Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Membatasi Hati.


__ADS_3

"Assalamualaikum." ucap salam Albizar yang baru saja sampai.


"Waalaikumsalam. Aden udah pulang" kata simbok.


"Iya Mbok. sengaja Al pulang cepet soalnya khawatir sama kondisi Non Kayla. oh ya gimana keadaan Non Kayla mbok?" tanya Albizar.


"Non Kayla masih istirahat Den. lagi ditemani Non Syahnaz dan Non Kintan. tadi sepulang sekolah Non Kintan datang kesini" kata simbok.


"apa Masih Demam Mbok? atau Non Kayla ada keluhan lainnya?" kata Albizar.


"Nggak Den. kalau Aden mau tau. Aden liat sendiri aja ke kamar Non Kayla." kata simbok memberi saran.


"Yaudah Al ke atas dulu ya mbok." kata Albizar.


Albizar pun pergi keatas. saat sudah ada didepan kamar Kayla. Albizar ingin masuk kedalam untuk melihat keadaan Kayla. namun karena pintu kamar Kayla yang sedikit terbuka. Albizar bisa mendengar percakapan ketiga bersahabat tersebut.


"Kay.. Kayak nya Al suka deh sama Loe?" kata Syahnaz.


"A?. Apaan sih. ya enggak lah. mana mungkin sih" kat Kayla.


"ya kenapa nggak mungkin? kan kita nggak pernah tau perasaan orang gimana? perasaan kita sendiri aja kadang nggak bisa kita tebak kok." kata Kintan.


"Ya Loe sendiri tau kan gimana Al orangnya. kenapa sih kalian bisa mikir gitu?" kata Kayla.


"Loe nggak sadar sikap Al ke loe hari Ini? demi Loe dia rela bolos loh" kata Syahnaz


"Iya. gue sendiri bisa liat jelas gimana khawatir nya Al waktu disekolah tadi. Dia sampe rela loh gendong Loe dari kelas sampe parkiran. dan diliatin banyak orang" kata Kintan.


"Ya Kalau untuk itu Gue nggak tau. loe tanya aja ke orangnya langsung. lagian ya Al emang suka nolong orang kan. ya walau kadang-kadang sikapnya yang cuek, tapi dia juga baik" kata Kayla


"Iya juga sih. tapi entah kenapa sikap dia ke Loe beda. Loe itu spesial gitu" kata Kintan.


"Martabak kali ah. spesial." kata Kayla mengalihkan pembicaraan.


"Ye Loe lagi sakit juga masih aja nyebelin" kata Kintan sambil emmukul pelan kepala Kayla.


Kayla pun mengusap-usap kepalanya. yang sebenarna tidak terlalu sakit.

__ADS_1


"Tapi kali ini Gue juga setuju sama Kintan. sikap Albizar ke Loe itu beda. ya emang dia baik ke beberapa orang tapi rasa care dia, perhatian dia dan gimana tatapan dia jelas banget kalau dia itu emang suka sama Loe" kata Syahnaz.


"......" Kayla diam


"Kay.. Kayla ." panggil Kintan.


"Ya?!" Kayla kaget


"yey malah bengong. Loe laper? pusing? atau mau apa?" kata Syahnaz.


"Enggak." kata Kayla


semua diam sejenak.


"Jadi??" tanya Syahnaz dan Kintan bersamaan.


"jadi? jadi apa?" tanya Kayla.


"ya Gimana?" kata Kintan.


"Gimana apanya?" tanya Kayla.


"Terus... hina aja terus." kata Kayla.


"Abis Loe lagi sakit makin Lola, makin nyebelin. jelasin Naz" kata Kintan.


"jadi gimana menurut Loe kalau ternyata emang bener Al suka sama Loe?" kata Syahnaz.


"Ya nggak gimana-gimana. itu kan perasaannya. bukan kapasitas Gue buat ngatur perasaan orang gimana ke gue. kayak yang Loe tadi bilang. kita nggak bisa ngatur perasaan orang kekita. ya Al berhak suka sama siapapun. dan itu bukan urusan Gue " Kata Kayla


"Tapi kan orang yang Dia suka itu Loe Kay. jadi jelas lah ada hubungannya sama Loe." kata Syahnaz.


"Itu kan menurut kalian. belum tentukan penilaian kalian itu bener." kata Kayla.


"Ya. seumpama ternyata bener gimana?" kata Kintan.


"Ya Nggak gimana-gimana. itu hak Dia. tapi bukan berarti kalau Dia sukan sama Gue. gue juga harus suka sama dia juga kan? udah jangan buat perumpamaan dan berandai-andai yang justru nantinya kalau tidak sesuai dengan keyataan justru akan ada rasa kecewa atau bahkan bikin situasi tidak baik." kata Kayla.

__ADS_1


"Loe sendiri gimana? Loe nggak suka sama Dia?" tanya Syahnaz.


Kayla Diam. fokus pada film.


"Kay jawab dong." kata Kintan.


"jawab apa?" kata Kayla pura-pura tidak paham.


"apa Loe Cinta sama Albizar nggak?" tanya Syahnaz dna Kintan bersamaan.


Kayla bingung.


"untuk cinta sih enggak. tapi.." kata Kayla menggantung.


"Tapi apa?" tanya Syahnaz dan Kintan penasaran.


"Gini ya. Loe berdua juga tau kan gue gimana. Gue pernah coba naro hati tapi ternyata Gue naro hati keorang yang salah. dan itu cukup buat Gue trauma. makanya sekarang gue mau lebih hati-hati. Gue nggak mau dengan mudahnya menjatuhkan hati ke cowok. ya lebih sikap cowoknya menurut gue nggak jelas. Gue nggak mau nantinya harus makan Ati lagi." kata Kayla.


"oke Gue tau. tapi itu belum mewakili pertanyaan kita loh Kay." kata Kintan.


"duh Gue nggak tau lagi harus jawab apa. ya emang itu kenyataannya." kata Kayla


"tandanya Loe sendiri ragu antara cinta atau nggak sama Al. gitu maksud Loe?" kata Syahnaz.


"Enggak ya. siapa yang bilang Gue suka sama dia. nggak ada ya." kata Kayla.


"so?" kata Kintan.


"nggak. gue nggak suka ataupun cinta sama dia. seperhatian apapun dia Sama Gue saat ini. ada masannya dia bakal kembali cuek dan nggak perduli sama gue. kayak yang udah-udah. dengan sikap dia yang kayak gitu cukup buat gue mastiin kalau cinta itu nggak tumbuh dihati gue. lagian Gue yakin setelah ini dia juga bakal kayak dulu lagi. cuek dan nggak anggap Gue. udah lah. jangan karena kalian liat dia perhatian sama gue. dan kalian mikir Dia cinta sama gue. apa yang dia lakuin nggak ngaruh apapun buat Gue." kata Kayla.


dddrrttttdddrtttttt...


tiba-tiba ponsel Syahnaz bergetar. ada telpon masuk dari orang tua Syahnaz.


setelah selesai menerima telpon Syahnaz dan Kintan pun berpamitan. Kini tinggal Kayla sendiri didalam kamarnya.


...----------------...

__ADS_1


Albizar masih didalam kamarnya. setelah dia mendengar percakapan antara kayala Syahnaz dan Kintan. Albizar memutuskan tinggal didalam kamarnya. entah kenapa jawaban yang diberikan Kayla terasa meyakinkan buatnya.


dia tidak menyangka sikapnya selama ini pada Kayla. membuat Kayla menutup pintu hatinya untuk dia. Dia yang salah. tanpa sadar dia sendiri yang sudah membangun benteng pemisah dihubungan mereka. bukan salah Kayla jika Kayla juga membatasi hatinya.


__ADS_2