Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Karena Aku mencintaimu.


__ADS_3

"Non." kata simbok.


"Iya Mbok." kata Kayla sambil tiduran.


simbok menghampiri Kayla.


"gimana keadaan Non?" tanya Simbok


"Masih lemes mbok, kepala juga masih pusing." kata Kayla


"obatnya sudah diminum non?" tanya simbok.


"Udah Mbok." kata Kayla


"Yaudah Non tidur ya. Besok non izin nggak usah sekolah dulu. lagian kata dokter juga non harus istirahat selama tiga hari. biar nanti Pak Min yang anterin Surat keterangan dokter ke sekolah." kata simbok


"Iya Mbok." kata Kayla.


"Yaudah simbok keluar dulu ya. non istirahat." kata simbok.


saat simbok ingin keluar kamar. Kayla terlihat berfikir. dia ingin tau dimana Albizar sekarang. kenapa sejak siang tadi dia belum juga kembali lagi. apa mungkin Albizar tidak perduli padanya. padahal siang tadi dia terlihat begitu khawatir. tapi kenapa sekarang sikapnya terkesan tidak perduli. apa yang dilakukan Albizar siang tadi hanya bentuk tanggung jawab nya saja.


berbagai pertanyaan timbul. dan lagi sikap Albizar membuat Kayla berfikir buruk tentang Albizar. ini menjadi alasanna kenapa dia tidak ingin membuka hati untuk Albizar saat sikapnya saja seperti ini. Kayla yang ingin bertanya pun mengurungkan niatnya. namun simbok bisa melihat jika ada hal yang ingin ditanyakan oleh Nonya nya itu


"Ada yang pengen Non omongin Non? apa non mau nana sesuatu?" tanya simbok


emang keliatan ya Mbok" Kata Kayla.


simbok tersenyum.


" iya dong non. kan simbok sudah tau Non dari orok jadi non bisa tau apa yang non pikirin dari raut muka non" kata simbok.


"emmm... Simbok liat Al nggak? dia pergi ya?" kata Albizar.


"Oh.. ceritanya lagi kangen nih sam suami" kata simbok meledeki Kayla.

__ADS_1


"Ih apaan sih mbok. Kay cuman amnya aja dari siang tadi Al pergi nggak muncul lagi. ya nggak gimana-gimana sih. cuman pengen tau aja dia dimana" kata Kayla.


simbok tersenyum. menurutnya lucu sikap majikannya ini.


"loh emangnya Den Al belum kesini non? tadi siang itu setelah buatin bubur buat Non yang simbok antar buat Non. den Al langsung pamit kerja. dia juga titip non ke simbok. tapi sore itu den Al itu pulang lebih awal. biasanya Den Al pulang jam 8 malam ini jam 5 sore udah pualng. dia langsung nanyain kabarny Non Kay. padahal simbok bilang langsung liat aja ke kamar Non. mungkin Den Al langsung kekamarnya kali Non. nyelesaiin kerjaaannya soalnya kan pulangnya lebih awal."


Kayla mengangguk dan mulai merebahkan badannya bersiap untuk tidur.


"Yaudah simbok kebawah dulu ya. Non istirahat. selmaat malam Non" kata simbok.


simbok pun keluar dari kamar Kayla setelah dia mematikan lampu kamar Kayla. Kayla pun mulailah dengan mematikan lampu kamar


setelah kepergian simbok. Kayla pun mulai memejamkan matanya. dan tak lama ia memasuki alam mimpinya. setelah beberapa saat. Albizar masuk kedalam kamar Kalya. melihat kondisi kamar yang sudah gelam hanya tersisa cahaya lampu meja yang redum . Albizar berjalan menghampiri Kayla.


Albizar melihat Kayla yang sudah tidur. namun tidur nya tampak gelisah. Albizar pun menempelkan punggung tangannya untuk memeriksa suhu tubuh Kayla. ternyata Kayla masih demam. suhunya tubuhnya masih panas. Albizar pun keluar kamar Kayla dan pergi ke dapur. setelah menyiapkan semangkok air hangat lengkap kain untuk mengompres Kayla.


melihat suhu tubuh Kayla yang masih panas. dan Kayla terlihat gelisah dalam tidurnya membuat Albizar memutuskan untuk menemani Kayla malam ini. Albizar dengan telaten mengompres dan menjaga Kayla hingga Albizar terjaga sepanjang malam.


...----------------...


perasaan Albizar sedih saat melihat Kondisi Kayla seperti ini. dia merasa gagal menjalankan amanah dari keluarga Kayla. walau Albizar sendiu tau hal ini tidak bisa diakendalikan. tetap saja perasaan bersalah itu menyelinap kedalam hatinya. saat Albizar to rus memandnag wajah Kayla. tiba-tiba mata Kayla terbuka. seketika Kayla kaget.


melihat wajah laki-laki yang sudah menjadi suaminya tepat berada dekat dengannya. Albizar terlihat kikuk saat kedapatan sedang asik menatap wajah cantik Kayla. segera saja Albizar menjauhkan wajahnya.


"Syukurlah kamu sudah bangun. Kamu mau cuci muka dulu atau mau langsung sarapan lalu minum obat?" kata Albizar.


Kayla tidak bergeming. dia masih bingung dan belum sepenuhnya sadar. yang dia bingung kenapa Albizar ada dikamarnya. Sejak kapan Albizar di sini. apa jangan-jangan Albizar berbuat sesuatu kepadanya saat dia tidur. entah berapa banyak lagi pikiran-pikiran jelek itu tiba-tiba muncul.


"Kay..."


Kayla tidak menjawab.


"Yaudah kamu langsung sarapan aja ya terus minum obat." kata Albizar.


Kayla pun menurut. Karena dia juga merasa lemas. rasanya dia tidak akan sanggup walau hanya pergi ke kamar mandi. dibantu Albizar kini Kayla sudah duduk bersandar.

__ADS_1


"Gue makan sendiri aja" kata Kayla lemah.


"Kamu masih lemes Kay. Biar Aku yang suapin." kata Albizar tidak setuju.


Albizar mulai menyendokan makanan. Kayla terlihat ragu. tapi Albizar seolah-olah memberikan kode agar Kayla mau membuka mulutnya dan memakan makanannya. Albizar terus membujuk Kayla agar mau makan. karena baru beberapa suap Kayla sudah menolak untuk menghabiskan makanannya.


"Udah Al. udah kenyang. mual rasanya." kata Kayla mengaduh.


"Dikit lagi ya. abis itu minum Obat." kata Albizar yang masih berusaha membujuknya dengan lembut.


Kayla menggelengkan kepalanya. rasanya dia sudah tidak kuat lagi menahan rasa mualnya. Kayla menyibakkan selimutnya hendak beranjak menuju kamar mandi. namun karena badanya yang masih lemas. Kayla hampir limbung namun Albizar sigap menahannya. Albizar langsung mengangkat Kayla. menggendong Kayla ke kamar mandi karena dia tau Kayla sudah tidak tahan ingin memuntahkan sesuatu. Kayla terkesima.


Akhirnya Kayla pun memuntahkan makanan yang baru saja dia makan di wastafel kamar mandi. Albizar dengan telaten mendampingi Kayla. dipun memijit tengkuk Kayla. setelah dirasa hilang mualnya Albizar membantu memapah Kayla ke tempat tidur.


"diminum obatnya ya." kata Albizar sambil memberikan obat pada Kayla. Kayla pun meminumnya.


Kayla kembali berbaring ditempat tidur. sementara Albizar masih tetap setia menemani Kayla. sungguh Kayla bingung kenapa Albizar begitu perduli padanya. sampai merelakan membolos sekolah lagi demi nya.


"loe kenapa nggak sekolah?" tanya Kayla lemah


"Aku lebih tenang urus kamu disini." kata Albizar


"Gue nggak mau ngeganggu sekolah Loe. lagian disini ada simbok. jangan sampe gara-gara Gue, nilai Loe turun" kata Kayla.


"Kamu kewajiban ku Kay. apapun yang terjadi Aku harus ada disisi Kamu. untuk sekolah Kamu nggak usah khawatirin. insya Allah nggak akan ngaruh ke nilai aku." kata Albizar.


Kayla memilih diam. walau pun merasa aneh. tetap saja Kayla merasa dia tidak berhak untuk mengatur apapun tentang Albizar. sedangkan Albizar melihat jika Kayla tidak nyaman dengannya.


"Aku tau kamu nggak nyaman ada aku disini. tapi Aku cuman ingin jagain kamu dan nemenin Kamu. Yaudah ayku tunggu kamu didepan. biar kamu nggak risih. kalau ada perlu apa-apa panggil aja aku tunggu disana." kata Albizar.


Kayla terlihat tidak enak hati pada Albizar. saat Albizar mulai melangkah keluar. dari netranya Kayla bisa melihat kepedihannya. namun lagi-lagi Kayla hanya tidak ingin sikap Albizar padanya hanya akan membuatnya terluka lagi. Albizar pun melangkah keluar. saat sudah sampai didepan pintu tiba-tiba Kayla berkata.


"Mau Loe apa Al? kenapa Loe bersikap kayak gini? kenapa Loe Baik dan perduli sama Gue?" tanya Kayla lemah.


Albizar berbalik. dia tersenyum.

__ADS_1


"Kamu isteri aku. sudah seharusnya aku melakukan ini. dan dasar kenapa aku melakukan semua ini ?. Karena Aku Mencintaimu Kayla." kata Albizar.


__ADS_2