Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 52-Latihan itu menyebalkan!


__ADS_3

Aku memijat kepalaku pelan berharap dengan melakukan itu bisa meredakan sakit kepala yang aku alami sekarang, fakta bahwa aku dan Kasumi adalah satu jiwa sudah membuat ku bingung dan pusing. Di tambah Duke Kairo mengatakan jika dia adalah keturunan dewa lalu dia akan menjadi guru mengajar ku, semua ini terlalu sulit untuk aku terima mentah-mentah.


"Tunggu dulu, biarkan aku menenangkan pikiran ku ini terlalu rumit untuk aku cerna."


Ucap ku sambil berbaring kembali di atas kasur, tak mempedulikan Duke Kairo yang diam di sebelah ku. Ia memutar bola matanya malas, kemudian menjentikkan jarinya lalu tubuh ku pun melayang di udara.


"Woahh! Duke! Mengapa anda melakukan ini!?"


Ucapan ku yang tadinya informal kembali menjadi biasa lagi, aku menatap Duke Kairo dengan tatapan kesal.


"Apa fakta aku seorang keturunan dewa itu sangat mengejutkan untukmu? Ini tak penting sekarang, kau harus berlatih dengan ku."


Tentu saja itu mengejutkan!? Orang misterius menyebalkan yang aku temui dulu rupanya seorang keturunan dewa, dan dia malah tinggal di dunia dalam tempat para demon.


"Tunggu dulu, jika anda adalah keturunan dewa harusnya anda tinggal di dunia luar bukan? Tapi kenapa anda malah tinggal di dunia dalam?"


Di pikir bagaimana pun, dunia dalam tak cocok dengan kaum yang memiliki atribut suci seperti keturunan dewa atau semacamnya, jika begitu kenapa Duke Kairo terus tinggal di dunia dalam dan bukan dunia luar?


Sesaat kemudian aku memikirkan kemungkinan alasan yang membuat Duke Kairo tinggal di dunia dalam, aku menutup mulut ku dengan ekspresi tak percaya.


"Atau jangan-jangan Anda di usir dari dunia luar lalu menjalani hukuman di dunia dalam!?"


Duke Kairo menatapku sejenak, ia terlihat agak kesal dengan pertanyaan ku itu. Kenapa dia kesal? Aku kan cuma tanya.


Ia menghembuskan nafas panjang, kemudian berjalan keluar tentu saja dengan aku yang mengambang di belakangnya, dia masih belum melepaskan sihir di tubuhku ini.


"Kau tak perlu tau, dan saat di sini tolong panggil aku Shiro. Kairo adalah nama ku di dunia dalam, apa kau tak lihat warna rambut ku berbeda?"


Mata ku langsung menatap ke arah rambutnya, memang benar itu berbeda. Warna rambut Duke Kairo saat kami bertemu dulu adalah hitam seperti malam, tapi sekarang warna rambutnya malah menjadi silver hampir sama seperti kakek.


'cih, dia pasti benar-benar di usir.'


Aku mengangguk paham, toh cepat atau lambat aku juga nanti pasti akan mengetahui alasannya.


"Bisakah anda menurunkan saya sekarang? Tak nyaman mengambang di sini!?"


Aku menggerutu sambil menutup wajah ku yang sekarang menjadi merah karena malu, mengambang di belakang Duke Kairo sambil berjalan melewati orang-orang yang ada di sana membuat ku tertekan.


Semua pandangan langsung fokus padaku, mereka membungkuk hormat saat kami lewat tapi setelah itu mereka malah saling berbisik, entah sedang membicarakan apa.


Duke Kairo terdiam sejenak, ia melirik ke arah ku lalu menghembuskan nafas panjang. Dia menjentikkan kembali jarinya dan aku pun terjatuh.


'aduh!'


Aku membuka mataku, wajah Duke Kairo sangat dekat sekarang. Itu karena dia menggendong ku di tangannya, jika terlihat dari jauh mungkin saja kami terlihat seperti ayah dan anak.


Tanpa sadar mataku terus memperhatikan wajah Duke Kairo dari dekat, dia cukup tampan juga.


"Aku tak akan tanggung jawab bila kau jadi menyukai ku nanti, takdir ku bukan kau. Jadi sampai kapanpun aku tak akan pernah memiliki rasa padamu."


'ukh!'


Alisku berkedut saat mendengar ucapan itu, aku tarik kembali kata-kataku yang mengatakan jika dia itu cukup tampan, Duke Kairo sangat menyebalkan! Lagipula aku tak menyukainya sedikitpun.


Dan wajah pokernya itu menambah poin menyebalkan darinya, aku kasihan dengan orang yang akan menjadi istrinya nanti.

__ADS_1


Dengan wajah kesal aku pun memalingkan wajahku.


"Anda juga bukan tipe saya, cukup anda tahu jika saya tak menyukai pria yang menyebalkan."


"Bukannya Kahill juga menyebalkan? Untung saja kau tak menyukai dirimu sendiri"


Aku langsung membulatkan mataku saat mendengar ucapan Duke Kairo, dia juga tahu siapa aku di masa lalu? Bagaimana?


"Anda, tahu jika saya itu Kahill dulu?"


"Tentu saja aku tahu"


Duke Kairo menjawab itu seolah sudah jelas, aku pun kembali bertanya padanya.


"Darimana anda tahu?"


"Itu tak penting"


Jawaban singkat darinya sukses membuat darah ku naik, dia bahkan tak menoleh padaku saat aku bertanya.


Sumpah! Aku benar-benar kasihan pada istrinya nanti.


"Kita sudah sampai,"


Aku menghilangkan rasa kesal ku padanya sejenak, Duke Kairo menurunkan ku dari pangkuannya sekarang kami berada di sebuah ruangan yang cukup luas.


Ruangan itu memiliki banyak sekali berbagai senjata, ku pikir ini mungkin saja tempat berlatih para ksatria penjaga yang ada di dunia luar.


Ngomong-ngomong, aku tak tahu status seperti apa yang di miliki kakek ku itu, ini tak terlihat seperti kerajaan, di sini hanya seperti sebuah desa yang besar saja.


"Persiapkan dirimu, kita akan mulai latihan sebentar lagi."


Aku mengangguk paham, sekarang ini aku harus fokus pada latihan ku. Duke Kairo akan menjadi guru ku mulai sekarang.


...****...


Di ruangan dengan cat warna putih itu sebuah bola melayang di udara, menampilkan wajah seseorang di dalamnya. Julius menatap wajah orang di dalam bola itu, ia pun menarik nafas panjang dengan ekspresi acuh tak acuh.


"Ternyata kau sudah masuk ke dalam tubuh titisan mu,"


Mendengar ucapan singkat dari Julius membuat orang di dalam bola itu tertawa, ia terlihat lebih muda dari Julius namun tatapannya tak menampilkan umur yang sesuai dengan wajahnya.


"Benar, oh aku juga sudah bertemu dengan Cendric dan putrinya itu. Melihat wajah putri Cendric membuat ku yakin, jika dialah orang yang di takdir kan untuk mengakhiri jiwa terpecah."


Ia sedikit tersenyum saat mengatakan itu, melihat senyuman si pria dalam bola membuat Julius menatapnya dengan tatapan jijik.


"Melihat senyuman mu itu, kau tak menyukai cucu ku bukan?"


Julius menatap pria itu dengan curiga.


"Tentu saja tidak! Titisan ku yang sekarang sudah memiliki orang yang dia cintai, dan kebetulan orang itu adalah teman cucu mu"


Dalih pria itu, sambil menggelengkan kepalanya.


"Itu bagus, jika kau memiliki perasaan pada cucu ku sudah di pastikan akhir hidup mu pasti tak baik. Si Cendric itu benar-benar tak akan membiarkan orang yang memilki hubungan dengan masa lalunya mendekati Kasumi,"

__ADS_1


"Aku juga masih ingin hidup kau tau"


Ucap pria itu, ia sedikit merinding saat memikirkan apa yang akan di lakukan Cendric padanya jika dia benar-benar memiliki perasaan suka pada Kasumi.


'mungkin aku akan mati dengan cepat,'


"Baik, jadi apa yang akan kau katakan padaku? Tak mungkin kan kau menghubungiku hanya untuk memberitahu jika kau sudah menitis, Leandro. Tidak, sekarang kau adalah pangeran Adrian."


Julius langsung ke topik utama.


Pangeran di kerajaan dunia tengah Adrian, dia titisan Leandro. Leandro adalah ras malaikat, dialah yang bertugas membantu para pemilik jiwa terpecah untuk menyelesaikan tugas yang mereka miliki.


Leandro mati saat ia gagal membantu pemilik jiwa terpecah 500 tahun yang lalu, dia akan terus menitis selama pemilik jiwa terpecah masih ada.


Awalnya dia merasa heran karena ada panggilan yang masuk lagi ke dalam bola itu, ia sempat lupa pada seorang yang bisa mennggunakan nya, kemudian langsung mengangkat panggilan saat ia mengingat itu.


Leandro, adalah satu-satunya orang yang bisa memanggil Julius lewat bola. Karena item bola penghubung berasal dari dunia luar itu sendiri, item yang berasal dari dunia luar tak bisa sembarangan di gunakan. Kecuali jika orang itu memiliki atribut cahaya, dan di dunia luar hanya dua makhluk yang memiliki atribut cahaya.


Itu adalah Julius, 'penjaga' dunia luar dan Leandro, malaikat yang di 'hukum'.


Pangeran Adrian menjauhkan sedikit wajahnya dari bola, ia menyandarkan tubuhnya di kursi yang dia duduki, kemudian menarik nafas panjang sambil menatap Julius di sana.


"Cucu mu sudah di sana kan?"


"Benar, dia sudah ada di sini, dan sekarang sedang melakukan pelatihan dengan Kairo."


Telinga Adrian sedikit berkedut, ia menunjukkan wajah yang tertarik saat mendengar nama Kairo, dengan antusias Adrian pun mendekatkan wajahnya lagi di depan bola.


"Kairo Mateus de Micha? Dia sudah bereinkarnasi lagi?"


Julius memutar bola matanya malas, ia sudah menduga reaksi Adrian akan seperti ini, dari dulu Adrian memang memiliki ketertarikan pada Kairo.


"Itu bukan urusan mu, sekarang jawab. Apa tujuan mu menghubungi ku sekarang, apa itu berkaitan dengan takdir milik Kasumi?"


Julius menjawab ucapan Adrian dengan wajah yang kesal, Adrian hanya mengerucutkan bibirnya ia merasa jika Julius pun masih sama seperti dulu. Membosankan.


"Cih, kau membosankan."


Julius menatap Adrian dengan tatapan tajam, ia merasa tak heran jika Adrian di hukum oleh dewa kehidupan dulu. Sifatnya yang seperti ini juga tak cocok dengan ras malaikat yang dia miliki.


"Cepatlah beri tahu aku, atau akan ku hancurkan negara mu itu sekarang juga."


Adrian langsung tersentak saat ia mendengar ancaman dari Julius, ia sedikit mendengus lalu menjawab pertanyaan Julius yang sempat tertunda.


"Baiklah, kau dengan Cendric memiliki sifat yang mirip ya jika berhubungan dengan Kasumi,"


Ucap Adrian dengan wajah kesalnya, Julius menatap Adrian dongkol. Ia tak suka jika harus di samakan dengan Cendric.


"Akan ku beritahu,"


Adrian menjeda ucapannya sejenak, wajahnya langsung menjadi serius saat ia memulai ucapannya.


"Kekuatan bencana yang di bawa Kasumi sudah hampir sempurna, Kamu harus segera mewariskan sihir cahaya padanya, juga bawa Kasumi pada seorang saint. Aku merasakan pesan yang harus ia terima sudah datang sekarang,"


Terimakasih sudah baca, like dan komen>//<

__ADS_1


__ADS_2