Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Makan Malam.


__ADS_3

"Assalamualaikum." ucap salam Zahra, Shafa dan juga Azzam.


Zahra, Shafa dan jua Azzam yang baru dijemput oleh Pak Min disambut kedatangannya oleh Pak Hans, dan juga Mama Via. Namun mereka mencari keberadaan Albizar yang tidak datang bersama mereka.


"Kak Al, masih dijalan Pak. Kak Al menyusul dari tempat kerja makanya tidak bereng sama kita." kata Zahra seakan mengerti apa yang mereka cari.


Mama Via langsung menggandeng Zahra dan Shafa. mengajak mereka masuk kedalam. dan Pak Hans menggendong Azzam dan juga membawanya kedalam.


saat masuk kedalam rumah. terlihat Kenzo sedang asik dengan laptopnya. dan Kesya sedang asik dengan ponselnya. Saat melihat Kesya berada didalam rumah Pak Hans. Zahra, Shafa dan Azzam pun kaget.


"Kak Kesya." kata mereka bertiga


"Hai.." kata Kesya langsung menghampiri ketiga adiknya Albizar sambil tersenyum.


"Loh Kak Kesya disini?" tanya Zahra. heran.


"Loh Al nggak cerita sama kalian. kalau Kakak itu kakaknya Kayla." kata Kesya.


Mereka bertiga mengelengkan kepala.


"Belum. mungkin karena semua ini acaranya mendadak jadi Kak Al belum banyak cerita." kata Zahra.


"Ayo kita duduk dulu. sambil nunggu Albi datang. Kayla juga masih didalam kamar. sebentar lagi keluar". kata Mama Via.


Mereka pun duduk diruang tamu. Sedari tadi Kenzo yang terlalu fokus dengan tugas-tugas kampusnya pun tidak menghiraukan kehadiran Ketiga adiknya Albizar.


"Ken. belum selesai tugas kamu?." tanya Pak Hans.


"Belum Pah. masih ada beberapa lagi" kata Kenzo masih belum bisa mengeluhkan perhatiannya pada layar laptop.

__ADS_1


"Apa nggak bisa ditunda dulu. nanti kamu lanjut lagi. adik-adiknya Albizar sudah disini loh. kita kan mau makan malam buat saling mengenal." kata Pak Hans.


"Iya Pah. ini Ken simpan dulu file nya." kata Kenzo.


Setelah mematikan laptopnya. Kenzo kemudian mengangkat kepalanya dan melihat kearah adik-adiknya Albizar. Kenzo terpana pada mereka. ternyata mereka tampan dan cantik-cantik. terutama Zahra. dalam balutan gamis dan hijabnya Zahra terlihat sangat cantik dan anggun.


"Kenalin. ini Kak Kenzo. anak kedua Papa. Kakaknya Kayla. dan kamu Kenzo. kenalin Ini Zahra, Shafa dan Azzam. Mereka adik-adiknya Albizar." kata Pak Hans memperkenalkan mereka.


"salam kenal. akhirnya kita bisa kumpul juga. loh tapi kemana Al. kenapa Dia nggak bareng sama kalian?" kata Kenzo.


"Kak Al nyusul. Kak Al harus kerja dulu. setelah kerjaannya selesai Dia langsung kesini. tadi dijalan Kak Al bilang kerjaaannya udah selesai. mungkin sebentar lagi Kak Al sampe." kata Zahra.


"Kerja?" tanya Kenzo penasaran.


"Iya Kak. setelah ayah sama Bunda meninggal Kak Al yang bekerja buat penuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah kami." kata Zahra.


Ternyata apa yang dikatakan Papa, dan Kesya tentang Albizar benar adanya. Dia laki-laki bertanggung jawab dan sayang keluarga..


"Kalau Kak Zahra kelas 3 SMP kak. dan Kalau Aku masih kelas 5 SD kak. dan kalau Azzam baru Kelas 2 Sd kak" kata Zahra


"Oh.."


tidak lama Kayla pun keluar kamar dan ikut bergabung bersama mereka semua. mereka pun berbincang-bincang dan bahkan sampe bercanda. tingkah lucu dan juga cerita lucu Azzam mencairkan suasana mereka. hingga suara bel terdengar. Simbok pun langsung pergi keluar untuk membukakan pintu.


tidak lama Albizar datang. Albizar pun langsung menghampiri Pak Hans dan juga Mama Via untuk mencium tangan. Albizar pun duduk dibangku kosong tepat disebelah Kayla.


"Maaf pak. Al terlambat." kata Albizar.


"Nggak apa-apa Al. lagian juga makan malamnya belum dimulai. tadi kita juga lagi seru ngedengerin cerita Azzam." kata Pak Hans.

__ADS_1


"Oh ya gimana kerjaan kamu udah beres?." kata Pak Hans.


"Untuk hari ini sudah pak." kata Albizar.


"Al. kamu kerja dimana sekarang?. emm maaf bukan maksud papa mau ikut campur. cuman Papa ingin kamu fokus dengan sekolah kamu dulu. setelah lulus kamu baru bisa bekerja. kamu nggak perlu khawatir sama semua biaya kamu dan adik-adik kamu. kalian akan jadi tanggung jawab Papa. karena kalian juga akan jadi anak-anak Papa" kata Pak Hans.


"Al tau pak. tapi bahkan sebelum saya kenal keluarga ini saya sudah terbiasa bekerja. saya tidak bisa dan tidak terbiasa bergantung hidup pada siapapun." kata Albizar.


Pak Hans diam. Dia mengerti Albizar bukan orang yang suka hidup sebagai benalu. dan Dia sangat menjunjung tinggi harga diri. Dia tau kewajibannya. dan yang terpenting Albizar orang yang jujur dan tau bagaimana menempatkan diri.


"Maaf jika perkataan Papa menyinggung perasaanmu. Papa tau kamu pasti tau apa yang kamu lakukan." kata Pak Hans.


"Sudah-sudah. ayo. sudah waktunya kita makan malam. makanannya sudah siap. ayo kita makan. ayo anak-anak" Mama Via mengajak semua anak-anak untuk makan.


mereka pun makan malam bersama. Ketiga adiknya Albizar merasa senang karena keluarga Kayla menerima mereka dengan baik. Mereka semua begitu perhatian kepada mereka bertiga.


namun sejak tadi Baik Kayla dan Albizar tidak saling berbicara. mereka hanya akan menjawab pertanyaan yang diajukan secara singkat. Meskipun sikap mereka terlihat normal didepan semuanya. tapi ada banyak hal yang tidak diketahui oleh yang lain. meskipun mereka dekat tanpa ada yang tau jika mereka sebenarnya berjarak. ada benteng pembatas yang sudah mereka bangun dalam hubungan mereka berdua..


"setelah pernikahan Kalian Daddy dan Mommy akan langsung pergi ke LA. tidak lama juga Kak Kenzo dan Kak Kesya akan pergi. dirumah ini sepi. gimana kalau Zahra, Shafa dan juga Azzam ikut tinggal disini menemani Kak Kayla dan juga Kak Al?" kata Pak Hans


"Maaf Pa, kita tidak bisa. kita lebih nyaman tinggal dirumah peninggalan ayah dan bunda." kata Zahra.


"Iya Pa, rumah kita emang kecil tapi disana banyak temen-temen Azzam. kalau disini Azzam nggak punya teman." kata Azzam.


"Iya Pa, lagian Kasian Emak Ranti. nanti nggak ada yang bantu mak Ranti di warung. emak Ranti tinggal sendiri. cuma kita yang temenin emak. kalau kita tinggal disini kasian emak sendirian " kini Shafa yang berbicara.


mendengar perkataan adik-adiknya Albizar membuat seluruh keluarga Kayla berdecak kagum. ternyata bukan hanya Albizar yang memiliki prinsip. tapi ketiga adiknya- pun sama. mereka semua begitu baik dan juga menyayangi sesamanya. kini sudah tidak ada keraguan lagi dihati mereka untuk menikahkan putri bungsu mereka dengan Albizar.


saat mereka semua berharap pada pernikahan ini. tanpa mereka sadari keduanya sudah menciptakan jarak dan benteng batas dalam hubungan yang akan mereka jalin nanti. enath apakah pernikahan itu akan bertahan dan berjalan hingga cinta datang. atau bahkan pernikahan itu akan berakhir sebelum cinta datang.

__ADS_1


# akhirnya 3 bab hari ini terwujud. walau telat author berusaha penuhi janji. tunggu bab-bab selanjutnya nanti.


__ADS_2