
Mobil yang dikendarai Kayla pun berhenti tepat diparkiran sekolah. Terlihat jelas Kayla yang tidak tenang. Karena para murid sudah berdatangan. dan suasana di tempat parkir pun cukup ramai. Kayla masih enggan untuk keluar dari mobil.
"Kenapa Kay?" tanya Albizar.
Kayla menggelengkan kepala.
"Kamu takut kalau kita ketahuan?" kata Albizar lagi.
Kayla menengok kearah Albizar.
Albizar menghela nafasnya. Dia yakin Kayla belum siap untuk ini.
"Jangan hiraukan omongan mereka. cuek aja. anggap tidak terjadi apapun." kata Albizar
Namun Kayla sepertinya tidak yakin.
"Kalau kamu belum siap mengumumkan tentang status kita ya udah diam saja. tidak perlu menjelaskan apapun pada mereka." kata Albizar.
"Tapi gimana kalau Syahnaz sama Kintan tanya?" tanya Kayla
"itu terserah kamu. Mau jawab atau nggak pertanyaan mereka. Mereka berdua sahabat kamu. kalau kamu yakin dan percaya sama mereka kamu bisa cerita. tapi kalau kamu belum siap ya udah jangan dulu." kata Albizar.
"Aku takut. Aku belum siap." kata Kayla.
"Yaudah jangan kasih tau. Kita tunggu kalau waktunya udah pas kita berdua akan bilang sama sahabat-sahabat kita. Syahnaz Kintan, Iqbal dan juga Bastian." kata Albizar
Kayla pun mengangguk setuju.
"Yaudah kita mau keluar bareng atau gimana?" tanya Albizar.
Walau ragu tapi Kayla mengangguk. Dengan gemetar Kayla pun membuka pintu mobilnya. keluar dari mobil. begitu pun dengan Albizar. lagi-lagi semua orang heran. pagi-pagi sudah menyaksikan suatu hal yang membuat heboh sekolah Pelita insani. Bagaimana tidak, siswi terpopuler sekaligus pemilik yayasan pelita insani datang kesekolah bersama siswa pupuler terpintar yang memiliki sikap sedingin kutub Utara.
Kayla berusaha keras menyembunyikan perasaannya. saat pandangan para murid pelita insani mengarah padanya dan juga Albizar. Kayla menyembunyikan rasa gugup dan takutnya dengan memasang wajah dingin. Kayla berlalu meninggalkan Albizar tanpa menoleh pada siapapun. Walau Dia tau semua orang sedang memandang penuh tanya padanya. tapi Albizar siap berjalan tanpa memandang siapapun dan wajahnya memancarkan aura dingin sehingga siapapun enggan untuk sekedar menyapanya.
Di dalam kelas Albizar kembali sibuk dengan buku OSN nya. tiba-tiba Bastian dan Iqbal datang dan langsung menodong Albizar.
"Apa bener Loe tadi berangkat bareng Kayla?" tanya Bastian.
Albizar sempat mengangkat kepalanya dan melihat ke arah kedua sahabatnya sejenak lalu kembali menunduk dan foku pada bukunya.
"Albizar Yusuf. Loe denger nggak sih kita berdua nanya sama Loe! " kata Bastian kesal karena di acuh kan.
"Hm." kata Albizar singkat.
"Hm. ?! kita nggak butuh jawaba Hm. dari Loe. kita butuh penjelasan." kata Bastian.
Albizar terlihat enggan untuk menjelaskan. karena Dia menghindari untuk berbohong. walau Dia tau Dia sedang menyembunyikan hal besar. tapi Dia tidak mau menutupi nya dengan kebohongan..
"Jawab Al. Loe bener berangkat bareng Kayla? " tanya Iqbal kali ini terlihat lebih tenang namun tatapannya sangat serius.
"kalian udah tau jawabannya. kenapa masih tanya pertanyaan yang kalian sendiri udah tau jawabannya." kata Albizar.
"Hmmm.." Bastian dan Iqbal menghela nafas.
Mengingat Albizar yang sedang dalam mode menyebalkan seperti ini mereka harus mulai menyediakan stok kesabaran yang lebih mengingat sikap sahabatnya ini pasti akan sangat menguras emosi mereka. tapi kali ini mereka tidak akan menyerah untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan mereka.
"Kok bisa?." tanya Bastian.
"ya bisa." kata Albizar.
"ya kenapa? secara rumah kalian berlawanan arah. kalau alasannya nggak sengaja ketemu dijalan itu nggak mungkin. secara rumah kalian lawan arah. jawab jujur." kata Bastian semakin penasaran.
__ADS_1
Albizar tidak ingin menjawabnya. karena dia tidak bisa mengatakan kejujuran nya dan Dia juga tidak ingin berbohong.
melihat sahabatnya yang tidak ingin menjawab Iqbal memiliki firasat. jika ada yang dirahasiakan dari mereka.
"Apa yang loe rahasiain dari kita? Loe nggak percaya sama kita?". tanya Iqbal.
Bastian menengok kearah Iqbal. kemudian kembali menengok kearah Albizar. meliaht raut wajah Iqbal dan juga Albizar kini dia tau kalau yang dibilang Iqbal benar.
"Apa yang loe sembunyiin dari kita?" kata Bastian.
"Oke kalau Loe Bener nggak mau cerita. itu hak Loe. tapi satu yang bisa Gue bilang. ternyata persahabatan kita masih belum bisa buat Loe percaya sama kita. walau Loe tau nggak ada satu pun yang kita berdua rahasiain dari Loe." kata Iqbal.
"Gue nggak nyangka kalau Loe masih belom anggap kita berdu sahabat Loe. sampe Loe q rahasiain banyak hal dari kita " kata Bastian.
Bastian dan Iqbal pun memilih untuk berhenti mendesak Albizar. karena mereka tau akan percuma. Albizar tidak akan pernah mengatakannya. meliaht kedua sahabatnya yang sudah duduk dengan tenang tanpa mengajukan pertanyaan lagi membuat Albizar melirik sejenak. tidak ingin menambah kebohongan akhirnya Albizar memilih mengabaikan temannya.
...****************...
Bel berbunyi. Iqbal dan Bastian pun pergi ke kantin. karena masih kesal mereka berdua tidak mengajak Albizar. disepanjang jalan mereka mendengar gosip yang beredar dikalangan murid-murid. mendengar hal ini jujur membuat Bastian dan Iqbal marah. biar bagaimanapun juga Albizar adalah sahabat mereka. dan mereka tidak suka saat ada teman mereka di elekan dan fitnah.
saat di kantin sekolah Bimo dan teman-temannya menghampiri Bastian dan Iqbal.
"Kemana temen Loe yang tukang tikung itu?" tanya Bimo pada Bastian.
"Maksud Loe apa? Gue nggak ngerti!" kata Bastian.
"hehehe.. Loe bego apa pura-pura bego. Siapa lagi temen Loe yang pura-pura sok jadi pahlawan padahal mah Dia suka sama Kayla. Dia nikung Gue buat rebut Kayla dari Gue. dasar PEMBINOR. atau jangan-jangan kalian semua sama lagi?" kata Bimo.
Bastian terlihat mengepalkan tangannya karena emosi. tapi Iqbal memegang tangannya buat menenangkan.
"Kita cabut. percuma ngeladenin berandalan kayak Dia" kata Iqbal.
...****************...
sementara didalam kelas Albizar yang sedang belajar buku olimpiade merasa terusik saat ada sebuah kantong plastik dihadapannya. saat menoleh Albizar mengulumkan senyum. ternyata Kayla sudah berada didepannya.
"Jangan terlalu diforsir. otak kamu juga butuh istirahat." kata Kayla.
sambil membawa plastik berisi makanan. melihat Iqbal hanya pergi dengan bastiqn. Kayla menjadi sedikit khawatir jika Albizar tidak pergi makan. itu sebabnya Kayla memutuskan pergi kekelas Albizar sambil membawa makanan. mengingat kondisi Albizar masih tahap penyembuhan Dia harus makan dan minum obat tepat waktu.
Mendapat perhatian dari Kayla. entah kenapa membuat Albizar menjadi lebih semangat seakan mendapat mood booster tambahan.
"Kamu Kok disini? nggak bareng sama Syahnaz dan Kintan? tar mereka nyariin loh" kata Albizar
"Kamu sendiri kenapa nggak istirahat bareng Iqbal dan Bastian?" Kayla malah bertenya balik.
"Kaki aku masih sedikit ngilu kalau terlalu diporsir banyak gerak dan jalan. kamu sendiri nggak takut dicariin Syahnaz sama Kintan?
"tadi aku bilang kok sama mereka aku ada perlu bentar jadi nggak bisa bareng mereka." kata Kayla.
"oke. Yaudah kamu duduk sini gih. nggak capek berdiri terus?" kata Albizar sambil menepuk bangku disebelahnya.
Kayla pun duduk dibangku sebelah Albizar dan Albizar pun merapihkan buku-bukunya yang berserakan diatas meja.
"Kamu kesini, bawain makanan buat aku? perhatian banget sih. Khawatir ya? atau emang udah cinta?" tanya Albizar sambil menggoda Kayla.
"Apaan sih. Aku tuh cuman nggak mau ya kamu sampe ngeluh sakit. tar dikira Aku nggak becus lagi ngurusin suami" Kata Kayla ketus.
tanpa sadar Kayla Sudah mengakui Albizar sebagai suaminya. dan hal ini membuat Albizar merasa senang.
"oh.. jadi sekarang udah ngakuin nih kalau Aku ini suami kamu. Makasih ya. semoga aja bukan cuman karena status. tapi kamu terima aku karena Hati kamu. kata Albizar
__ADS_1
Blusss... seketika pipi Kayla merona.
"udah makan. Nanti keburu masuk. keburu temen-temen kamu pada masuk kekelas." Ka ya
Albizar pun mulai membuka makanan yang dibawa Kayla. Albizar mulai menyendok makanan tersebut. namun bukannya memasukan kedalam mulutnya justru Albizar menyodorkan pada Kayla.
"Aaa... ayo buka mulutnya. kamu juga belum makan kan?" kata Albizar.
Kayla bingung. namun Albizar terus memaksa kayla untuk membuka mulutnya. dengan terpaksa Kayla pun membuka mulutnya dan memakan makanan yang disuapi Albizar.
"enak kan? pasti rasanya jauh lebih enak. karena disuapi sama orang ganteng" kata Albizar narsis.
Kayla tersenyum mendengar Albizar yang begitu narsis.
"Yey emang maksa mpok ati enak kali. kamu aja tuh yang ke PD an" kata Kayla enggan mengakui ketampanan Albizar.
"Lah emang Aku ganteng kali. toh anak-anak pelita insani juga mengakui ketampanan Aku kok." kata Albizar sambil memainkan kedua alisna naik turun.
Kayla geleng-geleng kepala melihat kenarsisan Albizar. walau dalam hatinya Kayla mengakui kebenaran itu. tapi Kayla enggan mengakuinya secara langsung.
"Oh ya, nggak ada yang gangguin Kamu Kan?" tanya Albizar.
Kayla menggelengkan kepalanya.
"Syukurlah. Aku takut ada yang gangguin kamu. sedangkan kondisi Aku kayak gini. Aku takut nggak bisa jagain kamu" kata Albizar.
Kayla tersenyum untuk meyakinkan Albizar.
"Tenang aja. aman kok. lagian ini disekolah nggak bakal ada yang berani macem-macem juga disini. makanya kamu fokus aja sama kesembuhan kamu. biar bisa jagain Aku lagi." kata Kayla
Albizar tersenyum sambil mengangguk.
"cuma Aku agak risih aja sih. sejak kejadian pagi tadi. semua orang liatin aku terus. ngeliatin aku sambil berbisik. bahkan Aku sempet denger gosip tentang kita." kata Kayla.
"emm. maaf ya. gara-gara itu bikin kamu nggak nyaman. sebenernya bisa aja kita bungkam mereka semua dengan ngasih tau perihal hubungan kia. mereka pasti bakal diem" kata Albizar.
"Aduh jangan lah. yang ada makin gede gosipnya. apa kata mereka nanti pas tau kita udah nikah saat masih kelas 2 SMA. tar kita di kita MBA." kata Kayla.
"MBA?" tanya Albizar
"iya merried by accident. alias hamil karena kecelakaan. alias dikira tekdung duluan. nggak deh aku nggak bakal sanggup denger gosip itu" kata Kayla.
"Yaudah nggak apa-apa. kalau gitu. anggap aja angin lalu. lama kelamaan juga gosip itu akan hilang dengan sendirinya." kata Albizar
"iya semoga aja." kata Kayla.
"Yaudah kamu minum obatnya. Aku mau kekelas lagi. takutnya nanti ada yang liat Aku disini makin tambah banyak deh bahan gosip." kata kayla.
Albizar pun mulai minum obatnya setelah selesai makan. kemudian Kayla berpamitan untuk kembali kelasnya sebelum ada murid lain yang melihat.
"yaudah Aku ke kelas ya. nanti pulang sekolah bareng ya. aku tunggu di parkiran aja ya. abis itu kita ka rumah sakit buat terapi kamu. sekalian Aku mau tanya langsung sama dokternya langsung." kata Kayla.
"Iya sayang."
blus.. seketika Kayla salah tingkah saat Albizar memanggilnya dengan kata sayang.
"Yaudah bye" kata Kayla lalu pergi.
Kayla keluar dari kelas sambil mengendap-endap. seperti seorang pencuri. padahal dia hanya ingin memberi makan siang untuk suamin. namun karena seratus mereka yang beckhstreet. mereka sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka.
tanpa mereka sadari ada seseorang yang bersembunyi dibalik pintu dan mendengarkan obrolan mereka.
__ADS_1