
Setelah lebih dari dua pekan absen sekolah. Akhirnya Albizar bisa kembali masuk kesekolah. Walau kondisinya masih belum pulih sepenuhnya. tapi Albizar sudah tidak bisa tahan lagi untuk tidak masuk kesekolah. belum lagi Dia terus kepikiran dengan olimpiade yang akan Dia ikuti.
Dibantu oleh Iqbal dan Bastian. Albizar mulai menaiki anak tangga menuju kelasnya di lantai dua. beberapa murid Pelita insani yang baru melihat Albizar kembali pun menyapa. tapi kembali lagi sikap Albizar yang dingin tidak menanggapi mereka.
Sesampainya didepan kelas Kayla. Tidak sengaja Albizar menangkap sosok Kayla yang terlihat sedang asik mengobrol dengan teman-temannya. Beruntung Kayla tidak melihat kearah luar. dan Albizar pun tidak ingin larut menatap Kayla. walau ada rasa rindu pada wanita itu. Albizar berusa sebisa mungkin untuk mengontrol perasaannya
...----------------...
Di perpustakaan.
Albizar dan beberapa murid terpilih untuk mewakili sekolah dalam olimpiade sedang berkumpul diruang perpustakaan. terlihat mereka sedang ikut latihan untuk perisapan lomba yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Terlihat mereka sangat bersungguh-sungguh. terutama Albizar. Dia berusaha keras mengejar ketertinggalan. Meskipun selama tidak masuk kesekolah Albizar tidak pernah absen belajar dan berlatih sendiri dirumah. tatap saja dirasa Dia perlu mengejar teman-temannya yang sudah berlatih dengan mentor.
Setelah hampir dua jam berlatih mereka pun diperkenankan istirahat. mereka pun keluar dari perpustakaan menuju kantin. dan hanya tersisa Albizar dan guru pembimbing.
"Al ada yang perlu Bapak bicarakan." kata pak guu pembimbing.
"Iya Pak." kata Albizar.
"Gimana keadaan Kamu sudah benar-benar sembuh kah?" tanya pak guru.
Albizar tersenyum.
"Untuk sembuh 100% sih belum Pak. tapi Sudah lebih baik. hanya saja masih belum bisa berjalan normal apa lagi kalau untuk lari. Bahu saya juga masih belum bisa digunakan untuk pekerjaan yang berat." kata Albizar.
"Iya. memang seharusnya kamu harus istirahat sampai kondisi kamu benar-benar sehat. jangan paksakan melakukan kegiatan yang berat-berat." kata pak guru.
Albizar mengangguk.
"gini Al. Bapak mau tanya gimana persiapan kamu untuk lomba ini? apa kamu yakin bisa mengikuti lomba ini mengingat kondisi kamu juga belum sepenuh nya pulih. kami tidak ingin membebani kamu" kata Pak guru.
"Bapak benar. mengingat kondisi saya yang seperti ini sejujurnya saya juga tidak yakin saya mampu. tapi saya juga tidak ingin mengecewakan pihak sekolah yang sudah mempercayakan hal ini pada saya. walau berat saya akan berusaha semaksimal mungkin." kata Albizar.
__ADS_1
"kamu yakin Al?" tanya guru.
"Sebenarnya Saya juga tidak terlalu yakin Pak. untuk itu jika boleh saya menyarankan agar pihak sekolah menyiapkan peserta cadangan untuk menggantikan saya. untuk berjaga-jaga saja Pak" kata Albizar.
"kamu yakin?" tanya pak guru.
Albizar mengangguk.
"Iya pak. mengingat kondisi saya yang masih perlu menjalani beberapa terapi . tentu membuat waktu untuk latihan saya tersita. dan konsentrasi saya terbagi." kata Albizar.
"sebenarnya kami dewan guu sudah memikirkan nya. dan syukurlah jika kamu sependapat dengan kami. sejujurnya saya merasa tidak enak sama kamu. sejujurnya saya tidak ragu dengan kemampuan kamu. terbukti meskipun kamu tidak latihan kamu besa menjawab semua soal dengan benar. Walau memakan waktu lebih lama sedikit dibanding teman-teman kamu tapi jawaban kamu semua nya benar berbedan dengan teman kamu. meskipun begitu saya mengerti. dan saya juga puas." kata pak guru.
"Ya sudah kalau gitu. nama kamu tetap diikut sertakan masuk dalam cadangan jika kondisi kamu sudah benar-benar pilih kamu akan jadi kandidat utama." kata pak guru lagi.
"Iya pak saya setuju."
"Kalau begitu saya keruang guru dulu. kamu istirahat. nanti kita sambung lagi latihannya. oh ya pulang sekolah nanti kamu ikut latihan?" kata pak guru.
"Maaf pak sepertinya pulang sekolah saya izin tidak ikut latihan. karena saya sudah ada jadwal buat terapi saya. karena sejujurnya saya sudah benar-benar ingin sembuh. semoga dengan terapi ini dlbisa mempercepat kesembuhan saya." kata Albizar.
"Iya pak "
"Kalau gitu bapak tinggal ya."
pak guru pun pergi. kini tinggal Albizar seorang diri di perpustakaan. namun tanpa Albizar tau disana ada seorang wanita yang mendengar percakapan mereka. seorang wanita yang juga merindukan kehadirannya. seorang wanita yang juga mengkhawatirkan keberadaannya.
Ada gurat kekecewaan diwajah wanita itu. kenapa lagi-lagi Dia menjadi orang yang tidak tahu apapun. tidak ada seorangpun yang memberi tahu hal sepenting ini. bahkan keluarganya pun tidak ada yang memberi tahu hal ini. apakah arti statusnya dalam keluarga laki-laki itu. wanita kini menatap laki-laki itudengan penuh kecewa. wanita itu adalah Kayla.
Kayla kecewa? kecewa tentu. 2 pekan laki-laki ini pergi tanpa kabar. tidak tahukah Dia jika Kayla begitu khawatir. kini Kayla merasa jika keberadaannya memang tidak berarti apapun. bahkan status yang dipegangnya saja tidak bisa membuatnya mendapatkan kabar apapun. mendengar semua percakapan antara Albizar dengan pak guru membuat Kayla tau jika Albizar sakit. tapi kenapa dia tidak memberitahukannya. banyak pertanyaan yang terlintas dipikirannya. tapi Kayla tidak yakin bisa menanyakannya pada Albizar. lalu kemana dia akan mendapat jawaban dari semua rasa keingintahuannya.
tiba-tiba Iqbal dan Bastian datang. sambil membawakan beberapa roti dan juga air meneral.
"Nih makan dulu. abis itu Loe minum obat pereda nyeri Loe" kata Iqbal.
__ADS_1
"Thanks." kata Albizar sambil mengambil roti tersebut.
"Loe, jadi terapi kan?. nanti Nang Rendi yang jemput kan? apa mau naek motor aja sama kita. biar kita temenin?" kata Bastian.
"Nggak usah. Gue bukan anak kecil yang harus ditemenin sama banyak orang cuman buat terapi. lagian kaki Gue masih sakit kalau buat naik motor. ya paling kalau nggak ada bang Rendi Gue berangkat naek taksi aja. Gue bisa sendiri terapi ya" kata Albizar.
"Yeh enggak lah. Bang Rendi sama bang Ronal bilang Loe bakal dijemput sama bang Rendi. dia nggak yakin kalau Loe bakal pergi terapi kalau nggak ditemenin mereka. lagian inget. Loe harus cepet sembuh. banyak kejuaraan yang udah menanti Loe didepan mata." kata Iqbal.
"Iya Gue tau. makanya Gue serius mau latihan dan pengobatan. biar bagaimanapun juga tanggung jawab Gue sangat besar. dan gue nggak mungkin bisa lepas gitu aja." kata Albizar.
"Oh ya. fans-fans berat Loe nggak berenti nanya-nanya tentang Loe tu. dari LOE nggak sekolah bahkan sampe Loe udah sekolah lagi aja mereka terus nanya-nanya." kata Bastian.
"Iya karena kita udah terlalu janji sama Loe. ya nggak kita jawab deh alesan Loe kenapa nggak sekolah. dan anehnya padahal kita udah bilang tanya aja sama orangnya langsung toh Loe udah ada. mereka pada takut. apa lagi liat aura Loe yang makin dingin." kata Iqbal.
"iya. BTW Loe semenjak hari itu kenapa sih jadi dingin banget. jangankan sama orang lain. kita berdua aja kadang senewen kalau udah liat aura Loe. kita tau ada masalah yang Loe hadapin sampe bikin kondisi Loe kayak gini. apa Loe nggak niat buat cerita sama kita? sebenernya Loe ada masalah apa sih?" kata Bastian.
Albizar diam. Sebenarnya dia sendiri tidak bermaksud melakukan nya. hanya saja entah kenapa sejak kejadian itu dia merasa sulit mengontrol emosinya. terlebih jika dia mengingat tentang Kayla. Albizar tidak ingin meledak dan marah pada orang-orang disekitarnya. untuk itu dia Diam. hanya saja. sulit sekali untuk mengontrol hati dan pikirannya. sehingga untuk menghindarinya bersikap dingin yang terbaik menurut nya.
"Kayla. Loe disini?" kata Iqbal. yang melihat Kayla berdiri didekat rak buku yang ada di belakang Albizar.
degh.
Albizar diam. Sungguh hati dan pikirannya kali ini benar-benar tidak bisa Dia kendalikan. susah payah ia terus menghindar. Alasan Dia kenapa tidak keluar dari perpustakaan karena dia tidak ingin ertemu Kayla. tapi ternyata Kayla ada didalam ruangan yang sama dengannya. tapi sejak kapan? dan kenapa dia tidak tau jika Kayla ada di perpustakaan. apa Kayla mendengar semua obrolannya?.
Kayla maju dan mendekat ke meja dekat mereka. setelah sampai. Kayla tersenyum pada Iqbal dan Bastian. dan kemudian menatap Albizar yang terlihat menundukkan kepalanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Kayla terluka dengan sikap Albizar. sebegitu tidak inginnya kah dia bertemu Kayla. tapi Kayla pun tidka bisa mengatakan apapun saat ini.
"Duduk Kay. udah lama disana? lagi cari buku apa?" tanya Iqbal.
"Nggak usah bal. ini udah mau keluar kok. lagian udah dapet kok buku yang dicarinya. yaudah Gue duluan ya." kata Kayla.
"Oke Kay." kata Bastian dna Iqbal.
Sebelum pergi Kayla sempat melirik kearah Albizar yang masih menunduk. sebegitu tidak inginnya Albizar melihatnya.
__ADS_1
Setelah keluar. Albizar baru mengangkat kepalanya. Dia melihat kearah pintu. Sungguh Dia tidak ingin kembali terluka. Dia tidak siap menatapnya. ia tidak siap melihat banyak kekecewaan diwajahnya. dan Dia tidak siap kalau akhirnya Dia ditolak. sungguh alasan kenapa sikapnya kembali seperti ini, karena dia ingin hatinya kembali beku dan tidak mencair. karena dia tidak siap jika pada akhirnya hatinya menjatuhkan pilihan pada wanita yang tidak mencintainya. dan hanya akan membuatnya terluka.