
Akhirnya Kayla mau juga keluar dari kamarnya. tidak menyangkan setelah seminggu Pak Hans, Mama Via sahabat-sahabatnya dan semua keluarga nyaembujuk Kayla tapi tidak pernah berhasil. Kini Justru Karena Albizar la Kayla berani dan mau keluar dari kamarnya. Kini mereka semua duduk di ruang keluarga. Kayla duduk diapit antara Mama Via dan juga Syahnaz dan Kintan. Pak Hans Duduk di kursi tunggal sedangkan Albizar Bastian dan Iqbal duduk di kursi lainnya.
Kayla masih ketakutan. dia terus menengok ke kiri dan kana mengamati sekelilingnya. Rasa takut itu tidak bisa hilang begitu saja. ingin rasanya Kayla kembali kedalam Kamarnya. tapi jika dia lakukan itu Albizar akan pergi. Dan Dia nggak mau itu terjadi.
"Kanapa Kay?" kata Iqbal yang memperhatikan sikap Kayla yang gelisah.
Kayla menggelengkan kepalanya. Dan Albizar tau jika sebenarnya Kayla masih ketakutan dan berusaha keras untuk melawan rasa takutnya. Albizar membiarkannya. Albizar ingin Kayla belajar mengendalikan dan melawan rasa takutnya. Albizar berfikir jika Kayla mampu mengendalikan rasa takutnya. Kayla tidak akan menjadi lemah.
"Nggak apa-apa Kay. disini aman kok. kan ini masih di rumah Loe " Kata Syahnaz dan Kintan yang berusaha meyakinkan Kayla.
Kayla diam saja.
"Gimana Kita ke kolam renang yuk. Loe kan ngurung diri terus dikamar. LOE pasti perlu udara bebas. seenggaknya disanakan diluar ruangan. Gimana mau kan?" ajak Kintan.
Kayla diam saja. dia pun semakin gelisah. sepertinya Kayla bersiap untuk masuk kembali kedalam kamarnya. lalu Albizar berdiri menghampiri Kayla. mengulurkan tangannya. menunggu Kayla menyambut tangannya.
"Yok keluar. Kita main dipinggir kolam renang. Loe butuh suasana luar." Kata Albizar
Semua orang terpaku. lagi-lagi sikap Albizar yang berbanding terbalik membuat para temen-temennya tercengang. Mereka mengira jika Mereka berdua sudah memiliki hubungan. tapi Bastian dan Iqbal tidak yakin jika Albizar dan. Kayla memiliki hubungan. Tapi kenapa Albizar bersikap demikian.
"Loe Percayakan sama Gue? Ayo ikut." kata Albizar.
Dengan Ragu-ragu Kayla menyambut tangan Albizar. Dan lagi, hal ini membuat mereka semua terpaku.
"Pak,Bu, Boleh Al ajak Kay main didekat kolam renang?" kata Albizar meminta izin.
Pak Hans dan Mama Via mengangguk. Albizar pun penggandeng tangan Kayla dan mereka berjalan keluar. Kemudian disusul oleh Syahnaz, Kintan, Bastian dan juga Iqbal. Albizar dan Kayla memilih duduk di kursi. Sedangkan Syahnaz Kintan Bastian dan Iqbal duduk dipinggir kolam renang sambil kaki mereka bermain air. Kayla masih diam saja. ia masih berusaha mengendalikan dirinya dari rasa takut.
Nggak berapa lama Si Mbok datang membawakan minuman dan cemilan untuk mereka atas perintah Pak Hans dan Mama Via.
Tangan Kayla gementar. Lalu Albizar langsung menggenggam tanganya.
"Lawan Kay. Gue yakin Loe pasti bisa. jangan biarin Loe kalah sama rasa takut Loe." kata Albizar.
Kayla masih diam. Dia masih berusaha mengalahkan rasa takutnya. Genggaman tangan Albizar sedikit banyak membantu Kayla lebih tenang dan yakin. Syahnaz, Kintan Bastian dan Iqbal terus melihat bagaimana cara Albizar membuat Kayla tenang dengan memegang tangan Kayla. seakan Albizar sedang memberikan terapi dan sugesti pada Kayla.
"Jadi kenapa Kalian bisa dekat dengan orang tau Kayla. dan lagi kenapa bisa Albizar sedekat itu sama Kayla?" tanya Syahnaz
"Temen Loe lagi nggak berniat buruk kan sama Kayla. jangan bilang temen Loe lagi manfaatin keadaan Kayla yang sekarang demi kepentingan Dia " kata Kintan curiga.
"Heh bulepotan. bisa nggak sih Loe nggak asal nuduh temen Gue. Loe nggak liat apa gimana Al lagi berusaha buat bantuin Kayla ngelawan rasa traumanya." kata Bastian kesal saat sahabatnya dituduh.
__ADS_1
"Enak Aja Loe ngatain Gue bulepotan. nyebelin banget sih Loe." kata Kinta kesal.
"Biarin" kata Bastian.
"Aneh Gue sama Loe pada. udah tau keluarganya dan bahkan Loe yang ngaku sahabatnya aja nggak bisa kan bikin Kayla keluar kamarnya. Tapi liat setelah Al Dateng dan liat cara dia ngebujuk Kay keluar. dan berhasil kan. udah deh liatin aja gue yakin Al bisa bikin Kayla nggak trauma lagi. jadi Loe berdua jangan banyak omong." kata Iqbal.
"Tapi kenapa Kayla dengan mudah percaya dan mau nurut sama semua omongan si Al?" tanya Syahnaz
"Karena Al yang udah nolongin Kayla. Dia yang udah nemuin dan selametin Kayla dari ketua Genk motor pembuat onar itu. jadi makanya Loe berdua nggak usah nuduh sahabat Gue aneh-aneh." kata Iqbal.
"Haha. serius?! Kok Bisa?!." Kintan dan Syahnaz kaget.
"ya Bisa lah. udah deh kalau diceritain panjang. dan Gue males buat ceritain." Kata Iqbal
Kini Syahnaz dan Kintan mengerti kenapa Kayla hanya mau mendengar perkataan Albizar. karena Albizar adalah orang yang sudah menyelamatkannya. itu alasannya Kayla yakin dan percaya sama semua ucapan Albizar. Kintan dan Syahnaz pun berjalan menghampiri Kayla. Mereka duduk disamping Kayla. dan Albizar pun melepaskan genggaman tangan Kayla. Bastian dan Iqbal pun duduk dekat Albizar.
"Loe tau Kay. Dulu Gue juga punya trauma. Trauma sejak kecil. yang paling gue takutin." Kata Albizar.
Kayla menatap mata Albizar seakan mencari kebohongan dimatanya tapi tidak ditemukan.
"Gue trauma sama Arus sungai. Loe inget waktu loe sama sahabat Loe ngerjain Gue disungai yang bilang kalau loe tenggelam?. Waktu itu gue sempet nggak percaya kalau Loe tengegelam. Dan tadinya Gue juga nggak mau nyebut buat nolongin Loe. ya karena Gue nggak bisa berenang. " kata Albizar.
"Haha jadi yang waktu LDK loe basah kuyup itu Loe nyebur, Kok bisa? Loe kan Trauma. dan nggak bisa renang?" tanya Bastian kaget saat baru mengetahui kejadian itu.
"Oh jadi Loe pada yang bikin Al nyebur. Loe pada gila apa, ngeprank Al kayak gitu?. gimana kalau waktu itu Al bener tenggelem. Loe pada mau apa tanggung jawab?" kata Iqbal kesal.
"Yaudah sih. toh Al nya juga nggak apa-apa kan?." kata Kintan
"Ya untungnya Al nggak apa-apa. Tapi kalau tiba-tiba waktu itu trauma nya kumat dan nyerang Dia gimana. terus dia hanyut Gimana. Kok bisa ya kalian maen-maen sama hal yang membahayakan kayak gitu?" kata Iqbal tidak habis pikir.
Kini Bastian Iqbal Syahnaz dan Kintan sednag berdebat karena insiden LDK waktu itu. Kayla pun menatap Albizar mencari kebenaran tentang trauma yang Albizar bilang. dan lagi-lagi tidak ditemukan kebohongan dari matanya.
"Udah nggak usah ribut. Gue juga nggak apa-apa." kata Albizar mererai pertengkaran mereka..
"Iya untungnya Loe selamat. Tapi kok bisa ya Loe selamat, kan Loe nggak bisa berenang? dan Loe itu fobia banget sama arus sungai karena Loe pernah tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai." kata Iqbal heran.
"Apa, Loe pernah tenggelem disungai?" tanay Syahnaz tidak percaya.
dan Albizar mengangguk.
"Tapi kok Loe waktu itu mau sih nyebut buat nyelametin Kayla padahal Loe sendiri takut karena trauma itu.?" tanya Syahnaz.
__ADS_1
"Gue juga nggak tau. Yang ada dipikiran gue waktu itu gimana caranya biar bisa nyelametin Kayla. Gue nggak mau kalau sampe Kayla ngalamin apa yang gue pernah alamin dulu. Dan gue sendiri juga sampe sekarang bingung kok bisa waktu itu gue berenang. soalnya Gue nggak pernah belajar renang lagi sejak peristiwa gue tenggelam." kata Albizar.
Kayla terus menatap Albizar.
"Loe tau saat itu gue berusaha keras ngelawan ketakutan Gue. Gue berusaha tetap berfikir kalau keberanian gue jauh lebih besar dari rasa takut gue itu. Dan gue harap Loe juga bisa Kay menanamkan pikiran itu. Loe harus tanamin dalam otak Loe. Loe kuat, Loe hebat, sebesar apapun rasa takut dipikiran dan hati Loe. tetap nggak sebesar keberanian yang Loe punya." kata Albizar.
Kayla terus menatap Albizar dan mencerna kata-kata Albizar.
"Loe harus berani. Loe harus tanamin dalam pikiran Loe kalau rasa takut lebih kecil dibanding keberanian Loe yang jauh lebih besar. Loe Bisa lakuin itu?" kata Albizar
Dengan sedikit ragu Kayla mengangguk. dan Albizar tersenyum saat melihat Kayla mengangguk.
"Bagus." kata Albizar tersenyum.
Bukan hanya Kayla yang terpana melihat senyuman Albizar. Namun juga Syahnaz dan Kinta. mereka pun terpesona. Setelah mengenal seorang Albizarelama dua tahun baru kali ini dia melihat Albizar tersenyum begitu tulus yang membuat kadar ketampanannya meningkatkan. Mereka tidak menyangka jika Albizar bisa selembut itu.
"Al.. Gimana Kalau mereka bebas dan kembali lagi dan ngelakuin hal yang jauh lebih kejam dari kemarin.?" tanya Kayla.
"Loe jangan takut. itu nggak akan terjadi. Udah jangan dipikirin dulu soal itu. yang penting Loe harus bisa ngelawan trauma Loe dulu. inget obat trauma itu ada didiri loe sendiri. Keberanian didiri Loe yang bisa ngelawan rasa takut Loe dan bahkan ngelawan orang-orang yang berniat jahat sama loe." kata Albizar.
Kayla menagngguk.
Hari semakin sore. Albizar pun berpamitan pada orang tua Kayla dan juga Kayla. Namun Kayla terlihat sedih.
"Gue pamit ya. inget pesen Gue. Obat trauma itu ada dalam diri Loe sendiri. Kalau loe mau terus terpuruk kayak gini cuma bakal bikin hidup loe nggak tenang. jadi loe harus berani." kata Albizar pada Kayla.
Dengan berat hati Kayla mengangguk.
"Kalau Gitu saya pamit pak Bu. Maaf merepotkan." kata Albizar.
"Kita juga pamit Om Tante." kata Bastian dan Iqbal.
"Nggak kok kalian nggak merepotkan. justru kami yang merepotkan kalian. Maaf sudah mengganggu waktu kalian. Dan terimakasih banyak Al sudah membantu kami. Karena kamu Kayla mau keluar rumah. Saya harap setelah bertemu kamu dan berbicara sama kamu Kayla tidak akan murung diri lagi dikamar." kata Pak Hans.
"Insyaallah tidak. iya kan Kay?" kata Albizar.
Kayla pun langsung menagngguk.
Pak Hans dan Mam Via senang semoga saja Kayla benar-benar bisa sembuh dari traumanya.
Setelah berpamitan Albizar, Bastian dan juga Iqbal pun pergi meninggalkan kediaman keluarga pak Hans.
__ADS_1