
Diparkir sekolah. Albizar yang baru saja tiba terlihat sednag memarkirkan motornya. ya setelah beberapa minggu akhirnya Albizar bisa asembuh dan sudah bisa berjalan dengan normal kembali. dan hari ini Albizar memutuskan untuk membawa motor ke sekolah. namun dia tidak pergi bersama dengan Kayla. Hubungan mereka sudah membaik bahkan sudah semakin dekat. Mereka sudah sepakat untuk bersikap biasa saja di sekolah. Dan Albizar pun menghargai keputusan Kayla.
Saat diparkir Albizar bertemu dengan Bastian dan juga Iqbal. mereka sedikit kaget sekaligus senang melihat Albizar yang sudah sembuh total dan bisa kembali membawa motor kesekolah.
"Al . Alhamdulillah akhirnya Loe bener-bener sembuh. dan bisa bawa motor lagi kesekolah." kata Iqbal.
"Iya Gue juga pengen cepet sembuh. biar gimanapun juga turnamen sebentar lagi. Dan Gue harus mempersiapkan nya " kata Albizar.
"Iya deh. Tapi inget Loe nggak boleh ceroboh lagi. inget nggak ada lagi yang namanya insiden-insiden. atau apapun." kata Bastian.
"Iya. Yaudah kita ke kelas sekarang."
"eh liat itu Kayla, Syahnaz sama Kintan kan. kesana yuk" kata Bastian.
"Lah mau ngapain? masih pagi coy" kata Iqbal
"udah bawel Loe. justru masih pagi kita butuh mood booster biar semangat. Ayo ah. keburu mereka sampe kelas " kata Bastian.
Iqbal dan Albizar pun terpaksa mengikuti Bastian. karena mereka berdua tau sahabatnya itu sedang berusaha mendekati salah satu dari mereka.
"Pagi cewek-cewek cantik" sapa Bastian.
Tepat dikoridor sekolah. Bastian, Iqbal dan juga Albizar yang baru saja tiba. mereka berpapasan dengan Kayla, Syahnaz dan juga Kintan. Bastian pun dengan semangat menyapa mereka.
"Pagi. cie semangat bener? ada angin apa nih? apa karena mau ketemu ayang ya?" kata Syahnaz sedikit menggoda Bastian yang diam-diam menatap Kintan
Syahnaz tau jika Bastian sedang berusaha mendekati Kintan. beberapa kali Bastian tertangkap basah oleh nya sedang memperhatikan Kintan. walau Syahnaz juga belum bisa memastikan bagaimana perasaan Bastian sebenarnya pada Kintan. tapi dia cukup yakin jika sebenarnya Bastian sedang berusa mendekati Kintan.
Mendengar Perkataan Syahnaz seketika membuat Bastian segera mengubah sikapnya menjadi sedikit lebih cool. sementara Iqbal yang melihat Bastian yang seketika gugup pun mengulum senyum. Iqbal juga yakin jika sebenarnya Bastian sedang berusaha mendekati Kintan.
"Ekhhmmm. nggak usah salting gitu kali." kata Syahnaz yang semakin gencar menggoda.
"ehh. apaan sih. ngaco Loe." kata Bastian yang enggan mengakuinya.
Sementara diam-diam Albizar melirik ke arah Kayla dan saat pandangan mereka bertemu Albizar melempar senyum sekilas yang dia yakin hanya Kayla mampu melihatnya walau sekilas. dan sikap keduanya kembali seperti sedia kala.
" Gue sih sebagai sahabat, cuman mau ngingetin aja nih ya. Kalau emang suka ya bilang langsung. gentleman lah jadi cowok. dan yang terpenting. kalau emang serius langsung nyatai. tapi jangan pernah sekalipun berniat buat nyakitin perasaan sahabat Gue. kalau sampe terjadi Gue nggak segen-segen buat perhitungan." kata Syahnaz skak mat sambil melirik ke arah Bastian dan juga Kintan.
"Apaan sih Naz, Loe udah kayak emak-emak yang protektif deh sama anaknya." kata Kintan.
"Harus kudu. soalnya biar pada tau. nggak ada yang boleh nyakitin perasaan temen-temen Gue. Gue bakal jadi garda terdepan buat belain sahabat-sahabat Gue." kata Syahnaz.
__ADS_1
"Ulu..ulu... so sweet banget sih sahabat Gue yang satu ini." kata Kintan.
Mendengar kata-kata Syahnaz. Membuat Iqbal kagum pada Syahnaz. Dia tidak menyangka segitu care dan perdulinya Syahnaz pada sahabat-sahabatnya itu. Entah kenapa mengetahui hal ini membuat perasaan Iqbal sedikit menghangat. meskipun Iqbal mengagumi namun Dia tetap memasang wajah cool nya. sama seperti Albizar, Iqbal memiliki sifat yang hampir mirip dengan Albizar yang sama-sama cuek Dangan dingin. namun Iqbal melakukan ini didepan wanita yang Dia suka.
"Loe tenang Aja Naz, Gue bukan pengecut ataupun bajiangn yang biasa maenin cewek. lagian belom tentu juga kan sahabt Loe mau sama cowok kayak gue. ." kata Bastian.
"Lah, pesimis duluan. emang udah pernah ungkapin?" kata Syahnaz.
"duh udah deh. kita kekelas aja yuk. bentar lagi masuk nih." kata Kintan memotong pembicaraan.
Kintan, Syahnaz dan Kayla pun akhirnya pergi dari sana. dan kemudian diikuti oleh Albizar dan kedua temannya.
...****************...
Dikantin, saat jam istirahat. Albizar, Iqbal dan Juga Bastian yang baru saja tiba. melihat suasana kantin yang ramai. semua meja sudah penuh. saat sibuk mencari tempat kosong, tidak sengaja Iqbal melihat ada kursi kosong didekat meja yang sudah diisi oleh Kayla dan kedua sahabatnya.
"Kita duduk disono aja ya" kata. Iqbal smabil menunjuk
"pucuk dicinta ulam tiba. emang ya kalau jodoh nggak akan kemana" kata Bastian yang terlihat snagat senang.
Bastian,Iqbal dan juga Albizar pun berjalan menghampiri meja Kayla.
"Boleh kita ikut gabung disini? soalnya semua tempat udha penuh" kata Bastian.
"Loe mau pesen apa Al?" tanya Bastian.
"Es juruk Aja" kata Albizar.
Mfendengar Albizar yang hanya memesan es membuat Kayla langsung menatap Albizar. ingin rasanya dia memarahi Albizar karena tidak memesan makan. Karena menurutnya Albizar harus makan yang banyak biar tenaganya bisa kembali lagi. biar bagaimanapun Albizar baru saja sembuh. dia tidak boleh mengabaikan pola makannya. tapi Kayla juga tidak bisa memarahi Albizar saat ini mengingat sekarang mereka berada dilingkungan sekolah dan hubungan mereka tidak boleh ada yang tau.
"Yang bener aja Loe es jeruk doang. Loe f nggak makan? nggak pokoknya Loe harus makan. gue pesenin nasi ya." kata Iqbal.
"Jangan. mubazi tar. Gue beneran masih kenyang. gini aja deh pesenin gue batagor aja." kata Albizar
"Oke. Loe apa Bas?" kata Iqbal.
"Gue samain aja deh kayak Al." kata Bastian
Iqbal pun langsung berdiri dan pergi menuju stand penjual makanan. Tika ada obrolan apapun. Bastian yang kehabisan bahan obrolan pun hanya bis amenatap Kintan secara diam-diam. Sama hal nya dengan Kayla dan Albizar.
saat mereka sednag asik mengabiskan makan mereka tiba-tiba Azka datang menghampiri Kayla.
__ADS_1
"Hai Kay." sapa Azka.
"emmm.. Hai" kata Kayla dengan tidak enak hati.
"Emmm... pulang sekolah nanti lie ada acara nggak?" tanya Azka.
mendengar pertanyaan Azka. Albizar punya firasat. Albizar pun segera memainkan handphone nya dna mengirim pesan.
Kayla sendiri bingung. kenapa Azka bertana seperti itu. kaylasempat melirik kearah Albizar. namun terlihat Albizar sednag sibuk dengan hp nya.
"Kenapa emang?" tanya Kayla.
"Emm. Gue mau ajakin loe nonton. gimana mau kan?" tanya Azka to the point.
mendengar ajakan Azka membuat Kayla menjadi gelisah. dia diam-diam melihat kearah Albizar. namun lagi-lagi Albizar tetap terlihat tenang dna tidka melihat kearahnya. Kayla bingung. sekarnag dia merasa serba salah. bagaimana dia bisa menerima ajakan cowok lain didepan suaminya. Kayla merasa seperti seorang isteri yang sednag kedapatan selingkuh walau pada kenyataannya dia tidak melakukan itu.
dddrrttttdddrtttttt..
[ Hubby ]
[pulang Bareng Gue !!.]
seketika Kayla langsung mengangkat kepalanya dan menatap Albizar.
sementara Azkat dan yang lainnya sedang menunggu jawaban Kayla.
"Maaf Ka, Gue nggak bisa. Gue ada urusan" kata Kayla.
Kayla tidak bisa menerima ajakan Azka sementara Albizar sudah memberikan ultimatum padanya untuk pulang bersama Albizar.
"Oh gitu. Yaudah nggak apa-apa. lain kali aja kalau gitu. yaudah Gue duluan ya." kata Azka.
dengan berat hati Azka pergi dari sana. Azka sendiri tau apa alasan Kayla menolaknya. karena dia sempat melihat Albizar yang diam-diam mengirim pesan pada Kayla. karena setelah membaca pesan itu Kayla langsung menolak ajakannya. terlebih Kayla yang langsung melihat kearah Albizar setelah membaca pesan itu. hal ini membuatnya semakin yakin jika mereka memiliki hubungan.
[ Hubby ]
[ Thanks. nanti tunggu diparkiran. ]
lagi Kayla mendapat pesan.
dan Kayla hanya membalas pesan itu 'Ya'.
__ADS_1
Kayla bertanya-tanya dalam hati, apa yang akan dilakukan Albizar. kenapa Al mengajaknya pulang bareng. apa dia sengaja melakukan ini karena emang ada yang penting. atau hanya karena cemburu. entah apa yang ad dipikiran Albizar. namun sebenarnya Kayla merasa tidak yakin akan pulang bersama Albiy. Dia tukut jika ada yang liat terlebih membuat orang-orang curiga.