah malam loh?" tanya Zahra pada sang kakak yang sudah terlihat rapih.
"Kak Kayla sakit Dek. kakak mau kesana liat kondisinya." kata Albizar
"Astaghfirullah. kak Kayla sakit apa Kak?" tanya Zahra.
"Kaka juga belum tau pastinya. makanya kakak mau liat kesana. kamu jaga rumah sama Adek-adek ya. Kaka pergi dulu. mungkin kakak akan menginap disana" kata Albizar.
"iya kak. tarus kakak kesana naik apa? mau Zahra anter?" kata Zahra
"Nggak usah Dek. Kamu jaga Adek-adek dirumah. Kakak udah pesen taksi online. sekarang mungkin udah Dateng taksinya. Kaka berangkat ya. jaga diri baik-baik. kalau ada apa-apa langsung telpon kakak ya" pesan Albizar pada sang adik
"iya Ka. kakak hati-hati dijalan. jangan lupa kasih kabar ya kak" kata Zahra.
...****************...
"Akhirnya kamu Dateng juga " kata Kesya.
Kesya yang sedari tadi sudah menunggu Albizar diruang tamu. merasa senang saat melihat kehadiran Albizar.
"Kayla gimana Dok." tanya Albizar terlihat khawatir.
__ADS_1
Kesya tersenyum samar saat melihat jelas kekhawatiran diwajah. hal ini membuat Kesya heran dengan hubungan keduanya. menurut informasi yang dia dapat dari semua orang yang dia percaya jika lebih dari dua pekan Albizar tidak pulang kerumah. dan terlihat saat dia bertemu dengan Albizar dirumah sakit sedang menjalani terapi tanpa didampingi Kayla yang notabennya sebagai isteri sah Albizar.
"Kamu lihat sendiri kondisinya dikamar ya. kakak mau istirahat dulu. sekarang gantian tugas kamu menemani Kayla." kata Kesya.
sebenarnya Albizar ingin kekamarnya namu dia merasa tidak bisa kesana. tapi bagaimana dia mengetakannya pada Kesya. Sedangkan tidak ada yang tau mengenai permasalahan mereka berdua.
"sebuah hubungan tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada rasa percaya dan terbuka satu sama lain. dan sebuah masalah tidak bisa diselesaikan jika keduanya hanya saling menghindar. jangan biarkan masalah masalah kecil yang berlarut-larut menghancurkan sebuah hubungan." kata Kesya menasihati.
Jleb.
yang dikatakan Kesya memang benar. Albizar tidak bisa terus menghindar. atau hubungan keduanya akan semakin buruk. walau mungkin Kayla tidak mencintainya. tapi setidaknya hubungan mereka tidak boleh hancur. dan dia tidak bisa menghancurkan harapan banyak orang yang berharap hubungannya dengan Kayla.
"Al ke atas dulu ka." kata Albizar.
Albizar pun pergi kelantai atas. menaiki satu persatu anak tangga sambil harap-harap cemas. semoga kondisi Kayla baik-baik saja, dan semoga hubungannya dengan Kayla bisa membaik.
saat memasuki kamar Kayla. Albizar melihat kaylasudah tidur diranjangnya. dengan segala keberanian yang dia punya. perlahan dia mulai berjalan menghampiri ranjang. Albizar menatap tebuh pada seorang wanita yang kini sedang tertidur pulas. wanita yang sudah bertahta merebut sebagian tempat dihatinya. wanita yang berhasil meruntuhkan ego dan pertahanannya. wanita yang sudah memberikan banyak cerita dihidupnya yang membuat hidupnya tidak monoton.
"Maaf.." lirih Albizar.
Albizar tidak bisa menahan lagi butiran bening yang terus merengek ingin keluar.
"Maaf untuk duka yang tak sengaja aku toreh. aku begitu pengecut hinggak tidak sanggup menatap wajahmu saat ku tau kau tidak menginginkan kehadiran aku didekat mu" kata Albizar masih terus menatap Kayla yang tertidur
"Maaf belum bisa membuatmu bahagia. maaf harus mengikatmu pada hubungan yang sama sekali tidak pernah kamu inginkan. maaf tidak bisa membuatmu bahagia dengan hubungan kita ini" kata Albizar.
sesal yang dia rasakan. bukan karena menikahi Kayla , namun karena dia yang tidak mampu membuat Kayla bahagia.
"Maaf aku tidak bisa melepasmu meskipun kamu memintaku pergi. Amanat orang tuamu yang membuatku tetap ditempat meskipun kamu tidak menginginkan ku. aku akan bertahan sampai orang tuamu kembali. setelah itu jika kamu meminta Aku pergi. akan kupastikan Kamu tidak akan pernah melihatku lagi bahkan aku akan menghilang dari kehidupanmu." kata Albizar
__ADS_1
sungguh perasaan Albizar sudah terlalu dalam pada Kayla. namun dia tidak ingin memaksa Kayla. maka jalan satu-satunya dia akan memberikan ruang untuk hubungan mereka. agar ketika dia benar-benar harus pergi. maka setidaknya rasa sakit itu tidak terlalu menyiksanya.
menatap teduh wajah sang isteri membuat Albizar tergerak untuk mengusap lembut Kayla. tidak bermaksud mengaganggu. namun dia merasa tidak ada kesempatan lain untuk dia bisa menyentuh wanita yang sudah mengisi separuh ruang hatinya.
Kayla yang merasa ada pergerakan. membuatnya terusik dan langsung membuka matanya. dan saat melihat Albizar tepat dihadapan Kayla langsung bangun. sementara Albizar yang kedapatan sedang menyentuh Kayla Yang sedang tertidur merasa tidak enak hati. dia merasa seperti maling yang tertangkap basah
"Loe? Loe ngapain disini?" tanya Kayla.
"Gimana keadaan kamu?" tanya Albizar.
Kayla jengah. bukan menjawab pertanyaannya. justru Albizar bertanya balik.
'Sejak kapan dia perduli?' (batin Kayla).
"Nggak usah sok perduli. lagian Loe ngapain disini?" Kayla yang masih merasa kecewa membuatnya tidak suka dengan kehadiran Albizar.
"Gimana keadaan Kamu? apa demamnya sudah turun?" kata Albizar
Albizar mengulurkan tangannya ingin memeriksa dahi Kayla tapi Kayla memalingkan kepalanya. Albizar pun menarik kembali tangannya.
"nggak usah sok perduli. kemaren-kemaren Loe juga nggak perduli kan?. dan lagi ya gue sehat. gue bisa jaga diri gue sendiri.!" kata Kayla ketus.
Kayla yang sudah terlanjur kecewa dengan semua sikap dan tingkah Albizar membuatnya tidak bisa bersikap lembut. sementara Albizar terus memperhatikan wajah kayla untuk memastikan jawaban Kayla benar atau hanya sekedar menutupinya. melihat wajah Kayla yang tidak lemas dan tidak seperti orang sakit membuat Albizar bingung. lalu siapa yang harus dia percaya. apakah ini semua cuma akal-akalan Kesya aja? apa Kesya tau apa yang terjadi diantara mereka berdua?. jika iya apa yang harus dia lakukan?.
"sekarang jawab. Loe ngapain disini? dari kapan loe disini? Loe nggak niat macem-macem kan?" kata Kayla langsung menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya saja.
melihat pergerakan Kayla. membuat Albizar tersenyum miris. setidak ingin itukah Kayla pada dirinya. tapi Albizar tidak ingin menunjukan kelemahannya. dia ingin menutupinya dengan cara na agar tidak ada yang tau seberapa terlukanya dia dengan sikap Kayla.
" Kenapa? Kamu isteri Aku. sudah seharusnya Aku disini. bahkan jangankan menatap Kamu. bahkan Aku berhak mendapatkan lebih dari itu." kata Albizar degan nada sedikit menjengkelkan.
__ADS_1
Kayla melotot bisa-bisa Albizar berkata seperti itu. hal ini membuat Kayla semakin erat memeluk tubuhnya. dengan tatapan waspada dia seperti rusa yang sedang waspada dari serangan harimau. Kayla juga heran apa yang membuat Albizar seperti ini. mungkinkah dia kebentur sehingga otaknya agak oleng?. Kayla heran apa yang terjadi sampe pria ini ada dikamarnya dan menganggap dia sedang sakit atau ada seseorang yang membohongi pria itu. tapi siapa orang itu.