Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
tanggung jawab atau benar perduli?


__ADS_3

Tetttt... teeetttttt.... (Suara Bel)


Albizar segera membereskan buku-bukunya kedalam tas.


"Al kantin Yuk." kata Bastian.


"Kalian aja." kata Albizar langsung bergegas keluar kelas.


"Loe mau kemana Al?" tanya Iqbal.


Albizar tidak menghiraukannya pertanyaan dari teman-temannya. Albizar berjalan tergesa-gesa menuju kelasnya Kayla. saat sudah didepan pintu Albizar langsung menghampiri meja Kayla. terlihat Kayla yang sednag terpejam kan matanya. entah dia tidur atau pingsan. semua teman kelas Kayla pun dibuat kaget dengan keberadaan Albizar. terlebih Albizar terlihat mengkhawatirkan keadaan Kayla. semakin kuat sudah dugaan mereka.


"Gimana keadaan Kayla?" tanya Albizar pada Syahnaz.


"Dari tadi dia tidur. tadi sih Pak Mif. udah suruh Kayla ke UKS tapi dia nggak mau" kata Syahnaz.


Beberapa murid dikelas itu mengurungkan niatnya pergi ke kantin hanya untuk melihat apa yang terjadi diantara Kayla dan Albizar. Albizar tidak menghiraukan semua kecurigaan murid yang ada disana. Albizar terlalu mengkhawatirkan keadaan Kayla.


"Kay.. Kayla.. bangun Kay.." kata Albizar sambil menepuk pelan lengan Kayla.


Kayla tidak bergeming.


"Kay.. Kayla.." kata Albizar. Syahnaz dan Kintan ikut membangunkan Kayla.


Albizar mengecek suhu tubuh Kayla. dia pun berusaha membenarkan posisi Kayla agar bersandar di bangku.


"Badannya panas banget. kita bawa Kayla pulang aja." kata Albizar.


"Iya Al. mending Kayla pulang aja. biar istirahat dirumah" Kata Syahnaz.


Dengan perlahan Albizar membopong Kayla. semua orang terperangah. menyaksikan perlakuan Albizar pada Kayla.


"Naz tolong bawain Tasnya Kayla. dan Kintan tolong minta izin pulang ke guru piket buat Kayla. cepet ya" kata Albizar.


"Yaudah. Gue ke guru piket dulu." kata Kintan dan langsung pergi.


Albizar pun membopong Kayla keluar kelas. dan lagi-lagi semua orang takjub dengan apa yang mereka lihat. tapi Albizar terlihat cuek. yang ada dipikirannya saat ini adalah membawa Kayla pulang.


"Nih Al. surat izinnya . tapi cuman boleh dua orang aja yang nganterin Kayla." kata Kintan.


"Yaudah. terserah siapa yang mau ikut. cepetan" kata Albizar.


"Gue aja ya yang ikut. Loe nyusul tar. sekalian tolong bawain tas Gue ya Tan." kata Syahnaz.


"Oke deh. yaudah Loe berdua hati-hati. jagain Kayla. kalau ada apa-apa langsung kabarin gue ya." kata Kintan.


"Oke. Yaudah Loe masuk Naz." kata Albizar.

__ADS_1


Syahnaz pun masuk. dan perlahan Albizar pun mulai memasukan Kayla kedalam mobil. setelah siap. Albizar mulai melajukan mobilnya. setelah melewati satpam sekolah Albizar pun mulai menambah kecepatan laju mobilnya. disepanjang jalan Albizar terus merasa khawatir. pasalnya Kayla tidak juga sadar.


setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam akhirnya mereka sampai dirumah Kayla. Albizar menengok kebelakang dan melihat Kayla yang masih tidak sadarkan diri.


"Kayla belum sadar juga." kata Albizar.


"Iya. kayaknya Kayla pingsan deh." kata Syahnaz.


Albizar pun keluar dari mobil dan segera berpindah ke sisi Kayla.


"Kay.. bangun Kay."


Melihat tidak ada respon dari Kayla. Albizar pun perlahan mulai mengangkat tubuh Kayla dan mengeluarkan Kayla dari mobil. perlahan Albizar mulai mengendong Kayla masuk kedalam rumah. simbok kaget saat membuka pintu melihat Kayla yang tidak sadarkan diri sedang digendong oleh Albizar dan dibelakangnya Syahnaz mengikuti sambil membawa tas sekolah Kayla.


"Ya Allah Non Kayla. Non Kayla kenapa pingsan Mas?" kata simbok.


simbok sengaja tidak memanggil Albizar Den didepan teman sekolah Kayla. karena Dia tau, Dia harus menutupi perihal pernikahan Albizar dengan Kayla.


"Saya nggak tau pasti Mbok. tapi simbok Sudah telpon Dokter kan buat Dateng kesini?"kata Albizar.


"Sudah Mas. sepertinya masih dijalan sebentar lagi sampai."katasi mbok.


"Ya udah Mbok. ini Kayla mau dibawa kemana?" kata Albizar


"Kekamarnya Non Kayla Aja Mas. Kamarnya ada dilantai atas. ayo si mbok anter." kata is mbok.


"Simbok. boleh minta tolong ambilin minyak angin sama air hangat dan kain buat ngompres" kata Albizar.


"Iya mas."


simbok pun keluar. sementara Syahnaz masih terus menemani Kayla bersama Albizar.


"Bangun Kay. ayo bangun Kay." kata Albizar sambil menepuk-nepuk pelan pipinya Kayla.


Syahnaz bisa melihat betapa khawatir nya Albizar pada Kayla. Syahnaz semakin yakin jika Albizar memiliki perasaan pada Kayla. Albizar terus berusahamembuat Kayla sadar. Albizar mengusapkan tangan Kayla dengan kedua telapak tangannya. Syahnaz pun naik keatas ranjang. Syahnaz pun ikut membangunkan Kayla. hingga akhirnya Kayla pun sadar.


kepala Kayla terasa pusing. dia pun memijit dahinya.


"Syukurlah akhirnya Kamu sadar. apa yang sakit?" kata Albizar.


Kayla terlihat heran. kenapa dia ada dikamarnya bersama Syahnaz dan juga Albizar. tak lama muncul Dokter dan juga simbok.


"Selamat siang." kata dokter


"Siang Dok. silahkan dok." kata Albizar sambil berdiri dan memberikan tempat untuk dokter.


sang Dokter pun duduk disamping Kayla dan kilang mengeluarkan alat-alat medis. sang dokter pun mulai memeriksa Kayla sambil sesekali menanyakan perihal apa saja yang dirasakan Kayla seputar kesehatannya.

__ADS_1


setelah hampir setengah jam akhirnya sang dokter selesai memeriksa Kayla.


"baik kayla. setelah ini Kamu istirahat ya. kurangi makan pedas. istirahat yang cukup. dan satu lagi jangan stres. jangan banyak pikiran. dan saya akan kembali lagi malam nanti sambil bawa hasil tes lab nya."


Kayla mengangguk kecil.


"Kalau gitu. Saya permisi dulu." kata dokter.


"Mari Dok saya antar ke depan" kata Albizar.


dokter dan Albizar pun keluar dari kamar Kayla. simbok pun masih terus mendampingi sang anak majikan. dia mulai mengompres dahi Kayla agar bisa menurunkan demamnya.


"Kay. loe tuh bikin Khawatir gue tau nggak. panik gue waktu Loe pingsan di sekolah tadi. lagian Loe mah aneh udah tau lagi sakit ngapain maksa sekolah sih?" kata Syahnaz.


"Sorry." kata Kayla lemah.


"Sudah Non, jangan dimarahi non Kayla nya. kasihan. masa orang sakit diomelin" kata simbok.


Syahnaz pun berhenti. tak Lama Albizar masuk kedalam kamar Kayla.


"Gimana keadaan Kamu sekarang?. apa ada yang sakit?." kata Albizar


Kayla menggelengkan kepalanya. Albizar pun memilih duduk dibangku dan memainkan handphone nya. tak lama terlihat Albizar sednag menerima telpon.


"Ya. kenapa?". kata Albizar


"..."


"Gue nggak balik ke sekolah lagi. Loe jangan lupa record mapel hari ini. kirim ke Gue. sekalian bawa tas Gue ya. nanti ketemuan di tempat biasa aja." kata Albizar


"......."


"nggak. Kay udah sadar kok. tadi baru aja diperiksa dokter. Yaudah kalao mau kesih nanti aja abis latihan. oh ya sekalian titip absen." kata Albizar.


"....."


"ngaco loe. Ya udahlah. thanks." kata Albizar mengakhiri panggilan telpon.


sedari tadi baik Kayla dan juga Syahnaz mendengarkan pembicaraan Albizar di telpon.


"Kalau loe mau balik ke sekolah balik aja Al. biar Kayla gue yang jaga sama simbok." kata Syahnaz.


"Iya Mas Al ke sekolah lagi aja. biar non Kay simbok yang jagain" ka si mbok.


"Nggak apa-apa mbok. sesekali bolos nggak apa-apa kan." kata Albizar.


Kayla hanya bisa menatap Albizar dari tempatnya. Kayla sendiri bingung kenapa Albizar sampai rela bolos hanya demi menunggunya. satu hal yang sangat pantang untuk dilakukan Albizar. apa yang sebenarnya dipikirkan Albizar.Kayla benar-benar tidak mengerti dengan sikap dan tingkah Albizar. kenapa di melakukan semua ini. apa dia melakukannya atas dasar tanggung jawab. atau karena memang dia benar-benar perduli?

__ADS_1


__ADS_2