Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Apa? satu kamar!?


__ADS_3

Jam didinding sudah menunjukan pukul 10 malam. para tamu undangan dan kerabat pun sudah meninggalkan kediaman Darmawan. kini hanya tersisa keluarga inti pak Hans dan juga dari pihak Albizar. kini mereka sedang duduk bersama.


"Mak Ranti sama anak-anak menginap saja ya malam ini. ini juga sudah malam." kata Pak Hans.


"Tapi Pak?" kata Mak Ranti.


"iya Mak. Sesekali menginap tidak apa lah. Lagian kasian anak-anak udah malem juga kan. biar anak-anak istirahat. besok pagi-pagi kalian bakal diantar sama supir. kalian mau kan?" kata Mama Via.


Zahra, dan mak Ranti terlihat bingung. tapi Shafa dan Azzam terlihat senang.


"Mau ya Ra, Mak. lihat Shafa sama Azzam keliatan seneng banget itu" kata Mama Via membujuk


"Iya Ra, nanti kamu sama Shafa tidur dikamar kakak aja. mau ya.." kata Kesya ikut membujuk.


Zahra pun melihat kearah Albizar seakan bertanya. lalu Albizar pun menganggukan kepalanya.


Zahra pun mengangguk setuju.


"yaudah kalian mending istirahat udah malem juga. Zahra sama Shafa terserah mau tidur dikamar Kesya atau dikamar tamu. gimana enaknya aja" kata Mama Via.


"Kalian tidur dikamar kakak aja ya. Azzam juga kalau mau ikut nggak apa-apa " kata Kesya.


"Azzam biar sama emak aja Neng." kata emak Ranti.


"Azzam mau sama Kak Al. boleh ya." kata Azzam.


Semua orang bingung. Bagaimana bisa Azzam tidur bersama Kayla dan Albizar. Kenzo berusaha menahan tawanya saat mendengar permintaan polos anak kecil ini.


"Emm gimana kalau Azzam tidur sama Papa aja. mau kan?" kata Pak Hans membujuk Azzam.


"enggak Pah. Azzam pengen tidur sama Kak Al. boleh kan Kak" kata Azzam.


"Adek tidur sama Kak Zahra aja ya. Adek nggak boleh tidur sama Kak Al." kata Shafa.


"emang kenapa sih Azzam ngak boleh tidur sama Kak Al? padahal kalau dirumah Azzam selalu tidur dikamar Ka Al. walaupun Kak Al suka pulang malem. tapi tiap tengah malem Azzam selalu bangun karena dengerin suara Kak Al yang lagi ngaji. dan itu bikin Azzam selalu bangun buat ikut ngaji sama Kak Al. " tanya Azzam polos.


Mendengar fakta baru ini membuat mereka terkejut tidak menyangka. Teryata seorang Albizar selain baik sayang keluarga Dia pria yang taat beribadah meskipun sikapnya pendiam cenderung cuek.


"Boleh ya Kak Al. Azzam tidur sama Kakak. " kata Azzam merengek.

__ADS_1


Tiba-tiba Kenzo berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Azzam.


"Hei. boy. Gimana kalau tidur sama Kak Ken aja. Kakak Ken punya hadiah buat kamu. dan hadiahnya ada didalam Kamar kak Ken. dikamar kak Ken ada banyak mainan, robot mobil koleksi mainan waktu kak Ken kecil. dan kamu boleh pilih mainan mana aja yang kamu suka. itu bisa buat kamu. Gimana kamu mau nggak?" kata Kenzo.


"Beneran Kak" tanya Azzam


"Iya bener." kata Kenzo sambil mengangguk.


Azzam memperhatikan dengan seksama wajah Kenzo. Kenzo tersenyum. dan seakan meyakinkan Azzam untuk setuju. dan Azzam pun setuju.


"bagus. anak pinter. Oke kita ke kamar Kak Ken sekarang boy?" kata Kenzo pada Azzam.


Azam pu. mengangguk. Kenzo pun pamitan pada semuanya dan mengajak Azzam ke kamarnya.


"Al kamu juga istirahat. Ayo Kay ajak Albizar kekamar kamu.?" kata Pak Hans.


"Kekamar Aku Dad?" tana Kayla Kaget.


"Iya Sayang." kata Pak Hans.


"Kenapa kamar Aku Dad? kan masih banyak kamar kosong. nanti kalau dia macem-macemin aku gimana?" kata Kayla.


Seketika semua orang melongo mendengar perkataan Kayla. terutama Albizar. Albizar berusaha menahan dirinya agar tidak marah. perkataan Kayla seolah-olah mengatakan jika Albizar laki-laki mesum yang berniat buruk.


"Sayang kamu lupa. Sekarang kan Albizar itu sudah jadi suami kamu. masa suami istri tidurnya pisah kamar?" kata Mama Via.


seketika Kayla diam. bener juga perkataan Mamanya. Tapi Sekamar dengan Albizar? . Kayla tidak bisa membayangkannya. tiba-tiba wajah Kayla menjadi tegang. Kesya yang melihat wajah sang adik yang menjadi tegang pun tersenyum jahil.


"cie.. yang tegang mau unboxing. jangan tegang dong. rileks. nikmati aja. " kata Kayla sambil memainkan alisnya naik turun sambil tersenyum jahil menggoda Kayla.


"Kakak.." kata Kayla kesal dengan tingkah sang kakak. Kayla pun mencubit tangan sang kakak.


"Aduhh.. aduhh. duh.. sakit Kay. ampun." kata Kesya mengaduh kesakitan.


Kayla pun melepaskan cubitannya.


"Aduh pengantinnya garang banget sih.. inget jangan garang-garang loh kasian Al nya nanti ketakutan Loe. nanti kalau unboxing jangan kasar-kasar ya. nanti Al nya takut loh.." kata kesya.


Kesya langsung kabur kedalam kamarnya. takut Kayla ngamuk karena terus Dia goda. Kayla merasa malu. sedangkan yang lain pada tertawa dengan tingkah kedua Kakak beradik ini yang tingkahnya seperti anak kecil. saat yang lain tertawa hanya Albizar yang diam saja dan tidak ikut tertawa. Zahra dan Shafa pun menyusul Kesya.

__ADS_1


Bukan hanya Kayla yang bingung. Albizar juga bingung. apa bisa dia tidur satu kamar dengan Kayla. Tapi menolak pun tidak ada gunanya. ini akan membuat mereka semua tersinggung. situasi seperti ini dia seperti makan buah simalakama.


"udah tunggu apa lagi. ayo kalian masuk kekamar kalian. kita istirahat" kata Pak Hans.


"Kayla dan Albizar diam.


pak Hans mengerti diantara keduanya sama-sama bingung dengan kondisi ini.


"Kay, Al.ini pernikahan kalian berdua. kalian berdua yang menjalaninya. berhasil atau tidaknya pernikahan ini ada ditangan kalian berdua. kalian juga yang menentukan kebahagiaan atau penderitaan yang ada dalam pernikahan kalian ini. satu pesan papa. pernikahan itu bisa berjalan jika ada komunikasi yang baik diantara kedua belah pihak. saling terbuka.itu kuncinya." kata Pak Hans.


"Iya Nak. kunci pernikahan itu adalah komunikasi yang baik. kita ini bukan cenayang yang bisa tau isi hati dan pikiran orang. kalau suami istri itu saling terbuka. dan bicara apa yang dia suka dan tidak suka. apa yang dia mau dan tidak mau. itu membuat kita menghindari yang namanya salah paham. kalau kita diam-diam an kita nggak tau kan apa yang isuka dan tidak disuka pasangan kita. yang ada itu cuma bakal bikin salah paham dan saling menyakiti satu sama lain." kata Mama Via.


"Iya Mom "


"yaudah kekamar kalian gih. inget pesen Mommy sama Daddy. kalian harus bicarakan hal apapun berdua. diskusikan dengan kepala dingin. kalian paham?" kata Pak Hans


"Iya Pah." kata Albizar.


"yaudah kalian masuk kamar gih. kita semua juga. masuk kamar masing-masing istirahat." kata Pak Hans.


"iya Pah. Mama anterin rumah Ranti dulu ya kekamar tamunya." kata Mama Via.


"Ya udah. Papa kekamar duluan ya. Kay sama Al juga masuk kamar kalian. good night semua" kata Pak Hans.


pak Hans pun pergi ke kamarnya.


"Ayo Kay. ajak suami kamu. Mommy antar Emak Ranti kekamarnya dulu. ayo Mak." kata Mama Via.


Mama Via pun mengantar Emak Ranti ke kamar tamu. Kayla terlihat bingung juga canggung. sementara Albizar masih terus menunggu Kayla.


"Kalau Loe nggak mau Gue tidur dikamar loe nggak apa-apa. Gue tidur disofa aja. atau kalau nggak Gue tidur didepan kamar. toh orang-orang nggak akan bangun kan pas tengah malem jadi nggak akan ada yang tau juga" kata Albizar memberikan solusi.


"Jangan. Nanti kalau tiba-tiba ada yang bangun dan liat loe tidur disofa atau didepan kamar yang ada mereka bakal nyalahin Gue." kata Kayla tidak setuju


"Terus gimana?" tanya Albizar.


"Yaudah Loe tidur dikamar gue. tapi....." kata Kayla.


"Tenang aja. Gue nggak bakal tidur diranjang kok. nanti Gue tidur disofa,atau lantai. ya dibalkon pun nggak apa-apa." kata Albizar.

__ADS_1


"Yaudah ayo." kata Kayla.


Kayla pun berjalan duluan. dan Albizar pun mengikuti dari belakang.


__ADS_2