Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Dasar Bunglon.


__ADS_3

Albizar masih terus memandangi wajah Kayla yang masih terpejam tidak sadarkan diri.


"Heran Gue, lagi nggak sadar aja tetep cantik. cuman sayang Loe tuh keras kepala." kata Albizar masih terus memandangi Kayla.


"Loe lama banget sih sadarnya." kata Albizar sambil menyelipkan anak rambut yang menghalangi pandangannya.


"Udah cerewet, jahil, manja keras kepala lagi. Kay.. Kay.." kata Albizar.


"Loe tau, sejak Gue nggak sengaja berurusan sama Loe hidup gue jadi nggak terkendali. Gue sering dapet masalah dan Loe udah bikin ketentraman Gue hilang." kata Albizar.


"Dan bodohnya Gue. kenapa gue nggak bisa bersikap nggak perduli sama Loe." kata Albizar mengeluhkan perasaannya pada Kayla yang dalam kondisi masih tidak sadar.


Hampir 2 jam Kayla tidak sadar. Entah karena pingsan atau karena Dia tertidur.


"Loe Tau waktu Loe ngerjain Gue pas acara LDK. pengen rasana Gue benci sama Loe dan menjauh dari Loe. Tapi kenapa seakan ada hal yang terus narik gue untuk selalu ada disaat Loe butuhin. Loe tau. Loe satu-satunya orang yang udah bikin Gue keluar dari sifat Gue." kata Albizar lagi.


"Baru kali ini Gue ngelakuin hal bodoh. pura-pura sakit cuman buat nemenin Loe disini dan nemenin Loe nanti ulangan susulan." kata Albizar.


"Al.. Al... kayaknya emang otak Loe ada yang konslet deh." kata Albizar menyalahkan otaknya.


Capek mengoceh sendirian dihadapan orang yang sedang tidak sadarkan diri. Membuat Albizar mengantuk. Albizar meletakkan kepalanya disisi ranjang tepat didekat tangan Kayla. Perlahan Albizar terlelap.


......................


Kayla membuka kedua matanya. Tangannya pun bergerak. Perlahan mengusap rambut Albizar agar dia tidak terbangun. Kayla tersenyum. Tidak menyangka Apa yang terjadi saat ini benar-benar nyata.


"Gue nggak nyangka Al. LOE mau ngelakuin hal ini buat Gue." kata Kayla bergumam.


"Ternyata dibalik sikap loe yang sedingin kulkas itu. Loe perduli dan khawatir sama Gue. Loe bela-belain nungguin Gue disini." kata Kayla lagi.


"Tapi kenapa sikap Loe selalu dingin sama Gue?. bahkan tadi pagi pun Loe nggak liat kearah Gue. kenapa loe bersikap seakan Gue ini nggak penting buat Loe." kata Kayla


"Ternyata dibalik sikap dingin Loe. Tapi waktu liat loe lelap kayak gini rasanya teduh banget. tapi kalau Loe udah bangun rasanya males banget liat muka dingin Loe. Rasanya Gue pengen ulek-ulek muka Loe pake cabe" kata Kayla.

__ADS_1


"Kenapa sih Loe nggak pernah senyum atau bersikap baik gitu kalau sama gue. dan kenapa Loe seakan nggak pernah anggap Gue ada walau kita lagi papasan." kata Kayla


"Tau nggak rasanya nggak gimana kalau kehadiran kita nggak dianggap sama sekali?! Gue yakin Loe nggak akan tau rasanya. Karena Loe nggak pernah ngerasain hal itu." kata Kayla terus mengoceh.


Kini gantian. Setelah Tadi Albizar mengoceh sendirian mencurahkan unek-unek dihatinya. Kini Giliran Kayla yang mengeluarkan segala unek-unek dihatinya. Setelah puas mengoceh mencurahkan unek-unek dihatinya, tiba-tiba Kayla merasa haus. Kayla berusaha menjangkau air botol di atas meja itu. tapi tidak sampai. jika merubah posisinya untuk bisa menjangkau botol air itu Dia takut Albizar akan terbangun.


Kayla terus berusaha menjangkaunya. walau sangat sulit. Namun Kayla tetap tidak berhasil mendapatkan botol itu. Hingga tiba-tiba Albizar terbangun. Dia melihat Kayla yang kesusahan mengambil air. Albizar langsung mengambilkan air itu dan membukakan tutup botol itu. Kemudian memberikannya pada Kayla.


Kayla mengambilnya lalu meminumnya.


"Udah?. mau lagi?" kata Albizar.


Kayla menggelengkan kepalanya. Lalu Albizar mengambil kembali botol itu kemudian menutupnya dna menaruhnya kembali kemeja.


"Loe kok disini?" tanya Kayla.


Pertanyaan Kayla berhasil mambuat Albizar kebingungan. bagaimana Dia menjawab pertanyaan Kayla ini. dia tidak mungkin mengaku jika dia khawatir makanya dia menunggu disini.


"Kenapa?. apa cuma Loe doang yang boleh disini pas lagi sakit. dan Gue nggak boleh gitu?" kata Albizar.


"Kalau Loe sakit kenapa Loe duduk disini sampe ketiduran segala?. kalau mau tidur kan bisa diranjang Sono. ranjang Sono kan kosong. Kenapa Loe tidur disini?!. " kata Kayla sewot.


Lagi-lagi Albizar bingung bagaimana menjawabnya.


"Loe lagi sakit kok tambah bawel ya? . tar bukannya sembuh malah tambah sakit gimana?." kata Albizar mengalihkan pertanyaan Kayla.


"Ya kan gue cuman nanya." kata Kayla membela diri.


Tidak ingin mati kutu Albizar pun mengalihkan perhatian. Dia mengambil roti yang dibelikan Syahnaz dan membuka bungkusnya. Lalu memberikannya pada Kayla.


"aaa.. makan. Loe butuh asupan. Biar ada tenaga. dan abis itu minum obat." kata Albizar menyodorkan roti itu menyuapi Kayla.


Kayla menatap Albizar. Tiba-tiba jantungnya deg-degan. Kayla terpaku atas perlakuan Albizar terhadapnya. Kerena terpana Kayla tidak kunjung membuka mulutnya. Sambil terus menatap Albizar. Albizar pun tidak sengaja menatap mata Kayla. dan jantungnya pun berdetak lebih cepat. tidak ingin terbawa perasaan Albizar berusaha mengendalikan dirinya.

__ADS_1


"Buka mulutnya Kay. Pegel ini tangan Gue." kata Albizar kembali dingin.


Lagi-lagi Albizar membuat benteng pertahanan agar tidak terbawa perasaan


"Kay. yehh... Malah bengong. Kayla." kata Albizar.


Kayla pun tersadar. Dia pun dengan canggung memakan roti itu.


"Nih pegang. Makan!!. diabisin" kata Albizar memberikan roti itu agar Kayla memakan sendiri.


Kayla pun mengambilnya dan memakan Roti itu. Albizar mengambilkan minum dan juga obat untuk Kayla. Setelah habis makan roti. Albizar memberikan obat dan juga air minum. Dan Albizar kembali pada mode asalnya dingin, cuek, dan irit bicara. setelah selesia memberikan obat Albizar bangun dan kembali keranjang sebelah dan tiduran disana. tanpa mengatakan apapun.


Kayla bingung kenapa sikap Albizar berubah. Dia pergi ke ranjangnya tanpa mengatakan apapun. beberapa menit lalu Dia perhatian. dan dimenit kemudiannya Dia kembali ke mode kulkasnya yang dingin. Kayla berfikir apa Dia ada salah ngomong sama Albizar. tapi apa?. Kayla bertanya-tanya apa salah dia.


Albizar berbaring disebelah ranjang Kayla. Albizar memejamkan matanya. dan berlaga jika tidak terjadi apapun.


"Al.." Kayla memanggil Albizar.


Albizar diam tidak menyahut.


"Al.. Loe sakit apa?" tanya Kayla penasaran.


Albizar diam saja. Sebenarnya perutnya memang sakit tapi tidak masalah. karena itu hanya sakit biasa dan sebenarnya tidak perlu sampai harus ke UKS. tapi Albizar tidak akan mengatakan yang sebenarnya. Namun lagi-lagi Albizar juga tidak mengerti kenapa Dia merelakan pelajarannya hanya demi menemani Kayla. hal yang tidak pernah Dia lakukan sebelumnya.


"Al.. Loe sakit apa sih?. LOE udah minum obat?" kata Kayla.


Albizar tetap diam.


"Albizar Yusuf. kalau orang nanya itu dijawab. Loe sakit apa? udah minum obat apa belom?" kata Kayla sedikit kesal.


"Gue mau istirahat. Bisa nggak Loe nggak berisik. suara Loe ganggu Gue tau nggak?!" kata Albizar.


Kayla pun diam. Dia tidak lagi bertanya pada laki-laki kulkas itu.

__ADS_1


"Dasar Bunglon !!!" kata Kayla mendesis ngedumel atas sikap Albizar


__ADS_2