
"Kay. are you Okey?" tanya Syahnaz.
Sedari pagi Kayla terlihat lebih banyak bengong. hal ini membuat Syahnaz dan Kintan menjadi heran.
"iya. nggak apa-apa." kata Kayla.
sejak bangun tidur tadi. Kayla terlihat gelisah. bagaimana tidak malam nanti di akan melangsungkan pernikahannya dengan Albizar. hal yang tidak pernah terlintas dipikirannya. menikah muda bahkan disaat dirinya masih sekolah.
Meskipun malam nanti adalah hari pernikahannya. Kayla bersikeras untuk tetep pergi ke sekolah hari ini. tapi harinya disekolah kacau. dia tidak bisa fokus, beberapa kali kedapatan melamun dan saat ditanya guru pun Kayla kebingungan. hal ini membuat Syahnaz dan juga Kintan menjadi heran sekaligus khawatir. mereka takut jika Kayla sedang dalam masalah.
"Gue nggak apa-apa. oh ya kita kekantin yuk." kata Kayla mengalihkan pembicaraan teman-temannya.
Mereka pun pergi ke kantin. namun saat di koridor. Kayla melihat kedua orangtuanya sedang mengobrol dengan Albizar. Kayla kaget. Kenapa mereka datang kesekolah. dan terlebih mereka sednag ngobrol dengan Albizar. Kayla berusaha bersikap setenang mungkin menyembunyikan kepanikannya. Dia tidak mau kalau sampai kedua sahabatnya ini cuiga.
"Kay.. itu nyokap bokap Loe kan? lagi ngobrolin apa ya sama Al. kok serius banget. kesana yuk" kata Kintan yang juga melihat kehadiran Kedua orangtuanya Kayla.
Perasaan Kayla deg-degan. Dia takut kalau sama kedua sahabatnya mengetahui hal ini.
"Mom, Dad.." kata Kayla memanggil kedua orang tuanya
Kedua orang tua Kayla dan Albizar pun menengok ke belakang. Mereka melihat ada Syahnaz dan juga Kintan yang ikut bersama Kayla. Kini Kayla bersama kedua sahabnya sudah berdiri didekat kedua orangtuanya.
"Kok Daddy sama Mommy kesini?. nggak bilang-bilang lagi." kata Kayla sambil memberikan kode kepada kedua orang tuanya.
"Maaf ya sayang. Daddy tadi abis minta izin ke kepala sekolah kamu." kata Pak Hans.
"Izin buat apa ya om?" tanya Kintan.
"Gini om sama Tante mau jemput Kayla. ada urusan keluarga. makanya Om sama Tante Dateng buat jemput Kayla langsung. Om sama Tante lupa bilang waktu pagi kalau bakal Dateng kesekolah buat jemput Kay." kata Pak Hans.
"Oh gitu.. yah kelas sepi dong nggak ada Loe Kay." kata Syahnaz.
Kayla tersenyum hambar.
"Yaelah besok juga Gue sekolah lagi kok." kata Kayla.
"iya besok Kaylanya sekolah kok. acara keluarganya cuman hari ini aja kok" kata Mama Via.
__ADS_1
"oh gitu. bagus deh." kata Kintan.
"Ya udah Mom, Dad, Kay ke kelas dulu ya ambil tas Kay dulu." kata Kayla
"Iya sayang. Mommy sama Daddy tunggu disini ya." kata Mama Via
"Yaudah Om, Tante Kita temenin Kayla dulu ya" kata Syahnaz.
"iya." kata Mama Via.
Kayla pun diantar kedua sahabatnya untuk mengambil tasnya. disepanjang jalan Syahnaz dan Kintan penasaran sebenarnya ada acara keluara apa ya. dan kenapa Kayla tidak cerita apapun pada mereka.
"emang ada acara apa sih Kay? nggak biasanya sampe Nyokap bokap Loe yang jemput Loe langsung?" akhirnya Syahnaz pun bertanya.
"Gue juga nggak tau. soalnya waktu mau berangkat juga Mommy sama Daddy nggak ngomong apapun. Gue juga heran." kata Kayla.
Kayla menggigit bibirnya. untuk pertama kalinya dia berkata bohong dengan lancar kepada kedua sahabatnya. dalam hati Kayla berdoa semoga mereka tidak menyadari jika Kayla sedang berbohong. dalam hati Kayla merasa bersalah pada kedua sahabatnya. karena mungkin mulai saat ini dia akan terus berbohong pada mereka demi menutupi sebuah rahasia yang Dia sendiri tidak ingin berada dalam situasi seperti ini. entah sampai kapan dia kuat menyimpan rahasia besar ini dari kedua sahabatnya.
...****************...
Didalam mobil Kayla masih terus bertanya kenapa kedua orang tuannya menjemput. karena acaranya kan masih lama.
"Iya kamu kan harus siap-siap sayang. Mommy mau ajak kamu kesalon sebelum acara. sekalian kita jalan-jalan kayak dulu buat mengenang masa kecil kamu.." kata Mama Via.
"Salon? apa harus Mom. ini kan cuma. acara keluarga aja. apa nggak berlebihan sampe nyalon dulu " kata Kayla heran.
Pak Hans tersenyum tipis. Dia tau bagi Kayla dan Albizar pernikahan ini hana hitam diatas putih. tidak terlalu penting bagi mereka. tapi bagi pak Hans dan juga Mama Via. ini adalah momen terpenting dalma hidup Kayla. mereka ingin meskipun pernikahan ini jauh dari kata pernikahan impian Kayla setidaknya mereka ingin memberikan kesan yang tidak akan pernah dilupakan bagi putri mereka.
Hari ini sengaja Pak Hans dan Mama Via menjemput Kayla disekolah. karena mereka ingin menghabiskan waktu mereka bersama putri bungsu mereka yang manja. yang mana mungkin setelah ini mereka tidak bisa menikmati waktu mereka bersama. mengingat beberapa jam kedepan Kayla akan verubah status menjadi seorang istri.
Dibalik wajah mereka yang terlihat bahagia tersimpan kesedihan. karena siapa sangka mereka harus melepas putri mereka pada pria yang mereka yakini bisa menjaga Kayla dengan sangat baik. karena jujur saja ini adalah keputusan terbesar dan terberat yang terpaksa mereka ambil demi keselamatan putri mereka.
Selain salon ada banyak tempat yang ingin mereka kunjungi bersama. Tempat-tempat yang pernah menjadi sejarah perkembangan Kayla. tempat-tempat yang paling berharga bagi mereka. mereka pun menikmati waktu bersama seakan mereka kembali pada zaman dulu.
setelah puas berkeliling ketempat yang pernah mereka kunjungi semasa kecil Kayla. kini Kayla harus menyiapkan diri disebuah salon kecantikan. walau sebenarnya Kayla merasa jika kedua orang tuannya ini berlebihan. tapi untuk menyenangkan hati mereka Kayla pun menurut saja permintaan mereka.
...****************...
__ADS_1
Suasana dikediaman pak Hans sudah berkumpul kerabat dekat. ketua RT setempat dan juga penghulu. mereka hadir atas undangan pak Hans. meskipun sebelumnya Albizar meminta agar pernikahan ini dirahasiakan. tapi penting bagi Pak Hans untuk mengundang beberapa kerabat dan juga ketua RT setempat.
sementara dari pihak Albizar hanya membawa ketiga adiknya dan juga Emak Ranti. Albizar tidak mengundang ketua RT dirumahnya ataupun teman-temannya. Dengan membawa beberapa barang seserahan. yang Dia beli dari uang tabungannya. kehadiran Albizar dan keluarga disambut hangat. bahkan Pak Hans tidak menyangka jika Albizar juga membawa barang-barang seserahan.
Saat menunggu waktu untuk acara dimulai. Albizar yang gugup pun memilih duduk dipojok ruangan. berusaha mengendalikan dirinya. biar bagaimana pun juga ini pernikahannya. dan untuk pertama kalinya Dia melakukan hal ini. Banyak hal yang menjadi beban dipikirannya. Albizar berusaha keras untuk tenang.
"Al.." tiba-tiba datang lah kepala sekolah SMA pelita Insani.
Albizar tidak menyangka jika Pak Hans juga mengundangnya. tiba-tiba Albizar semakin khawatir. dan takut.
"Pak." kata Albizar canggung
"Tenang. nggak usah takut. Jujur waktu siang tadi Pak Hans datang kekantor Dan memberitahu sekaligus mengundang saya dalam acara pernikahan ini. jujur Saya nggak percaya. dan saat mendengar alasan beliau saya mengerti. dan Saya juga paham dengan posisi kamu. boleh saya kasih nasihat?" kata kepala sekolah.
""Boleh pak." kata Albizar.
"Pak Hans dan keluarga. adalah orang baik. Kayla juga baik. mereka sangat sayang sama Kayla. itu alasannya mereka ingin ada yang menjaga putri mereka. dan keputusan Pak Hans meminta kamu menikahi kala adalah keputusan yang sangatlah tepat untuk kalian berdua." kata Pak kepala sekolah.
"Maksud bapak?" tanya Albizar.
" Saya tau saat ini kamu tidak mengerti maksud saya. tapi saya yakin kamu akan dapat jawabannya nanti setelah kalian menjalaninya. ingat apapun yang terjadi nanti, kamu laki-laki bertanggung jawab. bukan saja buat diri kamu tapi buat banyak hal. sekolah, keluarga dan juga teman. Saya yakin kamu juga akan menjaga dan menjalani tanggung jawab kamu atas Kayla dengan baik. jalani , syukuri dan nikmati. insyaallah kalian pasti akan bahagia dengan pernikahan ini. " kata kepala sekolah.
"Pak, bagaimana dengan sekolah. saya tidak ingin hal ini menjadi masalah nantinya. Bapak paham kan apa yang saya khawatir kan." kata Albizar.
"Iya kamu tenang aja. hanya saya yang tau pernikahan ini. dan saya pastikan tidak akan ada maslah apapun kedepannya jikalau pun memang pernikahan ini akhirnya sampe terbongkar. tapi sebisa mungkin saya akan menutup dan merahasiakan hal ini dari luar. kamu bisa percaya sama bapak" kata Pak kepala sekolah.
"terimakasih pak " kata Albizar lega.
Tidak berapa lama pun acara dimulai. Albizar duduk disebuah bangku berhadapan dengan seorang penghulu dan juga Pak Hans. jantung Albizar berdetang begitu kencang. berhadapan langsung dnegan Pak Hans sebagai wali nikah untuk Kayla. Ternyata apa yang pernah dia dengar dari orang-orang yang akan menjadi pengantin itu benar adana. siapapun laki-laki yang akan mengucapkan janji suci pernikahan pasti mengalami perasaan seperti ini terlebih ketika kia berhadapan langsung oleh wali nikah. dna kini Albizar merasakan berada diposisi seperti ini.
"Ananda Albizar Yusuf bin Ali Yusuf saya nikahkan engkau dan saya kawinkan engkau dengan putri Saya Kayla Ayunda Pratama binti Hans Pratama ak Hans mengucapkan ijab sambil menjabat tangan Albizar.
"Saya terima nikah dan kawinnya Kayla Ayunda Pratama binti Hans Pratama Darmawan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." dalam sekali nafas Albizar menucapkan ijab kobul pernikahan dengan lancar dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi?" kata penghulu.
"SAH.."
__ADS_1