Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 14-Saatnya pergi.


__ADS_3

"apakah kalian benar-benar akan pergi sekarang?"


Miya bertanya dengan wajah yang sedih, dia tidak ingin hari ini datang. Hari dimana Kasumi akan pergi melanjutkan perjalanan mereka, Miya belum ingin berpisah dengan Kasumi.


Apalagi dia baru saja sembuh.


Kasumi hanya bisa tersenyum canggung, dia pun sebenarnya tidak ingin pergi sekarang. Namun jika dia terlalu lama, maka perjalanan ini tidak akan berakhir dan ayahnya mungkin merencanakan sesuatu yang buruk.


"Maafkan saya, tapi kami harus pergi sekarang"


Miya memiliki wajah yang murung sekarang, dia ingin melarang mereka pergi. Mengapa pembangunan jalan cepat selesai? Dia mengutuk pembuat jalan itu yang tidak tahu apa-apa.


"Mampirlah kesini nanti, saya akan menunggu"


Ucapnya pelan, dia menatap Kasumi dengan tatapan sedih sebelum memeluknya.


Kasumi tersentak, namun ia menerima pelukan itu.


"Jaga dirimu baik-baik"


Gumam Miya pelan, Kasumi mengangguk kemudian membalas pelukan Miya.


"Tentu saja, kamu juga kakak."


"jangan lupa kirim surat!"


"baiklah"


Miya tersenyum lembut, sebenarnya dia masih tidak nyaman dengan sebutan kakak dari Kasumi. Namun, Kasumi bersikeras ingin memanggilnya begitu tadi pagi saat dia bangun.


'Jaga diri anda baik-baik nenek'


"Apakah anda sudah selesai?"


Ucap Elios yang tiba-tiba muncul di belakang Kasumi, dia sudah berbicara sebentar dengan Yula tadi. Semacam perpisahan singkat dengan sahabat lama, seperti itu.


Kasumi mengangguk, dia masuk ke dalam kereta kuda yang sudah siap kemudian melambaikan tangannya keluar, Miya pun melakukan hal yang sama.


Yula yang berdiri di samping Miya menatap Elios, dia sedikit melambaikan tangannya juga padanya tanpa sepengetahuan siapapun.


"Jika kau mencintainya, jaga dia baik-baik"


Ucap Elios pelan, dia menasihati sahabatnya sebelum pergi. Yula mengangguk mantap, itu sudah pasti akan dia lakukan.


Setelah itu kusir pun mulai membuat kuda berjalan, Elios sudah masuk ke dalam kereta kuda bersama Kasumi. Alexis menggunakan kuda yang lain dan mengikuti mereka dari belakang.


Mata Kasumi menatap Elios sejenak, dia melihat interaksi Elios dengan Yula tadi sebelum mereka pergi.


Dari interaksi mereka, Kasumi tahu jika hubungan keduanya bukanlah kenalan yang baru saja bertemu.


Mereka seperti rekan yang sudah lama menjalin hubungan, seperti keluarga dekat.

__ADS_1


'Aku penasaran dengan hubungan mereka'


...*****...


Perjalanan kembali berlanjut, sekarang sudah memasuki hari ke-20 yang artinya hanya perlu beberapa hari lagi untuk sampai ke kerajaan Shuri.


sebelum itu, aku sudah mengirimkan surat kepada raja, ah, aku tidak terbiasa untuk memanggilnya ayah. Surat untuk mengatakan kondisi ku di sini, aku tidak tahu apakah Elios mengirimkan surat lain yang mengatakan tentang ledakan mana itu, tapi aku tidak menuliskan tentang itu di surat.


dan ternyata, raja mengirimkan beberapa surat sebelumnya. Elios tidak memberikan itu padaku dan malah langsung memberikan semuanya sekaligus.


Bulan depan sudah memasuki musim dingin, karena itu suhu di desa yang Kami kunjungi sekarang pun terasa lebih dingin dari biasanya.


"Pesanan anda tuan"


Ucap pelayan itu memberikan nampan yang berisi roti dengan daging dan minuman hangat, Alexis menerimanya lalu mengucapkan terima kasih pada pelayan itu. Dia cukup sopan, meskipun itu pada manusia. Agak berbeda dengan Elios.


Si pelayan mengangguk dengan wajah yang tersipu, sepertinya dia jatuh hati pada ketampanan Alexis.


Dia memang cukup populer di kalangan demon wanita yang ada di kerajaan, bahkan beberapa bangsawan vampir pun ada yang pernah mengajaknya menikah. Itu ada dalam ingatan Kasumi, jadi aku tahu.


Alexis mengabaikan tatapan jatuh hati nona pelayan itu, di langsung berjalan ke kursi yang ada di ujung kedai.


aku diam dengan tenang disana, menunggu makanan yang di ambilkan oleh Alexis, dan berpura-pura tak melihat pemandangan tadi.


"Paman, apakah anda pernah melihat salju turun?"


Ucap ku spontan saat Alexis memberikan makanannya, dia mulai minum susu hangat terlebih dahulu.


"Benarkah? Kapan itu?"


aku kembali bertanya dengan wajah yang penasaran, ingin tahu sudut pandang Elios tentang salju yang dia lihat.


Elios mengambil kopi panas yang di berikan Alexis padanya, kemudian menyesapnya sedikit sebelum menjawab pertanyaan dariku dengan wajah tak acuhnya.


"Saya melihat salju api, saat perang dengan raja dulu beliau membakar musuh dengan api hitam miliknya, semburan api yang meledak bertebaran dimana-mana sehingga itu menciptakan pemandangan seperti salju"


aku langsung terdiam setelah mendengar jawaban polos itu, salju yang di katakan Elios sama sekali tidak dingin, dan itu bukan salju yang aku maksud ataupun yang aku pikirkan.


'dan yah, jawabannya sangat brutal. Padahal raja sangat memperhalus ucapannya yang berbicara buruk jika di depan Kasumi, namun dia malah sebaliknya. Beruntung Kasumi tidak mendengar ini'


Aku tersenyum sambil mengangguk, setelah mendengar jawaban itu, aku berpikir untuk tidak melanjutkan pertanyaannya ini lagi. Dan jika aku bertanya pada Alexis tentang salju, mungkin dia akan mengatakan hal yang sama kan?


'Tapi aku penasaran'


"Sir Alexis, pernahkah anda melihat salju?"


Alexis yang duduk di sebelah kiri ku mengangguk, aku sudah pasrah dengan jawaban Alexis namun masih menunggu itu.


"Saya pernah melihatnya, itu dingin dan merah. Tapi saya tahu jika warna asli salju adalah putih"


"Kenapa yang kamu lihat warna merah?"

__ADS_1


Alexis terdiam sejenak, dia terlihat bingung bagaimana cara menjelaskan situasinya saat itu.


"Hmm, konon katanya peri merah selalu diam di dalam hutan yang beku. Karena itu salju yang turun menjadi merah"


"Pffft!"


Jawaban polos dari Alexis sukses membuat Elios menahan tawanya, itu adalah pemandangan yang langka, aku bahkan agak ragu dia bisa tertawa.


Aku mengedipkan mataku beberapa kali, menebak jika alasan salju itu berwarna merah yang maksud oleh Alexis itu bukanlah peri.


'Itu pasti darah musuh'


Yap, itu darah musuh. Darah musuh yang banyak sampai membuat salju berwarna merah, saat perang sebagai Kahill dulu pun aku pernah merasakan situasi seperti itu jadi aku tahu.


'Alexis lebih baik dari Elios, dia sampai mengarang itu untuk mengganti artinya. Jika aku benar-benar anak-anak pasti aku akan percaya cerita itu'


Sejak saat itu rasa suka ku pada Alexis bertambah, dan pada Elios berkurang.


...****...


"Setelah selesai makan kita akan melanjutkan perjalanan"


"Tidak istirahat di penginapan?"


"Ada jalan pintas untuk ke kerajaan Shuri, kita bisa memakai itu"


Kasumi mengangguk paham, dia memutuskan untuk ikut saja dengan keputusan Elios.


Beberapa menit kemudian mereka pun menyelesaikan ritual makan itu, Elios berjalan memimpin dan Kasumi ikut di sebelahnya tentu saja Alexis pun ada di sana.


"Kita akan memakai teleportasi"


Ucap Elios pelan sambil membuka gulungan kertas yang memiliki pola mantra sihir, Kasumi melihat kertas itu dengan seksama. Dia terkejut melihatnya.


"Kenapa kita tidak memakai teleportasi dari tadi?"


"Teleportasi tidak bisa di pakai kemana saja, butuh mana yang besar untuk membuat sihir teleportasi seperti itu. Hanya naga yang bisa, lagipula jarak pun di perhitungkan dengan menggunakan gulungan teleportasi ini"


Ucap Elios, wajahnya terlihat datar seperti biasanya.


'Benarkah? Terus kenapa di masa depan teleportasi mudah di pakai? Bahkan kami membuat kombinasi antara transportasi dan teleportasi'


Jika hanya naga yang bisa melakukan itu maka jelas sekali di zaman sekarang tidak banyak yang bisa memakai teleportasi, tapi di masa depan teleportasi bisa di gunakan oleh hampir seluruh penyihir.


jarak bukanlah masalah, mereka hanya perlu tahu koordinat pasti untuk bisa melakukan teleportasi.


Mungkin saja itu terjadi karena perkembangan zaman, namun memikirkan kemudahan berpindah tempat dengan instan saat menjadi Kahill dulu membuat Kasumi ingin menghadirkan teleportasi secara umum di zaman sekarang.


Mungkin itu akan mengubah banyak hal di masa depan, tapi dia benar-benar ingin melakukannya.


Kasumi, Elios dan Alexis pun menghilang di dalam hutan yang sepi itu. Mereka pergi menggunakan gulungan teleportasi yang Elios bawa dari demon realm, saat Kasumi membuka matanya suasana dingin menyambutnya dalam hutan bersalju.

__ADS_1


__ADS_2