Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Permintaan Daddy


__ADS_3

"Pah, apa Papa yakin sama keputusan Papa ini?" tanya Mama Via.


sudah lebih dari 5 kali Mama Via menanyakan pertanyaan yang sama kepada sang suami. dalam waktu 2jam ini.


Pak Hans tersenyum. Dia tau apa yang membuat sang isteri khawatir sehingga terus menanyakan pertanyaan yang sama padanya. Pak Hans mencium kening sang isteri. Pak Hans berharap ciuman itu bisa mengurangi sedikit sang isteri


"Mama percaya kan sama Papa?. " bukannya menjawab pertanyaan sang isteri. Pak Hans justru bertanya balik.


"Ya sangat." kata Mama Via tanpa ragu.


"Papa mohon kali ini juga tetap percaya sama Papa. tetap bersama Papa dan dukung keputusan Papa. apa Mama mau?" kata Pak Hans.


"Iya Pah. Selalu. Mama akan selalu dukung keputusan Papa. Karena selama ini Papa tidak penah mengecewakan Mama. Mama tau gimana gigihnya Papa berjuang untuk keluarga kita dan selalu berusaha membuat keluarga kita bahagia." kata Mama Via.


"Terima kasih Mah. Papa bersyukur punya Mama dan anak-anak dalam hidup Papa. kebahagiaan kalian adalah hak kalian yang wajib Papa prioritaskan." kata Pak Hans.


Mama Via memeluk sang suami. Tidak kuasa menahan air matanya. Mama Via menangis dalam pelukan sang suami.


Mama Via tau kesulitan apa yang sedang dihadapi sang suami. Tapi sang suami selalu berusaha yang terbaik untuk keluarga mereka. Tidak pernah sekalipun sang suami mengeluh tentang kondisinya selelah dan sesulit apapun.


"Jangan nangis mah. Senyuman Mama sama anak-anak adalah sumber kekuatan terbesar buat Papa. Jangan pernah tunjukan kelemahan kita, tangisan kita didepan anak-anak ya. kita bisa lewati ini" kata Pak Hans.


Mama Via pun segera menghapus air matanya. berusaha memberikan senyuman tulus pada sang suami.


"Nah gitu dong. kan Mama makin cantik kalau senyum. Mama tau senyuman Mama itu bikin Papa semangat. apa lagi kalau denger Mama bilang 'Papaa.. Aaahhhhh.. aaahhhhh.. ssstttt..' kalau kita lagi olahraga dikamar. Papa suka benget." kata Pak Hans menggoda sang isteri.


"Dasar mesum.!!." kata Mama Via tersipu malu saat digoda oleh sang suami.


Pak Hans tersenyum saat berhasil mangembalikan senyuman dan membuat sang isteri tersipu malu karena dia goda.


"Pah. kalau nanti anak-anak nggak setuju sama keputusan Papa ini. Mama mohon Papa batalin keputusan Papa yah. kita cari cara lain." kata Mama Via.


"Iya mah. Kayak yang Papa bilang sebelumnya. keputusan ini terjadi atas persetujuan anak-anak. terutama Kayla. Biar gimanapun juga Kayla Yang bakal ngejalaninya." kata Pak Hans.


" Terus Kesya gimana Pah?" tanya Papa.


"Keysa udah tau Mah rencana Papa. Dia diam-diam ngikutin anak buah Papa. dan dia tanya langsung ke Papa. Papa udah ceritain ke Kesya." kata Pak Hans.


"Papa cerita tentang rencana Papa ini? X tanya Mama Via.


"Nggak. Papa belum cerita tentang itu. Papa bilang cuman mau cari tau tentang Al. Papa juga sempet tanya ke Kesya tentang perasaan Dia sendiri gimana ke Al.?" tanya Pak Hans


"Terus gimana jawaban Kesya Pah?" tanya Mama Via.


"Dia bilang Dia suka. tapi suka dalam konteks lain. Dia bilang diantara Dia sama Al banyak perbedaannya. Terlebih saat ini fokus dia bukan tentang cinta tapi karir dan keluarga." jawab Pak Hans.


"Papa serius Kesya bilang gitu?. " tanya Mama Via tidak yakin.

__ADS_1


"Iya mah. Kesya juga bilang kalau sebenarnya yang cinta sama Al itu Kayla. ya walaupun Kayla sendiri belum bis ajujur tentang perasaannya. tapi Kesya sangat yakin itu." kata Pak Hans.


"Iya Pah. Mama juga mikirnya gitu. " kata Mama Via


"Kesya bilang Dia punya rencana untuk Kayla dan Al. tapi Papa juga nggak tau apa rencana Kesya. tapi Papa yakin Kesya akan setuju kalau Papa kasih tau rencana Papa. setidaknya Papa tenang sekarang dan tidak merasa bersalah karena Papa udah tau perasaan Kesya gimana " kata Pak Hans.j


" Iya Pah. Mama juga lega.setidaknya hati putri kita nggak Akan ada yang sakit nantinya saat keputusan Papa ini. tapi apa Papa udah cerita tenang masalah diperusahaan kita ke Kesya." kata Mama Via.


"Belum mah. tapi sepertinya Kesya udah tau. kan Mama juga tau meskipun Kesya tidak fokus diperusahaan dan lebih fokus sebagai dokter. Kesya selalu ikut dan periksa laporan perusahaan." kata Pak Hans.


"Iya. Yaudah yuk kita keluar. anak-anak kayaknya udah pada kumpul diruang keluarga." kata Mama Via.


Pak Hans dan Mama Via keluar dari kamar. dan memang benar Kayla Kesya dan juga Kenzo sudah menunggu diruang tamu sambil menonton film. Mereka menghampiri anak-anak. Mama Via duduk didekat Kayla. dan Pak Hans duduk di dekat Kenzo.


"Seru banget sih. lagi pada nonton film apa sih?" kata Mama Via.


"Ini loh mah, Film Milea. kelanjutan film Dilan." kata Kayla.


"owh.."


"Ken, gimana tugas buat KKN kamu?" tanya Pak Hans.


"Lancar Pah. seminggu lagi lah Ken berangkat ke Jogja buat KKN." ka Kenzo.


"Berapa lama kamu disana." tanya Mama Via.


"Sya, kamu jadi dipindahkan tugas ke Lombok buat mimpin rumah sakit disana?" tanya Papa.


"Bentar. Kakak mau dipindah tugas ke Lombok? kok Kakak nggak pernah cerita?" kata Kayla langsung memotong pertanyaan dari sang Mama.


"Iya. Kakak baru dikasih tau kemarin. Kakak baru mau cerita tapi udah keduluan sama Mama." kata Kesya


"Kapan kamu berangkat Sya?" tanya Papa


"Masih dua minggu lagi Pah. Soalnya kan disini ada beberapa jadwal operasi pasien-pasien Aku yang nggak bisa Aku tinggalin gitu aja." kata Kesya.


"Oh.." kata Mama Via.


"Ihh.. Kak Kesya jahat. Mau tinggalin Aku. Terus disini yang nemenin Aku siapa. Kak Ken juga mau KKN 3 bulan. Yaku disini sepi dong " kata Kayla ngambek.


"Kan ada temen-temen kamu. ya kamu bisa sesekali ajak mereka nginep atau kamu yang nginep dirumah mereka. atau solusi lain Ya Kamu mending punya pasangan aja. Kakak yakin nanti kamu nggak akan kesepian deh." kata Kesya.


"Apaan sih Kak. Pasangan apaan gebetan aja nggak ada" kata Kayla


"Lah terus Al gimana? emang kamu nggak suka sama Dia?" kata Kesya memancing.


"Apaan sih kak kok jadi bawa-bawa Al."

__ADS_1


"Kenapa? kamu sendiri yang bilang kan kalau kamu nyaman dan percaya sama Al." kata Kesya.


"Kak.. udah deh jangan ngomongin Dia. lagian kan kita lagi bahas Kakak yang mau pindah kenapa merembet ke Al sih." kata Kayla sambil manyun.


"Cie.. cie.. yang salting." kata Kesya yang menggoda Kayla.


"Kamu suka sama Al dek? manusia kutub itu? kok bisa?" kata Kenzo nimbrung.


"ihh apaan sih. Nggak Kak Ken, nggak Kak Kesya sama aja. kalian nggak jelas deh." kata Kayla.


"Udah.. udah kasian Kay. jangan digodain terus nanti Kay terbang kita susah nahannya." kata Mama Via ikut menggoda sang putri bungsu.


"Ih.. Mommy sama aja." kata Kayla cemberut.


"Anak-anak ada hal penting yang ingin Papa bicarakan sama kalian" kata Pak Hans yang wajahnya berubah menjadi serius.


Kayla dan Kenzo mendapatkan firasat tidak enak. saat melihat betapa seriusnya wajah sang Papa.


"Kalian tau perusahaan Keluarga kita yang ada di LA?" kata Pak Hans.


"Iya Pah. Tau. kan itu salah satu mimpi Papa yang akhirnya bisa papa wujudin 7 tahun lalu. kenapa Pah?" tanya Kenzo.


"Perusahan kita itu dalam fase genting saat ini. Ada masalah internal dan juga eksternal disana. Dan Papa harus segera kesana untuk mengurus dan memperbaiki keadaan disana " kata Pak Hans.


"Ya ampun Pah. Apa kondisinya separah itu?" tanya Kayla


Kesya yang sudah tau hal ini. Tidak heran. Dia sendiri juga sudah mengira apa saja yang akan dibicarakan kedua orang tuannya pada Dia dan adik-adiknya.


"Iya. Sebelum semua keadaan semakin Parah Papa harus tinggal disana untuk waktu yang lama. agar bisa memperbaiki semua kekacauan disana." kata Pak Hans


"Nak ini kondisi yang sangat sulit. yang pernah dialami dalam perusahaan kita. Mama berniat untuk menemani Papa disana. Karena biar bagaimana pun juga Papa sangat membutuhkan support dan kehadiran Mama disana".


"Iya Mah. Kay nggak apa-apa kok. yang penting Papa bisa nyelametin perusahaan kita. itu impian Mama dan Papa. jangan sampe hancur begitu saja. Sudah banyak yang kita korbankan untuk perusahaan itu. kita tidak boleh nyerah gitu aja." Kata Kayla.


Pak Hans dan Mama Via senang karena putri mereka tidak keberatan. Walau pun begitu dia tetap tidak tenang harus meninggalkan Kayla dirumah hanya ditemani pembantu dan juga satpam penjaga. Sedangkan kedua kakaknya pun tidak berada dirumah.


"Tapi Kay. Mommy sama Daddy nggak tenang ninggalin kamu disini. Apa lagi Kenzo dan Kesya juga akan pergi keluar kota." kata Mama Via.


"Kay, nggak apa-apa Mom beneran deh. Kalian nggak perlu khawatir." kata Kayla.


"Papa punya rencana sekaligus permintaan. Papa harap kalian setuju dengan permintaan Papa terutama kamu Kay." kata Pak Hans.


"Apa Pah?" tanya Kayla.


"Papa ingin Kamu Kayla menikah dengan Al" kata Pak Hans.


"APA ???!!!!!!!! "

__ADS_1


__ADS_2