Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Misi penyelamatan


__ADS_3

"Loe yakin cara ini bakal berhasil Al?" tanya Bang Rendi.


"Yakin Bang." kata Al snagat yakin.


"Benerkan. ya. gimana kalau ternyata cara Loe ini gagal?" tanya Bastian terlihat gugup.


"Kenapa Loe? Takut?.tadi aja Loe ngotot pengen bantuin Kayla. lah sekarang malah jipper." kata Iqbal


"Enak aja. Siapa yang jipper. ?. Gue kan cuma nanya siapa tau Si Al punya Plan B. Takut-takut rencana nya Gagal." bela Bastian.


"Nggak ada. kalau rencana Ini gagal kita harus siap-siap lawan mereka secara langsung." kata Albizar


"Hah?" Bastian shock.


"Kenapa takut Loe?"tanya Iqbal.


"Bukan Takut. Tapi Loe pada nyadar nggak sih kita itu kayak lgi nyerahin nyawa ke kandang buaya" kata Bastian.


"Tenang aja.. Selama kalian ikutin arahan Gue. Gue yakin kita bakal berhasil. yang penting kita hati-hati dan jangan bertindak gegabah." kata Albizar.


"Oke. Kalian hati-hati disana. Inget hp kalian harus saling terhubung satu sama lain." kata Bang Rendi.


"Oke bang." kata Iqbal.


"Abang nanti hubungi orang tuanya Kayla. Sekalian minta bala bantuan sama dia buat bantu kita ngelawan mereka jaga-jaga takut keadaan tak terkendali. dan Abang nanti juga lapor pihak polisi buat bantu ringkus mereka. Nanti minta mereka buat jangan bunyiin sirine atau pun bertindak yang buat mereka menyadari keberadaan polisi dan bikin mereka kabur." Albizar memberikan arahan.


"Sip. kalian juga hati-hati. Kalian udah tau pastikan tempat mereka dimana." kata Bang Rendi.


"Siap bang. Gue tau kok. Sesuai sharelok Loe kan." kata Bastian.

__ADS_1


"Gue berangkat ya sekarang." kata Bang Rendi.


"Oke Bang. usahain secepat mungkin Loe sama polisi tiba disana ya." kata Albizar.


Bang Rendi pun pergi dengan motornya. Albizar Iqbal dan Bastian pergi dengan mobil Bastian. Didalam mobil Albizar mulai mengeluarkan perlengkapan dan alat-alat yang akan mereka gunakan dalam misi penyelamatan ini. tidak lupa juga mereka memakai masker wajah dan juga topi hitam agar wajah mereka tidak diketahui oleh Genk motor Scorpio itu.


Setibanya disebuah bangunan kosong. Bastian sengaja menghentikan mobilnya agak jauh dari sana agar tidak kelihatan oleh Genk motor itu. Mereka turun dai dalam mobil dengan memakai perlengkapan mereka. Albizar Iqbaal dan Bastian pun berjalan mengendap-endap. Saat masuk kedalm terlihat sekitar lebih dari sepuluh orang sedang berpesta minum sambil terus tertawa.


Albizar memberi arahan pada Iqbal untuk pergi kearah sebelah kanan . dan Bastian kearah sebelah kiri. merekapun pergi dan bersembunyi di tembok dan juga tiang. dan Albizar pergi kearah yang lebih dekat dengan mereka.


Albizar pun memulai aksinya dengan melempar kan jarum yang sudah diberi obat bius. Lemparan Albizar tepat mengenai leher salah seorang anak Genk motor itu yang sedang duduk sambil terus meneguk miras. Sontak saja membuat orang itu langsung pingsan. Teman-temannya mengira jika dia pingsan karena terlalu banyak minum pun tidak menaruh curiga. Karena dirasa aman. Albizar pun terus melakukannya pada anak Genk motor itu.


Demikian juga dengan Iqbal yang berdiri disebuah tembok yang dekat dengan salah satu anak Genk motor itu pun mulai memulai aksinya. Iqbal pun mulai menyuntikan cairan bius yang sudah disiapkan Albizar sebelumnya. dan orang itu pun langsung jatuh pingsan.


Tidak berbeda jauh dengan Bastian. Juga berhasil menyuntikan beberapa anak Genk motor itu gengan cairan bius. Setelah dirasa aman. Dan seluruh anak Genk motor itu pingsan. Albizar Iqbal dan Bastian berkumpul lagi.


"Kita keatas sekarang. Inget hati-hati. Kita nggak tau apa yang ada diatas. Inget tetap waspada. dan jangan berisik" kata Albizar


Albizar terus berjalan kearah lantai atas. Namun saat ingin kelantai ata dipojok dia melihat seorang wanita sedang digarap oleh 3 orang laki-laki. Darah Albizar mendidih menahan amarah. Dia pun langsung melemparkan jarum bius itu. Satu laki-laki pingsan. Melihat temannya pingsan kedua laki-laki yang lain itu pun langsung menolah. Dan melihat ada keberadaan Albizar.


"Siapa Loe?" tanya salah satu laki-laki.


"Wah udah bosen hidup loe ternyata berani masuk markas kita." kata laki-laki yang satunya lagi


"Hajar"


Mereka pun mulai menyerang Albizar. Perkelahian pun tidka bisa terelakkan. Beberapa kali Albizar berhasil memukul mereka. Dan mereka pun mulai memukul Albizar. Saat kondisi semakin terdesak Albizar pun akhirnya menggunakan jarum suntik untuk membius mereka. Dengan gerakan cepat dan tidak terduga akhirnya Albizar berhasil membius mereka. Mereka pun jatuh pingsan.


Wanita yang digarap oleh ketiga laki-laki itu terus meringkuk dipojokan. Wanita itu terlihat snagat ketakutan. Keadaannya pun sangat kacau dan setengah tel***Ang. Albizar pun memungut salah satu kaos dan celana yang bercecer di lantai. Albizar pun menghampiri wania yang ketakutan itu. Albizar berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya.

__ADS_1


"Jangan takut. Pakai ini. Gue bukan ornag jahat. gue justru mau nolongin Loe dan orang-orang yang disekap disini. Abis ini Loe turun kebawah terus Kabur dari sini. Sebelum mereka bangun dan kembali berbuat buruk sama Loe." kata Albizar sambil memberikan pakaian itu.


Dengan tangan gemetar wanita itu mengambilnya. Albizar berbalik badan. Dan wanita itu langsung memakai pakaian itu. setelah selesai Albizar pun berbalik kembali.


"Loe tau nggak Wanita ini?" tanya Albizar pada wanita itu sambil menunjuk foto Kayla.


"Apa Loe liat wanita itu ada disini?" tanya Albizar lagi.


Wanita itu memperlihatkan foto Kayla baik-baik. walau dengan rasa takut Wanita itu berusaha untuk mengingatnya. namun wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Loe yakin?. wanita di foto ini nggak ada disini?" tanya Albizar memastikan.


"Aku nggak tau. Aku disekap disini semalam waktu Aku abis beli makanan. tapi wanita ini sangat cantik. waktu sore tadi Aku denger kalau ada wanita cantik yang disekap dilantai atas. Di ruangan bos mereka. kata mereka si bos bakal eksekusi cewek itu malam ini. Atau bisa jadi saat ini." kata wanita itu


"Loe yakin?" tanya Albizar


cewek itu mengangguk.


"Loe tau ruangannya Dimana?" tanya Albizar


"Enggak. Tapi Aku dengar Ruangan Bos mereka itu ada dilantai 3. Dan cuman ada 1 ruangan yang ada pintunya. Itu ruangan bos mereka." jelas wanita itu.


"Makasih infonya." kaa Albizar


"Aku yang harusnya makasih. karena udah nyelametin aku." kata cewek itu.


"Loe keluar sekarang. Sebelum mereka sadar dan Loe dilecehin lagi. Bentar lagi bakal ada temen Gue sama pihak polisi yang bakal bantu ngeringkus mereka. Loe hati-hati ya." kata Albizar.


"Iya. Sekali lagi makasih ya. Kamu juga hati-hati. mereka bilang Bos mereka itu kuat banget. Jago berantem dan sangat kejam. Nggak bakal kasih ampun lawannya. kamu juga harus bisa selametin cewek itu. Aku berharap semoga cewek itu belum di apa-apain sama orang itu." kaa cewek itu

__ADS_1


Albizar mengangguk.


Setelah cewek itu pergi. Albizar langsung mengendap-endap ke lantai atas. satu hal yang Ada dalam fikiran Albizar dia harus segera menyelamatkan Kayla. Albizar berharap semoga Kayla belum diapa-apain sama ketua Genk motor itu. Albizar berusaha tenang agar tidak bertindak gegabah yang bisa membuat dirinya, teman-temannya dan juga Kayla dalam bahaya. walau tidak bisa dipungkiri jika saat ini Albizar begitu sangat khawatir dan sulit mengendalikan emosinya.


__ADS_2