
Albizar kembali duduk di bangku setelah Pak Hans dan Kenzo pergi dari bengkel. Bastian dan Iqbal masih tidak menyangka jika Kayla hilang dan kemungkinan besar dia diculik. Bastian pun berniat duduk kembali. Namun saat melihat ekspresi Albizar yang biasa saja membuatnya heran.
"Husssttttt.. Liat tuh anak." kata Bastian pada Iqbal.
Mereka heran. bisa ya Albizar bersikap biasa saja. Setelah tau Kayla diculik. Bastian dan Iqbal pun duduk di dekat Albizar lagi.
"Al terus Gimana sekarang?" kata Iqbal.
"Gimana apanya?" tanya Albizar lagi.
"Ya itu tadi. kan Loe juga denger kalau Kayla di culik." kata Bastian.
"Yah terus urusannya sama Gue apa?" tanya Albizar.
"Loe nggak ada niatan emang buat bantu cari Dia?" tanya Iqbal.
"Nggak." kata Albizar sambil menghidupkan bahunya.
"Enggak ?. serius?. Loe nggak kasihan sama Kayla?" kata Iqbal heran.
__ADS_1
"Gue heran. Kemaren Loe perduli banget sama Dia. Waktu Dia di intai sampel Dia dikejar-kejar. Loe selalu tolongin Dia. Bahkan Loe sampe belain anterin Dia pulang malem-malem. Ya walaupun akhirnya Loe harus kena pukul sama abangnya si Ken itu. Dan sekarang, walau Loe tau Kayla bener diculik dan Dia dalam bahaya Loe nggak perduli. Loe sehat?." kata Bastian. meletakkan punggung tangannya di dahi Albizar.
"Apaan sih. Gue sehat kok." kata Albizar
"Kalian kenapa Sih? Kamaren kalian bilang Gue harus fokus sama urusan Gue dan nggak perlu pusing sama urusan yang lain. dan saat gue lakuin itu kalian justru nyalahin Gue. Lagian ya menurut gue. Kayla itu bukan urusan Gue. Dia punya keluarga, orang tua, kakak dan lagi keluarga dia cukup kayak. setidaknya orang tuanya bisa nyewa detektif atau ngerahin anak buahnya buat nyari Kayla. jadi buat apa?" kata Albizar.
"Gue tau Loe orang yang cuek dingin dan nggak perduli sama urusan orang. Tapi loe sendiri tau Kayla lagi dalam bahaya kalau Dia diapa-apain sama orang jahat gimana. Loe nggak kasihan apa?" tanya Bastian.
"Seorang Albizar yang Gue kenal adalah orang yang cuek dingin tapi dia juga orang yang baik perduli dan suka tolong orang. Bukan orang yang pendendam. Gue tau Loe marah kesel sama sikap abangnya yang udah mukul Loe. tapti setidaknya pikirin gimana nasib Kayla. Loe nggak kasihan gimana kalau sampe Kayla di lecehin. Gimana masa depan Dia. Masa depannya bakal ancur Al. Loe nggak kasihan apa?" kata Iqbal penuh kecewa.
"Udah. udah. Kenapa kalian jadi pada ribut sih. Gue kenal kalian satu persatu udah lama. Gue tau sifat dan sikap kalian. jangan sampe gara-gara ini bikin hubungan kalian berantakan. Gue yakin Albizar ada alasan kenapa sikap dia kayak gini. Kasih dia kesempatan buat kasih alesannya. Terus baru kita cari solusinya ." kata Bang Rendi mererai pertengkaran mereka.
Suasana hening. Albizar masih sibuk dengan pikirannya. Bastian dan Iqbal masih nggak habis pikir sama sikap Albizar. Bastian dan Iqbal mencemaskan keadaan Kayla.
Bastian, Iqbal dan bang Rendi menengok kearah Albizar. Albizar mengangguk.
"Selama ini orang yang terus ngintai didepan sekolah Pelita Insani adalah anak Genk motor Scorpio. berkali-kali mereka coba nyulik Kayla tapi selalu gagal. dan kemarin saat ada kesempatan akhirnya mereka berhasil nyulik Kayla. Terlebih kemaren Kayla jalan sama Bimo. Genk motor Scorpio makin yakin kalau Kayla target dan umpan yang tepat." jelas Albizar.
"Kalau Loe tau. kenapa Loe diem aja? Loe nggak kasihan?." tanya Iqbal.
__ADS_1
"Iya. Loe nggak Kasihan sama Kayla? Loe nggak mau bantu Kayla?" tanya Bastian.
Albizar Sanya tersenyum miris pada kedua sahabatnya ini. ternyata mereka masih belum bisa mengerti situasi sebenarnya.
"Kalian tau gimana Genk Scorpio itu? kalian tau gimana kejamnya mereka?" tanya Albizar
Bastian dan Iqbal diam. Mereka berfikir. Kini mereka tau alasannya kenapa Albizar bersikap demikian.
"Bang Rendi selalu ingetin Gue buat jangan pernah sekalipun terlibat urusan sama Genk motor itu. karena setiap yang berurusan sama Genk motor itu pasti bakal jadi target mereka. Mereka nggak segan-segan bakal bikin orang itu berserta orang-orang terdekatnya menderita. Hal ini yang menjadi pertimbangan Gue. Kalian, Adek-adek gue, bengkel ini Mak Ratih. kalian semua yang Gue khawatirin. Gue nggak bisa ngorbanin kalian cuman untuk untuk nyelametin satu orang. Nggak bisa ngorbanin banyak orang cuman buat satu orang." kata Albizar.
Mendengar alasan Albizar kini Bastian dan Iqbal sadar. Kalau ternyata temannya ini bukan tidak perduli. Tapi Al ingin melindungi orang-orang terdekatnya. Mereka menyesal karena lagi-lagi mereka salah paham.
"Apa nggak ada solusi lain Bang.?" tanya Bastian.
"Emang nggak bisa ya kita nyusup. Terus kita minta bantuan pihak polisi gitu buat nyergap mereka." kata Iqbal.
"Albizar benar. ini sangat beresiko. kalau sampe mereka berhasil kabur. Yang ada nanti kita bakal jadi target mereka selanjutnya. Gue kenal betul gimana ketua Genk motor itu." kata Bang Rendi
"Terus gimana dong. Kita nggak mungkin kan biarin Kayla disana." kata Bastian
__ADS_1
Albizar diam. Tidak menanggapi pertanyaan dari sang sahabat. Albizar sendiri bingung apa yang harus dia lakukin. Melawan mereka itu penuh resiko. sama saja seperti berjalan dimedan penuh ranjau. sangat berbahaya. Tapi diam saja juga bukan tindakan yang bener.
Bayang-bayang wajah kayla yang ketakutan kini seakan ada dihadapannya. Bagaimana buruknya perlakuan mereka pada Kayla. dan yang paling ditakutkan jika Kayla sampai dilecehkan. hal ini yang paling tidak bisa dibiarkan. jangan sampe mereka sempat menyentuh apa lagi sampe melecehkan Kayla. tidka bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada Kayla kedepannya jika sampai hal itu terjadi.