
"Baiklah anak-anak. Kita sudah sampai. Sekarang bapak minta untuk setiap kelompok mulai membagi tugas kalian masing-masing. Mulai dirikan tenda, mencari kayu bakar dan juga air bersih. Dan kalian harus berkerja sama dengan tim. Ingat jangan pergi jauh-jauh dari sini. Dan kalian wajib lapor ke panitia OSIS atau dewan pembimbing kelita kalian ingin pergi kemanapun. Dan ingat jaga sikap dan tingkah kalian. jadilah tamu yang baik ditempat orang. Kalian paham? Kata ketua pembina.
"paham pak." jawab seluruh siswa serempak
"Bagus. Yasudah kalian bisa mulai tugas kalian masing-masing. Dan ingat jam 2 nanti kalian harus berukumpul untuk ikut acar materi 1. Sekarang kalian boleh bubar" kata Ketua pembina.
Setiap kelompok mulai berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Begitu pula dengan Albizar, Bastian, Iqbal, Dimas, Kayla, Syahnaz, Kintan dan juga Anita yang ternyata satu kelompok.
"Sekarang Kita bagi tugas. Siapa yang cari kayu bakar? Siapa yang cari air bersih, siapa yang diriin tenda. Nanti yang diriin tenda dia juga yang nyiapin bahan-bahan buat masak." kata Albizar.
"kenapa harus cari kayu bakar sih. Kita kan bawa kompor potebel jadi nggak perlu cari kayu bakar buat masak segala. Repot tau nggak. Emang ada apa diantara kita yang bisa masak pake kayu bakar" kata Kayla yang komplen.
"Gimana Al. Apa perlu kita cari kayu bakar?" tanya Bastian.
"Kita disini selama 3 hari 2 malam. Dan selama itu kita akan terus masak. bahan bakar dati kompor potebel itu nggak akan cukup buat masaj selama itu. Kita tetep cari kayu bakar." kata Albizar.
"Terus nanti siapa yang masak pake kayu bakar itu. Sory ya kita nggak bisa" kata Kintan dan Kayla.
"Masalah itu gampang gue yang masak." kata Albizar.
"Yaudah kalau gitu. Loe tugasnya diriin tenda sama nyiapin buat masak." kata Dimas.
"Gua nggak mau ya kalau suruh cari kayu Bakar" kata Kayla tegas.
"yaudah yang cari kayu bakar kita cowok-cowok. Dan kalian yang cewek cari air bersih di sana dekat air terjun. Gimana?" saran Iqbal.
"oke." kata Kiya.
"Nggak gue nggak setuju. Nggak aman para cewe pergi tanpa ada cowok. Bastian lo temenin Kayla sama Syahnaz cari air. Anita loe bisa masak kan?" kata Albizar.
"Iya Gue bisa." jawab Anita.
__ADS_1
"Yaudah loe temenin Gue masak disini. Nanti kintan ikut sama Iqbal dan Dimas cari kayu bakar" kata Albizar membagi tugas.
"Kenapa Gue sih yang cari kayu bakar kenapa nggak Anita aja? Gue juga bisa kok kalau cuma masak doang mah" kata Kintan protes.
""Gimana Nit loe, nggak apa-apa cari kayu bakar?"tanya Albizar.
"iya nggak Apa-apa Al. Lagian Gua nggak sendiri kan. Ada Iqbal sama Dimas juga." kata Anita memilih mengalah.
"Oke. Nanti loe jangan bawa banyak-banyak. Semampu loe aja. Biar Iqbal sama Dimas yang bawa kayunya. Dan kallian berdua jaga Anita yang bener. Jangan di tinggal sendirian" kata Albizar.
"Cih sama Anita aja perhatian banget. Coba sama kita. Dingin sama cueknya minta ampun. Dasar modus" kata Kayla mendumel.
"Yaudah sekarang kita mulai ngerjain tugas masing-masing. Biar nanti gua bisa cepet masak buat kita" kata Albizar.
"Iya-iya !. Sok banget sih nyuruh-nyuruh." kata Kayla.
Albizar bukan tidak mendengar Kayla,Syahnaz dan kintan yang mendumel. Hanya saja dia rasa tidak ada gunanya meladeni ketiga anak manja itu. Mereka pun segera menjalankan tugas mereka. Mereka pun pergi. Tinggal Albizar dan Kintan yang masih ditempat.
Albizar pun mulai mendirikan tenda buat mereka para cowok. setealh beberapa saat tende yang Albizar dirikan sudah selesai. Namun sayangnya Kintan masih belum selesai mendirikan tendanya.Albizar pun geleng-geleng kepala. Benar-benar anak manja. Batin Albizar.
Albizar pun memilih membereskan bahan-bahan makanan. Kintan kesal karena dia belum berhasil menndiriman tenda itu. Dia melihat kearah Albizar.
"kenapa sih jadi cowok nggak peka banget. Udah tau orang kesusahan diriin tenda bukannya dibantuin kek. Bener-bener ya tuh orang". kata Kintan dengan kesal.
Kintan pun memutuskan untuk mendekati Albizar berharap Albizar mau membantunya.
"khemm.." suara dehem.
"Apa?" kata Albizar.
"Boleh minta tolong nggak?. Bantuin Gue diriin tenda. Dari tadi susah banget buat diriin tendanya. Please" kata Kintan.
__ADS_1
Karena ini adalah tugas kelompok. Albizar pun tidak ada pilihan lain selain ikut membantu kelompoknya. Lagi pula ini salah satu tugasnya mendirikan tenda. Albizar pun membantu Kintan mendirikan tenda.
Setelah 30 menit mereka semua sudah kembali. Anita dan Dimas pun membantu Albizar membuat kompor untuk memasak dari kayu. Bastian pun memberikan air bersih itu. Albizar pun mulai memasak air. Anita, pun membantu Kintan mengiris sayuran untuk memasak. Sedangkan Kayla dan Syahnaz memilihih duduk menonton saja. Albizar hanya bisa geleng-geleng kepala.
Setelah semua masakan matang mereka pun makan bersama. Mereka terlihat menikmati masakan Albizar. Begitu pula dengan Kayla dan Syahnaz. Yang tidak menyangka jika cowok sedingin Albizar bisa masak dengan enak.
"Enak banget masakan loe. Nggak nyangka loe bisa masak seenak ini" kata Dimas.
"Bukan cuma gua yang masak. Tapi juga dibantu Anita." kata Albizar.
"Ekhemm. Disini gua juga bantu kali. Kok cuma anita aja yang disebut." kata Kintan yang protes karena dia tidak disebut.
"Sorry lupa. Iya sama Kintan juga" kata Albizar datar.
......................
"sumpah ya Si Albizar itu nyebelin banget sih. Mentang-mentang ketua kelompok. Sok-sokan nyuruh-nyuruh kita nyebelin banget" Kata Kayla
"Iya. Ternyata bukan cuman dingin, cuek tapi juga sok diktaktor" kata Syahnaz
"Tadi sih dia bantuin Gue diriin tenda. Itu pun saat gua nyamperin dia dan minta tolong ke dia. Sumpah ya ternyata dia itu bener-bener pelit banget ngomong. Dia cuman ngomong seperlunya dia aja." kata Kintan.
"Pengen banget Gue ngerjain dia. Gimana kalau kita kerjain aja dia?" kata Kayla.
"Caranya?" tanya Syahnaz.
"Sini. Gua Bisikin" kata Kayla.
Mereka pun mendekat dan mulai menyusun rencana untuk mengerjai Albizar.
"Bagus sih. Tapi loe yakin ini aman? Kita nggak mau ya nanti ada kenapa-kenapa sama loe. Yang ada abis kita nanti sama nyoka bokap loe." kata Kinta kurang yakin dengan rencana yang disusun.
__ADS_1
"Aman tenang aja." kata Kayla meyakinkan.