Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Benteng Pertahanan.


__ADS_3

"Ayo turun." kata Albizar.


Kayla masih diam.


"Ngapain?. Gue mau ngomong sama Loe bukan mau makan." kata Kayla.


"Turun. mau ngomong kan? kita nggak bisa ngomong kalau Loe masih duduk diatas motor" kata Albizar.


Kayla pun turun dari motor. Demikian juga dengan Albizar. Albizar turun dan langsung membuka helm nya. Dan saat berbalik. Kayla dengan wajah masamnya masih belum melepaskan helmnya. Albizar menggelengkan kepalanya sambil berdecak heran. Albizar pun mendekat dan langsung membantu melepaskan helm dikepala Kayla.


Untuk sesaat Kayla terpaku. Tatapan mata mereka beradu. Untuk beberapa detik mereka terpana. hingga gerakan tangan Albizar yang melepaskan helem dikepala Kayla pun segera menyadarkan Kayla. Kayla pun langsung mengalihkan pandangannya. dan keduanya pun berusaha menetralkan debaran jantung mereka


"Ayo.." ajak Albizar.


"Kemana?" tanya Kayla.


"Ngamen." kata Albizar lalu berjalan lebih dulu.


Kening Kayla mengkerut. Heran. apa tadi Albizar sedang melawak?. . Tapi sayang, lawakannya terdengar hambar, dan garing. Kayla masih diam ditempatnya. Albizar berbalik dan melihat Kayla masih tetap berdiri ditempatnya.


"Apa lagi?, Loe nggak akan kenyang kalau berdiri aja disitu." kata Albizar.


"Gue bilang, Gue mau ngomong sama Loe. Bukan mau makan sama Loe.!" kata Kayla.


"Iya Gue tau. tapi Loe juga perlu energi banyak buat bisa ngajuin banyak pertanyaan ke Gue. belum lagi kalau nanti tiba-tiba nanti ada acara emosi dan ngomel-ngomel." kata Albizar.


Kayla merengut. Kesal mendengar setiap perkataan Albizar.


"Apa lagi?. Kalau Loe mau dapet jawaban Loe. Loe nurut sama Gue. atau Loe nggak akan pernah dapet jawaban Loe itu. Bahkan sampe kita bersama sekalipun" kata Albizar.

__ADS_1


Kayla tidak suka dipaksa. tapi Dia ingin tau jawabannya. Akhirnya Kayla pun mengalah. mereka pun memesan makanan mereka.


Kayla Diam. Menunggu Albizar mulai mengatakan semuanya. tapi sepertinya Albizar tidak berniat menjelaskan apapun. hingga tak lama pesanan mereka sampe.


"Gue nggak mau makan. Gue mau Loe jelasin sekarang. Kenapa Loe tiba-tiba setuju buat nikahin Gue?" kata Kayla sudah tidak bisa bersabar lagi.


"Gue heran sama Loe kenapa Loe pengen tau banget alasan Gue. bukannya ini bagus buat keluarga Loe. setidaknya orang tua Loe bisa tenang ninggalin Loe buat selesai in urusan mereka. karena Loe juga udah ada yang jagain." kata Albizar.


"ini itu nggak sesimpel yang Loe bilang. ini itu pernikahan. dalam pernikahan itu ada hal yang harus dijalanin. bukan sekedar menjaga melindungi. tapi ada banyak hal lagi. terlebih kita ini masih muda. dan yang terpenting Loe juga nggak suka apa lagi cinta kan sama Gue?. mana bisa kita jalanin pernikahan tanpa ada rasa cinta" kata Kayla.


"sekarang Gue tanya. apa Loe cinta sama Gue?" kata Albizar.


"Uhuk... uhuk.." Kayla yang sedang minum langsung tersedak saat mendengar pertanyaan Kayla.


"Pelan pelan minum nya." kata Albizar.


"ya tinggal jawab aja apa susahnya? Loe suka sama Gue apa nggak? Loe cinta sama Gue apa nggak?" kata Albizar.


"Apa?. nggak salah?. ya enggak lah. apa jangan-jangan Loe kali yang suka sama Gue. buktinya Loe tiba-tiba setuju. padahal awalnya Loe nolak." kata Kayla.


"Yaudah. baguslah." kata Albizar.


"Bagus gimana? sumpah Gue nggak ngerti sama jalan pikiran Loe." kata Kayla semakin bingung.


"Sebuah pernikahan biasanya terjalin karena saling cinta. dan bisa bahagia karena saling melengkapi satusama lain. Dan dalam hubungan kita nanti emang nggak ada cinta didalmnya. Loe nggak cinta sama gue. Dan gue juga sama. Justru menurut Gue itu bagus. karena dalam pernikahan kita kita nggak perlu lagi melibatkan hati. jadi nggak akan ada drama cemburu pertengkaran dan semacamnya" kata Albizar.


"Maksud Loe?" tanya Kayla.


"jadi meskipun nanti kita menikah. kita akan tetap jalanin kehidupan kita seperti biasanya. kita nggak bakal ikut campur urusan pribadi. Loe tenang aja Gue nggak akan Batasin Loe buat temenan atau Deket sama siapapun dan Loe pun sama. Loe nggak perlu urusin urusan pribadi Gue. Loe nggak perlu lakuin kewajiban Loe sebagai isteri. tapi disini Gue bakal tetep jagain Loe dan lakuin tugas Gue.". kata Albizar.

__ADS_1


Entah kenapa tiba-tiba dada Kayla merasa sesak saat mendengar penuturan Albizar. Kenapa perasaannya menjadi sakit saat mendengar Albizar menjelaskan pemikirannya tentang pernikahan yang akan mereka jalankan.


"Jadi maksud Loe pernikahan kita cuman status aja ? cuman sebatas hitam diatas putih gitu?. Dan kita tetep jalanin kehidupan kita masing-masing tanpa perlu melibatkan hati gitu maksud Loe?" kata Kayla.


"Ya." kata Albizar.


"Jadi itu juga alesannya kenapa Loe nggak mau sampe ada satupun orang yang tau tentang pernikahan ini. jadi Loe pengen kita rahasiain pernikahan ini dari orang-orang." kata Kayla sebisa mungkin menahan dii agar emosinya tidak meluap. rasanya sesak sekali


"Iya. Dihadapan keluarga loe kita suami istri. bersikap baik. tapi ketika dikamar ataupun diluar rumah. maka kita nggak lebih cuman sebagai teman. dengan begitu Gue akan ngelakuin tugas gue. Gue bakal tetep jagain Loe dengan cara Gue." kata Albizar.


"Itu artinya kita akan tidur satu kamar sebagai suami istri hanya sebagai status tapi kita akan bersikap bagai dua orang asing yang tinggal dalam satu kamar gitu maksud loe?. lalu apa jaminannya buat Gue?" kata Kayla.


"Maksud Loe?" tanay Albizar.


"Loe laki. dan gue cewek. Loe bilang ketika didalam kamar kita bakal hidup bagai orang asing. sedangkan apa jaminannya Loe nggak akan ambil keuntungan dari Gue. Sekarang gini dua orang laki-laki dan perempuan tinggal didalam satu kamar yang sama. siapa yang akan jamin kalau Loe nggak bakal apa-apain Gue?. Loe nggak bakal sentuh Gue. terlebih dalam status yang sah Loe berhak untuk itu. bisa aja kan nanti Loe ambil keuntungan dan apa-apain Gue. saat Gue lagi tidur" kata Kayla.


Albizar menghirup nafas panjang.


"Oke. Gue janji didalam pernikahan kita nggak ada kontak fisik apapun. dan kalau salah satu diantara kita terpaksa ngelakuin kontak fisik sebagai gantinya yang melanggar harus penuhin 3 permintaan. dan yang melanggar nggak boleh nolak. Gue harap Loe percaya sama Gue. Gue nggak berniat buruk dan kalau Gue sampe ngelakuin itu ke Loe. Loe bisa tuntut gue atau jeblosin gue kepenjara. dan Gue siap nangiung akibatnya." kata Albizar.


Kayla melihat keseriusan Dimata Albizar. Meskipun Kayla merasa sedih akan hal ini. Setidaknya Dia bisa mengamankan dirinya dari hal-hal yang akan merugikannya dikemudian hari. Karena Kayla merasa jika pernikahan ini tidak akan bertahan lama. dan jika ternyata dugaannya itu benar. Setidaknya kesuciannya dan mahkotanya tidak hilang.


" Oke. Deal. " kata Kayla


Terpaksa Kayla menerima perkataan Albizar. Kayla pun tidak. punya pilihan lain selain menerimanya. Meskipun Kayla sendiri tidak bisa membayangkan kehidupan pernikahan yang seperti apa yang akan mereka jalankan nanti. Setidaknya Kayla bisa mengurangi beban kedua orang tuannya. Dan hati kecilnya pun merasa yakin jika Albizar adalah laki-laki yang tepat yang akan menjaganya dari orang-orang jahat.


Albizar diam-diam menatap Kayla yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. tapi Albizar sendiri tidak tau apa yang sedang dipikirkan oleh Kayla.


Sebenarnya Albizar sendiri tidak yakin dengan semua yang dia katakan pada Kayla. yang Albizar tau Dia hanya sedang berusaha memberikan benteng untuk melindungi hatinya agar tidak melampaui batas. karena sesungguhnya Albizar sendiri tidak yakin dengan hatinya yang akhir-akhir ini sering menghianati pikirannya. tapi inilah caranya membuat benteng pertahanan.

__ADS_1


__ADS_2