
"Kasumi!"
Kasumi berbalik saat ia mendengar suara ayahnya dari belakang, sosok Cendric yang memiliki mata agak sembab seolah sudah menangis dalam waktu yang lama terlihat di sana.
Di belakang Cendric ada Black yang mengikutinya, Cendric mengangkat tangannya kemudian meninju dinding transparan yang di buat oleh Zion dengan keras.
"Ayah itu tak akan berhasil!"
Kasumi memperingati ayahnya untuk tak melakukan hal yang sia-sia, karena dia tahu serangan apapun tak akan berpengaruh pada dinding itu.
Cendric tak mendengarkan apa yang di katakan Kasumi, ia langsung memukul dinding itu.
Awalnya tak ada apapun yang terjadi, Kasumi sudah menduganya namun tiba-tiba saja retakan terdengar dari arah dalam.
Dinding itu hancur.
"Apa yang terjadi di sana?"
Dengan heran, Zion menatap ke arah retakan dinding. Harusnya itu tak akan hancur meski di serang oleh bom sihir sekalipun, namun kenyataannya kini dinding itu mulai retak dan membuat kerusakan yang merambat ke semua dinding.
Dinding langsung menghilang seolah itu tak pernah ada di sana, Kasumi hendak mendekat ke arah Cendric namun ia kalah cepat dengan Zion yang juga menyadari keberadaannya.
Trang!
Sabit yang Zion gunakan bertabrakan dengan pedang putih yang Cendric miliki, ia menatap pedang putih itu dengan mata yang gemetar dan marah.
"Kau! Darimana kau memiliki pedang itu!?"
Nada bicara Zion benar-benar sangat marah, selama ini dia belum menunjukkan kemarahan sebenarnya sama sekali dan kini ia menunjukkan itu saat melihat pedang putih.
Cendric tahu jika Zion jelas mengenali benda itu.
"Kau akan segera mati di tangan putri ku"
Ucap Cendric dengan wajah yang tenang, ia menghempaskan Zion dengan pedangnya yang lain dan membuat Zion terpental agak jauh.
Cendric melakukan hal yang sama seperti saat Zion membuatnya hampir menjadi gila.
"Ambil ini nak!"
Cendric melempar pedang putih dan di terima oleh Kasumi, ia menatap pedang dengan heran kemudian tersentak saat tahu identitas dari pedang itu.
"-itu adalah pedang suci milik perantara anda, sepertinya beliau meninggalkan ini sebelum beliau mati"
Ucap suara dalam kepala Kasumi, ia mejelaskan dengan nada yang monoton tak memiliki emosi.
"Aku bisa membunuh Zion sepenuhnya dengan pedang ini?"
"-benar"
Kasumi menggenggam pedang itu dengan erat, akhirnya ia memiliki kartu bagus untuk dia mainkan.
"Ini bagus, sekalian saja aku menghancurkan pedang itu juga"
Zion bergumam saat ia bangun setelah terlempar karena serangan dari Cendric, ia mengelap darah yang ada di bibirnya dengan tangan kemudian melesat cepat ke arah Kasumi.
Yohan dan Davian tak tinggal diam, mereka menghalangi Zion supaya tak mendekat ke arah Kasumi.
Pertarungan pun terjadi lagi dengan dua lawan satu, Zion terlihat agak kesulitan terutama saat ia menangani kecepatan serangan Davian.
__ADS_1
Yohan pun tak kalah merepotkan, sihir yang dia miliki menjadi lebih kuat setelah ia merubah warna aura dari pedangnya.
Kasumi menatap Zion yang terdesak karena melawan Yohan dan Davian, ia berpikir jika sekarang adalah saatnya untuk mengakhiri semuanya.
'aku harus membunuh Zion sekarang, kalau tidak aku akan-!'
Kasumi tak sempat menyelesaikan rencananya, ia melihat sebuah pedang yang menusuk perutnya kemudian mengeluarkan batuk disertai darah segar.
Uhuk!
'a..aku tak merasakan kehadirannya'
Seseorang yang tak di ketahui identitasnya menusuk bagian perut Kasumi dari belakang, ia memakai jubah merah jadi Kasumi yakin jika orang itu adalah salah satu bawahan Zion.
Cendric dan Black tersentak karena mereka tak menyadari kehadiran orang itu.
Seseorang yang bahkan bisa menyembunyikan kehadiran di depan seorang raja demon membuktikan jika kemampuan di atas rata-rata, Cendric yang marah melihat Kasumi terluka langsung bergegas ke arah Kasumi dengan cepat.
"Cendric tunggu!"
Black berusaha menghentikan Cendric karena ia melihat sesuatu yang lain, seseorang yang menusuk Kasumi itu tersenyum kemudian bergumam.
"Silahkan pergi ke tempat kakek anda putri Kasumi"
Ucapnya, berbisik pada Kasumi.
Kasumi membulatkan matanya saat ia melihat sesuatu yang muncul di depan Kasumi.
Sebuah lubang hitam muncul di sana, orang berjubah itu mendorong Kasumi yang membuatnya masuk ke dalam lubang hitam.
"Kasumi!"
Teriak Davian dan Yohan, mereka masih melawan Zion saat itu.
'Kerja bagus Dya'
Zion menarik Davian dan Yohan menjauh, kemudian ia pun ikut masuk ke dalam lubang hitam itu.
"Jika aku mati maka putri Kasumi juga harus mati dengan ku"
Ujar Zion, sebelum ia masuk ke dalam lubang hitam. Setelah itu tornado yang besar pun muncul.
Davian, Yohan dan Cendric hendak mengikuti Kasumi untuk menolongnya namun tornado itu sulit di lewati, mereka bahkan hanya bisa mendekati tornado itu dalam jarak 20 meter karena jika lebih dari itu maka mereka akan ikut tersedot ke dalamnya.
"Ada racun di dalam tornado itu"
Ujar Black menjelaskan hal yang dia lihat, racun di dalam tornado itu sangat merusak karena terdapat berbagai jenis racun yang mematikan di dalamnya.
Di sisi lain tornado, Yohan dan Davian terdiam sambil menatap tornado yang sudah menelan Kasumi di dalamnya.
"Sialan! Apa yang akan terjadi pada Kasumi!?"
Yohan berteriak dengan frustasi, ia merasa tak berguna karena membiarkan orang yang dia cintai terluka dan bahkan menghilang sekarang.
"Ini bukan tornado biasa, ada sihir spirit di dalamnya. Akan sangat sulit untuk kita menerobos masuk"
Ujar Davian, ia sudah memiliki informasi tentang tornado namun tak memiliki solusi untuk itu.
"Terus kita harus apa!? Hanya menunggu sana tak berguna, aku tak mau kehilangan Kasumi lagi!"
__ADS_1
Davian menggigit bibir bawahnya, ia pun tak tahu apa yang bisa mereka lakukan sekarang selain menunggu.
Ia mengabaikan ucapan Yohan yang menurutnya janggal, Yohan berbicara seolah-olah Kasumi pernah mati sebelumnya karena itu ia sekarang sangat panik dan takut kehilangan lagi.
Ia memalingkan wajahnya karena merasa tak berguna.
"Yang bisa kita lakukan sekarang hanya menunggu, itu, itu adalah hal yang ku tahu"
"Kau!-"
Yohan hampir saja melayangkan tinju pada Davian, namun tak jadi ia lakukan.
Cendric dan Black muncul di depan mereka, Black memegang tangan Yohan yang hampir mendarat di wajah Davian.
"Melampiaskan kemarahan mu tak akan mengubah apapun, tenanglah"
Ujar Black dengan nada yang dingin, Yohan yang menyadari kesalahannya itu menunduk menyesali apa yang ia lakukan kemudian meminta maaf.
"Maaf, saya tak bisa berpikir jernih tadi"
Ucapnya dengan penuh penyesalan, Black mengangguk paham kemudian melepaskan tangan Yohan dan mendekat ke arah putranya Davian.
"Kamu sudah melindungi putri dengan baik, kita akan mencari cara untuk menyelamatkan beliau bersama"
Davian mengangguk saat Black sedikit mengelus kepalanya, meskipun memiliki reputasi yang tegas, ternyata Black bersikap lebih lembut saat memperlakukan anak-anaknya.
"Tapi, bagaimana caranya ayah?"
Ujar Davian, bertanya pada ayahnya.
Black melirik ke arah Cendric, kemudian Cendric pun mulai berbicara.
"Aku yakin putri ku akan baik-baik saja, dia itu kuat. Dan rencana untuk menolongnya, aku sudah memiliki seseorang yang dapat membantu"
Yohan dan Davian saling melempar pandangan, mereka bingung siapa orang yang di maksud oleh Cendric.
"Aku sudah datang"
Seseorang muncul dengan menggunakan teleportasi, tidak hanya seorang saja tapi beberapa orang sudah mulai berkumpul di sana sekarang.
Orang itu adalah Elios bersama raja kerajaan dracovillia dan kerajaan Elfy.
Kayle yang baru saja keluar dari lingkaran sihir teleportasi segera mendekat ke arah Davian, ia ingin mengecek keadaan adiknya itu.
Elios terlihat menggendong seseorang, ia menurunkan orang itu kemudian membuka mulutnya.
"Aku sudah membawanya, dialah yang dapat membantu kita saat ini"
Ujar Elios, menjelaskan dengan singkat.
Orang yang Elios bawa tadi sedikit menunduk saat melihat Cendric di depannya, ia tahu sosok itu adalah orang yang berkuasa di kerajaan yang selama ini dia dan keluarganya tinggali.
"Salam saya haturkan kepada yang mulia raja, nama saya adalah Kahu dan saya adalah penerus mendiang tetua serigala putih."
Ucapnya dengan menunduk hormat.
"Saya mengetahui cara untuk membantu tuan putri agar beliau bisa keluar dari sana"
Cendric mengangguk, kemudian ia memberi isyarat untuk melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
Kahu pun kembali berbicara.
"Dan untuk itu saya memerlukan bantuan anda sekalian, terutama dua pasangan yang mulia putri"