
"Bang kira-kira hari ini bisa beres nggak?" tanya Albizarl pada salah seorang montir yang sedang memperbaiki mobil Kesya.
"2-3 Jam lagi beras lah nih mobil" kata montir itu
"Gimana Dok. Mau nunggu aja apa gimana? Saya Nggak bisa nemenin. Soalnya Saya Ada latihan Balapan. Gimana apa dokter mau ikut aja. ya itu pun kalau dokter nggak ada acara lain." kata Albizar pada Kesya
"Boleh emang Kalau Aku ikut ketempat latihan Balapan Kamu?" tanya dokter Kesya.
"Ya nggak apa-apa sih. Tapi emang dokter nggak ada kerjaan ?" kata Albizar.
"Hari ini Aku free." kata Dokter Keysa.
"Yaudah. Tapi kalau misalkan Kita pulang dulu nggak apa-apa kan? Soalnya saya harus kasih makanan ini ke Adek-adek Saya sekaian mau ganti baju juga. nggak apa-apa kan?" kata Albizar.
"Ya nggak apa-apa. Lagian Aku yang ikut sama Kamu." kata Kesya.
Albizar tersenyum mendengar jawaban Kesya.
...****************...
"Assalamualaikum.. Azzam, Shifa, Zahra.." kata Albizar
Albizar mengajak Kesya masuk kerumahnya.
"Silahkan duduk. Saya ganti baju dulu." kata Albizar.
Albizar masuk kedalam kamarnya untuk ganti baju. Sementara Kesya tetap duduk. Sambil melihat-lihat foto yang terpajang didinding rumah Albizar. Terlihat foto-foto usang pasangan pengantin. foto bayi. dan beberapa foto keluarga. Terlihat foto anak laki-laki paling besar disana yang Kesya yakin itu adalah foto Albizar.
Albizar keluar dari kamarnya. dan melihat Kesya sedang asik melihat foto-foto keluarganya.
"fotonya lucu-lucu" Kata Kesya.
Albizar tersenyum.
"Bentar saya ambil minuman dulu. Sekalian liat cari adik Saya." kata Albizar.
Albizar pergi ke dapur. Namun tidak melihat adik-adiknya. Albizar pun membuatkan segelas minuman untuk Kesya dan membawanya ke ruang tamu.
"Maaf cuman ada ini. Silahkan diminum." kata Albizar.
"Makasih. Adek-adek Kamu kemana?" tanya Kesya.
Panjang umur. Baru saja Kesya bertanya. Azam, Shifa dan Zahra datang.
"Assalamualaikum. ehh ada tamu rupanya." kata mereka serempak.
"Waalaikumsalam." jawab Albizar dan Kesya.
"Kalian dari mana?" tanya Albizar pada adik-adiknya.
"Ini loh kak. kita abis dari Bu Susi. itu loh yang aku bilang semalam ke Kakak. Alhamdulillah Bu Susi setuju Ka. jadi kita tinggal siapin semuanya aja." kata Zahra.
"Oh.. ya udah nanti Kakak minta tolong sama bang Rendi dan yang lain ya buat siapin semuanya. Kalian udah pada makan?" kata Albizar.
Sedari tadi Azam dan Shifa terus memperhatikan Kesya. Mereka kagum pada Kesya. Kecantikan Kesya membuat mereka terpesona. Mereka bertanya-tanya siapa wanita cantik yang dibawa sang Kakak. Mereka mengira apa Kesya adalah kekasih sang kakak. Tapi mereka juga bingung karena sang kakak juga pernah membawa wanita lain main kerumahnya yaitu Kayla.
"Kak, kakak cantik ini siapa? pacarnya Kakak.?" tanya Azam.
"Kalau Kakak cantik ini pacarnya Kak Al. terus Kakak cantik yang waktu itu dibawa main ke rumah siapa dong?. Aku kira Kakak yang itu yang pacarnya Ka Al." kat shofa.
__ADS_1
"Husssttttt.... Kalian masih kecil kok ngomong pacar-pacaran sih." kata Zahra.
Kesya tersenyum menanggapi pertanyaan adik-adiknya Albizar.
"Ini itu Dokter Kesya. Tadi Kakak nggak sengaja tolongin Dokter Kesya. oh ya salaman dulu sekalian kenalan sama Dokter Kesya." Kata Albizar.
Mereka pun mulai salaman dan berkenalan.. banyak hal yang ditanyakan Adek-adeknya Albizar pada Kesya. Kesya menjawab pertanyaan mereka. menurut Kesya mereka semua sangat lucu. mereka begitu kepo dna ingin tau tentang hubungan Kesya. Kesya sendiri heran kenapa mereka menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang menurutnya cukup sensitif.
"Kakak tadi beliin makanan buat kalian. Nanti kalian makan ya. Kakak mau latihan lagi. Kalian jaga rumah baik-baik." kata Albizar berpesan pada adek-adeknya.
"Iya kak. kakak juga hati-hati latihannya. Jangan sampe jatuh." kata Azam.
"iya nanti kakak hati-hati. Yaudah kakak jalan sekarang ya." kata Albizar.
...****************...
"Al.. sini ikut Gue." kata Bang Rendi menarik tangan Albizar.
"Dokter sini aja ya." kata Iqbal.
Kesya mengangguk. Albizar ditarik Bang Rendi, Bastian dan juga Iqbal menjauh dai Kesya.
"Kenapa?" tanya Albizar.
"Loe yang kenapa? Loe lagi nggak sakit kan?" tanya Bastian.
"Kalau Gue sakit nggak mungkin Gue disini buat latihan. Udah ngomong aja ada apa?" kata Albizar.
"cewek itu siapa? kok bisa Loe bawa Dia kesini ketempat latihan Loe?" tanya Bastian.
"Iya bukannya Loe sendiri yang bilang kalau identitas Loe yang jadi BA tim GP ini jangan sampe ada yang tau selain Kita sama Adek-adek Loe. lah terus kenapa Loe sekarang ajak tuh cewek." tanya Iqbal.
"Namanya Dokter Kesya. Gue tadi nggak sengaja tolongin dia yang lagi dikasarin sama Cowoknya. yaudah gitu aja."
"Gila LOE. ya enggak lah. Gue cuman nolongin aja. Secara mereka berantem didepan umum didepan mata kepala Gue. ya nggak bisa juga Gue diem aja liat cewek kesakitan dikasarin cowok. Ya walaupun itu pacarnya sendiri." Albizar beralasan
"Yakin Loe cuman karena itu? bukan karena Loe suka kan Sama tuh cewek. Secara dari tampilannya di good looking. dewasa juga." kata Iqbal
"Enggak. Udah lah kalau kalian nggak percaya. Kalian tanya aja sama orangnya. Gue mau mulai latihan dulu. Kalian bisa tanya-tanya sama Dia. Gue mau mulai latihan" kata Albizar
Albizar pun memulai latihannya. Bang Rendi membantu mengarahkan Albizar dari pinggir arena. Kesya yang menonton Albizar latihan pun kagum. Ditemani Bastian dan Iqbal Kesya bersorak menyemangati Albizar.
"Mbak ini kok bisa kenal sama Al ya? kalian pacaran?" tanya Bastian
Kesya tertawa mendengar pertanyaan temannya Albizar ini.
"Kenapa sih kayak aneh banget gitu liat saya jalan sama Al. Dirumah adeknya juga nanya hal yang sama. Bahkan dibengkel pun sama. Kenapa kalian heran saat Al jalan sama cewek. dan posisinya itu saya ceweknya." kata Kesya heran
"Mbak tau Al itu dijuluki manusia Es. tau kenapa?" kata Iqbal.
"Kenapa emang?" tanya Kesya.
"Karena dia itu terkenal dengan sikapnya yang Dingin, cuek, nggak perduli dan sangat antipati sama yang namanya cewek. Bahkan ya setiap cewek yang berusaha deketin dia pasti patah hati bahkan sebelum mereka berjuang " kata Bastian.
"Masa sih?. tapi kok 2 kali pertemuan Aku sama Dia. sikapnya dia baik, sopan, ramah, nggak kayak yang kalian bilang. makanya Aku aneh sih saat liat yang lain pada heran waktu aku ikut sama Al." kata Kesya.
"Masa sih?." tanya Bastian
"Jujur ya Mbak. Kita sendiri nggak kadang nggak ngerti sama sikap Al. Al itu susah ditebak. Kadang hati sama sikapnya tidak sejalan." kata Iqbal.
__ADS_1
"Kalian tau. Saat pertama kali ketemu sama Al aku tau bahwa selama ini banyak hal yang dia tutupi dibalik sikapnya. Seakan ada hal yang dia simapan rapat-rapat. Sorot matanya mengatakan banyak hal namun seperti Puzzle yang setiap kepingnya berbeda dan harus disatukan untuk bisa memahami puzzle tersebut." kata Kesya.
Bastian dan Iqbal diam mendengar perkataan Kesya. yang dikatakan Kesya benar adanya. Albizar seperti kepingan Puzzle saat kita berhasil menemukan satu keping kita harus menemukan kepingan lain agar bisa mengerti dan memehami Albizar.
...****************...
Albizar dan Kesya berjalan kesebuah taman setelah latihan Balapan Albizar selesai. hari ini semua latihan dan urusan Albizar selesai lebih cepat. Albizar mengajak Kesya jalan-jalan disebuah taman kota sambil melihat-lihat acara ditaman kota tersebut
"ice cream.." kata Albizar sambil memberikan sebuah Ice cream pada Kesya
Kesya tersenyum dan mengambil ice cream nya.
"Terimakasih. disini rame juga. Kamu sering kesini?. sama pacar ya?" tanya Kesya sambil menikmati ice creamnya.
Albizar tersenyum.
"Enggak. Disini emang rame. Tapi ini kali pertama kesini. dan itu sama Dokter." kata Albizar.
Entah kenapa hati Kesya senang saat mendengar Dia orang pertama yang diajak jalan sama Albizar.
"Sorry ya. Dokter nunggu lama tadi." kata Albizar tidak enak.
"Enggak. Aku senang kok. Lagian Kamu hebat banget loh tadi. Kamu udah lama jadi pembalap?. Temen-temen kamu bilang Aku wanita pertama yang kamu ajak ketempat latihan. apa bener?" tanya Kesya
"Dokte laper nggak? disana ada tukang baso yang rasa baso nya enak banget. Ya walaupun pedagang kaki lima tapi rasanya nggak kalah sama direstoran." kata Albizar mengalihkan pembicaraan.
Kesya tersenyum mendengar jawaban Albizar. seperti dugaannya Albizar bukan orang yang mau membagi kehidupannya dengan orang lain. Albizar dan Kesya pun mengantri memesan baso.
"Selamat menikmati" kata Albizar saat dua mangkok baso diantarkan penjual kehadapan mereka.
Kesya pun mulai mencampur beberapa bumbu seperti saus, kecap dan juga sambal sangat banyak. Albizar melongo saat melihat keta menuangkan sambal yang banyak ke mangkok basonya . Setelah mengaduknya Kesya mulai mencicipi baso tersebut. Kesya tersenyum rasanya memang enak dan sangat pedas. . Kesya dan Albizar menikmati semangkok baso sambil menikmati suasana malam kota Jakarta.
"Makasih ya." kata Kesya.
"Untuk?" tanya Albizar
"Hari yang menyenangkan." kata Kesya.
Albizar tidak mengerti.
"Mood Aku ancur waktu Niko Dateng dan narik-narik Aku. berulang kali Dia maksa buat ngomong sama aku. Tapi Aku benar-benar muak." Kesya mulai mengeluarkan unek-unek dihatinya.
Albizar diam. Dia tidak memberikan kata-kata apapun hanya diam mendengarkan apa yang akan dikatakan Kesya.
"Selain kasar Niko laki-laki yang suka maenin perempuan. Dia sering gonta-ganti tidur sama cewek. Dan bodohnya kenapa dulu Aku nggak percaya waktu temen-temen aku bilang semua kebusukan Niko." kata Kesya. yang berusaha keras untuk tidak menangis.
Kesya kesal kenapa sulit sekali mengendalikan hatinya untuk tidak lagi teringat pada Laki-laki brengsek itu. Ingin rasanya Dia mengeluarkan sesak didadanya yang tidak pernah bisa Dia keluarkan saat bersama keluarganya. Dan entah kenapa justru kini dihadapan Albizar yang notabennya orang asing yang baru dia kenal justru dia bisa mengeluarkan segala unek-unek dihatinya.
"Nih. pake ini." kata Albizar sambil memberi sapu tangan.
Kesya dengan ragu mengambilnya
"Untuk sebagian wanita perlu untuk mengeluarkan air mata saat rasa sesak itu tak mampu dibendung. Bukan karena laki-laki itu berharga dan layak untuk ditangisi. Tapi untuk mengeluarkan dan menyembuhkan rasa sesak yang terus menghimpit ruang hidupnya" kata Albizar
Kesya terkesan dengan kata-kata Albizar.
"Nangis lah. Saya pergi kesana. Dokter butuh ruang untuk bisa meluapkan semua rasa sesak itu. Saya tidak akan ganggu. Saya tunggu disana." kata Albizar berdiri.
Kesya menahan tangan Albizar. rasanya Kesya butuh seseorang untuk menemaninya meluapkan perasaannya. Kesya menggelengkan kepalanya. Albizar tersenyum dan melepaskan tangan Kesya.
__ADS_1
"Saya tunggu disana. Anggap aja disini nggak ada siapa-siapa. Luapin semua perasaan Dokter. Nangis itu perlu. karena sebagai penanda bahwa hati masih lembut. Tapi jangan nangisin orang terus menerus selamanya. apa lagi ornag yang udah bikin Kita terluka. itu semua cuman bikin Kita mengurung diri dan menutup diri Kita dari kebahagiaan yang sudah menanti kita " kata Albizar.
Lagi-lagi kata-kata Albizar membuat Kesya terkesan. Kesya pun melepaskan tangan Albizar dan membiarkan Albizar menjauh dan duduk ditempat yang agak jauh namun masih bisa dia lihat.