
"Kak nggak pulang?" kata Zahra.
"Eh.. gimana udah beres semuanya?" kata Albizar.
Zahra menghampiri sang Kakak. sejak datang Zahra memperhatikan sikap sang Kakak yang terlihat tidak fokus. sang Kakak terlihat sering melamun. Zahra tau sang kakak'sedang ada masalah. tapi Zahra bingung masalah apa yang membuat sang Kakak sampai tidak fokus. Biasanya masalah sebesar dan serumit apapun Albizar selalu berusaha buat tenang dan tetap fokus pada pekerjaannya. tapi ini berbeda.
Zahra duduk di samping sang kakak. Albizar membiarkan sang adik duduk disampingnya. mereka sama-sama diam. Albizar sendiri masih terus memikirkan sesuatu. sementara Zahra hanya diam. Zahra ingin memberikan waktu sejenak untuk sang kakak. Sambil Zahra berusaha memahami sesuatu.
Setelah beberapa saat membiarkan sang kakak melamun. akhirnya Zahra tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Kenapa Kak?." kata Zahra.
"Nggak apa-apa Ra." kata Albizar
"Zahra emang masih kecil kak. tapi Zahra tau ada hal yang mengganggu pikiran kakak. Zahra kenal Kakak dari kecil jadi Zahra bisa liat ada hal yang ganggu pikiran Kakak " kata Zahra.
Albizar menengok kearah sang adik. Dia tau tidak mungkin Dia bisa bohong pada adiknya ini. tapi Albizar tidak bisa menceritakan semuanya.
"Zahra tau. buat kakak, Zahra masih kecil. nggak ngerti apa-apa buat urusan orang dewasa. Dan Kakak nggak mau nyusahin Zahra. tapi Kakak tau buat Zahra, sejak ayah sama bunda nggak ada Kakak itu panutan buat zahra. Selama ini banyak beban yang Kakak pikul sendiri tanpa Kakak bagi ke Aku dan adik-adik. tapi Aku nggak pernah liat Kakak kayak gini. nggak fokus, banyak melamun dan keluaran putus asa. Zahra tau kalau Kakak cerita ke Aku mungkin Aku nggak akan bisa bantu apapun. tapi setidaknya Kakak bisa lega bisa mengeluarkan unek dan beban kakak ke orang lain." kata Zahra.
"Kamu dewasa. Kakak tau kamu adik kakak yang paling berfikir dewasa. Kamu dewasa sebelum waktunya." kata Albizar.
"Kakak ada masalah ya sama Kak Kayla?. Kemarin Aku denger semua pembicaraan kalian. dan dari tatap mata Kak Kayla itu terlihat jelas kalau Dia lagi marah ke kakak. apa Kakak buat salah sama Kak Kayla?" kata Zahra.
Albizar menggelengkan kepalanya.
"Kakak nggak tau? Kok bisa? emang awalnya gimana sih?" kata Zahra
Albizar diam.
"Kamu tau kan pernikahan ini dadakan. Pernikahan ini terjadi atas permintaan Papah Hans. karena Papa Hans dan Mama Via pindah ke LA. Buat Kakak pernikahan ini nggak pernah ada dalam bayangan kakak. Menikah muda bahkan kakak sendiri masih sekolah. Sama kayak Kayla juga." kata Albizar.
"Terus?" Tanya Zahra.
"Kakak sama Kayla sepakat untuk merahasiakan pernikahan ini dari orang luar. Bahkan Sahabat-sahabat kakak juga nggak ada yang tau. karena kita nggak mau hal ini bakal ganggu sekolah kita. Akhirnya kita sepakat buat bersikap seperti biasanya aja baik disekolah maupun diluar." Kata Albizar.
"oh.. Aku ngerti. tapi kalau kalian sepakat untuk itu. terus kenapa Kak Kayla sekarang marah sama kakak?" kata Zahra.
"2 minggu yang lalu di kantin sekolah. Iqbal, sama Bastian maksa kakak untuk ikut duduk satu meja dengan Kayla. karena disana udah nggak ada tempat yang kosong selain tempat Kayla. kakak terpaksa duduk disana supaya nggak mancing kecurigaan Iqbal sama Bastian. kita bersikap kayak biasa aja. kakak sama Kayla bersikap seakan nggak terjadi apapun diantara kita. Tapi tiba-tiba Bimo Dateng" kata Albizar.
"Bimo siapa?" tànya Zahra.
__ADS_1
"Bimo itu ketua OSIS sekaligus cowok brengsek yang suka ngejar-ngejar Kayla. dia juga orang yang nyebabin kejadian Kayla diculik Genk motor waktu itu." kata Albizar.
"Oh yang itu. iya Kak Kayla sama Mama Via udah cerita. terus mau apa si Bimo itu?" kata Zahra.
"Dia Dateng ke meja kakak dan ngusir kakak yang lagi makan. karena dia mau duduk dekat Kayla. dia " kata Albizar
"Terus kakak diem aja?" Kata Zahra.
"Iqbal sama Bastian yang Akhirnya ribut adu mulut sama bimo. selain itu Bimo teriak dikantin bilang Kalau Kayla itu ceweknya Bimo dna ngusir kakak dari sana. Kakak diem aja. karena kakak nggak mau ribut disekolah. terlebih rumor tentang Bimo yang ngaku pacarnya Kayla udah tersebar disekolah. kakak cuma nggak mau dianggap pembinor. walaupun kenyataannya Kayla itu isteri kakak. tapi kakak sama Kayla udah sepakat buat rahasiain itu. " kata Albizar.
"Terus kak Kayla gimana?" kata Zahra.
"Kayla bangu dan langsung nampar Bimo. gara-gara kejadian Dia diculik waktu itu. dari situ Kayla benci banget sama Bimo. berulang kali Dia nolak dan ngejauhin Bimo. Tapi Bimo terus-menerus ngegangguin Kayla. Kayla marah banget sama Bimo" kata Albizar.
"Iya jelaslah marah. Zahra kalau di posisi Kak Kayla bukan cuman Zahra tampar itu si Bimo. pasti udah Zahra hajar pake jurus teukondo Zahra. Terus Kakak nggak belain Kayla waktu Kayla ngadepin si Bimo-Bimo itu?" kata Zahra.
"Kakak diem aja. karena saat itu Bimo juga nggak bertindak diluar batas. Dia nggak kasar sama Kayla makanya kakak diem aja sambil terus perhatiin mereka." kata Albizar
"Pantesan aja Kak Kayla marah. sikap kakak itu nggak gentleman banget sih Kak" kata Zahra sambil menepuk jidatnya.
"Sekarang gini kalau kakak bantuin Kayla waktu itu. yang ada semua temen-temen disekolah bakal mikir macam-macam. karena apa. kakak itu orang yang terkenal cuek dingin dan nggak perduli sama urusan orang. kalau kakak bantuin yang ada nanti mereka curiga dan bakal mikir kalau kakak ada hubungan sama Kayla. nanati mereka bakal cari tau. dan kalau sampe mereka cari tau yang ada rahasia pernikahan ini bakal terbongkar. dan kakak nggak mau itu terjadi. lagian kakak nggak ngerti deh Kayla udah setuju sama hal ini harusnya Kayla tau doang dan ngerti kenapa sikap kakak kayak gitu. Lagian kakak nggak ngerti sama pikiran Kayla. dasar ya cewek emang susah ditebak." kata Albizar.
"Cewek itu nggak perlu ditebak cukup dipahami dan dimengerti. yang cewek butuhin itu perhatian pengertian dan juga rasa dilindungi." kata Zahra
"Kak. sebagai cewek kita akan merasa dihargai dan dianggap kehadiran kita saat ada laki-laki yang melindungi kita dan perhatian sama kita. terlebih kalau itu dari pasangan kita. lagian pernikahan Kakak terjadi atas persetujuan kalian berdua juga kan. walau kalian terpaksa kalian harus jalanin apa yang udah kalian pilih. jadi laki-laki yang bertanggung jawab Ka. bukan cuman bertanggung jawab sama kita adik-adik kakak. tapi kakak harus lebih tanggung jawab sama hubungan yang baru kakak jalanin. jangan kecewain ayah sama bunda dengan sikap Kakak ini." kata Zahra.
"Iya Ra. Makasih ya. nggak nyangka kalau adek kakak yang satu ini sangat bijak." kata Albizar.
...****************...
""Kay.. bisa bicara sebentar." kata Albizar pada Kayla yang terlihat baru selesai merapihkan buku-bukunya.
"Gue ngantuk mau tidur" kata Kayla. melengos begitu saja.
Albizar memegang tangan Kayla. Kayla pun diam.
"Kita perlu bicara kay" kata Albizar.
"Bicara apa Al?. Gue ngantuk. Gue mau tidur. Lagian nggak ada yang perlu diomongin juga.!" kata Kayla
"Ada Kay. bentar aja kok." Kata Albizar.
__ADS_1
Kayla tetap berjalan ke ranjangnya.
"Keluar Al Gue mau tidur." kata Kayla mengusir Albizar.
"Loe kenapa sih? Loe marah sama Gue? Gue ada salah sama Loe? salah Gue apa Kay?" kata Albizar.
Kayla tidak menjawab.
"Jawab Kay. salah gue apa? Gue nggak tau kesalahan Gue apa sampe Loe ngejauh dan ngehindar dari Gue. sikap Loe dingin. kalau gue ada salah ngomong Kay. kasih tau gue. Gue bukan cenayang yang bisa baca pikiran dan isi hati Loe. jangan buat Gue bingung. Gue nggak tau kesalahan Gue apa. tapi Loe keliatan banget kalau Loe marah sama Gue." kata Albizar.
Kayla kesal. Ternyata selama ini Albizar tidak masih tidak tau kesalahannya. Kayla tidak habis fikir. Dia ini manusia tidak peka atau apa sih? tapi rasanya percuma juga toh Al emang terkenal laki-laki dingin dan super cuek.
"Kalau Loe nggak ngerasa punya salah. ngapain Loe mati-matian nanyain kesalahan Loe ke Gue. toh Loe juga nggak ngerasa bersalah kan. ya udah." kata Kayla dengan nada bicara biasa dan terkesan dingin.
"Nggak. tapi Loe marah sama Gue. sikap Loe berubah sejak kejadian i kantin waktu itu. Loe marah sama Gue gara-gara Gue nggak bantuin Loe waktu Bimo ganggu Loe gitu?. iya kayak gitu?." Kata Albizar.
Kayla diam.
"kalau iya. Oke gue minta maaf. lagian harusnya Loe ngerti dong posisi kita. Kalau waktu itu Gue ikut ngomong didepan umum. apa yang bakal mereka pikir. mereka tau Gue orang yang nggak perduli sama urusan Gue. dan saat mereka liat Gue ikut campur urusan Loe sama Bimo itu cuman bakal mancing opini orang-orang dan bakal buat orang-orang curiga dan cari tau. Loe mau mereka tau pernikahan kita. nggak kan?" Kata Albizar.
Kayla diam. lagi-lagi jawaban Albizar membuatnya sadar kalau bagi Albizar hubungan mereka nggak lebih dari sebuah janji antara Albizar dengan keluarganya.
"Iya Loe bener. Oke kayak yang Loe bilang. hubungan kita nggak boleh sampe kebongkar. kita harus bersikap kayak biasa aja. nggak usah saling perduli." Kata Kayla.
Albizar shock saat Kayla mengatakan hal itu. bukan itu yang dia maksud.
"Mulai sekarang Loe nggak perlu lagi urus hidup Gue. Loe urus aja hidup Loe, urusan Loe. dan Gue juga bakal urus-urusan gue. gue nggak bakal ganggu Loe dan Loe juga nggak usah ikut campur urusan Gue." kata Kayla
"Nggak gitu Kay. lagian keluarga Loe, nitipin Loe ke Gue. lagian biar gimanapun Loe isteri Gue. udah seharusnya Gue jagain Loe. biar gimana pun Loe tanggung jawab Gue." Kata Albizar.
"Pernikahan apa yang Loe maksud?. Pernikahan diatas kertas. Pernikahan yang nggak boleh diketahui banyak orang. suami? suami apa? suami macam apa? apa ada suami yang diem aja saat sang isteri lagi digoda sama orang bahkan dia aja nggak ngelakuin apapun." kata Kayla dengan tatapan penuh kekecewaan.
Albizar merasa bersalah saat melihat kekecewaan diraut wajahnya Kayla.
"Lagian kayak yang Loe bilang. Pernikahan ini cuman diatas kertas. kita bersikap teman aja. Tapi maaf banget selama ini temen Gue cuman Syahnaz dan Kintan dan Gue nggak terbiasa berteman sama cowok. Loe nggak perlu kasih alasan apapun. jangan lagi pake nama keluarga Gue buat jadi alesan Loe. Gue udah gede. Gue bisa jaga diri Gue. dan lagi Gue juga tau ada banyak bodyguard yang dikirim Daddy buat jagain Gue. Gue yakin, Gue bakal aman." kata Kayla.
Albizar diam. Dia kehabisan alesan lagi. Melihat raut wajah Kayla yang sulit untuk Dia mengerti.
Tolong keluar ya Al. dan Gue minta tolong jauh-jauh dari hidup gue. Loe nggak perlu lagi urus. urusan Gue. Loe ambil jalan Loe sendiri. dan Gue ambil jalan Gue sendiri." kata Kayla.
"tapi Kay" kata Albizar. belum sempat meneruskan kata-katanya, Kayla langsung memotongnya.
__ADS_1
"Gue bisa jaga diri Gue sendiri. Gue nggak butuh Loe. pergi Al. urus hidup Loe sendiri dan Gue urus hidup Gue sendiri. kita ambil jalan hidup kita masing-masing." kata Kayla.