Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Kesempatan KEDUA.


__ADS_3

Suasana canggung mengisi perjalanan Kayla dan juga Albizar. setelah dibujuk oleh sang Kakak akhirnya Kayla setuju untuk berangkat sekolah bareng dengan Albizar.


disepanjang jalan kedua nya nampak canggung. Kayla yang memilih fokus pada jalanan dan Albizar memilih fokus menatap kekaca jendela. situasi canggung ini membuat keduanya tidak nyaman. sesekali Kayla melirik ke arah Albizar. walau rasa kecewa terhadap Albizar belum juga hilang. namun Kayla tidak menampik jika dirinya juga khawatir pada laki-laki yang kini duduk disebelahnya.


"Maaf buat Kamu nggak nyaman." kata Albizar masih terus menatap kearah luar.


Kayla menengok sejenak saat Albizar mulai membuka obrolan. hanya sekilas dan kembali fokus pada jalan. Kayla enggan untuk mengatakan apapun. hal ini membuat Albizar merasa tidak nyaman.


"Kamu bisa turunkan aku didepan. biar Aku naik kendaraan umum" kata Albizar lagi.


lagi-lagi Kayla menengok kearah Albizar dengan perasaan kesal. lalu memalingkan wajahnya. tapi enggan menuruti perkataan Albizar. Albizar kehabisan kata-kata. bagaimana dia bis akeluar dari suasana canggung saat ini.


"STOP Kay!" kata Albizar


Dan Kayla pun menginjak pedal remnya. dengan perasaan kesal Kayla menengok kearah Albizar. Kayla kesal dengan pria ini.


"Apa sih Mau Loe?! . kenapa Loe ngelakuin ini ke Gue?! . Kenapa Loe nggak pernah sekalipun ngehargain Gue?!. Kenapa Al?!" kata Kayla penuh emosi.


Kayla sudah habis kesabarannya. tidak kah laki-laki ini mengerti jika sebenarnya Kayla juga khawatir. Tidak Kah laki-laki ini mengerti jika sebenarnya Dia juga ingin dihargai. tapi kenapa sikap Al seakan memberikan sekat dan membuatnya merasa jika Dia tidak pernah dihargai. Kayla sudah berada diambang batasnya. capek dan lelah hal yang mendominasi perasaannya sehingga Dia tak mampu membendung lagi air matanya.


Melihat Kayla yang menangis membuat perasaan Albizar menjadi sakit. Sesak rasanya saat melihat air mata itu turun membasahi matanya. Tidak bisa menahan lagi akhirnya Albizar menarik Kayla kedalam pelukannya. Kayla berusaha memberontak. namun Albizar terus menahannya. Walau bahu Albizar masih terasa sakit, Albizar terus menahannya Sesak didadanya saat melihat Kayla menangis jauh lebih menyiksanya dibanding cidera dibahunya.


Lima belas menit berlalu Kayla menangis didada Albizar. Perlahan Kayla pun sudah tidak memberontak. Dan Albizar terus mengucapkan kata maaf. Dan Kayla bisa mendengar itu. Dan cukup membuat Kayla jauh lebih baik. Kayla pun menyingkirkan kepalanya dari dada Albizar. kedua netra mereka beradu. Saat kedua wajah mereka saling menatap perasaan Kayla jadi deg-degan. Albizar pun mengusap lembut wajah Kayla sambil terus meminta maaf.


"Kamu boleh marah sama Aku. tapi tolong jangan keluarkan air mata kamu itu karena kesalahan dan kebodohan Aku. Kamu boleh caci maki Aku. Kamu boleh pukul Aku sepuasnya. Tapi setelah itu Kamu harus janji. Kamu harus maafin Aku. Dan kita baikan. gimana?. kamu tau,Kamu jauh lebih cantik kalau senyum dibandingkan kalau lagi nangis apa lagi jutek. " kata Albizar sambil memberikan senyuman manis pada Kayla.


Degh..


Entah kenapa perasaan Kayla menjadi salah tingkah saat melihat senyum Albizar yang begitu manis. seketika amarahnya pun menguap entah kemana. tutur katanya yang lembut membaut nya sekana mudah memberikan maaf. tapi Kayla berusaha menyembunyikannya. hal ini membuat wajahnya pun memerah.


"Ish.. apaan sih" kata Kayla. salah tingkah dan wajahnya pun merona.


Menutupi rasa malunya Kayla memukul lengan Albizar sebal.

__ADS_1


"Aw... sssstttstt" Albizar meringis kesakitan. bukan bohong tapi Dia benar-benar merasa kesakitan akibat pukulan Kayla di bahunya.


"Aduh.. duh.. maaf. sakit ya?" seketika Kayla panik dan khawatir melihat Albizar meringis kesakitan.


Melihat Kayla yang panik Albizar merasa senang. ternyata Kayla masih perduli padanya.


"Iya sakit." kata Albizar yang terus menatap Kayla yang terlihat panik sambil mengusap lembut bahunya.


"Yaudah kita kerumah sakit ya. Kamu izin nggak sekolah dulu" kata Kayla. tanpa sadar mengubah panggilan dari Gue menjadi Aku.


"Nggak usah Kay." kata Albizar.


"Kenapa? pokoknya harus. Yaudah kita ke rumah sakit sekarang" kata Kayla memaksa.


"Nggak usah sayang. Beneran. Nggak usah ya" kata Albizar sambil memegang pipi Kayla.


Seketika wajah Kayla merona. mendengar panggilan sayang dari Albizar. terlebih jarak mereka sedekat ini.


"Rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit ketika kamu begitu marah sama Aku. jauh lebih sakit saat kamu menatap ku penuh kebencian dan memintaku pergi dari hidup Kamu. tolong biarin Aku untuk tetap mencintaimu. walau mungkin perasaan itu belum hadir dihatimu." kata Albizar jujur sambil menatap mata Kayla teduh.


Kayla bingung harus ngomong apa. sedangkan Albizar masih setia menatapnya.


"Aku nggak tau harus gimana. Jujur sikap Kamu selama ini yang buat Aku meragu. terlebih dengan status dan kondisi kita saat ini, rasanya sulit." kata Kayla jujur.


mendengar ini membut Albizar sedikit putus asa.


"Aku tau. Aku bukan laki-laki sempurna seperti yang kamu harapkan. tapi beri Aku kesempatan. Aku akan berusaha jadi versiku yang terbaik buat Kamu. Aku tidak minta kamu untuk membalas perasaanku saat ini juga. tapi tolong jangan terus mendorongku untuk pergi. karena jujur rasanya sakit" kata Albizar tulus


Albizar berusaha menahan air matanya. Dia tidak ingin terlihat lemah Dimata Kayla. walau nyatanya Kayla selalu membuatnya menjadi lemah.


"Apa Kamu mau memulai dari awal hubungan kita ini. apa kamu mau belajar sama aku menjalani pernikahan kita ini selayaknya pernikahan. Kita berjuang bersama. Apa Kamu mau?" kata Albizar.


Melihat kesungguhan Dimata Albizar. dengan menguatkan tekadnya Kayla pun mengangguk. mendapat anggukan dari Kayla membuat hati Albizar menjadi bahagia dan lega. Dia pun segera menarik Kayla kedalam pelukannya. rasa bahagianya mengabaikan rasa sakit di cideranya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat saling berpelukan. Kayla yang sadar akan cidera Albizar pun segera melepaskan pelukan itu. seketika wajahnya bersemu merah. Tidak menyangka jika Dia bisa seintim ini dengan Albizar. Kayla yang hampir putus asa dengan hubungan mereka merasa bahagia karena hubungan mereka bisa kembali membaik. Dia harap semoga setelah ini hubungan mereka semakin baik.


"Yaudah kita ke rumah sakit ya. periksa kondisi Kamu. dari tadi kamu keliatan nahan sakit. sekalian Aku mau tau gimana kondisi kamu sebenarnya." kata Kayla yang terdengar perhatian.


"Kita kesekolah aja ya sayang. hari ini Aku ada ulangan fisika. kelas kamu juga kan?. Aku nggak mau gara-gara Aku kamu harus ulangan susulan" kata Albizar.


"Ya nggak apa-apa. yang penting kan kesehatan kamu. lagian Aku nggak akan bisa konsentrasi ulangan kalau kayak gini." kata Kayla.


"Beneran sayang nggak apa-apa. Aku masih bisa tahan kok. Aku janji nggak akan ngelakuin banyak kegiatan disekolah. Kita sekolah aja ya sayang. lagian kalau Aku bener nggak kuat nanti Aku bisa ke UKS." Kata Albizar.


"Yaudah Aku ngalah deh. tapi nanti kalau Kamu ngerasa udah nggak kuat langsung kabarin Aku. Aku nggak mau ya jadi orang terakhir yang tau kondisi kamu. tolong hargai Aku. dan jadikan Aku orang yang pertama tau tentang kamu." kata Kayla


"Iya sayang. Tapi kamu emang udah siap go publik? nanti kalau orang-orang pada heran liat kita Deket gimana? Kamu nggak apa-apa?" kata Albizar ingin tau


Kayla berfikir sejenak.


"udah kita jangan pikirin dulu apa pendapat orang yang penting kamu harus pulih dulu. baru kita pikirin lagi kedepannya kayak gimana" kata Kayla


"Iya. makasih ya sayang." kat Albizar sambil terus menatap Kayla.


lagi-lagi panggilan sayang itu berhasil membuat desiran kedalam hati Kayla.


"Tolong jangan kecewakan Aku lagi. jangan hancur harapan yang ingin aku bangun kembali." kata Kayla penuh harap.


"Aku janji. Aku bakal berusaha jadi yang terbaik. terimakasih sudah kasih kesempatan kedua." kata Albizar.


Kayla mengangguk.


"Kesempatan kedua ini bukan cuman buat kamu. tapi juga buat Aku. Aku bakal berusaha yang terbaik buat hubungan kita ini." kata Kayla.


Albizar tersenyum bahagia. setidaknya kali ini bukan hanya Dia yang akan berusaha tapi juga Kayla mereka akan berusaha bersama mengarungi bahtera bersama-sama.


"Terimakasih sudah mau berjuang bersama Aku. dikesempatan kedua ini." kata Albizar.

__ADS_1


__ADS_2