Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Pasar Malam- Sweet


__ADS_3

Prov Kayla


"Ngapain sih kita ke sini?" tanya Aku


Berulang kali Aku menanyakan pertanyaan yang sama namun Albizar enggan untuk menjawabnya. entah apa yang ingin dia ungkapkan sampai membawaku ketempat ini. sebuah arena tempat yang mungkin bisa dibilang sebagai tempat untuk latihan balapan.


kini Aku dan Albizar duduk disalah satu kursi penonton di tempat ini. aku bingung. berulang kali aku bertanya namun laki-laki ini tetap tidak memberi tahunya. dan aku pun memilih diam.


"Gue mau cerita ke Loe." kata Albizar.


(akhirnya dia ngomong juga) batinku.


"Apa boleh?" kata Albizar lagi.


Kayla tercengang.


(Hah?! pertanyaan macam apa itu. kenapa juga harus nanya. justru Dia emang harus cerita semuanya.) batin Ku


"ya. cerita aja." hanya kata itu yang bisa Aku katakan.


"Gue itu pembalap." kata Albizar


"Hah?!. Loe bercanda kan?" kataku tidak percaya.


"Nggak. Loe inget waktu Loe disekep sama anak Scorpio?" kata Albizar


"Ya. pasti. hal yang nggak bakal Gue lupain seumur hidup gue. dan itu adalah hal terburuk yang Gue alami. dan Gue berdoa hal itu nggak akan pernah terjadi lagi dihidup Gue" kata ku.


jujur mengingat nya masih menyisakan luka dihati ku.


"waktu itu Gue baru pulang dari Sentul. karena habis ikut balapan disana. dan Alhamdulillah Gue menang. itu juga atas dukungan Iqbal, Bastian dan bang Rendi. dari sana gue akhirnya dapet kontrak dari salah satu sponsor buat jadi salah satu tim mereka. ge dikontrak selama 1 tahun." kata Albizar


Aku menengok kearah Albizar. pantas saja setelah kejadian itu aku perhatikan kehidupan Albizar berubah.


"karena status Gue masih pelajar. Gue minta identitas Gue jangan dikenalin dipublik. makanya sampe sekarang belum banyak orang yang tau tentang profesi gue ini. selain Iqbal, Bastian, Adek-adek gue, bang Rendi dan juga dokter Kesya." kata Albizar lagi.


aku langsung menengok kearah Albizar.


(jadi Ka Kesya tau, sedangkan Gue sebagai isteri nya nggak dikasih tau) batinku yang merasa kesal.


"jangan salah paham dulu. dokter Kesya tau bukan berarti status dan kedudukan Dokter Kesya jauh lebih penting dibanding Loe." kata Albizar seakan tau isi hatiku

__ADS_1


"ada banyak alasan kenapa Gue baru bisa cerita sama LOE. dan Loe juga tau keadaannya kita kayak gimana. dan setelah Gue pikir panjang akhirnya Gue putusin buat kasih tau lor sekarang." kata Albizar


"kenapa Loe tiba-tiba pengen kasih tau Gue? emang gue sepenting itu sampe Loe ngerasa Gue harus tau tentang Loe?" tanya ku memancingnya.


Albizar tersenyum tipis. seakan meledek pertanyaan yang ku lontarkan. Albizar menggenggam tanganku. dan mengajakku bangun. entah kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku ini. sungguh aku ingin tau apa jawabannya.


...****************...


Lagi-lagi Albizar membuatku bingung. beberapa pertanyaan masih terasa menggantung bagiku. setealah pergi dari tempat sebelumnya. Albizar kini mengajak aku ke sebuat pasar malam.


seperti biasa Albizar selalu sigap membantuku melepaskan helm dikepala ku. dan petlakuan nya ini cukup membuatku merasa terkesan.


"Ayo." kata Albizar sambil tersenyum manis.


"Kita ngapain kesini?" tanya ku.


"kita nggak pernah jalan kan?. anggap aja kalau sekarang kita lagi ngedate." kata Albizar.


"Ngedate?" tanyaku.


Albizar mengangguk. Albizar terus menuntun tanganku. kita masuk kearena pasar malam yang cukup ramai mengingat ini adalah malam Minggu. banyak anak muda juga berapa pasang suami isteri yang terlihat sedang mengajak anak-anak mereka bermain ditempat ini. quality time.


suasana pasar malam yang sangat ramai dengan berbagai macam permainan dan juga jajanan. kami mulai mendatangi satu persatu stand mainan disana.


"ayo." Albizar mengajak Kayla kestand tersebut.


"mas satu. berapa?" kata Albizar.


"sepuluh ribu" kata mas-mas itu


Albizar terlihat'memberikan uang. DAN kemudian si mas-mas itu memberikan 3 bola kecil pada Albizar.


"Loe mau hadiah yang mana?" kata Albizar


"emang yakin bakal berhasil? pake nawarin mau hadiah mana. berhasil juga belum tentu" kata ku sedikit meledeknya.


bukan maksud ku merendahkan Albizar. aku juga yakin mudah buat Albizar kalau cuman melempar bola ini. karena Albizar kan juga terkenal jago main basket pasti lemparnya juga sangat kagu dna akurat. hana saja aku mengatakan itu untuk memebrinya semnagat. karena aku tidak bisa memberiknnya semangat secara terus terang. aku malu. alhasil aku pun menggunakan kata-kata itu.


"LOE ngeremehin Gue?" tanya Albizar terlihat sedikit kesal.


"terserah sih Loe mikirnya gimana. Gue cuma butuh pembuktian, bukan cuman janji dan bualan semata" kata ku seakan menantang nya.

__ADS_1


karena merasa tertantang Albizar pun mulai membidik kaleng-kaleng itu. Dan kemudian mulai melempar satu persatu bola itu. dan sesuai prediksiku. ketiga bola itu tepat sasaran. dengan tersenyum puas Albizar seakan puas.


"Sekarang pilih mau yang mana hadiah nya?" kata Albizar.


"dengan senang hati. bang saya mau yang itu" kata ku dengan semangat memilih hadiah." aku sengaja mengabaikan Albizar yang tengah tersenyum memandangi sikapku. karena aku tau dia juga senang melihat aku yang antusias memilih hadiah


setelah puas menikmati berbagai permainan di pasar malam ini. Albizar mengajakku naik bianglala. begitu wahana ini berjalan. perlahan tempat yang kami naiki mulai merangkak naik keatas. aku senang. dari atas sini aku bisa melihat suasana yang ada di bawah.


"sungguh indah." kata Albizar.


aku mengangguk setuju. memang indah suasana malam hari saat dilihat dari atas sini.


"Iya indah banget " kata ku setuju.


"Cantik dan sempurna. dekat namun sulit untuk digapai" kata Albizar lagi.


seketika aku langsung menengok kearah Albizar. betapa malu aku saat ternyata sedari tadi Albizar terus memandangi wajahku sambil tersenyum.


"Copot tar tuh mata." kata ku berusaha untuk mengalihkan perhatian.


"hehe" Albizar terkekeh.


tiba-tiba Albizar mendekat. semakin mendekat. membuat jantung ini berdegup kencang. entah apa yang ingin dia lakukan. dan kenapa aku bergitu deg-degan.


Albizar pun mengulurkan tanganya untuk mengambil anak rambut yang menghalangi mataku dan kemudian ia selipkan di belakang telingaku. sontak saja membuat wajahku semakin bersemu malu. melihat wajahku yang memerah entah kenapa semakin membaut Albizar mendekat.


Cup


sesuatu yang kenyal mendarat dikeningku. seketika membuatku meremang. hangat dan berhasil membuat desiran didalam dadaku. kenapa Albizar selalu saja bertindak yang membuatku merasa kaget.


"I Love you." ucap Albizar.


deg.


(jantungku. oh tidka bisa-bisa jantungku copot) batinku.


tidak terduga. Albizar semakin dekat dan langsung menyambar bibirku. dengan lembut dia terus memagut bibirku. Aku yang bingung tidak merespon. perlahan pagutan itu semakin menuntut. dan emnedrsak ku untuk memberikan respo. dan karena gemas Albizar mengigit bibirku singga aku pun tidak sengaja membuaka mulutku. hal ini membuat Albizar semakin berani meloloskan lidhanya untuk mengeksplor mulutku.


hingga tanpa sadar kamu berciuman hampir sepuluh menit. Albizar melepaskan pagutannya. sambil tersenyum.


"Manis" kata Albizar.

__ADS_1


sungguh hal ini membuatku sangat malu. entah mungkin wajahku Sudah seperti kepiting rebus saking menahan rasa malu. Albizar pun langsung menarik ku untuk mendekat dan pindah duduk disampingnya dan kemudian membawaku kedalam pelukannya..


sungguh tidak pernah aku bayangkan jika aku akan mengalami hal ini. bersama manusia dingin, dipasar malam dalam suasana yang romantis. dan hal ini membuak hubungan kami semakin dekat. semoga setelah ini hubungan kami semakin dekat. dan tidak ada lagi masalah kedepannya.


__ADS_2