Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Menyebalkan.


__ADS_3

"Al.. berenti Al. stop." kat Kayla.


Albizar pun menginjak remnya. motor mereka berhenti tidak jauh dari gerbang sekolah.


"Kenapa?" tanya Albizar.


"Gue turun disini aja ya?" kata Kayla.


"Apa? nggak!!. Gue bukan orang yang bisa turunin orang dipinggir jalan sebelum sampe tujuan." kata Albizar.


"Tapi Al. kalau Gue bareng Loe sampe sekolah. nanti kalau ada yang liat gimana?. kan kita sepakat buat rahasiain semua ini" kata Kayla.


"tapi gue nggak bisa ninggalin Loe gitu aja." kata Albizar


"Nggak apa-apa Al. lagian udah Deket juga. paling jalan lima menit sampe. Lagian mumpung masih sepi. nanti kalau ada anak sekolah yang Dateng dan ngeliat Gue dibonceng sama Loe gimana?" kata Kayla.


Kayla pun memaksa. Dia turun dari motor. dan melepaskan helemnya. Kayla memberikan helm itu pada Albizar.


"Udah jalan duluan sana nanti ada yang liat" kata Kayla menyuruh Albizar


"Loe yakin? tanya Albizar


"Iya Al. udah duluan sana" kata Kayla.


"Nggak. Gue tunggu disini. Loe duluan aja. Gue masuk setelah Loe masuk kesekolah" kata Albizar.


"Tapi Al" kata Kayla.


"Kay please nurut. Gue cuman mau mastiin Loe baik dan aman sampe sekolah." kata Albizar.


Kayla diam. tidak ada gunanya berdebat dengan Albizar. Kayla tidak ingin merusak mood nya sepagi ini. lagi pula Kayla yakin Dia tidak akan menang berdebat dengan Albizar. Kayla pun memilih mengalah.


"Oke. Gue duluan. assalamualaikum." kata Kayla.


*Waalaikumsalam." jawab Albizar.


Kayla pun berjalan ke sekolah dengan perasaan was-was. Dia takut jika ada anak sekolah Pelita insani yang melihatnya turun dari motor Albizar. sementara Albizar masih terus diam diatas motornya sambil terus melihat kearah Kayla yang berjalan menuju sekolah.


setelah memastikan Kayla masuk ke halaman sekolah. Albizar pun kembali menyalakan motor nya.dan mulai melajukan motornya. Albizar melihat keadaan sekolah yang masih sepi. Sepertinya mereka berdua yang pertama datang kesekolah. Kayla berjalan dikoridor sekolah. Albizar pun several melepas helm nya dan turun dari motornya.


Albizar pun berjalan menuju kelasnya. saat melewati kelas Kayla, Albizar sempat menengok kearah kayla yang terlihat sednagsibuk menulis dimejanya. sepertinya dia sedang mengerjakan tugas. Albizar pun berjalan menuju kelasnya.


...********************...


" Yah penuh. terus kita duduk dimana dong? masa harus nunggu sih. mana perut Gue udah laper lagi" kata Bastian.


suasana di kantin sekolah sangat ramai di jam istirahat ini. ada beberpa murid yang sudah makan, ada ayang asik mengobrol dan ada pula yang sedang mengantri di stand jajanan.


"Loe kira Loe doang yang laper? Gue juga sama" kata Iqbal.


saat ini Albizar, Bastian dan Iqbal sedang berada di kantin sekolah. keadaan kantin yang sangat ramai di jam istirahat membuat semua tempat sudah teriisi oleh murid-murid Pelita insani. karena hal ini pula yang membuat Bastian dan juga Iqbal mengeluh.

__ADS_1


"Eh Bas tuh ada tiga bangku kosong tuh dideket Kayla. kita disitu aja yuk?" kata Iqbal.


Albizar diam. Dia kesal kenapa Iqbal malahengusulka. hal itu. Dia berusaha beriskap biasa saja. Tapi Albizar tidak ingin duduk disana bersama mereka. Dia ingin sekali menolaknya. tapi belum sempat dia menolah Bastian pun segera mendahuluinya.


"Gue nggak mau denger alesan Loe ya, Al. gue udah laper banget ini. cacing-cacing diperut Gue udah pada demo minta dikasih makan." kata Bastian.


"Yaudah kalian aja yang makan. Gue mau kekelas aja." kata Albizar bersiap puter balik.


"Nggak ada balik kelas balik kelas. lagian lie kenapa sih? LOE punya masalah sama Kayla. kenapa nggak mau duduk bareng." kata Iqbal


"Nggak." kata Albizar.


"kalau nggak. terus kenapa Loe ngehindar." kata Bastian.


"nggak ngehindar. tiba-tiba Gue nggak nafsu makan aja." kata Albizar.


" Udah nggak usah ngeles Loe. kayak bajaj. ayo ikut" kata Bastian langsung menarik Albizar.


Albizar dengan langkah malas pun mengikuti Bastian dan juga Iqbal. mereka berjalan menuju meja makannya Kayla dan kedua sahabatnya. namun saat akan berjalan ke mejanya Kayla langkah Albizar dihentikan Vania. Vania dan teman-temannya duduk di bangku yang tidak jauh dari Kayla.


"Al. duduk disini aja." kata Vania bangkit dan mengajak Albizar.


Bastian, Iqbal, Syahnaz, Kintan dan juga Kayla melihat kearah mereka. Albizar bingung. Dia tau Kayla tidak akan nyaman jika Albizar duduk bersama mereka. dan akan lebih baik jika Albizar duduk bersama Vania. tapi entah kenapa Albizar melihat ada sorotan lain dari mata Kayla.


"Gue duduk disana aja. lagian temen-temen Gue duudk disana." kata Albizar.


"Tapi Al. apa salahnya duduk disini. lagian disini ada satu kursi kosong kok" kata Vania.


Kayla kembali melihat kearah Kayla. Albizar melihat seakan Kayla senang saat Albizar menolak permintaan Vania. Albizar pun berjalan ke arah teman-temannya.


"Boleh kita duduk disini?" tanya Bastian.


"Gimana Kay, boleh kan?" tanya Kintan.


"terserah kalian. Gue ikut aja." kata Kayla.


"Jadi boleh nggak nih?" tanya Iqbal.


"Iya boleh. duduk aja. lagian kosong kok" kata Syahnaz.


"Makasih" kata Bastian dna Iqbal.


Bastian dan Iqbal langsung duduk. sementara Albizar bingung. bisakah dia bersikap biasa saja didepan temen-temennya saat hubungannya dengan Kayla sudah berubah. sedari tadi pun Kayla terlihat enggan melihat kearahnya. Kayla menunduk.


"Duduk Al. Gue pesen makanan dulu. Loe mau apa? bakso, mie ayam, siomay, batagor atau apa?" kata Iqbal.


"Mie ayam sama es jeruk." kata Albizar.


Albizar pun dengan berat hati duduk dihadapan Kayla. sementara Kayla masih tetap menunduk sambil teus mengaduk-aduk makanannya. Albizar tau Kayla terlihat tidak nyaman tapi tidak ada pilihan lain. Albizar pun hanya diam saja. tidak lama Iqbal kembali.


setelah menunggu hampir 10 menit akhirnya pesanan Albizar dan temen-temennya diantar. Albizar menambahkan saus dan juga sambal kedalam mangkok mie ayam miliknya. dan siap emnyantap makanannya.

__ADS_1


namun tiba-tiba Bimo datang mengganggu.


"Bangun." kata Bimo memina Albizar bangun.


semua ornag heran. apa-apaan Bimo ini datang-datang membuat masalah. Albizar diam saja tidka menggubris kata-kata Bimo.


" Loe nggak Budeg kan? bangun. cepet. ini tempat Gue." kata Bimo.


hal ini memancing perhatian semua orang yang ada di kantin. Albizar masih diam. dia masih berusaha bersikap tenang.


"Bimo, Loe apa-apaan sih?. apa hak Loe ngusir kit? inget LOE nggak ada hak Bu ngusir kita. emang lie siapa?" kata Bastian.


"Gue siapa? semua orang disini juga pad atau kalau gue ini keksihnya Kayla. bahkan nggak ada satu ornag pun yang berani buat deketin Kayla. karena apa? karena Kayla pacar Gu" kata Bimo.


semua ornag melongo. Albizar tidka tau hal ini. entah ini hanya akal-akalan Bimo atau emang sebenenya.


"Sejak kapa Loe jadi pacarnya Kayla. gue tau, lor cuman ngaku-ngaku aja." kata Iqbal.


"Kalau nggak percaya tanya sama semu orang disini. semuanya gimana menurut kalian Kayla pantes kan jadi cewek Gue?" kata Bimo.


semua orang mengangguk dan setuju.


kyla kesal dengan Bimo. bisa-bisanya dia mengaku sebagai pacarnya. padahal Bimo adalah orang yang paling dia benci saat ini. sementara Albizar hanya diam saja. dia tidka berniat untuk ikut camapur ataupun berkomentar. Albizar lebih memilih sibuk menghabiskan makannya.


"Loe nggak usang ngaku-ngaku deh. nggak mungkin Kayla mau punya pacar kayak Loe. ayo Kay bilang sama semuanya kalau Bimo itu bukan pacar Loe." kata Syahnaz kesla dengan tingkah Bimo.


"udah lah Naz, gue au lor Sahabatnya Kayla. tapi bukan berarti lie harus ikut campur dan ngatur-ngatur Kayla siapa cowok ya." kata Bimo.


Kayla yangsudah tidka tahan dengan sikap Bimo pun bangun dan langsung melayangkan tamparan keras dipipi Bimo. sontak saja semua orang melongo. tindakan berana Kayla ini membuat semua orang tidka percaya. seorang Bimo, ketua osisi, cowok terpopuler disekolah pelita Insani ditampar didepan umum.


"Jaga mulut Loe. LOE cuman mimpi. sampe kapan pun Gue nggak Sudi jadi pacar love. jangankan jadi pacar love. buat liat muka lie aja udha bikin Gue muak. dan lagi berenti ganggu hidup Gue. atau lor bakal nyesel." kata Kayla dengan kilatan amarah.


Bimo terlihat sangat marah. bukan hanya ditampar lagi-lagi Kayla mempermalukannya. Bimo berusaha keras menahan amarahnya. dia tidak mungkin berbuat kasar disini dihadapan banyak. orang. dia akan membuat perhitungan.


"Apa salah Gue Kay. kenapa lor sebenci itu sama gue. gue tau gue bukan laki-laki sempurna tapi gua janji bakal jadi seperti yang Loe mau. kasih kesempatan gue buat buktiin itu ke Loe." kata Bimo berusaha membujuk Kayla.


terlihat semua orang sedang mengunjing mereka. banyak dari mereka yang bersimpati pada Bimo. dan tidak sedikit yang menyalahkan sikap Kayla.


"Kalau kalian nggak tau apa-apa mending kalian diem. kalian nggak berhak ngasih penilaian apapun disaat kalian sendiri nggak tau apa yang terjadi sebenarnya" kata Syahnaz pada semua orang yang terlihat terus membicarakan Kayla.


Albizar tau gimana perasaan Kayla saat ini. tapi dia tidka ingin mengatakan appaun sata ini. ini bukan ranah dia. untuk itu Albizar memilih diam.


"Bim. kita nggak tau urusan lie sama Kayla. tapi bisa nggak kali ini aja Loe ngalah dan pergi dulu. kalau lie beneran sayang sama Kayla Loe nggak mungkin buat Kayla tersudutkan seperi ini." kata Iqbal.


ingin rasanya Bimo meninju Iqbal karena ikut campur urusannya. tapi sepertinya mengalah adalah usulan yang tepat untuk menarik simpati banyak orang. setidaknya mungkin dengan cara seperti ini bisa membwa Kayla menjadi miliknya..


"Oke kali ini aku ngalah. aku tau kamu butuh waktu. tapi ketahuilah aku bakal terus nunggu kamu. karena aku bener-bener sayang kamu." kata Bimo.


Bimo pun pergi. sementara sua murid masih terus berbisik membicarakan Kayla. Kayla sendiri merasa tidak nyaman. kali ini perasaannya semakin tidak enak. gara-gara ulah Bimo semua orang menyalahkannya dan menggosipkan ya.


Kayla melihat kearah Albizar yang masih sibuk mengahabiskan makannya. Kayla tidak habis pikir. bisa-bisanya Albizar bersikap tenang saat ada laki-laki yang menggoda isterinya. dia tau pernikahan ini harus dirasahaian dari orang-orang. tapi bukan kah dia sudah janji akan menjaganya. tidak bisa kah dia menolongnya sebagai seorang teman dihadapan orang-orang.

__ADS_1


sementara diam-diam Albizar memperhatikan sikap Kayla. Albizar tau jika mood Kayla semakin hancur saat ini. Tapi dia memilih diam aja. kemana sikap dia yang bilang kalau dia akan menjagana . bahkan saat didepan matanya jelas-jelas ada seorang laki-laki yang merayu istrinya. bukan kah dia sendiri sudah berjanji akan menjaganya. tapi lihatlah dia diam saja.


__ADS_2