
"Assalamualaikum." kata Albizar yang mengucap salam.
"waalaikum salam. Aden Baru pulang" kata simbok.
"Iya Mbok. tadi sepulang sekolah Al pergi ketempat kerja dulu." kata Albizar.
"Oh gitu. Aden pasti capek banget. yasudah nanti Si mbok siapin makanan buat Aden. Aden mau makan Apa? biar Simbok siapin." kata si mbok.
"Nggak usah mbok. nanti Al ambil sendiri aja. Oh ya Non Kayla udah pulang Mbok?" kata Albizar.
"Non Kay udah pulang dari tadi Den." kata si mbok.
"Oh.. gitu. Simbok tau Non Kay dimana?" kata Albizar.
""Sedari pulang sekolah sih. non Kay langsung masuk kamar Den. dan belom keluar kamar. simbok juga khawatir Den. ini makanya simbok mau liat smabil bawain minuman buat Non Kay." kata si mbok.
"Khawatir kenapa mbok?. Non Kayla sakit? atau ada yang ganggu diperjalanan pulang tadi?" kata Albizar ikut khawatir.
"kata Pak Min sih aman Den dijalan. tapi yang bikin simbok bingung kenapa Non Kay keliatan murung ya Den. bahkan dari tadi nggak mau keluar kamar. simbok tawarin makan pun selalu bialngnya masih kenyang.simbok khawatir den." kata simbok.
Albizar pun ikut khawatir. Albizar terus berfikir apa yang membuat Kayla seperti ini. apa ini ada kaitannya dengan kejadian disekolah tadi. melihat sikap Kayla padanya disekolah tadi. entah kenapa membuat perasaan Albizar menjadi tidka karuan. dia merasa tidak tenang saat Kayla terlihat acuh dan cuek kepadanya.
simbok terlihat sedang membawa nampan berisi segelas jus Alpukat.
"Simbok mau kasih jus itu ke Non Kayla kan?" kata Albizar
"Iya Den. sekalian mau liat keadaannya non Kay." kata simbok.
"Sini Biar Al aja yang kasih jusnya. sekalian Al mau liat keadaan Non Kay." kata Albizar menawarkan diri.
Si mbok tersenyum sambil memberika nampan tersebut.
"Iya . lagi pula Den Al yang paling berhak buat perhatiin Non Kay. oh ya Den kalau Aden perlu sesuatu atau kalau Non Kay kenapa-kenapa langsung panggil si mbok aja ya Den" kata si mbok.
"Iya Mbok. Yaudah Al keatas dulu ya Mbok." kata Albizar.
__ADS_1
Albizar pun pergi kelantai atas menuju kamar Kayla sambil membawa jus buatan simbok. saat didepan pintu kamar Kayla. Albizar berfikir sejenak. dia ragu. dia takut jika Kayla akan mengusirnya. sebisa mungkin Albizar meyakinkan tekadnya.
tok.. tok... tok..
"Masuk aja Mbok. nggak dikunci kok pintunya "terdengar suara teriakan dari dalam."
Kayla mengira yang datang kekamarnya adalah simbok. Namun ternyata dugaannya salah. dengan perasaan ragu Albizar pun masuk kedalam kamar. taerlihat Kayla yang sedang berdiri memebelakangi pintu. Alber berjalan ke arah Kayla. tak Lama Kayla pun berbalik badan. dan saat melihat siapa yang masuk kedalam kamarnya Kayla kaget.
"Aku cuman mau anterin minuman yang dibuat simbok untuk Kamu" kata Albizar berusaha setenang mungkin.
Kayla heran. apa yang membuat Albizar mau mengantarkan minuman untuknya. dan terlebih dari cara Albizar berbicara yang lembut dan menggunakan bahasa Aku-Kamu. membuat Kayla semakin heran. Kayla langsung mengambil gelas tersebut.
"Terimakasih."
setelah mengambil minumannya Kayla berbalik namun Albizar memegang tangannya.
"Kay, Aku mau ngomong sama Kamu." kata Albizar.
"Kayaknya nggak ada yang perlu diomongin deh." kata Kayla masih enggan berbalik badan.
"Aku mohon Kay. kasih aku kesempatan buat ngomong sama Kamu" kata Albizar masih terus memohon. .
mendapati sikap Kayla yang cuek membuat nyali Albizar menciut. tapi dia tidka ingin menyerah. dia ingin mengakhiri semua ini. Dia ingin hubungannya dengan Kayla bisa kembali baik.
"Aku mau minta maaf. Aku tau sikap aku keterlaluan." kata Albizar.
Kayla heran apa yang Membuat Albizar mau meminta maaf padanya.
"Maaf Buat Apa?" kata Kayla.
"Sikap Aku ke Kamu. Aku tau selama ini aku udah keterlaluan." kata Albizar
"Gue rasa Loe nggak perlu minta maaf. loe berhak lakuin apapun yang loe mau." kata Kayla.
"Tapi Aku nggak seharusnya nyakitin Kamu. Aku tau sikap aku selama ini udah sangat nyakitin kamu." kata Albizar.
__ADS_1
"semua orang terbiasa ngelakuin hal-hal yang dianggap benar tanpa perduli sama perasaan orang lain. tapi apa perdulinya orang lain. terlebih orang itu nggak berarti apapun." kata Kayla.
Albizar diam. dia tau dia salah.
"Udahlah Al. tetap seperti ini. gue udah terbiasa sama situasi kayak gini. kita ambil jalan masing-masing. nggak perlu saling perduli. dan nggak perlu saling usik. anggap aja diantara kita nggak ada hubungan apapun." kata Kayla.
mendengar kata-kata ini dari Kayla membuat sesak didalam dada Albizar.
"Aku cuman ingin memperbaiki hubungan kita. dan jika memungkinkan Aku ingin hubungan ini terjalin sebagaimana mestinya." kata Albizar.
"Hubungan Apa? bahkan diantara kita tidka memiliki hubungan apapun. yang ada cuman sebuah janji yang terpaksa lie buat pada seorang Ayah untuk menjaga putri mereka." kata Kayla
Albizar diam.
"Ini kan hubungan yang Loe buat sebelum mengikat kita dalam sebuah hubungan yang saling menyiksa satu sama lain. jadi tetap lah seperti ini. jangan buat gue ada dalam situasi yang sulit." kata Kayla.
"Aku tau kesalahan aku udah goresin luka dihati kamu. dan sulit buat kamu maafin Aku. tapi satu Hal Aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita. aku tau Aku nggak layak dapet maaf Kamu. tapi Aku akan terus berusaha untuk mendapatkannya." kata Albizar.
"Buat Apa Al? Loe cuman bakal abisin waktu Loe. bukannya ada banyak hal yang jauh lebih penting dan berharga buat Loe dibandingkan dengan hubungan ini. berenti buang waktu Al." kata Kayla.
"Nggak Kay." kata Albizar.
"Udah Ya Al. Gue capek. Gue mau hidup gue tenang. udah cukup selama ini hidup Gue nggak tenang. dan disaat Gue mulai terbiasa dengan situasi ini. dan hidup Gue sudah tenang kenapa Loe mau buat Gue kembali mengambang" kata Kayla.
" Kay.." kata Albizar.
"Gue mau ngerjain tugas Al." kata Kayla mengalihkan pembicaraan.
"Biar Gue bantu." kata Albizar berusaha mengikuti alur Kayla.
"Makasih. tapi Gue biasa kerjain tugas sendiri." kata Kayla.
"Tapi Kay." kata Albizar.
" Apa gue perlu mohon dulu biar Loe bisa biarin gue ngerjain tugas Gue sendiri dengan tenang?!" kata Kayla.
__ADS_1
Albizar terpaksa diam.
"Yaudah Kay. Aku keluar dulu. sekali lagi Aku minta maaf." kata Albizar.