
"Saya bersedia Pak." kata Laki-laki itu.
"Apa?" tanya Pak Hans tidak percaya.
"Saya bersedia menerima permintaan Bapak. menikahi putri Bapak." kata Albizar terlihat yakin dengan keputusannya.
"Kay.. Mah.. Pah.. Kayla..." terdengar suara teriakan dari arah luar rumah.
Pak Hans dan Albizar pun menengok kearah pintu. terlihat Kenzo datang dengan wajah panik. sepertinya Dia sangat khawatir pada Kayla.
"Pah, Kayla mana? udah pulang belum? Aku dapet pesan dari Kay. katanya ada yang cegat mobilnya. Pas Kan ketempat yang Kay kirim ternyata Kay udah nggak ada disana. mobilnya juga nggak ada" kata Kenzo yang langsung nyerocos.
"Pelan-pelan Ken ngomongnya. Kamu tenang ya. Kay udah aman. beruntungnya Ada Albizar yang datang buat bantu Kayla." kata Pak Hans.
Kenzo pun langsung melihat kearah Albizar yang sedang duduk di bangku sambil terus melihat kearahnya. Kenzo berjalan mendekati Albizar. Albizar pun berdiri.
"Jadi Loe yang nolongin Kayla?" tanya Kenzo.
Albizar mengangguk.
"Makasih udah mau nolongin adek Gue" kata Kenzo.
"Sama-sama. kebetulan Gue lewat waktu mereka nyeret Kayla" kata Albizar.
"Pah, terus gimana keadaan Kayla?" tanya Kenzo.
"Tadi Dia shock. Sekarang dia lagi istirahat ditemenin Mama" kat Pak Hans.
Kenzo lega. Saat tau Kayla tidak kenapa-kenapa. Kenzo pun ikut duduk bersama mereka. walau Kenzo sendiri masih kesal dengan Albizar. Tapi tidak dipungkiri Dia juga kagum dengan Albizar. Karena sudah berulang kali Albizar menyelamatkan Kayla. Walau sikap dingin Albizar sulit ditebak tapi sedikit banyak Kenzo yakin jika Albizar orang baik.
"Al,apa kamu yakin dengan keputusan kamu tadi?" tanya Pak Hans lagi.
"Yakin Pak" kata Albizar.
__ADS_1
"keputusan apa Pah?" tanya Kenzo tidak mengerti.
"Al, bilang Dia bersedia menikahi Kayla." kata Pak Hans.
Kenzo kaget. Kenzo terus menatap Albizar tajam. Kenzo tidak habis pikir dengan jalan pikiran Albizar. tiga hari lalu Albizar menolak permintaan papahnya dan langsung pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan. Kini tiba-tiba Dia setuju. Tidak mungkin hanya karena kejadian ini di setuju begitu saja.
"Tiga hari lalu Loe langsung pergi setelah Loe nolak permintaan Papah Gue. Dan sekarang setelah kejadian ini Loe tiba-tiba setuju. Kenapa? apa karena Loe khawatir dan perduli sama Kayla? atau bahkan Loe udah jatuh cinta sama adek Gue?" kata Kenzo.
Albizar menatap mata Kenzo dengan serius.
"Kak Ken benar. kemarin Gue emang nolak permintaan Pak Hans. Dan kejadian ini bikin Gue berubah pikiran. tapi bukan karena gue perduli atau mencintai Kayla. Gue juga nggak perduli sama keluarga kalian. karena Gue bukan bagian dari kalian. Kalau kak Ken pengen tau apa alasan Gue terima pernikahan ini. adalah karena Gue nggak mau kehidupan Gue diliputi rasa bersalah. jika terjadi suatu hal buruk sama Kayla bukan kalian aja yang merasa gagal. Gue juga. karena apa. karena gue tau keselamatan Kayla itu terancam. Kayla temen Gue disekolah. walau hubungan kami nggak lebih dari teman satu angkatan. tetep aja Gue kenal sama Kayla." kata Albizar.
"Cuman itu alasan Loe?" tanya Kenzo.
"Gue punya temen masa kecil. kita Deket sangat Deket. kita temenan dari orok. Orang tua gue sama orang tua Dia sahabatan. kita selalu sama-sama. sampe kejadian tragis menimpa kita berdua. apa yang menimpa temen kecil Gue sama seperti yang menimpa Kayla waktu disekap Genk motor waktu itu. cuman nasib Kayla jauh lebih beruntung dari temen kecil Gue" kata Albizar.
Baik Pak Hans maupun Kenzo mereka kaget. tidak menduga hal ini.
"Sampe sekarang Gue nggak bisa hidup dengan tenang dan selalu diliputi perasaan bersalah karena nggak bisa nolongin dia waktu itu. sampai saat ini Gue nggak tau gimana keadaan temen kecil gue itu kia kepisah sejak kejadian itu. dan sekarang Kayla mengalami hal yang sama. Gue nggak mau hidup Gue semakin nggak tenang karena nggak bisa nolongin Kayla. Gue cuman mau Nebus kegagalan Gue dulu. Dan mungkin dengan Gue ngejagain Kayla dari orang-orang yang berniat buruk sama Dia. bisa ngurangi perasaan bersalah Gue selama ini. walau Gue sendiri nggak yakin apa harus sampe nikahin Kayla." kata Albizar.
"Awalnya Gue mikir. gue cuma bakal jagain Kayla aja dari jauh dengan cara gue. tapi Gue tau Pak Hans nggak akan tenang ninggalin Kayla dan dibiarin dijaga sama laki-laki yang bukan siapa-siapa kalian. dan Pak Hans yakin jika Kayla di jaga sama suaminya makan Pak Hans akan jauh lebih tenang. karena itu akhirnya Gue terima permintaan Papah Loe. tapi kalau Loe nggak setuju. maka Gue nggak akan nikahin Kayla. tapi tenang aja gue bakal beusaha tolongin Kayla kalau Dia dalam bahaya." kata Albizar.
"Loe tau. Gue nggak suka sama Loe karena sikap Loe yang sok dingin itu. tapi Gue sendiri tau dibalik sikap dingin Loe ada sisi baik yang nggak bisa Loe tutupin dari siapapun. dan sialnya justru Loe satu-satunya laki-laki yang Gue percaya bisa jagain Kayla. bahkan lebih dari Gue. Gue setuju Loe nikahin adek Gue. Tapi kalau sampe Kayla kenapa-kenapa bahkan sampe nangis gara-gara ulah Loe. maka nggak akan ada ampun buat Loe." kata Kenzo.
Pak Hans senang. karena Kenzo tidak marah dengan keputusan ini.
"Gue nggak ada niat buat nyakitin adek Loe. tapi saya ada syarat untuk pernikahan ini" kata Albizar.
Mendengar ini membuat Pak Hans dan Kenzo bingung.
"Syarat apa?" tanya Pak Hans.
"Saya tidak ingin ada murid dan guru pelita insani yang tau tentang pernikahan ini. Pernikahan ini harus dirahasiakan cukup keluarga bapak dan keluara saya aja yang tau soal ini." kata Albizar.
__ADS_1
"Kenapa? Loe malu ngakuin adek Gue sebagai isteri Loe gitu?" tanya Kenzo berusaha menahan emosinya.
Albizar menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa?" tanya Pak Hans.
"Saya nggak mau nantinya, kabar ini justru bakal bikin gosip-gosip murahan disekolah. Yang nantinya membuat saya taupun Kayla tidak nyaman. saya cuman ingin bisa sekolah sampai selesai dengan nyaman dan tenang tanpa terlibat skandal. kalau sampe ada gosip murahan yang ada cuman bikin saya dan Kayla tidak bisa serius dan fokus sama sekolah kita." kata Albizar.
Pak Hans dan Kenzo saling bertatapan. memikirkan alasan yang diberikan Albizar ada benarnya.
"Kamu bener juga." kata Pak Hans.
"iya pak. Baik Syahnaz, Kintan, Bastian maupun Iqbal juga tidak perlu tau. karen saya takut nanti mereka keceplosan disekolah yang nantinya bisa bikin orang-orang pada tau." kata Albizar.
"Tapi mereka sahabat Kayla sama kamu kan. apa kamu tidak percaya sama mereka." kata Pak Hans.
"Percaya. saya sangat percaya. tapi semakin dikit yang tau . kemungkinan berita ini menyebar pun akan semakin kecil . Dan rahasia ini akan tetap aman. Bapak tenang aja. Saya tidak berniat menyakiti ataupun macam-macam sama putri bapak. kalau saya berniat begitu saya nggak akan nolongin putri bapak." kata Albizar
"Baiklah bapak setuju. dan untuk pernikahannya 3 hari lagi. " kata Pak Hans.
"apa?" Albizar dna Kenzo kaget.
"Kenapa?. perusahaan saya semakin Parah. dan orang-orang yang mengincar Kayla pun pasti sudah bersiasat. simakin cepat kalian menikah. maka papah bisa tenang karena kayla sudah ada suami yang akan selalu menjaganya." kata Pak Hans
"apa nggak kecepatan Pah? meskipun pernikahannya tidak mewah dan tidak undang orang-orang tapi kita butuh persiapan dan kita juga harus daftar ke KUA juga kan"-kata Kenzo.
"Untuk itu biar Papa yang urus. Untuk mahar juga kamu nggak usah khawatir. Papah urus semuanya. bahkan setelah menikah semua biaya hidup kamu, adik-adik kamu biar papah yang tanggung. bahkan sekolah kalian juga." kata Pak Hans.
"Tidak perlu Pak. biar adik-adik saya tanggung jawab saya. dan untuk mahar walau kecil saya akan usahakan sendiri. biar bagaimana pun juga mahar adalah kewajiban seorang laki-laki untuk calon isteri nya. setidaknya saya tidak ingin dianggap tidak bertanggung jawab" kata Albizar.
"Albizar saat kamu menikahi Kayla. itu artinya kamu anak Papah juga. bagian dari keluarga ini juga. begitupun adik-adik kamu juga akan papah anggap sebagai anak papa. papa akan tetap membiayai mereka dan kamu tidak boleh menolaknya. dan masalah mahar itu Papa setuju. Kamu laki-laki bertanggung jawab. terserah kamu mahar apa yang ingin kamu berikan. tapi jangan sampe memberatkan kamu." kata Pak Hans.
"Makasih pak."
__ADS_1
"saya yang harusnya terimakasih. karena apa yang kamu lakukan buat Kayla sangat berharga buat kami" kata Pak Hans.