
Setelah melihat Kasumi langsung pergi, Yohan kembali menatap Pin yang masih ada di sana. Ia ingin melanjutkan pertarungannya tadi, dan mengalahkan Pin di sini.
Tentu saja Davian pun ada bersamanya.
"Ayo kita lanjutkan yang tadi-"
"Aku menolak"
Yohan dan Davian tersentak secara bersamaan.
"Apa?"
Yohan menatapnya dengan tatapan tak percaya, kemudian Pin mengangkat bahu dengan tak acuh.
"Aku menolak, tuan ku sudah mulai serius sekarang. Daripada melawan kalian di sini, lebih baik aku membantu tuan ku di sana, jadi sampai jumpa"
Setelah mengatakan itu Pin langsung menghilang dari sana, ia melakukan teleportasi dengan sangat cepat tanpa mereka sadari.
"Tunggu-!"
Davian berusaha menghentikan Pin, namun ia tak sempat melakukan itu.
Tiba-tiba saja ledakan terjadi, bersamaan dengan aura kuat yang muncul di sana.
Davian menatap ke arah tempat yang Kasumi tuju tadi, aura itu berasal dari sana.
"Apa yang terjadi?"
Suara seseorang yang familiar terdengar, Davian dan Yohan mengalihkan pandangan mereka ke arah orang-orang yang baru datang itu.
"Yang mulia raja Alejandro, ratu Ataya dan...kakak?"
Ucap Davian memanggil satu persatu orang-orang yang baru muncul itu.
Seseorang yang mirip dengan Davian mendekat ke arahnya, dia memeriksa tubuh Davian dari atas sampai bawah kemudian sedikit mengguncang tubuhnya itu.
"K..kak Kayle!?"
Kakak Davian, Kayle Rui Javier berhenti memeriksanya kemudian menatap matanya lurus.
"Kau! --waktu aku tahu kamu ikut bersama tuan Julius dan putri Kasumi aku sangat khawatir! Kemudian terjadi ledakan di arah tempat yang kalian datangi, aku hampir gila karena mengkhawatirkan kamu tahu!"
Kayle terlihat sangat marah pada Davian, meskipun raut wajahnya tak menampilkan kemarahan sama sekali, sebenarnya Kayle hanya khawatir berlebihan pada kembarannya itu.
'Davian bukan spesialis pertarungan, kemampuan berperang miliknya bahkan tak lebih baik dari seorang manusia yang baru belajar pedang selama satu tahun. Dia lebih mengandalkan otaknya daripada kekuatan, sudah jelas aku khawatir saat mendengar dia akan terlibat dalam pertarungan'
Kayle menghela nafas panjang sambil mengusap rambutnya pelan.
"Haa...apa yang akan ku katakan pada ibu jika terjadi sesuatu padamu? Syukurlah kamu baik-baik saja"
Davian menggaruk pipinya yang tak gatal, ia tersenyum canggung pada ucapan kakaknya itu.
Jika seperti ini dia malah terlihat seperti anak yang di manja oleh kakak dan ibunya, namun kenyataannya tak begitu.
"Aku baik-baik saja kak, dan mungkin mulai sekarang aku akan menjadi lebih kuat karena sudah menerima kekuatan dari putri Kasumi"
Kayle mengerutkan keningnya.
"Apa maksudnya?"
Davian hendak menjawab itu namun Alejandro memotong ucapannya.
"Di mana raja Cendric dan yang lainnya? Apa mereka belum sampai ke sini?"
__ADS_1
Tanya Alejandro, ia memperhatikan sekitar dan tak melihat sosok raja kerajaan Cyrent itu.
"Kami tak tahu, sejak tadi beliau belum datang ke sini"
Jawab Yohan singkat.
Atanya terdiam, ia menyentuh dagunya kemudian mulai berpikir.
"Apa beliau dan yang lainnya belum menyelesaikan perang dengan para Undead itu?"
'tapi itu tak mungkin, tuan Black ada bersama beliau dengan kekuatan mereka berdua para Undead itu bukanlah masalah besar'
Ataya kurang yakin dengan pemikirannya itu, mereka tak tahu jika sebenarnya Zion lah yang menyebabkan mereka telat datang ke sana.
"Daripada itu kita harus bergegas sekarang, aku merasakan kekuatan yang baru datang dari arah putri Kasumi dan itu sangat banyak"
Ucap Davian, ia memiliki kepekaan dengan kekuatan seseorang.
Yohan mengangguk setuju, begitu pula dengan yang lainnya.
Mereka pun pergi ke arah tempat Kasumi.
...--*--*-*--...
Sementara itu di suatu tempat yang jauh dari kekacauan penyerangan itu, Kairo sedang melayang mencari tempat dunia maya yang Cendric ciptakan.
Sebelumnya ia sudah mengatakan pada sang adik, Suzue untuk membantu warga di kerajaan Cyrent dan ia pun menyanggupi permintaan itu.
Kairo yakin jika sekarang Kasumi pasti sedang bertarung melawan Zion, pertarungan mereka pun sudah di pastikan menyebabkan kerusakan.
Kairo khawatir jika warga tak bersalah akan menjadi korban, para petinggi di kerajaan Cyrent sudah mengungsikan warga mereka ke tempat yang aman.
"Di sana ya?"
Tangan Kairo menyentuh permukaan kubah, ia merasakan kekuatan yang berbeda dengan kekuatan milik Cendric dan itulah yang membuat mereka terjebak di sana.
"Aku harus menghancurkan ini"
Gumamnya pelan, setelah itu Kairo pun mulai menyiapkan pedangnya dan langsung menebas kubah itu dengan kekuatan penuh.
Pertama, tak ada reaksi apapun dari kubah. Itu tak tergores ataupun retak, jadi Kairo pun kembali menebaskan pedangnya itu.
"Ini agak sulit"
Menyadari ia tak bisa menghancurkan itu dengan kekuatan biasa, kini Kairo mulai memasukkan kekuatan dewa miliknya.
Aura emas pun menyebar di sana, ia kembali menebaskan pedangnya itu dan retakan terjadi.
'bagus, ini berhasil'
Kairo terus menebas kubah dengan pedangnya.
Satu kali, empat, delapan kali ia menebaskan pedangnya kini kubah itu runtuh dan menghilang.
Kairo langsung masuk ke dalam dan ia pun bertemu dengan Cendric dan yang lainnya.
"Tuan Kairo?"
Ucap Black, sedikit terkejut karena melihatnya muncul dari luar dan menghancurkan kekuatan Zion. Elios pun sama terkejutnya dengan Black.
Kairo berjalan ke arah Cendric yang masih memakai baju perang miliknya, ia membuka helm besi yang dia gunakan kemudian menatap Kairo.
"Anda tahu kan jika saya akan ke sini?"
__ADS_1
Cendric mendengus pelan, kemudian ia menjawab.
"Iya, aku merasakan kekuatan mu meski sedikit tadi. Tak ku sangka kau benar-benar datang"
Kairo mengangguk paham, kemudian ia mulai menceritakan semua situasi di luar selama mereka terkurung di dalam dunia maya.
"Tanduk putih, tuan putri Kasumi adalah demon pertama yang mencapai kesempurnaan sejatinya?"
Black kembali di buat terkejut dengan kenyataan.
Kesempurnaan sejati. Tak banyak demon yang bisa mencapai itu, mungkin memang tak pernah ada.
Cendric tidak bisa mencapai kesempurnaan itu, ia mentok di tingkat terkuat sehingga tanduknya berwarna hitam.
Dan Zion jelas tak bisa mencapai kesempurnaan, itu karena ia memiliki energi jahat terlalu banyak sehingga ia pun memiliki tanduk merah dan menjadi seorang yang berbahaya.
Tak ada yang bisa membunuhnya dulu, karena itu ia pun di segel.
Namun, jika yang melawannya adalah demon yang sudah mencapai tahap kesempurnaan sejati maka mengalahkan dia adalah mungkin.
"Jika begitu, mengalahkan Zion sekarang adalah mungkin jika itu di lakukan oleh putri Kasumi kan?"
Ujar Elios, ia baru membuka suaranya sekarang.
"Itu bisa saja, tapi kenyataannya putri Kasumi hanya mencapai 95% saja dari kesempurnaan itu"
Cendric mengernyitkan dahinya setelah mendengar ucapan Kairo.
"Apa maksudnya itu?"
Kairo menghela nafas pendek, kemudian ia mulai berbicara lagi.
"Aku tak tahu, tapi yang pasti putri Kasumi belum mencapai kesempurnaan sejatinya sekarang"
"Maka dari itu kita harus membantunya untuk mengalahkan Zion, aku akan pergi"
Cendric berbalik, ia menatap ke arah para ksatria yang ikut dengannya.
Mereka sudah tak memiliki luka lagi setelah Elios menyembuhkan mereka.
"Kita berangkat sekarang"
Semua orang di sana mengangguk, setelah itu Kairo mulai menyiapkan teleportasi besar-besaran untuk memindahkan mereka semua ke tempat Kasumi berada.
.
.
.
.
Terimakasih sudah baca, like dan komen
(灬º‿º灬)♡
urutan anak black.
anak pertama(Kayle Rui Javier)
anak kedua(Davian Nox Javier)
{Kayle dan Davian kembar}
__ADS_1
anak ketiga(Alice Selyn Javier)