Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Bertemu Dokter Kesya lagi.


__ADS_3

Albizar turun dari mobil Bang Rendi. sesuai janjinya Bang Rendi mengantar dan menemani Albizar untuk melakukan fisioterapi.


"Gimana Kaki lie? masih nyeri?" tanya Bang Rendi sambil berjalan ke dalma rumah sakit


"udah lebih baik. cuman sesekali masih terasa nyeri." kata Albizar.


"makanya Loe nggak boleh banyak aktivitas. gue sih mau nya Loe jangan masuk sekolah dulu sampe bener-bener sehat." kata bang Rendi.


"Nggak bisa Bang. soalnya Gue udah terlalu lama nggak sekolah. Gue nggak mau absen terlalu lama bang. Loe juga tau kan, Gue sekolah pake jalur beasiswa." kata Albizar.


"Loe mah yah selalu aja keras kepala. tapi terserah deh. yang penting Loe harus tau porsi Loe jangan terlalu memaksakan." kata bang Rendi.


"Iya Bang pasti " kata Albizar.


"Yaudah. Loe mau nunggu disini apa mau ke bagian fisioterapi? Gue mau daftar dulu" kata Bang Rendi.


"Gue ke toilet dulu deh bang. sekalian ganti baju" kata Albizar.


"mau gue temenin?" kata bang Rendi dengan tatapan genitnya. untuk menjahili Albizar


"gila Loe Bang., nggak usah lah. Gue masih normal. Gue bisa sendiri." kata Albizar bergidik


"Hahahaha..." Bang Rendi tertawa puas berhasil mengerjai Albizar.


Albizar pun pergi ketoilet rumah sakit. Sedangkan Bang Rendi sedang mengurus pendaftaran diloket. setelah menyelesaikan hajatnya di toilet Albizar pun berjalan menuju fisit ke ruang fisioterapi. tidak sengaja Dia berpapasan dengan seorang dokter yang sangat Dia kenal. sudah hampir satu bulan Dia tidak melihat dokter cantik ini.


"Dokter Kesya?" sapa Albizar.


"Al. kamu disini?" kata Kak Kesya


"Iya Dok. loh Dokter sudah pulang? Kapan?" tanya Albizar heran.


Albizar heran mengingat sebulan lalu Kak Kesya di pindahkan tugas keluar kota.


"Iya Kakak baru tiba. dan langsung ke sini. karena ada beberapa urusan dengan pasien. kamu sendiri gimana? kesini untuk periksa atau untuk apa? siapa yang sakit?" kata Kak Kesya.


"Dok. dokter sudah ditunggu diuang Dokter Rafael" kata seorang suster yang tiba-tiba datang menghampiri Kesya dan Albizar.


"Iya saya akan kesana. makasih ya Sus" kata Kesya pada perawat itu.


"iya Dok. kalau begitu Saya permisi Dok" lalu perawat itu pun pergi.

__ADS_1


"Yaudah Kakak tinggal ya. nanti kita ngobrol lagi." kata Kesya.


"sip Dok." kata Albizar.


"Kamu tuh kebiasaan Panggil Dok terus. bisa nggak diganti panggilannya." kata Kesya


"Ya kan itu sesuai sama profesi Dokter. kecuali kalau Aku panggil Dokter dengan panggilan Bu. nanti dikira Dokter ibu saya. kan nggak lucu Dok" kata Albizar.


"hahahaha... Kamu ini bisa aja. Yaudah Aku tinggal dulu ya. kamu masih lama disini?" kata Kesya.


"kurang tau Dok. mungkin dua sampe tiga jam. kenapa emang Dok?" kata Albizar.


"Yaudah Kalau gitu aku duluan ya." kata Kesya.


Kesya pun berjalan meninggalkan Albizar. dan Albizar juga pergi keruangan fisioterapi. saat sampai sudah terlihat Bang Rendi duduk didepan sednag menunggu.


"Loe lama banget sih? Loe nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Bang Rendi.


"Aman Bang." kata Albizar.


tiba-tiba ponsel bang Rendi berdering. bang Rendi pun mengangkat panggilan tersebut. terlihat raut wajah bang Rendi yang berubah. sepertinya dia mendapatkan kabar tidak enak. tak lama Bang Rendi pun memutuskan mengakhiri panggilan telpon tersebut.


"Kenapa Bang?" tanya Albizar.


"Astaghfirullahal adzim. terus kondisi Tante gimana Bang?" tanya Albizar


"Gue nggak tau. tapi kata bibi sudah telpon Dokter dan sekarang dokternya lagi jalan." kata bang Rendi.


"Yaudah bang Loe pulang aja. Tante Risma jauh lebih butuh Loe. gak usah pikirin guey. nanti Gue bisa pulang naek taksi" kata Albizar.


"Ya udah Gue tinggal ya. Loe kabarin Gue kalau ada apa-apa." kata bang Rendi tetap mengkhawatirkan Albizar.


"Iya Bang. pokoknya Loe fokus aja sama Tante Risma. salam buat Tante Risma ya. semoga lekas sembuh." kata Albizar


"Oke thanks. Gue tinggal ya" kata bang Rendi.


"Iya bang. hati-hati dijalan jangan ngebut. kabarin ya." kata Albizar.


...----------------...


rangkaian proses terapi dijalani Albizar. sesungguhnya hal ini membuatnya sangat capek terlebih dengan kondisi nya yang belum pulih sehingga membuatnya merasa sedikit kewalahan. setelah hampir tiga jam lamanya akhirnya terapi hari ini sudah selesai.

__ADS_1


saat keluar dari ruangan Albizar kembali berpapasan dnegan Kak Kesya.


"Loh Al, kamu masih disini?. Kamu keluar dari ruang ini apa itu artinya kamu abis jalanin terapi?" kata Kesya


Albizar tersenyum. Kesya sekarang mengerti. tapi apa yang terjadi sehingga Albizar harus jalani fisioterapi?.


"Kamu udah selesai? atau masih ada lagi rangkaian yang lain?" tanya Kesya.


"Udah Dok." kata Albizar.


"Terus kamu sekarang mau kemana mau pulang apa mau kemana dulu" Kata Kesya.


"rencananya Aku mau kerumah Bang Rendi sih Dok. soalnya tadi Bang Rendi dapet kabar kalau Mama nya pingsan dikamar mandi. makanya Aku mau jengukin." kata Albizar.


"Oh gitu. oh ya kamu kesana qnaik apa? motor?" kata kak Kesya.


"Nggak Dok. tadi kesini dianter Bang Rendi naek mobil. tapi karena Bang Rendi harus pulang duluan paling aku naik taksi nanti." kata Albizar.


"Oh Yaudah kalau gitu bareng Aku aja." kata Kaka Kesya


"Loh emang Dokter udah selesai?" tanya Albizar.


"Untuk hari ini udah selesai. Yaudah kamu bareng Aku aja. tapi aku ambil tas aku dulu ya diruangan aku." kata Kesya.


Albizar mengangguk.


...****************...


diperjalanan menuju rumah Bang Rendi. Kesya yang mendengar suara perut Albizar yang keronconagn memutuskan untuk mampir ke restoran terlebih dahulu untuk mengisi perut yang lapar. karena bukan Albizar saja yang lapar Kesya pun sama.


dan disini lah mereka sekarang. disebuah restoran yang cukup terkenal. suasana tempat yang nyaman, makanan yang recommended banget. terlebih tempat ini tidak pernah sepi oleh pengunjung. dan saat ini mereka sednag menunggu pesanan makanan mereka.


"jadi gimana ceritanya kamu sekarang jalanin fisioterapi?" kata Kesya yang Sudah tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.


"emm. jadi lebih dari dua minggu lalu Aku kecelakaan Dok. pas latihan disirkuit. bahu dan kaki aku cidera bahkan tulang kaki mengalami keretakan." kata Albizar.


"Astaghfirullah. terus kenapa Kamu nggak dianter Kayla?" tanya Kesya.


Albizar hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Apa Kayla nggak tau soal ini?" tanya Kesya lagi

__ADS_1


lagi-lagi Albizar hanya diam. melihat reaksi Albizar. kini Kesya mengerti. Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka. melihat kondisi Albizar seperti ini. dia merasa kasihan. tapi Dia juga yakin jika pasti ada alasan kenapa Kayla tidak ikut menemani Albizar. ingin rasanya Kesya menggali informasi lebih lengkap. namun Kesya sadar ini bukan ranahnya ikut campur. biar bagaimanapun juga ini urusan rumah tangga mereka dan Kesya tidak ada hak untuk ikut campur.


kegiatan makan mereka pun berlanjut. Kesya pun tidak membahan apapun mengenai hubungan Kayla dengan Albizar. Dia tidak ingin nantinya Albizar merasa tidak nyaman jika Dia membahas tentang hubungan Kayla dengan Albizar. awalnya Kesya berfikir dengan menjauh. setidaknya Dia akan tenang dan tidak akan ikut campur dengan urusan rumah tangga mereka. dan perlahan Dia bisa menemukan ikhlas. tapi siapa sangaka ternyata semua tidak berjalan sesuai dugaannya.. sepertinya dia akan mendengarkan cerita dari Kayla. semoga saja Kayla mau bercerita padanya.


__ADS_2