Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
( Bukan ) Malam pertama.


__ADS_3

Ceklek..


suara pintu kamar terbuka.


Kayla masuk kedalam kamarnya. Dari belakang Albizar mengikuti.


"Assalamualaikum." kata Albizar saat masuk kedalam kamar.


Kayla menengok kebelakang bingung kenapa ngucap salam


"Waalaikumsalam." meskipun bingung Kayla tetap menjawab salamnya.


Albizar terus melihat kesekeliling kamar Kayla. kamar yang cukup luas. Terdiri dari meja dan kursi belajar, ranjang king size. Rak buku, lemari besar, Tv. Kayla juga masih memperhatikan sekeliling kamarnya sepertinya ada yang hilang.


Sofa panjang. Kemana?


ya sewaktu dia keluar kamar. setelah selesai ijab kobul sofa panjang masih ada didalam kamarnya. tapi kenapa sekarang sofa itu hilang. Kemana sofa itu? apa jangan-jangan sofa itu sengaja dikeluarin kamarnya. Tapi siapa pelakunya? Kayla bertanya-tanya.


"Kok Sofanya nggak ada??" kata Kayla heran


"Nggak tau. Lagian nggak masalah juga kan nggak ada sofanya" kata Albizar


"Terus nanti loe tidurnya gimana? Loe nggak niat buat tidur satu ranjang kan sama Gue?" kata Kayla


"Ya enggak lah. Gue juga tau Loe nggak bakal nyaman tidur satu ranjang sama Gue " kata Albizar


Kayla diam. Ingin ngomong sesuatu tapi Dia tahan.


"Udah nggak apa-apa. Nanti Gue tidur dilantai aja. Udah biasa juga kok. Tas Gue dimana ya. Tadi katanya udah dibawa ke kamar Loe" kata Albizar.


Albizar terus mengamati kamar ini mencari dimana tasnya. Kayla pun ikut mengamati kamarnya.


"Loe yakin? tas Loe udah dibawa ke kamar Gue?" tanya Kayla.


"Iya tadi yang bawa pak Min disuruh sama Papa." kata Albizar.


Albizar pun bergerak mencari tasnya. Kayla pun ikut membantu. Mencari di ranjang, dan ditempat-tempat yang memungkinkan. Kayla pun mencari dikolong meja belajarnya. Kayla menundukkan badannya. Disaat yang bersamaan juga Albizar menunduk hingga kepala keduanya terbentur.


"Aww." kata Albizar mengaduh kesakitan.


"Aduh-aduh maaf. maaf." kata Albizar langsung mengusap kepala Kayla


Kayla pun menatap Albizar yang terlihat panik saat Kayla mengaduh kesakitan. Albizar terlihat khawatir. sikap Albizar seakan mengatakan jika Albizar begitu mencintainya sehingga saat dirinya kesakitan Albizar langsung mengusap lembut. Kayla terpana dengan perlakuan Albizar ini.


"Maaf ya. Nggak sengaja. Apa masih sakit?" kata Albizar masih terlihat khawatir.

__ADS_1


Albizar menatap Mata Kayla. Dan Kayla pun menatapnya. Keduanya saling bertatap-tatapan untuk beberapa saat.


"Masih sakit? mau diobatin dulu nggak?. mau panggil ka Kesya dulu nggak, buat diperiksa.? " kata Albizar. salah tingkah.


"Nggak usah. Udah nggak kok." kata Kayla salah tingkah.


"yaudah. Loe Bersih-bersih aja dulu. Biar Gue cari sendiri tasnya. Gue mau keluar dulu cari Pak Min mau tanya sama Dia." kata Albizar


Kayla mengangguk. dan pergi ke kamar mandi. sementara Albizar, Dia melepas jas ya. Lalu keluar kamar.


...****************...


Kayla berendam di kamar mandi. Hampir satu jam Dia berada dikamar mandi. Sedari tadi hatinya merasa gelisah. Deg-degan, bingung. Perasaannya campur aduk. rasanya aneh. Kini Dia harus berbagi kamar dengan Albizar. Membayangkannya saja membuat wajah Kayla merona. Kayla teringat akan perlakuan Albizar tadi padanya. Tatapan wajahnya aroma tubuhnya Kayla seakan masih menciumnya.


ini adalah malam pertama mereka sebagai suami isteri. apa yang akan mereka lakukan? akankah mereka melakukannya?


Memikirkan hal ini saja sudah membuat jantung Kayla berdebar sangat kencang. Dia sendiri bingung bagaimana jika Albizar meminta hak nya malam ini? apa yang harus dia lakukan?.


Kayla terlihat gelisah. Sedari tadi Dia terus menatap dirinya didepan kaca washtafel. Kayla mundar mandir didepan pintu kamar mandi. Dia ingin keluar dari kamar mandi. tapi Dia takut jika ternyata Albizar ada didalam kamar. Sedangkan Dia lupa membawa baju ganti saat pergi kekamar mandi.


"Aduh.. bodoh.. bodoh.. bodoh.. Kayla. Kayla. Kenapa sih pake acara lupa bawa baju ganti segala. Kalau gini kan jadi ribet. gimana mau keluar Kamar mandinya. " kata Kayla mengomel pada dirinya sendiri


Kayla semakin tidak tenang. ingin rasanya Dia keluar dari kamar mandi ini. tapi Dia takut.


tok.. tok.. tok..


"Iya nggak apa-apa." kata Kayla.


Kayla bingung harus jawab apa. tidak mungkin Dia bilang yang sebenarnya. Dia malu.


"Loe yakin?" suara Albizar lagi.


"Iya" kata Kayla.


"Kay.. Loe beneran nggak apa-apa? udah hampir dua jam Loe dikamar mandi ngak keluar-keluar. Buka Kay pintunya" kata Albizar mulai khawatir.


Mendengar nada Albizar yang terdengar khawatir membuat Kayla membukakan sedikit pintunya lalu mengeluarkan sedikit kepalanya.


"Gue nggak apa-apa Al. Cuman..." kata Kayla kata-kata terputus begitu saja.


"Cuman kenapa Kay?" kata Albizar penasaran.


"Cuman.. Gue tadi lupa bawa salin. Gue nggak bisa keluar kamar mandi." kata Kayla menahan malu.


dahi Albizar mengkerut. serentak dia berfikir.

__ADS_1


"Oh.. Yaudah Gue keluar dulu. Loe Kalau udah selesai bilang aja. Baru Gue masuk kamar." kata Albizar mengerti.


Albizar pun keluar kamar. setelah terdnegar suara pintu ditutup Kayla pun mengintip sejenak apa benar Albizar sudah keluar. Setelah dirasa aman. Kayla pun keluar kamar mandi menggunakan Handuk yang dililit kan ke badannya. Handuk itu hanya menutupi dadanya hingga pahanya.


Kayla pun segera mengambil pakaiannya. dan segera memakainya. Kayla memilih baju tidur yang panjang. Karena Dia merasa tidak nyaman kalau tidur menggunakan baju pendek apalagi ada Albizar dikamarnya. Setelah itu Kayla pun keluar kamarnya untuk memberi tahu Albizar. jika Dia sudah selesai memakai baju dan Albizar bisa masuk kekamar.


"Udah Loe mandi aja. Nanti biar baju-baju Loe gue beresin dilemari" kata Kayla


"Nggak usah Kay. Biar Gue aja. Lagian baju-baju Loe aja diberesin sama si bibi kan. masa Loe yang beresin baju Gue. nggak apa-apa biar Gue aja." kata Albizar tidak enak hati.


"Sebenernya nggak apa-apa juga sih. Cuman masukin baju-baju aja kok." kata Kayla.


"Udah nggak usah." kata Albizar.


"Yaudah kalau nggak boleh." kata Kayla.


Albizar pun masuk kekamar mandi. Setelah 15 menit kemudian Albizar pun keluar dari kamar mandi dengan pakaiannya.


Kayla teruhat sedang bercermin sambil menggunakan perawatan kulit nya. Albizar berjalan kearah ranjang dan membuka tasnya. Dia bingung dimana Dia harus menata baju-bajunya. Sedangkan ini adalah kamar Kayla dan semua yang ada didikamar ini adalah milik Kayla.


Kayla berjalan kearah tempat lemari dan membuka salah satu pintu lemari.


"Baju-baju Loe. Disusun disini aja." kata Kayla.


"Makasih" kata Albizar.


Albizar terlihat sibuk membereskan baju-bajunya. sedangkan Kayla sedari tadi sibuk mengerjakan pr-nya di meja belajarnya.


"Boleh Gue minjem satu bantal buat tidur?" kata Albizar


Kayla mengangguk. Melihat Albizar yang tidur dilantai hanya menggunakan satu Bantal membuat Kayla merasa tidak tega. Kayla pun bangkit dan membuka salah satu lemarinya. Kayla mengambil 2 buah bedcover dan memberikannya pada Albizar.


"Ini. pake ini buat alas tidur sama selimut." kata Kayla.


"Terimakasih" kata Albizar mengambilkannya.


Albizar lalu menggunakan satu bedcover untuk digelar sebagai alasnya. kemudian menyusun bantal dan Albizar akan menggunakan satu bedcover yang lain untuk selimutnya. Albizar mulai membaringkan tubuhnya.


"Gue nggak bisa tidur dalam keadaan gelap." kata Kayla.


"Yaudah nggak usah dimatiin lampunya. tenang aja. Gue nggak akan apa-apain Loe. Loe boleh bawa pentungan diranjang Loe. Kalau Loe nggak percaya. dan kalau nanti Gue berani ngapa-ngapain Loe, Loe bisa langsung pukul Gue" kata Albizar.


Kayla pun mengikuti saran Albizar. bukan karena dia tidak percaya tapi hanya untuk berjaga-jaga. Albizar pun mulai memejamkan matanya. Kayla juga sama.


tapi berulang kali Kayla berusaha memejamkan matanya. tetap saja dia tidka berhasil. kantuk tidka kunjung datang banyak hal yang mengganggu pikirannya. banyak hal yang dia takutkan. pernikahan ini menyelamatkannya dari satu hal tapi membuatnya takut untuk banyak hal. entah apa yang akan terjadi kedepannya nanti. yang jelas untuk menghadapi malam inisaja Sudah membuat nya merasa sangat ketakutan.

__ADS_1


Diam-diam Kayla mengintip Albizar. Kayla melihat mata Albizar yang terpejam. setidaknya satu kekhawatirannya berkurang. malam ini tidak akan terjadi ritual malam pertama pengantin pada umumnya. setidaknya malam ini Bukan malam pertama bagi mereka . dan mereka tidak akan melakukan ritual malam pertama sebagai suami istri pada umumnya


__ADS_2