
Albizar mengehentikan motornya di depan Minimarket yang tidak jauh dari rumahnya. Dia ingin membeli beberapa keperluan dan bahan makanan untuk adik-adiknya. Albizar sengaja mampir agar bisa lebih menjernihkan pikirannya. Moodnya yang hancur disekolah membuatnya ingin menjernihkan pikirannya terlebih dahulu sebelum sampai dirumah. Dia tidak ingin Adik-adiknya melihat moodnya yang hancur.
Setelah membayar belanjaannya Albizar keluar dari minimarket tersebut. Namun didepan minimarket Albizar melihat seorang wanita sedang bertengkar dengan seorang pria. Terlihat pria itu bertindak kasar pada wanita itu. Pria itu mencekal tangan wanita itu sampai wanita itu kesakitan.
"Lepas nggak. Inget hubungan kita udah selesai." kata wanita itu.
"Nggak. Aku nggak mau kita selesai. Aku harus jelasin sama kamu. Dan Kamu nggak bisa gitu aja putusin Aku " kata laki-laki itu.
"Nggak. Gue nggak Sudi punya cowok ba*****n kayak Loe. Lepasin Gue. dan Jangan pernah Loe sentuh Gue sama tangan kotor Loe itu. Nggak Sudi Gue." kata cewek itu.
"Aku nggak perduli. Selamanya Kamu punya Aku dan Aku nggak akan pernah mau lepasin Kamu." kata Laki-laki itu menarik paksa wanita itu.
Melihat cowok itu kasar sama Cewek membuat Albizar Kesal. Albizar pun langsung menghampiri mereka. Albizar pun menahan tangan laki-laki itu. laki-laki itu pun menengok ke belakang.
"Siapa Loe? nggak usah ikut campur urusan Gue sama cewek Gue. " kata Laki-laki itu.
"Mantan!!. Inget Gue udah bukan cewek Lor lagi. Setelah Loe tidur sama sahabat Gue. Gak Sudi Gue punya cowok yang suka celap celup sana sini." kata cewek itu.
"Jaga mulut LOE. udah pokoknya Loe harus ikut guey. dan Loe nggak usah ikut campur urusan Gue!" kata Laki-laki itu naik pitam.
Laki-laki itu menarik tangan Cewek itu dengan paksa.
"Nggak mau.! Lepas nggak?!" kata cewek itu.
Laki-laki itu tetap memaksa cewek itu. Albizar menahan tangan Laki-laki itu.
"Loe ngerti bahasa manusia nggak?!. Dia bilang, Dia nggak Mau ikut sama Loe!." kata Albizar menahan laki-laki itu.
"Banyak B***t Loe." Hardik Laki-laki itu lalu menyerang Albizar.
Albizar dan Laki-laki itu pun bertengkar. berulang kali laki-laki itu melayangkan pukulan tapi Albizar berhasil menghindar. dan saat yang tepat Albizar berhasil menyerang Laki-laki itu dan memukulnya. saat Laki-laki itu jatuh Albizar mulai melayangkan pukulan dan tendangan ke laki-laki itu. Hal ini menarik perhatian warga sekitar. Yang akhirnya perkelahian mereka dapat direrai oleh wara sekitar.
"Inget sayang Urusan kita belum selesai. Nanti aku bakal temuin kamu lagi." kata Laki-laki itu berbicara pada mantan kekasihnya.
__ADS_1
Cewek itu tidak menghiraukan perkataan Laki-laki yang mengaku sebagai kekasihnya. tapi Cewek itu justru menghampiri Albizar.
"Maaf ya pak. mengganggu ketenangan kalian. Saya cuman berusaha menolong wanita itu dari laki-laki itu. Makasih udah membantu memisahkan saya." kata Albizar pada warga yang sudah memisahkan pertengkaran mereka.
"Terimakasih." kata wanita itu.
Albizar berbalik badan. dan saat melihat cewek yang Dia tolong rasanya dia mengenal wanita ini.
"Kamu?. Kamu yang waktu itu pernah nolongin saya benerin Mobil saya yang mogok kan?" kata cewek itu.
"ya.. Saya inget. Kamu, Bu dokter yang waktu itu mau operasi pasien kan?" kata Albizar mengingat cewek tersebut.
"Iya . makasih ya. lagi-lagi kamu udah nolongin saya." kata cewek tersebut.
"Sama-sama. Bu Doker nggak apa-apa?, tangan Bu dokter aman?" kata Albizar.
"Nggak apa-apa. Cuman sakit dikit. Tapi nanti dikasih salep pereda nyeri juga ilang sakitnya. Justru kamu yang terluka. Kita kerumah sakit ya biar diobati luka kamu" kata Cewek itu.
Albizar tersenyum. ini cuman luka kecil baginya dan sudah biasa. tidak perlu dibawa kerumh sakit.
"Kamu nggak bisa nyepelein luka kayak gini. kalau nanti ada luka dalem gimana. Gimana kalau nanti ternyata ada organ dalam Kamu yang rusak kena pukul. Dan lagi jangan panggil Aku Bu Dokter. panggil aja Aku Kesya." kata wania yang bernama Kesya.
"Gak enak dong Kalau manggilnya Kesya aja. saya Panggil Dokter Kesya aja gimana?. Lagian Dokterkan emang seorang Dokter." kata Albizar.
"Ya udah deh. Tapi jangan peke Bu. Aku nggak setua itu kan sampe harus dipanggil Bu." kata Kesya.
"Oke Dokter Keysa. Yaudah Dok. saya permisi duluan nggak apa-apa kan. Soalnya Adek-adek saya dah pada nunggu dirumah." Kata Albizar
Kesya menahan tangan Albizar. Dan Albizar pun kembali menengok ke arah Kesya.
"Aku ngerasa bersalah. Kamu Luka-luka kayak gini gara-gara nolongin Aku. Aku ajak Kamu ke Rumah sakit buat obatin luka Kamu. Tapi Kamu nggak mau. Tapi Aku bakal terus kepikiran dan ngerasa bersalah. dan kalau Aku kasih uang kamu juga nggak akan ambil kan?" kata Kesya.
Albizar tersenyum.
__ADS_1
"Kalau gitu nih." kata Kesya memberikan kartu namanya.
Albizar mengambil kartu nama itu. Tertera Nama Dr. Kesya Anditha Putri Atmaja . Sp. B
"Hubungi no Aku kalau ternyata Kamu ngalamin sakit gara berantem tadi. Biar Aku tanggung biaya pengobatannya. Adil bukan?. Oh ya Nama kamu siapa? kata Kesya.
"Al. panggil aja Al. Oke dokter Kesya. Nanti saya hubungin kalau ternyata saya harus diperiksa ke dokter. Ada lagi?. apa Saya udah boleh pergi duluan?" kata Albizar.
"Udah. sekali lagi makasih ya. saya juga mau pulang. inget pesen saya." kata Kesya.
Kesya pun mausk kedalam mobilnya. begitu juga dengan Albizar naik keatas motornya. Albizar mulai menyalakan mesin mobilnya. Namun dia melihat Kesya terlihat kesal karena mobilnya tidak mau nyala.
"Ayo dong.. Jangan mati lagi . Kenapa jadi sering mati sih.?" kata Kesya bicara dengan mobilnya.
Albizar yang melihat Mobil Kesya tidak juga menyala meski sudah distater. Albizar pun memutuskan untuk turun dari motornya dan menghampiri Kesya.
"Kenapa mobilnya? mogok lagi?
Kesya tersenyum menahan malu.
"iya nggak tau. Akhir-akhir ini sering mogok. Padahal udah diawae service sama sopir dirumah." kata Kesya.
"Bawa kunci-kunci perkakas" tanya Albizar
"Kayaknya ada di bagasi belakang" kata Kesya tidka yakin .
"Buka Bagasi nya " kata Albizar lalu berjalan ke bagasi belakang. Albizar menemukan kotak perkakas itu Dan kemudian membawanya ke kap mesin mobil didepan.
Kesya terus mengikuti Albizar dan menemani Albizar yang sedang melihat kondisi mobilnya. Kesya tidak menyangka lagi-lagi laki-laki ini yang sudah menolongnya.
"Dokter. Saya udah pernah bilang bukan hanya Pasien yang butuh Dokter rawat. tapi juga mobil ini. ada kerusakan didalam mesinnya. dan harus diganti. Kayaknya harus diderek ke bengkel." kata Albizar.
"Yah.. terus gimana dong?" tanya Kesya bingung
__ADS_1
Albizar menelpon Bengkel Bang Rendi Dan meminta mobil derek kelokasinya. Setelah kurang dari setengah jam Akhirnya Anak buah Bang Rendi datang bersama mobil derek. Mobil Kesya pun diderek menuju bengkel Bang Rendi. Albizar pun membonceng Kesya menuju bengkel Bang Rendi.