Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Orang yang sama.


__ADS_3

"Papah yakin sama rencana papah?" tanya mama Via.


Saat ini Mama Via dan Pak Hans sedang berdiskusi didalam kamar mereka. Sementara Albizar, Bastian dan Iqbal sedang menunggu diruang tamu. Dan Kayla bersama kedua sahabatnya sedang berada dikamar Kayla untuk mengganti pakaian mereka.


"Pah. tapi kan Kayla masih Muda. Dia baru aja 17 tahun. dan lagi Dia masih sekolah. Gimana kata temen-temennya nanti kalau tau soal ini? lagian Kayla emang bakal setuju sama rencana Papa ini?." tanya Mama Via.


"Papa juga nggak tau. Tapi Papa bakal ngomongin langsung sama Kayla semoga Kayla mengerti yang kita lakuin ini demi kebaikan dia. toh Mama juga Liat kan Dia Laki-laki yang baik. berulangkali nolongin Kay. Papa yakin Dia bisa jagain Kayla dan bahagiain Kayla." kata Pak Hans.


"Iya Pah. tapi apa Dia nya bakal mau?. terus gimana sama Kenzo dan Kesya ? Mama yakin mereka nggak akan setuju." tanya Mama Via.


"Papa nanti akan ajak semua nya ngobrolin hal ini. tapi sementara ini kita liat bagaimana kepribadian Dia sebenarnya. Papa juga bakal cari tau semua hal tentang Dia. untuk memastikan kalau Kay akan aman dan bahagia sama Dia." kata Pak Hans.


"Iya Pah. tapi nanti kalau misalkan ternyata Kayla tidak setuju dan yang lain juga sama. Mama minta Papa urungkan niat Papa. kita cari solusi lain. ya Pah." kata Mama Via.


"Iya Mah. lagian sebelum Papa diskusikan masalah ini Papa akan cari tau dulu semua hal tentang kehidupan Al dan keluarganya."


"Sebenarnya Mama tidak menduga kalau Papa punya pikiran seperti ini. Mama kira Papa hanya akan minta Al untuk jadi Asisten atau bodyguard yang akan menjaga Kayla dan Kesya." kata Mama Via.


"Ya kita liat gimana nanti ya mah. kalau mereka nggak setuju sama rencana Papa. paling papah akan cari cara lain." kata Pak Hans.


"Apa sih alasan Papa sampe Papa kepikiran rencana kayak gitu?" tanya Mama Via.


"Sikap dia, tingkah laku dia, selain itu dia juga pintar dan yang paling penting dia baik dan perhatian sama anak kita. berapa kali dia nolongin Kayla. dan satu lagi dia tau bagaimana cara menempatkan diri sesuai pada tempatnya dan tidak neko-neko. Papa rasa alasan-alasan itu sudah lebih dari cukup untuk mendasari kenapa Papa merencanakan hal ini." kata Pak Hans.


"Iya sih Pah. Mama juga setuju sikap dia sudah mencerminkan jika dia laki-laki baik, bertanggung jawab. tapi itu aja nggak cukup biar bagaimana pun ini keputusan penting buat mereka. jadi biar mereka yang memutuskan kedepannya." kata Mama Via.


"Iya Mah." kata Pak Hans.


...----------------...


Diruang Tamu Albizar, Bastian dan Iqbal masih menunggu. Albizar yang masih merasakan sakit diperutnya sedikit bersandar sambil memegangi perutnya.


"Masih sakit perut Loe?" tanya Iqbal.


"Nggak. cuman agak senep aja. Oh ya kata Bang Rendi apa?" kata Albizar.


"Dia bilang. Loe suruh istirahat yang bener. lagian pelatih juga lagi ada urusan sampe besok. Jadi hari ini sama besok Loe libur. inget Loe gunain waktu libur buat istirahat." kata Bastian.


"Hem." Albizar pun memejamkan matanya.


Entah kenapa perutnya sekarang terasa sakit. padahan saat disekolah tadi dia tidak merasakan sakit seperti ini. Tapi kenapa rasanya sangat sakit. untuk menetralkan rasa sakitnya Albizar memejamkan matanya sambil menunggu Kakaknya Kayla yang seorang dokter. Bastian dan Iqbal yang tidak pernah melihat Albizar kesakitan seperti ini pun sedikit khawatir.


Kayla, Syahnaz dan Kintan pun keluar dari kamar. Melihat Albizar yang memejamkan matanya sambil memegangi perutnya membuat mereka sedikit khawatir.


"Dia tidur dari tadi?" tanya Syahnaz.


Kintan terus menatap Albizar. tapi seperina Albizar tidak tidur dia hanya memejamkan matanya saja tanpa tidur pulas.


"Dia nggak tidur. Mungkin dia cuma coba meredam rasa sakitnya."


Kayla duduk di bangku sambil terus menatap Albizar. Albizar tau saat ini sedang diperhatikan oleh seseorang. Albizar pun membuka matanya. benar saja saat dia buka matanya Kayla terlihat salah tingkah karena ketahuan sedang memandanginya.


"Gimana Perut Kamu?" tanya Kayla.


Albizar merasa aneh saat untuk kedua kalinya Kayla menggunakan kata Aku Kamu saat ngomong dengannya. bukan hanya Albizar, temen-temennya juga merasa heran. tapi mereka enggan untuk mambahas hal ini sekarang. dan mereka memilih diam.

__ADS_1


"Nggak Apa-apa. nanti juga sembuh" kata Albizar menganggap enteng sakit diperutnya.


"Assalamualaikum."


suara seorang wanita yang datang.


"Waalaikumsalam." jawab mereka serempak.


"Ada tamu rupanya." kata wanita itu.


"Kakak lama benget pulangnya." kata Kayla pada wanita itu yang tidak lain adalah Kakak perempuannya Kesya.


"Iya. Tadi macet dijalan dna ditambah kakak mamapir bentar. ada apa sih tumben?" kata Kesya. Sambil berjalan menuju Kayla.


"Ini loh Kak. ada temen aku yang lagi sakit. boleh minta tolong Kakak periksa kondisinya?" kata Kayla.


"Iya boleh. tapi kenapa nggak dibawa langsung ke rumah sakit sih. kan disana perlengkapannya lebih lengkap. emang siapa yang sakit." kata Kesya berjalan menghampiri Kayla.


Kesya masih belum melihat keberadaan Albizar, Bastian dan Iqbal disana. karena posisi mereka terhalang oleh jok sofa yang tinggi.


saat sudah ada disamping Kayla. Kesya melihat kearah samping. Dan dia terkejut.


"Al?" kata Kesya shock.


"Dokter" kata Albizar, Bastian dan Iqbal berbarengan.


"Kalian?!. kok kalian bisa disini? Dan kalian kok pake seragam sekolah Pelita insani?" tanya Kesya heran.


.


"Kamu sudah pulang Sya. bagus deh." kata Pak Hans.


Pak Hans dan Mama Via tiba-tiba muncul diruang tamu.


"Assalamualaikum Mah, Pah. baru aja nyampe" kata Kesya mencium tangan kedua orang tuanya.


"Akhirnya kamu sampe juga udah ditunggu dari tadi loh. Ini Albizar temen sekolah Kayla. Dia tadi udah nolongin Kayla dari gangguan orang yang ngusik Kay disekolah. terus dia juga anterin Kay pulang tapi dia itu lagi sakit. Makanya Mama sama Papa minta Dia tunggu disini biar bisa diperiksa sama kamu." kata Mama Via.


"Oh gitu. Kenapa Mama nggak telpon Sya dari tadi sih. Kalau tau gitu kan Kesya nggak mampir ke minimarket dulu tadi" kata Kesya


"Ya mama pikir bentar lagi juga Kamu Dateng." kata Mama Via.


"Yaudah Sya ganti baju dulu ya mah Pah. soalnya kan dari rumah sakit takut bawa virus. Tunggu ya Al." kata Kesya.


Albizar tersenyum tipis sambil mengangguk.


Melihat Kesya yang terlihat akrab dengan Albizar membuat kedua orang tuanya menangkap sinyal lain. Mereka penasaran bagaimana bisa Kesya yang notabennya seorang dokter bisa akrab bersama Albizar dan teman-temannya yang masih anak SMA.


Setelah beberapa menit menunggu Kesya keluar dari kamarnya dengan pakaian yang santai namun masih sopan. Bastian dan Iqbal terpesona dengan Kesya . penampilan santainya tidak mengurangi pesonanya. Kesya memang cantik terlebih sebagai seorang dokter Kesya memiliki aura dan pesonana sendiri yang membuat siapapun terpesona.


"Ayo Al. Ke kamar tamu biar Aku periksa kondisi Kamu" kata Kesya smabil membawa tasnya.


Dengan ragu Albizar mengikuti Kesya. ditemani Bastian, Iqbal dan juga Pak Hans yang ikut masuk kedalam.


"Dibuka Al." kata Kesya.

__ADS_1


"Apa?" tanya Albizar bingung.


"Kancing baju Kamu. Biar Aku periksa." kata Kesya menjelaskan.


Albizar diam. Dia tidak pernah membuka baju didepan wanita bahkan adik-adiknya tidak pernah.


"Kenapa? Malu?." tanya Kesya tersenyum merasa lucu.


"Aku cuman mau periksa perut Kamu. Perut Kamu sakit kan?" kata Kesya


"Nggak apa-apa Al. Lagian kan cuman perut Loe yang kelihatan Al. bukan aset Loe" kata Bastian meledek.


Sontak saja Bastian mendapatkan hadiah plototan dari Albizar. Justru Iqbal Pak Hans dan Kesya malah tersenyum dan tertawa mendengar celoteh Bastian yang absurt. terpaksa Albizar menuruti perintah mereka dan mulai melepaskan satu per satu kancing kemeja seragam sekolahnya. Perut kotak-kotak Albizar pun terekspos.


Kesya pun mulai memeriksa keadaan Albizar. Albizar sendiri merasa risih saat diperiksa dalam keadaan tubuhnya yang kelihatan. Setelah beberapa menit periksaan pun selesai.


"Sudah." kata Kesya.


Albizar langsung mengancingkan kembali kancing baju seragamnya..


"Kamu terlalu sering berantem Al. ada beberapa luka lebam diperut kamu. Dan Apa Kamu punya Asam lambung?" kata Kesya.


"Iya Dok." kata Albizar.


"Kamu juga harus jaga pola makan. jangan makan makanan yang pedas, Asam. dan jangan telat makan juga. " kata Kesya menasihat Albizar.


"Nanti Aku buatin resep obat buat Kamu." kata Kesya


"Makasih Dok."


Mereka pun keluar dari kamar tamu menuju ruang tamu. Albizar Duduk dibangku.


"Gimana Kak hasilnya?" tanya Kayla terlihat cemas.


Kesya menangkap hal lain. Kecemasan Kayla bukan hanya karena Dia merasa bersalah. Atas sakitnya Al karena menolongnya. tapi ada Hal lain.


"Asam lambungnya yang cukup tinggi, ditambah lebam diperutnya akibat pukulan sehingga membuat perutnyanya terasa sakit." kata Kesya.


Kesya memberikan secarik kertas berisi resep obat yang harus Albizar tebus diapotek.


"Nih, kamu tebus obanya di apotek dan diminum obatnya ya. sesuai anjuran. ada juga salep buat peredam sara nyeri." kata Kesya


"Makasih Dok. Dan maaf merepotkan." kata Albizar tidak enak hati


"Kamu Apaan sih Al. Siapa jua yang repot. Lagian kamu udah sering nolongin Aku. Dan Aku baru kali ini nolongin Kamu. Jangan berlebihan deh." kata Kesya.


"Kok, kalian bisa akrab?" tanya Kayla yang bingung melihat keakraban mereka.


Dan lagi cara Albizar berbicara pada Kesya berbeda dibanding saat berbicara dengan nya dan juga temen-temennya disekolah. Entah kenapa Hati Kayla tercubit saat melihat keakraban mereka.


"Ini Al yang pernah Kakak ceritain itu loh dek. Al yang udah nolongin Kakak." kata Kesya.


"Hah?" Kayla tidak percaya


Jadi Al yang menolong Kesya adalah orang yang sama dengan yang menolangnya. Jadi selama ini mereka ditolong oleh orang yang sama. Dan itu artinya mereka mengagumi orang yang sama. Entah kenapa perasa Kayla menjadi takut. Namun dia sendiri juga bingung apa yang membuatnya takut.

__ADS_1


sementara itu Pak Hans dan Mama Via menangkap ada hal lain dia antara kedua anak mereka.


__ADS_2